Bertemu Kembali dengan Teman-teman Fabio 93


Buku Angkatan 93


Buku angkatan yang aku ubah menjadi halaman blog (lihat di sini) rupanya banyak manfaatnya. Banyak teman-teman Biologi 93 yang mampir dan kumpul-kumpul lagi. Dari satu teman, lalu menjalar ke teman-teman yang lain. Sebut jada Khamidah. Dari khamidah tersambunglah ke Ubed, kakaknya. Lalu ada Yulianto yang tinggal di Bekasi, ada Rosha Kurnia yang masih di Babel. Datang juga Dwi Esti Anggorowati. Lalu Sri Pamenang, yang nyambung ke Kang Warso (Suwarsono). Sri Pamenang sempat nginap di Bogor semalam. Terus menjalar ke Arif Subagyo yang jadi PNS di Banjarnegara. Datang juga Edi Swasono yang jadi guru di Temanggung. Ketemu juga dengan Hastini yang jadi guru di pedalaman Kalimantan. Dari Hastini dapat nomor teman-teman lama yang banyak sekali. Nyambung juga dengan Enik Ekowati plus suaminya Najemudin. Enik akan berangkat ke Jepang bulan September 2008 ini. Ketemu juga dengan Yuli Susiyanti yang jadi guru di Slawi. Nyambung juga dengan Hendriyanto yang sekarang tinggal di Lampung. Minggu ini aku ketemu dengan Muh “Memet” amat. Memet sedang menyelesaikan pendidikan S2 di FaBio UGM. Sudah punya momongan satu. Istrinya juga sedang mengambil S2 di Fak. Sastra UGM. Memet menjadi dosen di Univ. Lambung Mangkurat Kalimantan.  Ketemu juga dengan Kang Narno yang sekarang sudah subur makmur loh jinawi.  Seniman yang satu ini sungguh luar biasa, semoga sukses always.

Continue reading

Biochemical Pulping Jerami

fpp di jerami

Menipisnya pasokan kayu untuk bahan baku pulp mendorong perusahaan pulp dan kertas mencari sumber serat alternatif. Salah satu sumber serat non kayu (non-wood fiber) yang sangat potensial adalah jerami padi. Jerami padi tersedia melimpah, murah, dan dapat diperbaharui. Sebelumnya jerami padi juga sudah sejak lama dimanfaatkan sebagai bahan baku pulp,misalnya oleh Pabrik Kertas Padalarang, Jawa Barat.

Continue reading

PERSIMPANGAN LIMA PULUH DAN PAL LIMO

Nama suatu tempat memiliki sejarah dan kadang-kadang memiliki arti tertentu. Kadang-kadang nama itu berkaitan dengan nama sungai, seperti Ci di Jawa Barat atau Sei di Sumatera. Namun demikian, jarang nama desa yang berupa angka atau bilangan.

Salah satu desa yang namanya menggunakan bilangan atau angka adalah desa Lima Puluh di Kab. Batubara, Sumatera Selatan. Kalau Anda berpergi dari Kota Tebing Tinggi ke arah Kisaran akan melewati desa ini. Dari arah Tebing Tinggi setelah berjalan kurang lebih 50 km akan sampai di pertigaan yang cukup ramai. Jalan lurus ke arah Kisaran sedangkan kalau membelok ke kanan ke arah Perdagangan, Simalungun.

Continue reading

Wolon

Setiap tempat memiliki budaya kerja sendiri-sendiri. Kadang-kadang budaya ini sudah diwarisi sejak jaman kolonial dan masih bertahan hingga saat ini. Salah satunya adalah budaya kerja di perusahaan perkebunan warisan Belanda.

Beberapa waktu yang lalu saya berkesempatan untuk mengunjungi salah satu perusahaan perkebunan ex-Belanda di Sumatera Utara. Kami bekerja dengan kebiasaan kami di Bogor, mulai bekerja kira-kira jam 8 pagi. Sesampai di lokasi ternyata para karyawan sudah asik bekerja. Kami segera berkoordinasi dengan mandor tentang tahapan-tahapan pekerjaan. Kira-kira satu jam lebih kami berdiskusi. Agar pekerjaan cepat selesai, saya menyarankan untuk segera di mulai saja. Tetapi Pak mandor menyarankan untuk nanti saja, karena para pekerja mau WOLON dulu. Wolon.., apa itu ..? Pikirku dalam hati. Pak Mandor menyarankan untuk dimulai kira-kira jam 10.30 saja. Karena ini baru pertama kali bagi kami, kami tidak banyak berkomentar. Tak beberapa lama lagi terlihat para pekerja mengentikan pekerjaan. Ada yang duduk-duduk istirahat dan sebagian lagi pergi dengan menggunakan sepeda motor masing-masing.

Continue reading

Pembuatan Kompos dari Sampah Organik Skala Rumah Tangga

Saya mendapatkan ilmu dari pengunjung blog ini, yaitu dari Bung Emmanuel Erwin Her Poerwanto (emmanuel.erwin@gmail.com). Berikut ini isi email yang dikirimkan ke saya, semoga bermanfaat. Tidak saya edit.

Maaf baru kali ini. info soal mini komposter sederhana saja. Prinsip dasarnya sbg berikut :

1. ambil ember / galon bekas cat tembok ukuran 20 liter.
Continue reading

Poster PERMI Purwokerto

Karakteristik Handsheet yang Dibuat dari Biochemical Pulping Jerami Padi dengan Fungi Pelapuk Putih Omphalina sp

 

Isroi dan Siswanto

Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia
Jl. Taman Kencana no. 1, Bogor
Telp.: 0251 – 8327449/8324048/8348842
E-mail: isroi93@gmail.com
http://Isroi.wordpress.com

 

Abstrak

Berkurangnya pasokan kayu untuk bahan baku pulp dan kertas mendorong pencarian sumber bahan serat bukan kayu (non-wood fiber). Jerami padi merupakan salah satu sumber serat bukan kayu yang tersedia melimpah dan mudah. Penelitian biochemical pulping jerami padi telah dilakukan menggunakan fungi pelapuk putih (FPP) Omphalina sp. Jerami diperlakukan dengan FPP selama 21 hari. Jerami yang telah diperlakukan digunakan untuk pembuatan pulp melalui pemasakan dengan soda api (NaOH) dengan variasi konsentrasi soda api berturut-turut : 0 (kontrol), 0.5, 1, dan 2.5% dengan kondisi pemasakan suhu 120oC, konsistensi 20% selama 30 menit. Sedangkan kondisi pemasakan jerami yang tidak diperlakukan dengan FPP adalah 10% NaOH, konsistensi 20%, 140oC, selama 2 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jerami dengan Omphalina sp selama 21 hari dapat mengurangi penggunaan soda api, waktu pemasakan, dan meningkatkan kualitas handsheet. Perlakuan terbaik adalah biochemical pulping menggunakan Omphalina sp dengan pemberian 1% NaOH, yang dapat menghasilkan tensile index sebesar 14.3, Ring crush 23.9, dan RCF (Ring Crush Factor) 18.6. Nilai ini lebih tinggi dibandingkan dengan jerami tanpa perlakuan biochemical pulping namun pemasakan dengan 10% NaOH yang nilainya berturut-turut 13.7, 17.3, dan 13.2.

 

Kata kunci: jerami, fungi pelapuk putih, Omphalina sp, biochemical pulping, handsheet

Poster IBC

White-rot Fungi Pretreatment Enhanced Dilute-acid Hydrolysis of Oil Palm Empty Fruit Bunches

Isroi, I. Kresnawati, S. Ropikoh, D. Santoso, Siswanto

Indonesian Biotechnology Research Institute for Estate Crops, Jl Taman Kencana 1, Bogor 16151, Indonesia

Poster presented in The 4th Indonesia Biotechnology Conference, IPB International Convention Center, Bogor, 5 – 7th August 2008

Abstract

Oil palm empty fruit bunches (OPEFB) is lignocellulosic waste from palm oil mills. It is a potential source for second generation of bioethanol. As others lignocellulosic biomass, OPEFB has limited its accessibility to be hydrolyzed by acid or enzyme. Pretreatment of the material prior to acid hydrolysis is essential to obtain high overall yields of sugar and ethanol. This study investigated microbial pretreatment of OPEFB by solid state cultivation (SSC) using white-rot fungi. The fungi were cultivated over OPEFB by SSC for 30 days. After pretreatment 0PEFB were than milled to reduce size and remove mycelia. Dilute-acid hydrolysis was performed at 120oC, several different of acid concentrations (0, 1, 2.5, and 5 % H2SO4), substrate concentrations (10%, 20%, and 30%), and durations (15, 30, 45, and 60 min). Acid concentration affected yield of reducing sugars. The highest yield of reducing sugar was 34 g/l, which was obtained from the 2.5% H2SO4 hydrolysis. Increasing substrate concentration (10% to 30%) would increase reducing sugar yields to 25.4, 38.9, and 52. 4 g/l respectively. At the 120oC hydrolysis, the incubation time tested did not effect to the yield of reducing sugar. In addition, a hydrolysis experiment performed in a mini digester at 160oC for 60 min, 0.5% H2SO4 and 25% substrate concentration, the pretreated OPEFB indicated to produce higher yield of reducing sugar (52.8 g/l) compared to untreated control of OPEFB (37.5 g/l).

 
 

Key words: microbial pretreatment, lignocellulosic biomass, reducing sugar.

 

     

Bukuku Diterjemahkan ke dalam Bahasa Malaysia

Aku mendapatkan sepucuk email dari editorku di Elexmedia, Mas Vincent. Beliau mengabarkan kalau 25 judul buku seri Studend Guide diterjemahkan ke dalam bahasa Malaysia. Senang juga rasanya, kalau buku yang aku tulis bisa melalang buana, meskipun baru satu judul yaitu bukuku yang berjudul Bermain-main dengan MS PowerPoint.


Baca bukuku di Google Books:


Buku ms word buku ms power point Trik Efek Animasi PowerPoint sgspowerpoint

Buku MS Office lain:
MS Excel Office download gratis


Daftar Link download file presentasi gratis yang saya simpan di ziddu
http://www.ziddu.com/download/8154684/goodkarma.pps.html
http://www.ziddu.com/downloadlink/8153650/cinta___perkawinan.pps
http://www.ziddu.com/downloadlink/8144690/DialogPlato.zip
http://www.ziddu.com/downloadlink/8144597/NontonFilm.zip
http://www.ziddu.com/downloadlink/8144583/Surat_Cinta_isroi.zip
http://www.ziddu.com/downloadlink/8138179/tebakgambar1.zip
http://www.ziddu.com/downloadlink/8138178/tebakgambar2.zip
http://www.ziddu.com/downloadlink/8138177/brosur.zip
http://www.ziddu.com/downloadlink/8138138/KOKOLOGY.zip
http://www.ziddu.com/downloadlink/8138137/school_is_cool.zip
http://www.ziddu.com/downloadlink/8138136/SPPTrikEfekAnimasiPowerPoint-121040770.zip
http://www.ziddu.com/downloadlink/8136144/presentasie_efektif.zip
http://www.ziddu.com/downloadlink/8153823/desain-presentasi-efektif.pdf

Hidrolisis & Fermentasi

Hidrolisis adalah salah satu tahapan dalam pembuatan bioetanol berbahan baku lignoselulosa. Hidrolisis bertujuan untuk memecah selulosa dan hemiselulosa menjadi monosakarida (glukosa & xylosa) yang selanjutnya akan difermentasi menjadi etanol. Secara umum teknik hidrolisis dibagi menjadi dua, yaitu: hidrolisis berbasis asam dan hidrolisis dengan enzym. Hidrolisis dengan asam sudah berkembang sangat lama. Saya mendapatkan satu paten tentang konversi kayu menjadi etanol berangka tahun 1934. Kapan-kapan akan saya uraikan di tempat lain.

Continue reading

PRETREATMENT

Riset yang dilakukan selama 20 tahun terakhir telah berhasil menurunkan biaya pembuatan etanol selulosa dari $4.00/gal menjadi $1.20 – 1.50/gal. Pretreatment menyumbang peranan utama dalam mengurangi biaya produksi dan keseluruhan performa sistem bioproses, serta memainkan peranan penting untuk mendapatkan hasil yang ekonomis (Yang & Wayman, 2007).
Continue reading