Pupuk Organik dan Kompos akhir-akhir ini mendapatkan banyak perhatian. Terutama setelah naiknya harga pupuk kimia buatan sekitar dua tahun yang lalu. Alternatif pengganti pupuk kimia adalah pupuk organik yang dibuat dari kompos. Pada saat itu saya berkesempatan untuk menyampaikan materi tentang kompos di Jember. Sebelumnya aku juga pernah membuat beberapa makalah kompos untuk pelatihan kompos di labku. Makalah tentang kompos ini kulengkapi dan kukirim ke penerbit. Akhirnya, makalah ini diterbitkan oleh Penerbit Andi, Yogyakarta.
Buku ini hanya sebuah pengantar singkat tentang kompos. Tebalnya hanya 50 halaman saja. Sebuah buku yang singkat. Karena cukup tipis jadi harganya juga miring sekali. Buku ini berisi tentang teori dasar pengomposan dan berisi satu contoh tentang pengomposan jerami/limbah pertanian. Memang isinya sangat sedikit tetapi cukup sebagai pengantar tentang kompos. Salah satu bagian yang penting adalah tentang faktor-faktor yang mempengaruhi proses pengomposan dan bagaimana mempercepat proses pengomposan. Ada banyak faktor, tetapi menurut saya yang penting adalah menjaga keseimbangan antara kadar air (atau lebih tepatnya water activity) dan udara di dalam kompos. Continue reading →
Waktu aku masih di Bogor, aku sering banget ke rumahnya Pak Haji Zaka. Pertama, karena aku banyak belajar dari Pak Haji tentang budidaya padi organik/padi sehat. Kedua, karena tempatnya asik banget. Pemandangannya indah. Di sebelah selatan ada gunung, di sebelah utara juga ada gunung. Udaranya sejuk. Tempatnya luas. Dan kalau ke sana dibakarin ikan plus sambel jahe. Uenak tenan.
Aku sedang ‘ngudi kawruh’ ke Pak Haji Zaka. Meskipun cuma lulusan SMA, tetapi ilmu Pak Haji tentang budidaya padi luas dan mendalam. Continue reading →
1.Umbi gadung KB 1 kg
2.Dedak padi 10 kg
3.Tepung ikan 100 gr
4.Kemiri beberapa biji
5.Air secukupnya
Umbi Gadung Jamu/KB yang sudah siap pakai. Gadung ini biasa dijual di toko-toko jamu tradisional di pasar-pasar P Jawa (jateng & jatim)
Cara Pembuatan:
Umbi gadung dikupas dan dihaluskan bersama kemiri. Kemudian dicampurkan secara merata dengan dedak padi, tepung ikan, dan air hingga menjadi adonan. Adonan tersebut kemudian dibuat pelet kering.
Cara Aplikasi:
Pelet tersebut disebarkan di pamatang sawah, di sarang atau di lubang-lubang tikus.
Catatan: resep di atas jika bahan gadung diganti dengan gadung racun maka dapat digunakan untuk membunuh tikus.
1.Daun mimba 8 kg
2.Lengkuas 6 kg
3.Sereh 6 kg
4.Sabun colek 20 gr
5.Air 20 liter
Cara Pembuatan:
Daun mimba, lengkuas, dan sereh ditumbuk hingga halus sambil dicampur sabun colek. Ramuan yang telah halus selanjutnya dicampur dengan air 20 liter, diaduk hingga tercampur merata, dan didiamkan selama 24 jam. Larutan selanjutnya disaring dengan kain halus.
Cara Applikasi:
Setiap liter larutan diencerkan dalam tiga liter air. Disemprotkan secara merata ke tanaman padi.
1. Daun mimba 1 kg
2. Daun mindi 1 kg
3. Sereh 2 batang
4. Bawang putih 10 siung
5. Bawang merah 10 siung
6. Jahe 1 jari jempol
7. Kunyit 1 jari jempol
8. Kencur 1 jari jempol
9. Alkohol 100 cc
10. Cuka 100 cc
11. Air cucian beras 1 liter
Cara Pembuatan:
Daun mimba, daun mindi, bawang putih, bawang merah, jahe, kencur, kunyit, dan sereh ditumbuk hingga halus. Hasil tumbukan bahan-bahan tersebut dimasukkan ke dalam air cucian beras yang sudah dicampur dengan alkohol dan cuka. Campuran tersebut dibiarkan selama dua minggu. Kemudian airnya disaring.
Cara Aplikasi:
Setiap 0.25 liter air diencerkan dengan 10 liter air, kemudian disemprotkan ke tanaman padi.
1. Paitan 2 – 3 batang
2. Air 10 liter
3. Garam dapur 200 gr
Cara Pembuatan:
Seluruh bagian tanaman paitan direndam dalam air selama kurang lebih 2 minggu sampai membusuk. Air rendaman tersebut diambil dan ditaburi dengan garam dapur.
Cara Aplikasi:
Larutan ini tidak perlu diencerkan. Disemprokan secara merata ke bagian bawah batang padi.
1. Biji mimba 500 gr
2. Alkohol 100cc
3. Air 10 liter
Cara Pembuatan:
Biji mimpa ditumbuk halus, kemudian diaduk dengan 100 cc alkohol. Cairan selanjutnya diencerkan dalam 10 liter air. Larutan diendapkan selama satu malam. Setelah itu larutan disaring dengan kain halus.
Cara Aplikasi:
Larutan ini tidak perlu diencerkan. Larutan disemprotkan ke bagian bawah tanaman padi secara merata.
1. Daun sirsak 1 genggam
2. Rimpang Jeringau 1 genggam
3. Bawang putih 20 siung
4. Sabun colek 20 gr
5. Air 20 liter
Cara Pembuatan:
Daun sirsak, rimpang jeringau, dan bawang putih ditumbuk sampai halus, kemudian dicampur dengan sabun colek. Campuran tersebut kemudian direndam dalam air 20 liter selama dua hari. Larutan selanjutnya disaing dengan kain halus.
Cara Aplikasi:
Setiap 1 liter air saringan diencerkan dalam 15 literr air, kemudian disemprotkan merata ke bagian bawah tanaman padi.
Buku Dudiaya Padi Sehat yang aku buat ini sebenarnya masih draf. Ada beberapa bagian yang perlu dikoreksi dan mungkin ada yang perlu ditambahkan juga. Meskipun demikian, buku ini tetap masih bisa digunakan untuk panduan budidaya padi sehat. Silahkan didownload sebelum ada penerbit yang tertarik untuk menerbitkannya. Soalnya kalau sudah ada penerbit yang berminat mungkin tidak bisa didownload lagi. Atau kalau ada penerbit yang tertarik silahkan hubungi saya.
Kalau Anda tertarik dengan tulisan di blog ini dan berniat untuk meng-copy-nya serta menyebarluaskannya. Jangan malu-malu, copy aja langsung atau save as lewat menu bar. Boleh diubah, dimodifikasi, dan diperkaya, asal tetap mencantumkan credit-nya dan alamat URL-nya. Diperbolehkan selama untuk tujuan kebaikan, tidak melanggar hukum, norma-norma etika dan kesulilaan, tidak menyinggung SARA, dan BUKAN UNTUK TUJUAN KOMERSIAL. Yang terakhir ini harus bayar Royalti ;). Jika Anda memiliki sesuatu yang ingin ditambahkan, koreksian, komplain, bantahan, protes, gugatan, atau yang lainnya, silahkan masukkan di kolom komentar. Kalau Anda merasa bahwa isi blog bermanfaat, silahkan berbagi dengan yang lain. Silahkan klik icon-icon berbagi yang ada di bawah setiap artikel.