Tag Archives: analysis

Determination of the carboxyl group content of cellulose samples by methylene blue sorption

This methods is part of the book:
Klemm, D., et al. “Comprehensive cellulose chemistry: v. 2: functionalization of cellulose: functionalization of cellulose.” (1998).

A weighed cellulose samples of known water content up to 0.5 g is suspended in 25 ml of aquaeus methylne blue chloride solution (300mg/l) and 25 ml of borate buffer of pH = 8.5 for 1 h at 20 oC in a 100 Erlenmeyer flask and then filtered through a sintered-glass disk. 5 or 10 ml of the filtrate are transferred to a 100 ml calibrated flask. Then 100 of 0.1 N HCl and subsequently water, up to 100 ml, are added. Then the methylene blue content of the liquid is determined photometrically, employing a calibration plot, and from the result the total amount of free, i.e. nonsorbed, methylene blue is calculated. The carboxyl group content of the sample is obtained according to:

rumus_carbonyl - 1

Reference:
Phillip, B., Rehder, W., Lang H. Papier 1965, 1-10

Advertisements

Determination of the acetyl group DS of cellulose acetate

This methods is part of the book:
Klemm, D., et al. “Comprehensive cellulose chemistry: v. 2: functionalization of cellulose: functionalization of cellulose.” (1998).

0.5 g of dry cellulose acetate is swollen in 25 ml of an acetone/water mixture (1:1 by volume) for 24 h at room temperature. Then 12.5 ml of 1 N KOH in ethanol are added, and a complete deacetylation is formed by keeping this mixture for 24 h at room temperature. The excess of alkali is titrated with N/2 aqueous HCl using phenolpthalein as indicator, and an excess of 2 ml of N/2 HCl is added, which is back-titrated after 24 h with N/2 NaOH. From the titration result, the total amount of alkali consumed for saponification of the acetyl groups/g of sample is obtained. Calculation of ‘% of bound acetic acid’ and DSAcetyl is performed accoding to

rumus_acetyl - 1

Reference:
Procedure of the Fraunhofer Institute of Applied Polymer Research, Teltow-Seehof.

Tips MS Excel: Add in MS Excel untuk Analysis Statistik

Boleh dikatakan kalau saat ini MS Excel telah menjadi applikasi paling populer untuk penyimpanan dan analisis data-data penelitian. MS Excel memiliki fasilitas yang cukup lengkap untuk membuat tabel dan grafik. MS Excel juga memiliki formula/rumus-rumus yang lebih dari cukup untuk melakukan perhitungan maupun analisis data. Namun, untuk analisis statistik MS Excel masih ‘kurang dipercaya’. Untuk analisis statistik banyak pengguna yang memakai applikasi lain yang memang khusus untuk analisis statistik. Padahal, untuk analisis statistik sederhana MS Excel sudah lebih dari cukup melakukan analisis statistik sederhana.

MS Excel versi lama memiliki feature tambahan yang dinamakan dengan Analysis Tool Pack. Add inn ini tidak diinstall secara otomatis, kita harus menghinstallnya secara manual. Untuk MS Excel versi yang baru di atas 2011 tidak lagi menyertakan Analysis Tool Pack. Sebagai gantinya kita bisa menginstall StatPlus. Add ini ini bisa didownload di http://www.analystsoft.com/en/products/statplusmacle/download.phtml. Add ini ini sudah lebih cukup untuk melakukan analisis statistik sederhana dengan MS Excel.

MS Excel statistic analysis

Penentuan Kandungan Zat Ekstraktive dalam Biomassa Lignocellulosa

Penentuan kandungan zat ekstraktive dalam biomassa lignocellulosa dilakukan dengan mengacu pada metode NREL (dokumen bisa didownload di link ini: Metode NREL). Penentuan kadar zat ekstraktif ini dilakukan sebelum melakukan analisis kandungan biomassa yang lain, seperti lignin, cellulosa, dan hemisellulosa.
Analisa lignin, cellulosa, dan hemiselulosa menggunakan sampel yang bebas zat ekstraktif. Karena kandungan zat ekstraktif bisa mengacaukan hasil analisis biomassa, terutama kandungan lignin. Sampel yang tidak bebas zat ekstraktif akan terbaca lebih tinggi dari yang seharusnya.
Analisis ini sebenarnya sederhana tetapi cukup makan waktu, sekali analisis 6 s/d 12 jam. Kalau sampelnya banyak pekerjaan yang tidak sederhana.