Ini juga salah satu batu akik koleksi Abim. Dia mendapat hadiah batu akik ini dari Pak Ivan teman karibku. Katanya namanya batu Opal Kayu. Warnanya hitam kelam dan kalau digosok bisa sangat mengkilat. Tapi batu ini tidak tembus sinar.
Kata teman yang dari Maluku, batu ini namanya batu Bacan Hati Gorango, yang artinya hati ikan hiu. Batu ini juga berasal dari pulau Bacan, Maluku Utara.
Batu Obi warna merah yang cukup langka hadiah dari Pak Mansur ketika saya berkunjung ke Sofifi, Maluku Utara.
Cincin dari batu bacan palamea. Bukan kualitas terbaik, tetapi harganya bersahabat.
Batu akik Bacan kembang koleksi teman dengan bentuk yang sangat unik. Cincinnya dari perak yang dipesan khusus.
Batu bacan doko kembang. Mungkin dari bagian pingiran batu bacan. Ada pola warna kuning dan biru.
Batu bacan doko kembang. Mungkin dari bagian pingiran batu bacan. Ada pola warna kuning dan biru.
Batu Obi warna kuning.
Batu Obi warna merah yang cukup langka pemberian Pak Mansur.
Batu bacan palamea yang sudah mulai mengkristal
Batu bacan palamea yang sudah mulai mengkristal.
Batu obi yang sangat langka warna kuning golkar. Batu obi ini jarang sekali ditemukan dan harganya setara Bacan. Batu Obi Kuning Golkan ini jualannya Pak Munafri.
Batu akik fosil kayu dari Maluku Utara
Batu akik dari Maluku Utara/Halmahera. Dari jempol: lavender, fosil kayu, Obi Merah, Obi Kuning, Obi Leci.
Batu akik dari Maluku Utara/Halmahera. Dari jempol: lavender, fosil kayu, Obi Merah, Obi Kuning, Obi Leci.
Batu obi warna putih leci asli dari pulau Obi, Maluku Utara. Pulau Obi itu dekatnya pulau Bacan.
Batu obi warna putih leci asli dari pulau Obi, Maluku Utara. Pulau Obi itu dekatnya pulau Bacan.
Batu obi warna putih leci asli dari pulau Obi, Maluku Utara. Pulau Obi itu dekatnya pulau Bacan.
Batu obi warna putih leci asli dari pulau Obi, Maluku Utara. Pulau Obi itu dekatnya pulau Bacan.
Batu giok Haltim warna hijau asli dari pulau Hamahera, Maluku Utara. Batu giok ini sedikit tembus cahaya.
Batu obi warna putih leci asli dari pulau Obi, Maluku Utara. Pulau Obi itu dekatnya pulau Bacan.
Batu obi warna putih leci asli dari pulau Obi, Maluku Utara. Pulau Obi itu dekatnya pulau Bacan.
Batu obi warna putih leci asli dari pulau Obi, Maluku Utara. Pulau Obi itu dekatnya pulau Bacan.
Batu giok Haltim warna hijau asli dari pulau Hamahera, Maluku Utara. Batu giok ini sedikit tembus cahaya.
Batu giok Haltim warna hijau asli dari pulau Hamahera, Maluku Utara. Batu giok ini sedikit tembus cahaya.
Batu obi warna putih leci asli dari pulau Obi, Maluku Utara. Pulau Obi itu dekatnya pulau Bacan.
Batu obi warna putih leci asli dari pulau Obi, Maluku Utara. Pulau Obi itu dekatnya pulau Bacan.
Batu giok Haltim warna hijau asli dari pulau Hamahera, Maluku Utara. Batu giok ini sedikit tembus cahaya.
Batu giok Haltim warna hijau asli dari pulau Hamahera, Maluku Utara. Batu giok ini sedikit tembus cahaya.
Batu akik unik pancawarna dengan motif angka 8 asal Halmahera Timur. (foto koleksi pribadi)
Cantiknya cincin batu Obi dari Maluku Utara (foto koleksi pribadi)
Cantiknya cincin batu Obi dari Maluku Utara
Cantiknya batu cincin akik Obi dari Maluku Utara
Batu giok hijau tua dari Haltim (Halmahera Timur), Maluku Utara.
Batu giok hijau tua dari Haltim (Halmahera Timur), Maluku Utara.
Batu giok hijau tua dari Haltim (Halmahera Timur), Maluku Utara.
Batu giok hijau tua dari Haltim (Halmahera Timur), Maluku Utara.
Batu giok hijau tua dari Haltim (Halmahera Timur), Maluku Utara.
Batu Akik Obi asli dari Maluku Utara
Batu akik lavender asal Haltim (Halmahera Timur) Maluku Utara.
Batu akik lavender asal Haltim (Halmahera Timur) Maluku Utara.
Batu akik lavender asal Haltim (Halmahera Timur) Maluku Utara.
Batu akik lavender asal Haltim (Halmahera Timur) Maluku Utara.
Batu akik lavender setelah digosok. (Foto koleksi pribadi)
Batu akik lavender asal Haltim (Halmahera Timur) Maluku Utara.
Batu cincin King Obi merah berbentuk runcing yang dipakai Iwan, sopir kami. (Foto koleksi pribadi)
Batu cincin yang dipakai sopir kami. Batu obi merah berbentuk runcing dan batu bacan kembang. (Foto koleksi pribadi)
Batu akik bacan kembang yang dipakai pekerja pencongkel kopra. (Foto koleksi pribadi)
Batu akik bacan kembang yang dipakai pekerja pencongkel kopra. (Foto koleksi pribadi)
Liontin berbentuk kucing yang berisi batu hijau fosfor dan batu bacan. (Foto koleksi pribadi)
Hasil gosokan batu akik lavender. Ada banyak degradasi warna batu lavender, mulai dari unggu muda sampai unggu tua. (Foto koleksi pribadi)
Ini adalah salah satu jenis batu akik yang ditemukan di Halmahera Timur, yaitu batu giok warna hijau muda. Ada yang bagus warna hijau tua. Batu giok ini dijual di pasar batu Tobelo dan Ternate. Sayang jenis batu ini kurang bagus, masih banyak kapurnya. Warnanya saja yang unik, hijau muda.
Dagangan batu akik di pasar batu Tobelo, Halmahera Utara. Ada batu giok haltim warna hijau muda, batu lavender warna ungu, batu hitam jahanam, batu merah hati hiu, dan lain-lain. (Foto koleksi pribadi)
Batu giok haltim (Halmahera Timur) warna hijau tua. Sedikit tembus cahaya. Batu ini dijual di pasar batu akik Tobelo, Halhamera Utara. (Foto koleksi pribadi)
Liontin berbentuk kucing yang berisi batu hijau fosfor dan batu bacan. (Foto koleksi pribadi)
Batu giok hijau tua dari Haltim (Halmahera Timur), Maluku Utara.
Batu giok haltim (Halmahera Timur) warna hijau tua. Sedikit tembus cahaya. Batu ini dijual di pasar batu akik Tobelo, Halhamera Utara. (Foto koleksi pribadi)
Batu giok hijau tua dari Haltim (Halmahera Timur), Maluku Utara.
Batu giok hijau tua dari Haltim (Halmahera Timur), Maluku Utara.
Batu giok Haltim warna hijau asli dari pulau Hamahera, Maluku Utara. Batu giok ini sedikit tembus cahaya.
Belum semua wilayah Indonesia sempat saya kunjungi, terutama Indonesia bagian timur. Salah satunya adalah kepulauan Maluku. Alhamdulillah, kerjasama penelitian saya dengan Dr. Andriko Noto Susanto, Kepala BPTP Maluku Utara disetujui dan mendapatkan anggaran dana meski dipotong lebih dari separonya. Ini menjadi kesempatan bagi saya untuk mengunjungi kepulauan Maluku. Saya jadi teringat dengan pelajaran sejarah ketika sekolah SD dulu, bagaiman heroiknya Kesultanan Ternate dan Tidore berjuang melawan penjajah Portugis yang ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan pala pada saat itu.
Saya berangkat Minggu tengah malam dari bandara Soekarno Hatta. Sambil menunggu di ruang tunggu bandara saya sempatkan menulis beberapa point apa-apa yang akan saya kerjakan di Maluku. Pukul setengah dua belas tengah malam, pesawat mulai boarding. Pesawat take off dengan lancar. Saya mencoba untuk tidur, karena besok mesti mulai kerja. Namun, meski mata sudah pejamkan, saya tidak bisa tidur. Hanya tidur-tidur ayam.
Kurang lebih dua jam, pesawat mendarat di bandara Makasar. Pesawat akan langsung ke bandara Baabullah di Ternate, penumpang dengan tujuan Ternate tetap diminta tinggal di pesawat. Setengah jam lebih penumpang lain memenuhi pesawat dan pesawat segera take off menuju Ternate. Jam tangan saya menunjuk pukul dua, tetapi pilot mengatakan pukul tiga. Saya tidak sadar jika sudah memasuki wilayah Indonesia Bagian Tengah (WITA).
Saya rasa dua jam lebih pesawat terbang menuju Ternate hingga pilot dan pramugari senior memberitahukan jika pesawat sudah bersiap-siap akan landing. Saya lihat dari balik kaca jendela pesawat, matahari sudah bersinar di ufuk, meski jam tangan saya masih menunjukkan pukul lima. Pramugari mengatakan jika pesawat mendarat di bandara Baabullah pukul 7. Waktu dua jam lebih cepat dari jam tangan saya.
Di bandara saya dijemput oleh Dr. Assagaf, salah seorang peneliti di BPTP Maluku Utara. Dengan menggunakan mobil avansa sewaan kami menuju pelabuhan. Kita masih menyeberang lagi ke Sofifi, kata Pak Assegaf. Dari pelabuhan kecil ini kami naik speed boat, kapal kecil dengan dua mesin baling-baling merek yamaha. Ada sekitar 8 penumpang di boat ini. Saya duduk di deretan belakang.
Aneka macam batu akik yang dijual di pasar batu akik Tobelo. Dr. Andriko sedang milih-milih batu(Foto koleksi pribadi)
Selama ini saya mencoba membetengi diri dari terjangkitnya virus #gilabatu. Meski semua orang gila batu, tangan saya masih bersih suci (cie). Namun, ketika datang ke Ternate, Maluku Utara, terus nyebarang ke Sofifi dan Tobelo, saya jadi takjub dengan beragamnya jenis dan motif batu-batu akik ini dari kepulauan Maluku ini. Macam2, kalau dihitung mungkin lebih dari 20 macam batu.
Temanku, Dr. Andriko, di tangaannya nangkring dua mata batu bacan. Gede2 lagi. Ternyata koleksinya banyak. Ada satu kotak penuh. Sisa2 batu bacannya diberikan ke sopirnya. Tangan kiri dan kanan sopirnya pun pakai batu, batu obi merah dan bacan kembang. Batu obinya digosok runcing, jadi seperti cakar. Dr. Assegaf, temen yang juga pergi dengan kami, tangannya memakai batu akik merah. Bapak Fery, Kadis Pertanian Halmahera Utara, tangan kirinya pakai batu hitam jahanam, tangan kanannya Bacan. Ikat pingganya pun pakai mata batu bacan. Hanya tangan saya yang bersih suci dari batu.
Batu cincin yang dipakai sopir kami. Batu obi merah berbentuk runcing dan batu bacan kembang. (Foto koleksi pribadi)
Sore hari selepas kerja, Pak Andriko mengajak jalan-jalan melihat-lihat batu di pasar Tobelo. Di kota kecil yang cukup ramai ini, ternyata perdagangan batu meriah juga. Mereka menjajakan dagangannya di emperan2 toko. Berderet sepanjang jalan. Bahkan ada yang ditumpuk banyak banget.
Dagangan batu akik di pasar Tobelo, Halmahera Utara. Ada batu giok, hati hiu, bermacam-macam batu Haltim dan cuilan bacan Palamea. (Foto koleksi pribadi)
Kalau Anda tertarik dengan tulisan di blog ini dan berniat untuk meng-copy-nya serta menyebarluaskannya. Jangan malu-malu, copy aja langsung atau save as lewat menu bar. Boleh diubah, dimodifikasi, dan diperkaya, asal tetap mencantumkan credit-nya dan alamat URL-nya. Diperbolehkan selama untuk tujuan kebaikan, tidak melanggar hukum, norma-norma etika dan kesulilaan, tidak menyinggung SARA, dan BUKAN UNTUK TUJUAN KOMERSIAL. Yang terakhir ini harus bayar Royalti ;). Jika Anda memiliki sesuatu yang ingin ditambahkan, koreksian, komplain, bantahan, protes, gugatan, atau yang lainnya, silahkan masukkan di kolom komentar. Kalau Anda merasa bahwa isi blog bermanfaat, silahkan berbagi dengan yang lain. Silahkan klik icon-icon berbagi yang ada di bawah setiap artikel.