Tag Archives: anak-anak

Anak-anak Penyebrang Kali Progo

Lima anak menyeberangi kali Progo untuk kembali ke desa mereka. Kali Progo ini memisahkan antara desa mereka dengan kota Magelang. Menyeberang kali ini merupakan jalan terdekat daripada mesti melalui jembatan yang jaraknya sekitar 1 sampai dua kilo dari tempat ini. Kali Progo di posisi ini cukup lebar, mungkin sekitar 40-50 meter lebarnya. Kali Progo juga banyak batu-batu besar, airnya keruh dan cukup dalam. Namun, ada beberapa bagian kali yang airnya dangkal. Bagian yang dangkal inilah yang sering dilalui warga desa Gemulung untuk menyeberang menuju kota. Ketika menyeberang mereka mesti ekstra hati-hati dan memilih jalur yang dangkal.

Menyeberangi kali Progo butuh keberanian, nekad, dan pengalaman. Karena nyawa taruhannya. Sungai ini sudah banyak memakan korban jiwa, terutama ketika musim penghujan dan air sangat deras. Sudah banyak orang yang hanyut dan meninggal terbawa arus sungai.

menyebrangi kali progo fotografi anak-anak


menyebrangi kali progo fotografi anak-anak


menyebrangi kali progo fotografi anak-anak


menyebrangi kali progo fotografi anak-anak


menyebrangi kali progo fotografi anak-anak


menyebrangi kali progo fotografi anak-anak


menyebrangi kali progo fotografi anak-anak


menyebrangi kali progo fotografi anak-anak

Pergi ke Taman Kota

Pargi ketaman kota

Kemarin hari kamis tanggal 28 oktober 2010 aku pergi ketaman kota bersama teman -teman sekolah. Di sana aku melihat monyet dan rusa. Di sana juga ada pohon yg bisa di panjat. Setelah puas bermain kamipun akan makan makanan yg kami bawa. Jika sudah kenyang kami akan pulang kerumah masing -masing.

Beda dengan adikknya yang suka menyanyi dan menulis puisi. Mas Royan, anakku yang nomor 1, juga sering menulis. Dia suka menulis pengalamannya di buku khusus. Pernah dia menulis sampai 500 kata, satu kata perbaris. Tulisannya ada yang lucu, ada juga yang mengharukan. Tulisannya di atas sudah ada sedikit kemajuan. Karena dia menulis satu paragraf.
Teruslah menulis anakku….!!!!

Royan

Rahasia Royan dan Pak Yakub

Ketika sekolah di TK Al May, Mas Royan dan Dedek Abim berangkat dengan diantar jemputan. Sopir jemputan itu bernama Pak Yakub. Pak Yakub sangat baik dengan anak-anak, termasuk Mas Royan dan Dedek Abim. Mas Royan selalu semangat ketika dijemput oleh Pak Yakub. Ternyata ada rahasia di balik semangatnya Mas Royan tersebut.

Jam tujuh kurang biasanya Pak Yakub sudah datang menyemput Mas Royan dan Dedek Abim. Penjemputan biasanya digilir. Misalnya minggu ini dimulai dari rumah kami, terus menuju Perum Villa Ciomas, baru menuju ke Perum Pondok Kencana, lokasi sekolah TK Al May. Minggu depan giliran pertama adalah Perum Villa Ciomass, Bumi Panggugah, baru menuju ke Pondok Kencana. Apabila mendapat giliran pertama dijemput biasanya Mas Royan duduk di depan, di samping Pak Yakub.

Continue reading

Mengajarkan Anak-anak Tentang Alam dan Binatang

Banyak cara untuk mengajarkan ilmu pada anak-anak. Seperti ilmu tentang alam dan binatang. Salah satu cara untuk mengajarkan ilmu ini pada anak-anak adalah dengan cara pengamatan langsung.

Pelajaran IPA yang membahas tentang alam dan binatang termasuk pelajaran yang ‘sulit’. Apalagi mengajarkannya pada anak-anak yang baru belajar membaca. Namun, ilmu ini bisa diajarkan dengan cara yang menyenangkan bagi anak-anak. Misalnya dengan melakukan pengamatan langsung di alam, karena anak-anak lebih cepat belajar secara visual dibandingkan dengan tulisan.

Ibrahim sedang mengamati belalang sentadu/sembah

Ibrahim sedang mengamati belalang sentadu/sembah

Continue reading

Royan dan Ibrahim

Punya dua anak laki-laki yang umurnya berdekatan cukup repot juga. Hampir tiap hari mereka berantem. Membuat Umminya sewot melulu. Rasanya mereka selalu meributkan apa saja. Hal-hal sepele bisa menjadi pemicu pertengkaran mereka. Royan yang gede suka usil dan mengoda adiknya. Adiknya usil juga, tetapi cengeng, sedikit-sedikit menangis. Tapi pertengkran ini pertengakaran anak kecil. Meskipun mereka bertengkar hebat, sebentar kemudian sudah main bersama lagi.

Kalau diperhatikan sebenarnya mereka saling menyayangi. Pernah iseng-iseng aku bertanya pada Royan, apakah dia sayang saya abim adiknya. Dia berkata, “Ya iya..lah…, masa ya…iya…dong…, katanya sambil nyengir. Lalu aku lanjutkan lagi, “Kenapa sering usil sam adikmu?”. Royan hanya nyengir aja.

Di lain waktu gentian kutanya adiknya,” Sebenarnya dedek Abim sayang tidak sama Mas Royan?”.

Abim menjawab,”Sayang sih…”.

“Kenapa berantem melulu saya Mas Royan…????”, kataku lagi. Seperti biasa Abim hanya nyengir aja.

Dasar anak-anak.

Continue reading

Sekolah di SD Inpres

isroiWaktu SD aku sekolah di sebuah SD inpres, SD Cacaban 2 namanya. Letaknya di balik gunung sukorini dan jauhnya kurang lebih satu sampai satu setengah kilometer dari rumahku. SD Inpres maksudnya adalah SD yang dibangun atas Instruksi Presiden dan punya konotasi jelek. SD Inpres adalah SD untuk orang-orang tidak punya dan fasilitasnya pun sangat terbatas. Banyak teman-temanku waktu itu yang bersekolah tanpa memakai sepatu alias ‘nyeker’. Soalnya kalau pergi ke sekolah tidak boleh memakai sandal, tetapi anehnya kalau tanpa sepatu justru diperbolehkan.
Continue reading