Tag Archives: tiram

Keuntungan Nanam Jamur Tanpa Sterilisasi/Pasteurisasi

Nanam jamur tanpa sterilisasi ketemunya secara tidak sengaja. Setelah aku coba-coba sejak kurang lebih setahun yang lalu, hasilnya tetap konsisten. Bahkan membuka peluang2 lain yang tadinya tidak terlihat.

Mulai dari kekurangannya dulu. Pertama, pertumbuhan tidak secepat kalau pakai media yang disterilisasi. Namun, masalah ini relatif mudah diantisipasi & sudah ketemu solusinya. Kedua, kontaminasi mikroba/jamur lain. Karena tidak disterilisasi, tentun saja banyak kontaminan. Bahkan badlog saya pernah ditumbuhi belatung, jamur tricho, dll. Anehnya, jamur tiram yang saya tanam tetap tumbuh dan menang dalam kompetisi. Badlog tetap tumbuh tubuh buahnya. Ketiga, produksinya tidak sebanyak jamur dengan substrat yang disterilisasi. Ini bisa dimaklumi dan konsekuensi dari ketidaksterilan itu.Produktivitas 10-20% sepertinya mudah dicapai.

Yang menarik adalah keuntungan dari cara ini. Pertama, menghemat biaya produksi, terutama untuk biaya sterilisasi. Waktu produksi juga bisa dipersingkat, karena tidak perlu menunggu sterilisasi 8 jam. Bisa menghemat waktu sehari. Tenaga kerja juga bisa dihemat. Peralatan juga bisa dihemat. Yang efeknya juga investasi lebih rendah, cost juga lebih rendah. Badlog bisa disimpan lama. Jamurku saya simpan 4-5 bulan, setelah aku buka, tubuh buahnya bisa tumbuh seperti biasa. Dan yang terakhir, tidak ada limbah. Kalaupun ada sedikit sekali. Karena semua limbah bisa digunakan kembali jadi untuk produksi, kecuali limbah plastiknya.

Beberapa jamur yang saya rasa bisa ditanam tanpa sterilisasi adalah semua jenis jamur kayu. Seperti jamur tiram, lingzhi, gonoderma, kuping, dan sejenisnya. Kalau jamur merang, champignon, mungkin perlu sedikit manipulasi kondisi & substrat agar dapat tumbuh dengan baik. Pada kenyatannya, saya banyak menemukan jamur merang tumbuh liar di limbah sawit & limbah kertas. Mestinya bisa juga ditanam tanpa sterilisasi.

Memang masih perlu waktu untuk membuktikan thesis ini. Kita lihat saja setahun atau dua tahun lagi. Amin.

Posted from WordPress for Android

Advertisements

Video Pertumbuhan Jamur Pleurotus ostreatus

Lagi surfing e…ketemu video ini. Menarik untuk disilihat:

Jamurku Berhasil Muncul Tubuh Buahnya (tanpa sterilisasi media)

jamur tiram tanpa sterilisasi mediaDi posting yang lalu saya sudah menyampaikan tetang menanam jamur tanpa sterilisasi media. Silahkan lihat linknya di sini:

Saya coba nanam jamur tiram dalam skala menengah (ukuran badlog) dan kecil (tabung reaksi). Ternyata teknik ini berhasil diaplikasikan. Pertama saya coba di ukuran yang kecil-kecil, seperti di dalam tabung reaksi, erlenmeyer, dan botol. Dalam ukuran kecil miselia jamur bisa tumbuh dengan sangat baik. Kemudian di dalam plastik yang lebih besar, miselia jamur bisa tumbuh dengan baik juga. Saya coba hitung berapa populasi bakteri atau jamur kontaminan lain, ternyata tidak begitu besar, sekitar 3 x 10^8 untuk bakteri dan 2 x 10^6 untuk jamur.

jamur di dalam tabung
Menanam jamur tanpa sterilisasi di dalam tabung reaksi.
Continue reading

Jamur Di Tumpukan TKKS

dsc_2910_bBeberapa waktu yang lalu saya jalan-jalan di salah satu perkebunan sawit di Palembang. Luas kebun sawit itu tidak terlalu luas, kurang lebih sekitar 8000 ha (kebun inti) dan 40000 ha (kebun plasma). Tandan buah segar (TBS) yang dipanen dari kebun tersebut kemudian diolah di pabrik kelapa sawit yang letakknya di salah satu ujung kebun. Kapasitas pengolahan pabrik saat ini kurang lebih 50 ton TBS/jam. Dari pengolahan TBS di hasilkan CPO (crude palm oil), limbah TKKS (tandan kosong kelapa sawit), dan limbah cair. Volume limbah TKKS cukup besar. Dalam satu hari bisa mencapai 150 ton.
Continue reading