Choose Your Language
Cari di sini
Top Posts
-
Join 2,480 other subscribers
Follow me on Twitter
Tweets by IsroiPilih Kategori
- Biodecomposer Bioethanol Biofertilizer Biofuel Bogor Download Fotografi Hormon Tanaman Jalan-jalan Kompos Komputer Lignoselulosa Limbah Perkebunan Literatur MyFamily MyPoems MyResearch MyStories Organik Pestisida Nabati PROMI Pupuk Pupuk Organik Cair Pupuk Organik Granul Sampah Tanaman Tutorial Uncategorized Unik Video
Category Archives: Jalan-jalan
Musa ingens; Pisang Raksasa Asli Fak-fak, Papua
Indonesia adalah negeri yang sangat kaya dengan kekayaan hayati. Salah satunya, pisang. Ternyata ada pisang super gede alias raksasa yang berasal dari negeri kita tercinta ini. Nama ilmiahnya adalah Musa ingens. Saya sedang googling mencari tanaman-tanaman unik di Indonesia, secara kebetulan saya menemukan foto tanaman pisang raksasa ini. Awalnya saya kira pisang ini berasal dari Afrika atau Amerika latin, ternyata tidak. Tanaman ini berasal dari Fak-fak, Papua Indonesia.
Diameter batangnya mencapai satu meteran. Tingginya mencapai 25 meteran. Tinggi sekali dan besar sekali. Pisangnya juga gede sekeali. Satu pisang cukup untuk dimakan lima sampai delapan orang orang. Kalau dijadikan pisang goreng cukup untuk arisan ibu-ibu se-RT. Cuma sayangnya tidak ada informasi bagaimana rasanya dan umur berbuahnya berapa lama.
Kekayaan alam ini perlu dieksplorasi dan siapa tahu bisa menjadi sumber pangan penting di masa depan.
Bangga jadi orang Indonesia.
Serangga Unik Berbentuk Seperti Ranting Pohon
Kami menemukan serangga yang unik, yaitu serangga yang bentuk tubuhnya sangat mirip dengan ranting pohon. Jika serangga ini hinggap di pohon cemara dia akan tersamarkan dan sulit dilihat oleh pemangsanya. Seekor serangga yang sangat unik. Beru pertama kali kami menemukan serangga ini.
Koleksi Kaktus Kebun Raya Cibodas
Posted in Bogor, Jalan-jalan
Tagged kaktus, Kebun Raya Cibodas, Puncak, sekulen, unik, wisata
Koleksi Nephentes Kebun Raya Cibodas
Kantung semar atau nephentes adalah tanaman yang unik, karena tanaman ini ‘makan’ binatang, terutama serangga. Kebun raya cibodas yang ada di Cibodas, kaki Gn. Salak memiliki rumah kaya yang menyimpan koleksi kantung semar. Tidak kurang dari 100 spesies kantung semar yang dikoleksi di rumah kaca ini. Kantung semar ada yang berukuran kecil hingga jumbo.
Kalau Anda datang di Kebun Raya Cibodas, jangan lupa untuk mampir di rumah kaca nephentes.
Posted in Bogor, Jalan-jalan, Unik, Video
Tagged jalan-jalan, kantung semar, Kebun Raya Cibodas, nephentes, Puncak, wisata
Tanaman Unik Jenggot Musa atau Spanish moss (Tillandsia usneoides)
Keluarga kami suka menanam dan suka tanaman. Kalau ketemu tanaman yang unik pasti kami suka. Kali ini kami punya koleksi tanaman baru yang unik sekali, yaitu Jenggot Musa. Kami dapatkan dari Kebun Raya Cibodas. Di rumah kaca anggrek kami melihat tanaman menggantung yang bentuknya aneh. Saya tanya ke penjaganya, apakah ini tanaman lumut janggut (usnea). Penjaganya bilang: “Bukan, Pak. Ini Jenggot Musa, bukan usena.”
Ketika kuliah dulu, saya ingat sekali dengan usnea atau lumut janggut. Tanaman ini adalah simbiosis antara lumut dan alga dan morfiloginya seperti jenggot. Biasanya digunakan untuk tanaman herbal. Mirip banget bentuknya, cuma usnea tidak bisa panjang-panjang seperti Jenggot musa.
Tanaman jenggot musa bisa panjang sekali, bahkan bisa sampai beberapa meter panjangnya. Tanaman yang saya lihat panjangnya kurang lebih 2 meter dan rimbun sekali.
Continue reading
Posted in Hormon Tanaman, Jalan-jalan, MyStories, Unik, Video
Tagged Bromeliaceae, cibodas, Jenggot Musa, Kebun Raya, sekulen, spannish moss, unik, video, YouTube
Buah dan Biji Jenitri atau Rudhaksha Mala

Biji jenitri atau rudhaksha mala yang memiliki garis2 dinamakan mukhi.

Buah Jenitri atau rudhaksa mala yang berwarna biru menarik.
Bus Damri Bandara Adi Sucipto Yogyakarta

Bis Damri Bandara Adi Sucipto Yogyakarta.
Pesawat terbang adalah salah satu sarana transportasi yang paling banyak dipakai untuk pergi dari satu kota ke kota lain secara cepat. Tarifnya pun semakin lama semakin murah dan terjangkau. Pesawat hanya mengantarkan penumpang dari satu bandara ke bandara lain. Masalahnya bagi penumpang adalah transportasi dari dan ke rumah – bandara. Untungnya saat ini ada Bis Damri khusus angkutan bandara. Salah satunya yang ada di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta.
Kalau Anda datang ke Bandara Adi Sucipto Yogyakarta dan akan melanjutkan perjalanan ke kota lain di sekitar Yogyakarta; Magelang, Secang, Temanggung, Purworejo, Kebumen, Wonosari, yang paling murah dan cepat adalah naik Bis Damri Angkutan Khusus Bandara. Jadwal Bis Damri adalah setiap jam, mulai pukul 4 pagi sampai pukul 8 malam dari Yogyakarta. Tarifnya pun cukup murah, berkisar dari Rp. 50rb – Rp. 75rb. Lihat foto tarif di foto berikut ini.

Tarif Bis Damri Bandara Adi Sucipto Yogyakarta.
Tempat parkir Bis Damri agak sedikit jauh dari Bandara. Kalau keluar dari Bandara, ikuti saja ke arah KELUAR atau PARKIR Mobil. Melewati jalan lorong bawah tanah menuju ke tempat parkir mobil bandara. Keluar dari pintu ke tempat parkir itu adalah tempat poolnya Bis Damri.
Jurusan Bis Damri Angkutan Khusus Bandara Adi Sucipto adalah:
– Magelang
– Secang
– Temanggung
– Purworejo
– Kebumen
– Wonosari
– Borobudur
Kalau di Magelang, pool bis Damri Angkutan khusus bandara ada di Hotel Wisata yang di dekat Jalan Ikhlas atau terminal lama Tidar. Jam 4 pagi sudah ada bis yang berangkat menuju ke bandara Adi Sucipto Yogyakarta.
Keberadaan bis ini sangat membantu penumpang. Tarifnya jauh lebih murah daripada naik taksi atau sewa mobil. Posisinya yang agak jauh juga agar tidak konflik dengan taksi dan mobil omprengan.
Posted in Jalan-jalan, MyStories
Tagged Adi Sucipto, bandara, bis, Borobudur, Damri, Kebumen, Magelang, Purworejo, Secang, Temanggung, Wonosari, Yogyakarta
Asal-usul Teh Wangi dan Teh Melati
Siang tadi di sela-sela acara Workshop PUI saya ngobrol santai dengan Bu Oha (Dr. Rohayati), Kabid Riset Pusat Penelitian Teh dan Kina. Beliau cerita banyak tentang teh di Indonesia. Sampailah pada ceita tentang teh wangi melati.
Kalau diperhatikan, sebagian besar teh yang dikonsumsi di Jawa Tengah dan Jawa Timur adalah teh melati. Berbeda dengan teh yang banyak diminum di Sumatera atau di Jawa Barat. Kalau orang Jateng minum teh di Jabar akan terasa sedikit aneh. Orang Sunda lebih suka minum teh tawar bening. Oranf Jateng lebih suka minum teh tubruk yang super manis. Kalau di daerah Slawi, Tegal dan sekitarnya, teh diminum dengan gula batu; manis banget.
Bu Oha sedikit cerita tentang asal-usul dan sejarah teh wangi ini. Seperti yang kita ketahui, teh adalah tanaman yang diintroduksikan oleh kolonial Belanda. Mereka menanam teh di daerah jajahan mereka, salah satunya di Indonesia. Sejak jaman dulu teh adalah komoditas eksport. Teh yang dihasilkan dari perkebunan di Indonesia dikirim ke Eropa. Teh-teh yang dikirim ini adalah teh-teh2 yang berkualitas bagus.
Sisa-sisa produksi teh eksport ini yang hanya batang2 dan sisa2 daun yang sudah tidak laku. Ya… boleh dikatakan sampahnya lah…. Teh itulah yang diseduh dan dikonsumsi oleh budak2 pribumi di perkebunan teh. Karena kwalitasnya yang sangat jelek, citarasa tehnya pun sangat jelek. Kalau menurut bu Oha, sudah tidak ada rasa tehnya.
Nah, rupanya orang jawa cukup kreatif. Teh2 yang rasanya tidak jelas ini diberi tambahan aroma dan yang dipakai adalah bunga melati. Aroma melati harum dan wangi. Teh melati ini rupanya disukai oleh orang pribumi.
Posted in Jalan-jalan, Kuliner, MyStories



















