Tag Archives: kuno

Buku Herbarium Amboinense, karya Georg Eberhard Rumphius

Herbarium Amboinense by Georg Eberhard Rumphius

Herbarium Amboinense by Georg Eberhard Rumphius

Buku ini luar biasa bukan hanya karena isinya saja, tetapi kisah dibalik penulisan buku ini tidak kalah luar biasanya. Coba ada yang membuakan film atau novel. Kisah yang penulisan buku yang penuh darah dan air mata.

Buku kuno ini disimpan di tempat khusus di perpustakaan PPBBI. Di bagian bawah buku itu tertulis angka tahun 1708, artinya jika dihitung tahun sekarang, 2018, umurnya sudah 310 tahun. Subhanallah. Ukuran bukunya sangat besar jika dibandingkan dengan buku-buku sekarang yang hanya seukuran A5. Buku ini berukuran A2. Tebelnya pun ada yang 10 cm. Konon buku yang terbitan ini hanya ada dua set saja di dunia ini. Koleksi yang sangat berharga sekali.

Total di dalam peti penyimpanannya ada 5 jilid buku. Judulnya Het Amboinsche kruidboek penulisnya Georg Eberhard Rumphius. Eyang Rumphius kelahiran jerman tanggal 1 November 1627, lebih tua daripada Charles Darwin. Beliau seorang ahli biologis. Sebagaimana ahli-ahli biologi di masa itu. Mereka banyak melakukan eksplorasi di negeri-negeri jajahan di Asia, Afrika dan Amerika. Mbah Rumphius bekerja untuk Kompeni, VOC dan ditempatkan di Indonesia Timur. Tepatnya di Ambon. Mbah Rumphius meninggalkan negeri londo pada tanggal 26 Desember 1652 dengan kapal Muyden. Setahun kemudian Mbah Rumphius baru sampai ke kantor pusat VOC di Batavia (Jakarta). Setelah melakukan persiapan selama satu tahun, Mbah Rumphius ditempatkan di pulau Ambon. Tahun 1667 jabatannya adalah seorang insinyur, tetapi kemudian ditempatkan di salah satu kantor cabang VOC di pulau Hitu, Ambon.

Ketika Gubernur Jenderal VOC-nya Joan Maetsuycker, Mbah Rumphius dijadikan ‘secunde’ dan langsung dibawah Gubernur Jenderal pada tahun 1666. Mbah Rumphius mendapatkan dispensasi dari pekerjaan rutinnya dan diperbolehkan untuk menyelesaikan pendidikannya. Pulau Ambon sangat kaya akan flora dan fauna yang eksotik, khususnya bagi orang barat seperti Mbah Rumphius. Mbah Rumphius mulai melakukan explorasi di hutan-hutan dan pantai-pantai Ambon yang sangat indah pada masa-masa itu. Saya membayangkan, pantai Ambon dan hutan-hutannya masih alami, masih virgin, masih sepi, masih indah, masih bersih dari sampah. Ruar biasah.

Mbah Rumphius mengumpulkan contoh-contoh tanaman dan binatang. Mengambarnya sendiri. Gambarnya bukan gambar biasa, tapi gambar taksonomi, gambar untuk tujuan ilmiah klasifikasi dan penamaan. Istrinya menjadi asistennya dalam pekerjaan ini.

Saya jadi ingat dulu waktu semester pertama kuliah di Fak. Biologi Unsoed, praktikum morfologi dan taksonomi. Pekerjaan praktikum ini adalah berburu sampel, menggambar dan mengambar. Beruntunglah saya yang suka mengambar, meski tidak jago-jago amat. Teman-teman saya sering saya bantuin mengambar preparat-prerapat praktikum. Kadang-kadang kita ke hutan Baturaden dan mengambar sampel yang dikumpulkan.
Continue reading

Advertisements

Buku Bunga Anggrek; Permata Belantara Indonesia, karya S. M. Latief

Buku Anggrek Spesies Kuno Indonesia karya M Latief 1960


Saya mencari literatur-literatur klasik Indonesia tentang tanaman Anggrek dan menemukan salah satu buku antik ini: Bunga Anggek; Permata Belantara Indonesia, karya M. Latief. Buku yang saya dapatkan adalah cetakan kedua tahun 1960. Cetakan 58 tahun yang lalu. Masih pakai ejaan lama dan gaya penulisan jaman dulu. Perlu kesabaran untuk membaca buku ini.

Buku ini mungkin buku terlengkap dan tertua tentang anggrek yang ditulis oleh orang Indonesia asli. Sebenarnya, tanaman anggrek Indonesia sudah dicantumkan di dalam buku Flora of Java, karangan Prof. Backer, di buku jilid 2. Cuma buku Flora of Java ini adalah semacam buku kunci identifikasi tanaman. Gambar-gambarnya sedikit dan lebih merupakan gambar teknis pengenalan tanaman. Buku Flora of Java kurang cocok untuk orang awam dan penghobi anggrek spesies seperti saya ini.

Buku Bungga Anggrek karya M Latief ini dilengkapi dengan beberapa ilutrasi yang digambar dengan tangan, seperti pada umumnya buku-buku jaman dulu. Sebagian besar ilustrasinya berwarna hitam putih. Namun, ada beberapa halaman yang mencantumkan gambar ilustrasi berwarna. Menarik.

Dari buku ini juga saya jadi tahu, ternyata Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki keragaman jenis anggrek spesies sangat besar. Disebutkan di dalam buku ini diperkirakan jenisnya mencapai 5000 spesies. Gila bener. Banyak banget.
Continue reading

Foto-foto Kakbah dari Masa ke Masa

Memenuhi panggilan Allah untuk datang ke Baitullah (Kakbah) adalah salah satu mimpi terbesar saya. Saya ingin bingits pergi ke Baitullah bersama seluruh keluarga saya, terutama Emak saya yang sudah sepuh. Untuk mengobati kerinduan saya ini, saya mencari-cari foto-foto tentang Kakbah dari masa ke masa. Alhamdulillah, saya dapatkan foto-foto Kakbah dari tahun 1951 sampai yang baru dari Saudi Gazette.

Foto kakbah tahun 1951 (Sumber: Saudi Gazette)

Foto kakbah tahun 1951 (Sumber: Saudi Gazette)

Foto kakbah tahun 1953 (Sumber: Saudi Gazette)

Foto kakbah tahun 1953 (Sumber: Saudi Gazette)

Foto kakbah tahun 1954 (Sumber: Saudi Gazette)

Foto kakbah tahun 1954 (Sumber: Saudi Gazette)

Foto kakbah tahun 1988 (Sumber: Saudi Gazette)

Foto kakbah tahun 1988 (Sumber: Saudi Gazette)

Foto kakbah tahun 1990 (Sumber: Saudi Gazette)

Foto kakbah tahun 1990 (Sumber: Saudi Gazette)

Foto kakbah tahun 2006 (Sumber: Saudi Gazette)

Foto kakbah tahun 2006 (Sumber: Saudi Gazette)

Foto kakbah tahun 2009 (Sumber: Saudi Gazette)

Foto kakbah tahun 2009 (Sumber: Saudi Gazette)


Continue reading

Foto-foto Kuno Kantor Saya 80an tahun yang lalu

PPBBI_jaman_dulu-2

PPBBI_jaman_dulu-3

PPBBI_jaman_dulu-4
Continue reading

Misteri Batu Akik Berlafalkan Allah yang Ditemukan di Pemakaman Viking Kuno

Cincin Berlafal Allah dari Jaman Viking-Swedia (Foto dari Journal Scanning)

Cincin Berlafal Allah dari Jaman Viking-Swedia (Foto dari Journal Scanning)

Mungkin di Indonesia bangsa Viking lebih dikenal sebagai bangsa bar-bar. Digambarkan sebagai sosok tinggi besar dengan ciri khas topi yang ada tanduknya. Meski sebenarnya topi viking tidak memiliki tanduk, tetapi ciri ini yang kini melekat pada bangsa Viking. Bangsa Viking juga ditakuti oleh negeri-negeri sekitarnya pada jaman dulu, karena dikenal sebagai bangsa perampok.

Dalam sebuah penggalian di kota Birka, sebuah kota dagang Viking kuno ditemukan sebuah cincin yang penuh misteri. Pemakaman yang diyakini berasal dari abad ke-9 ini adalah salah satu kota perdagangan kuno milik bangsa Viking. Para peneliti terkejut, karena di cincin yang mereka temukan ada tulisan arab kuno yang berbunyi “il-la-lah” yang artinya “Untuk/Kepada Allah”. Penemuan ini menarik dan semakin menjadi misteri, karena ini adalah penemuan arkeologi pertama yang berbau ‘Islam’. Sama anehnya dengan temuan koin jaman Majapahit yang ada tulisan lafadh “La illa ha illallah” atau kalimat tauhid.

Cincin Berlafal Allah dari Jaman Viking-Swedia

Cincin Berlafal Allah dari Jaman Viking-Swedia

Allah batu akik

Tulisan khat ‘Allah’ di batu akik yang ditemukan di pemakaman kuno Viking Swedia

Penelitian ini diterbitkan disebuah jurnal ilmiah bergensi ‘Scanning’ yang diterbitkan oleh penerbit ilmiah ternama Willey. Artikel aslinya bisa dilihat dan didownload di bagian bawah ini.

Para meneliti menduga bahwa ini adalah salah satu bukti adanya interaksi antara orang Viking kuno dengan dunia Islam di Arab. Ketika di Gothenburg dulu saya juga membaca ada laporan dari diplomat Arab kuno yang menceritakan tentang kehidupan di Gothenburg pada jaman dulu. Ini juga membuktikan bahwa para saudagar-saudagar muslim telah berkelana sangat jauh hingga sampai ke scandinavia.

Penemuan ini juga menjadi menarik, karena baru-baru ini terjadi kerusuhan rasial di Malmo. Sebuah masjid di Malmo dilempari granat oleh orang tidak dikenal. Demikian juga kelakuan karikatur Swedia dan Denmark (negara tetangga Swedia) yang membuat gambar yang menghina Nabi Muhammad.

Ada Suara Perempuan Menyanyi di Perpustakaan

Malam2 datang ke kantor, karena mesti menerima kiriman barang yang dibawa oleh dua orang petugas. Karena sudah malam, saya ajak mereka mengobrol di ruang perpustakaan. Ruang perpustakaan ini kuno, perabotannya kuno, buku2nya juga kuno, termasuk ruangannya yang besar dan tinggi juga bergaya Belanda. Saya berdua dengan Arroyan. Tamu saya juga berdua. Saya dan tamu duduk di meja tamu. Arroyan duduk agak jauh di meja baca kuno. Cukup lama kami ngobrol di ruang perpus itu.

Ketika pulang, Royan cerita:
“Bi, tadi waktu di perpus aku dengar ada yang suara orang menyanyi.”
“Di mana?”
“Di dekat pintu depan itu. Suaranya samar-samar, tapi aku dengar.”
“Ah…tidak ada siapa2. Abi tidak dengar apa2. Satpam kali yang menyanyi?”

Di depan perpustakaan memang ada meja satpam.

“Yang nyanyi suaranya perempuan kok, Bi. Suaranya pakai bahasa apa gitu, aku nggak jelas.”
“Pakai bahasa Inggris?”
“Bukan!”
“Bahasa Belanda?”
“Nggak tahu, iya mungkin.”

Saya tenggok jam, jarum pendek berada di tengah angkan 10 dan 11. Setahuku di kantor malam itu hanya ada saya, Royan, dua tamu saya, dan dua orang satpam. Tidak ada yang lain dan tidak ada yang perempuan. Apalagi bisa bahasa Belanda.

Entah siapa yang berdendang malam2 di depan perpustakaan tadi.

Uang Logam Kuno Diameter 1cm

image

Saya lupa entah kapan uang kuno ini ada di laci almari saya yang di Magelang. Saya juga tidak terlalu perhatian. Sampai Royan & Abim menemukannya dan menyimpannya. Royan banyak tanya dan saya juga tidak tahu.

Setelah saya perhatikan. Ternyata uang ini berangka tahun 1941. Diameternya cuma 1 cm. Kecil sekali. Di sisi gambarnya ada lambang kerajaan dan tertulis Nederl Indie. Lalu ada nilainya 1/10. Di sisi sebelahnya ada tulisan arabnya. Saya tidak tahu artinya.

Entah ini uang penjajah Belanda atau uang Belanda atau mungkin uang arab. Entah.

Mungkin diantara pembaca ada yang tahu uang apa ini.
image

Catatan buku: Statistik Indonesia Jaman Kolonial

image

image

Ketika menjajah Indonesia dulu ternyata Belanda telah melakukan pendataan yang lengkap. Buku statistik ini buktinya.

Tidak banyak yang bisa saya sampaikan. Soalnya, saya tidak bisa bahasa Belanda.


Baca catatan buku yang lain: BUKU


Catatan buku: Islam dan Kebatinan

image


Baca catatan buku yang lain: BUKU


Buku ini salah satu koleksi buku ‘kuno’ yang ada di rak buku kami. Judulnya “Islam dan Kebatinan” karangan Prof. Dr. H. M. Rasjidi. Buku ini ditulis 47 tahun yang lalu. Pertama kali buku ini saya dapatkan ada di tumpukan bawah meja tahu rumahnya Pak Arifin Mukti. Ternyata isinya menarik dan tidak saya dapatkan di buku2 keislaman kontemporer. Lalu, buku ini saya minta bersama dengan beberapa buku kuno yang lain. Isi buku ini menarik karena membahas tentang beberapa aliran kebathinan yang ada di masyarakat dan sebagian “bercampur aduk” dengan Islam.

Realitanya kebathinan memang eksis dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Ketika SMA dulu saya pernah membeli sebuah buku terjemahan dari bahasa jawa. Judulnya: Kitab Gatoloco dan Kitab Darmogandul. Buku itu dijual di toko buku Cahaya yang ada di samping masjid Agung Magelang. Toko buku ini adalah toko buku Islam yang paling besar dan paling lengkap waktu itu. Saya tertarik membelinya karena di pengantarnya tertulis bahwa buku ini menceritakan tentang sejarah masuknya Islam di Indonesia. Bukunya cukup unik, karena dicetak dalam dua bahasa; satu sisi bahasa jawa dan sisi yang lain terjemahannya.

Saya mulai membaca buku itu. Ternyata isinya benar2 diluar dugaan saya. Isi buku itu bukannya tentang cerita sejarah Islam di Indonesia, tapi justru isinya melecehkan ajaran Islam. Saya tidak meneruskan membaca buku itu. Beberapa bulan kemudian saya mendengar di tvri kalau peredaran buku itu dilarang. Saya jadi ingat dan saya cari buku2 itu lagi. Tidak ketemu. Entah saya buang ke mana buku2 itu. Beberapa tahun kemudian baru saya tahu kalau buku itu merupakan salah satu kitabnya orang kebathinan.

Ketika kuliah saya pernah menginap di rumah teman saya di lereng gunung Sumbing. Bapak teman saya memiliki beberapa koleksi buku di ruang tamunya. Iseng2 saya baca satu buku. Saya terkejut ketika membaca isinya; isinya tentang ibadah yang campur2 dan tentang kitab kejadian manusia. Ternyata bapak teman saya adalah penganut aliran kebathinan.

Ketika KKN saya tinggal di desa terpencil di lereng pegunungan Dieng di Kab. Banjarnegara. Warga di desa saya ada dua kelompok penganut agama; Islam dan Hindu. Ternyata; di desa itu atau di kecamatan itu ada juga penganut aliran kebathinan.

Ketika saya menemukan buku ini baru saya memahami jika orang2 tersebut adalah penganut aliran kebathinan atau aliran kepercayaan. Di KTP mereka mungkin saja tertulis Islam, tapi mereka tidak menjalankan syariat Islam. Mereka beribadah denga cara lain. Ya…kebathinan itu.

Budaya manusia akan saling mempengaruhi. Dalam kasus kebathinan ini entah Islam yang mempengaruhi ‘kebathinan’ orang dulu atau justru ‘kebathinan’ yang mengotori ajaran Islam. Sesudah ratusan tahun Islam masuk ke Indonesia, masih ada beberapa kelompok orang Islam yang mencampur adukkan antara ajaran Islam dengan kebathinan. Akan lebih baik jika orang-orang ini mengikuti dan memilih salah satu saja. Dalam Islam, syirik adalah dosa yang tidak terampuni. Saya rasa demikian juga dalam ‘kepercayaan’ lain. Kalau tidak ‘murni’ tidak akan ‘diterima’ amalannya.

Buku karya Prof. Rasjidi ini sangat membantu saya dalam memahami tentang ‘kebathinan’ itu. Untung saja saya tidak melanjutkan sampai selesai ketima membaca kitab Gatoloco dan Darmogandul. Namun, saya kecewa karena kedua buku itu hilang dan tidak pernah saya temukan sampai sekarang.

Salam membaca.

Paten Kuno Tentang Pembuatan Ethanol dari Biomassa Lignoselulosa

Ketika sedang mencari literature tentang ethanol dari lignoselulosa aku menemukan sebuah dokumen paten yang sangat menarik. Dokumen paten ini adalah dokumen paten tentang pembuatan ethanol dari kayu. Yang lebih menarik lagi adalah angka tahun di dokumen paten tersebut, yaitu 1919 atau tepatnya 2 desember 1919. Sekitar 89 tahun yang lalu. Penemu paten tersebut adalah Haugh K Moore dan judul temuannya adalah PROCESS OF MAKING ATHYL ALCOHOL FROM WOOD.

Continue reading