Rough Labradorite

Selamat Jalan Pak Raden

Pak Raden dan Si Unyil

Pak Raden dan Si Unyil (nyomot dari halaman Facebook)

“Unyil Kucing….!!!!!”
Kata-kata itu sangat familier di telinga kami ketika masih anak-anak dulu. Duluuu sekali tahun 80an. Waktu itu stasiun televisi hanya satu: TVRI. Pesawat televisi juga masih jarang. Hanya orang-orang kaya di desa saya yang punya televisi. Itu saja masih hitam putih.

Keluarga kami yang pas-pasan belum punya tv. Kalau mau nonton TV, ngintip dari jendela nako-nya tetangga depan rumah yang orang kaya. Kami ngintip ramai-ramai dari luar rumah. Itu saja sudah seneng benget kalau sudah lihat Si Unyil dan Pak Raden.

Bagi kami, anak-anak, setiap hari minggu acara yang selalu ditunggu-tunggu adalah “Si Unyil”. Cerita boneka dengan tokoh utama: Unyil, Ucrit, Usrok, Pak Raden, dan Pak Ogah. Ada juga orang gila yang selalu bernyanyi: “Di mana anakku? Di mana istriku?”. Ceritanya macam-macam, khas anak-anak jaman dulu. Main layangan, nyuri buah mangganya Pak Raden. Pak Raden adalah sosok orang jawa dengan kumis tebal dan galak. Pak Raden sering digoda dan diganggu oleh anak-anak. Meski pak Raden tokoh yang galak, tetapi anak-anak suka dengan tokoh Pak Raden ini.

Pak Raden selalu berpakaian jawa dan memakai blankon. Suaranya mengelegar, “Raden Mas Singgo menggolo jalmo wono…”””””. Acara Si Unyil terus menjadi acara favorit kami sampai televisi-televisi swasta bermunculan dan acara-acara karton dari luar menyerbu negeri kita ini.

Meski sudah lama berlalu dan Si Unyil sudah tidak tayang lagi, karena kalah pamor dengan film animasi import, kharisma Pak Raden dan Si Unyil tidak pernah pudar. Bagi saya dan temen-temen yang seumuran saya, pasti setuju dengan pendapat ini. Pak Raden dan Si Unyil tetap hidup di hati kami.

Beberapa hari yang lalu, ketika saya sedang mengisi acara pengomposan di Banyumas, jum’at 30 Oktober 2015, ada kabar jika Pak Raden telah tiada. Pak Raden telah kembali ke pangkuan Ilahi. Saya bukan anak atau cucu pak Raden, saudara juga bukan, tapi kepergian Pak Raden begitu menyedihkan. Kalau tidak malu dengan umur yang sudah kepala empat, sudah saya tumpahkan air mata ini. Saya ingin berteriak keras memanggil namanya …..Pak Radeeennnn……!!!!!!!! Dan berlari kepelukannya, seperti Si Unyil yang memeluk Pak Raden itu.

Selamat jalan Pak Raden….!!!!!
Dirimu akan selalu kami kenang di hati kami, anak-anak yang selalu mengagumimu.

Coba-coba membuat bioplastik dari tankos sawit

Prototipe awal bioplastik selulosa

Prototipe awal bioplastik selulosa

Alhamdulillah, selangkah demi selangkah tim kami berhasil melangkah lebih maju lagi untuk mengembangkan bioplastik dari tankos sawit. Beberapa waktu sebelumnya kami sudah berhasil memurnikan selulosa dari TKKS (selulosa TKKS). Selanjutnya, setelah mencoba berkali-kali dan gagal berkali-kali, akhirnya bisa juga memodifikasi gugus fungsional selulosa murni tersebut (Modifikasi gugus fungsional selulosa). Hari ini, saya merasa senang sekali, karena tim kami di lab berhasil membuat bioplastik dari selulosa yang sudah kami buat sebelumnya. Kami sadar, jalan masih panjang, tapi sedikit keberhasilan ini membuat kami semakin bersemangat.

Bioplastik yang pertama kami buat ini bentuknya masih jelek banget. Warnanya masih item, karena ada sedikit kesalahan pada prosesnya. Bentuknya pun masih belum halus, maklum dikerjakan ‘handmade’ alias manual. Kekuatannya juga belum bagus. Tapi, secara fisik ini adalah plastik.

Selulosa murni dari TKKS

Selulosa murni dari TKKS

Selulosa murni dari TKKS.

Selulosa murni dari TKKS.


Continue reading

Keserakahan Manusia

Memadamkan Api dengan Suara

Bahaya Sampah Plastik pada Biota Perairan

Mungkin tidak banyak yang menyadari tentang bahaya sampah plastik. Sampah plastik yang dibuang sembarangan, terutama ke perairan; sungai, selokan atau laut, lambat laun bisa hancur menjadi kecil-kecil karena proses fisik. Plastik sangat sulit terurai, jadi meskipun ukurannya sangat kecil, plastik tetap tidak bisa terurai. Ukuran plastik ini sangat kecil, keeecciiilll sekali.

Hewan-hewan renik, plankton, yang hidup diperairan tanpa sengaja memakan sampah plastik mikro ini. Lebih parahnya, plankton pun tidak bisa mencerna plastik mikro yang mereka makan. Plastik ini akan menumpuk di tubuh plankton.

Yang membuat lebih celaka adalah plankton ini merupakan makanan bagi ikan-ikan dan hewan laut lainnya. Plastik-plastik mikro ini akan juga terkumulasi di dalam tubuh ikan. Ikan juga tidak bisa mencerna plastik-plastik ini meski berukuran mikro.

Ikan-ikan pada akhirnya akan terhidang di atas meja makan kita. Mungkin secara tidak sadar kita ikut makan sampah plastik-plastik mikro ini. Plastik-plastik juga bisa terakumulasi di dalam tubuh kita. Dlama jangka panjang, bukan tidak mungkin plaastik-plastik mikro ini bisa menimbulkan masalah bagi kesehatan manusia.

Karena itu, kurangi penggunaan plastik. Buang plastik pada tempatnya agar bisa didaur ulang dan tidak mencemari lingkungan perairan dan termakan olen plankton-ikan- dan akhirnya oleh kita.

Pengembangan BIOPLASTIK yang bisa hancur sudah merupakan kebutuhan dan tuntutan.

Penjelasan Pengomposan Jerami versi Video YouTube

Bahan Kalimaya Teh yang Full Jarong/Play Colour

Rough Kalimaya/Opal Banten

Rough Opal Kalimaya Banten

Bahan kalimaya teh yang full jarong. Warnanya cantik sekali.

Melanjutkan posting kemarin tentang keberuntungan Abim mendapatkan bahab Black Opal full jarong. Masih ada bahan opal kalimaya lain. Setelah diamati memang kalimaya batu yang cantik. Sayang, ukurannya yang sak upil-upil. Ada dua bahan yang sak upil-upil ini. Perhatikan warna ‘jarongnya’, penuh dan dalam sekali.

Rough Opal Kalimaya Banten

Bahan kalimaya banten. Ukurannya umumnya kecil. Sepintas seperti pecahan batu biasa,

bahan kalimaya opal banten full jarong

Bahan kalimaya/opal banten yang full jarong. Warna bening.

bahan kalimaya opal banten full jarong

bahan kalimaya opal banten full jarong

bahan kalimaya opal banten full jarong

bahan kalimaya opal banten full jarong


Continue reading

Presentasi Cara Membuat Kompos Sampah Organik Rumah Tangga

Ini adalah slide presentasi yang saya buat tentang pengelolaan sampah, salah satunya adalah cara membuat kompos dari sampah organik rumah tangga dan sampah-sampah organik lainnya. Cara pengomposan sampah organik yang saya buat ini merupakah kumpulan dari berbagai pengalaman saya melakukan pengomposan sampah organik dengan menggunakan aktivator Promi.

Sampah organik yang berbeda memerlukan penanganan dan cara pengomposan yang sedikit berbeda. Misalnya saja, sampah organik rumah tangga yang dibuat dengan skala lebil kecil untuk satu rumah cara pengomposannya akan berbeda dengan cara pengomposan di TPS atau di TPA (Tempat Pembuangan Akhir Sampah).

Saya mengembangan cara pengomposan yang sesederhana mungkin dengan menggunakan Promi. Promi berisi tiga macam mikroba dan sudah digunakan untuk pengomposan sampah organik rumah tangga, seresah daun, kotoran hewan (kohe) sampi, kambing, domba, ayam, limbah perkebunan dan limbah industri kayu.