Category Archives: MyResearch

IDE UNTUK PEMASARAN PUPUK KOMPOS DARI SAMPAH ORGANIK

Kesadaran masyarakat untuk mulai mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos mulai tumbuh. Secara teknis, teknologi pengomposan sampah sudah banyak disampaikan. Namun, permasalahan tidak hanya selesai sampai di sini. Tantangan berikutnya adalah bagaimana memanfaatkan atau menjual kompos-kompos tersebut.

Saya sudah sering membantu warga/masyarakat dalam pembuatan kompos dan melayani diskusi via blog, email, sms, maupun telepon. Awalnya diskusi berkisar tentang bagaimana membuat pupuk kompos. Sudah banyak yang saya sampaikan dan saya tulis di blog, jadi untuk topik ini relative sudah cukup jelas.


Baca ini juga: Cerita Sampah, Masalah, dan Solusinya Bagian 1 | Bagian 2 | Bagian 3 | Bagian 4 | Sampah = Duit | Ide Pemanfaaatan dan Pemasaran Kompos |



Sampah bukan MASALAH, SAMPAH ADALAH BERKAH.
Info lengkap pelatihan pengelolaan sampah klik disini: BERKAH DARI SAMPAH


Continue reading

Telur Bebek Spesial untuk Orang yang Elergi Protein Hewani

Telur Bebek Spesial

Telur Bebek Spesial

Ada beberapa orang yang elergi dengan telur, baik telur ayan negeri, ras, maupun bebek. Biasanya mereka mengalamni gatal-gatal, berjerawat, atau efek elergi lainnya. Ada juga yang takut kolesterol tinggi. Untuk Anda yang mengalami masalah dengan protein telur, jangan khawatir. Karena saat ini sudah ada telur bebek special, anti elergi dan bebas kolesterol.
Continue reading

Puasa tidak ‘Ngenet’, 32 Komentar, dan Setumpuk Email

Dua minggu ini saya sedang sibuk kejaan dan berada di sebuah kota kecil yang jarang ada warnetnya. Jadi hampir dua minggu ini aku tidak lihat email dan blog. Ketika ada kesempatan ke Warnet, aku langsung cek email dan melihat ke Blog.

Ternyata di Blog ada 32 komentar yang menunggu tanggapan dan setumpuk email di inbox saya.  Lumayan capek juga menanggapi email-email ini.

Mohon maaf kepada para pengunjung blog kalau tidak semua email dan komentar bisa saya tanggapi. Atau malah ada yang kelewatan.

Mobil Berbahan Bakar Minyak Tanah

Mobil berbahan bakar bensin atau solar itu biasa, tetapi jika ada mobil yang berbahan bakar minyak tanah itu baru luar biasa. Aku temukan mobil yang berbahan bakar minyak tanah ketika aku berkunjung ke Kediri.

Mobil berbahan bakar minyak tanah

Mobil berbahan bakar minyak tanah

Waktu itu aku datang ke Kediri dengan naik Bus Patas jurusan Surabaya. Aku berdua dengan temanku Muh ‘Memet’ Amat. Sampai di Ketosono sekitar pukul 19.30 malam. Sebelum turun aku sempatkan SMS ke temanku, Erwin, karena dia janji akan minta orang untuk menjemputku di Kertosono. Dia mengatakan bahwa orang yang menjemputku naik mobil sedan tua berwarna merah tua. Mereka menunggu tepat di bawah pintu gerbang Selamat Datang di Kota Kediri.

Continue reading

Paten Kuno Tentang Pembuatan Ethanol dari Biomassa Lignoselulosa

Ketika sedang mencari literature tentang ethanol dari lignoselulosa aku menemukan sebuah dokumen paten yang sangat menarik. Dokumen paten ini adalah dokumen paten tentang pembuatan ethanol dari kayu. Yang lebih menarik lagi adalah angka tahun di dokumen paten tersebut, yaitu 1919 atau tepatnya 2 desember 1919. Sekitar 89 tahun yang lalu. Penemu paten tersebut adalah Haugh K Moore dan judul temuannya adalah PROCESS OF MAKING ATHYL ALCOHOL FROM WOOD.

Continue reading

Menggagas Usaha Bioethanol Skala Kecil (Rumah Tangga)

Bioethanol menjadi salah satu bahan bakar alternatif penganti bensin yang sangat potensial. Teknologi sudah tersedia, bahan tersedia, pasar jelas terbuka. Masalahnya sekarang bagaimana mewujudkan industri ini, khususnya untuk skala kecil. Skala petani dan rumah tangga.

Kesadaran akan habisnya sumber daya minyak dari fosil sebenarnya sudah disadari sejak beberapa dekade yang lalu. Saya masih ingat, ketika sekolah di SMA (sekarang SMU) guru pelajaran fisika menerangkan akan hal ini. Upaya-upaya untuk mencari sumber energi alternatif pun mulai dicanangkan. Kalau saya tidak salah ingat, dulu dijelaskan sumber-sumber energi alternatif antara lain: matahari, angin, dan gelombang laut. Memang waktu itu wacana membuat ethanol/solar dari bahan terbarukan belum gencar seperti sekarang. Namun, sepertinya upaya-upaya itu hanya tertulis di teksbook-teksbook saja. Realitanya saya belum melihatnya secara nyata.

Continue reading

Pustaka

Mencari pustaka di Indonesia susah-susah gampang. Bagi mahasiswa atau peneliti seperti aku ini pustaka sangat penting artinya. Oleh karena itu aku selalu berusaha mencari pustaka selengkap-lengkapnya ketika melakukan penelitian. Penelitianku beberapa waktu ini terkait dengan kompos, lignoselulosa, biopulping, fungi pelapuk putih, bioethanol, dan biodiesel. Aku kumpulkan literature tentang topik tersebut. Daftarnya aku tampilkan di bawah ini. Masih ada banyak lagi literature yang belum sempat aku buatkan daftarnya, topiknya terkait dengan: pelarut fosfat, dan biofertilizer. Jika dikumpulkan literature yang belum sempat aku tulis ini ada sekitar 1000 halaman. Aku harap daftar ini membantu rekan-rekan mahasiswa/peneliti yang membutuhkan. Silahkan hubungi saya di (isroi93@gmail.com).

A., A. F., & Wearne, R. H. (1992). Chemical cellulose from Eucalyptus Regnans wood by autohydrolysis-explosion-extraction. Carbohydrate Polymers
, 17, 103-110.

Continue reading

Poster PIT PERMI 2008 Unsoed Purwokerto

PENGOMPOSAN LIMBAH SLUDGE PABRIK KERTAS UNTUK PUPUK BIOORGANIK

 

Isroi, S. Ropikoh, Siswanto, H. Widiastuti

Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia

Jl. Taman Kencana no. 1, Bogor

Telp.: 0251 – 8327449/8324048/8348842

E-mail: isroi93@gmail.com

http://Isroi.wordpress.com

 

Abstract

Pengolahan kayu maupun kertas bekas (waste paper) menjadi pulp dan kertas menghasilkan limbah sludge pabrik kertas (LSPK) yang jumlahnya sangat melimpah. LSPK merupakan limbah organik yang mengandung C tinggi tetapi kandungan N-nya rendah sehingga memerlukan proses pengomposan untuk pembuatan pupuk organik. Serangkain penelitian telah dilakukan untuk mengolah LSPK menjadi kompos melalui dua skala pengomposan, yaitu: 100 kg dan 1 ton. Pengomposan skala 100 kg dilakukan dengan menguji 2 faktor, yaitu: 1) jenis medium: a) sludge, b) sludge + 5% pupuk kandang (PK), c) sludge + 10% PK, dan d) sludge + urea; dan 2) mikroba decomposer: a) tanpa mikroba, b) Pholyota sp, c) Omphalina sp + Agraylie sp + Isolat KLP; dan setiap perlakuan diulang 3 kali. Hasil terbaik pada skala 100 kg dikembangkan untuk pengomposan skala 1 ton dilakukan dengan memberikan perlakuan: a) sludge, b) sludge + 10% PK + fungi pelapuk putih (FPP), c) sludge + 5% PK + 5% urea + FPP, d) sludge + 10% urea, dan FPP; setiap perlakuan diulang 2 kali. Suhu pengomposan sedikit meningkat pada minggu pertama dan selanjutnya terus menurun sampai minggu ke-4. Pemberian pupuk kandang berpengaruh terhadap peningkatan suhu sedangkan isolat decomposer tidak berpengaruh terhadap peningkatan suhu. Pemberian urea meningkatkan pH kompos dengan kisaran antara 7.5 sampai 8.5, sedangkan pemberian isolat decomposer tidak berpengaruh terhadap peningkatan pH. Rasio C/N terendah diperoleh pada pemberian 10% PK. Pengomposan skala 1 ton menunjukkan suhu dan pH yang berbeda dengan pengomposan skala 100kg. Suhu kompos meningkat hingga 65oC. Pemberian pupuk kandang dan urea berpengaruh terhadap penurunan rasio C/N. Penurunan rasio C/N terendah diperoleh dari perlakuan penambahan PK. Selain itu kompos pada perlakuan ini memiliki kandungan P tinggi serta asam humat yang relatif tinggi.

 

Keywords: sludge, pabrik kertas, pupuk bioorganik, biodekomposer, fungi pelapuk putih

Biochemical Pulping Jerami

fpp di jerami

Menipisnya pasokan kayu untuk bahan baku pulp mendorong perusahaan pulp dan kertas mencari sumber serat alternatif. Salah satu sumber serat non kayu (non-wood fiber) yang sangat potensial adalah jerami padi. Jerami padi tersedia melimpah, murah, dan dapat diperbaharui. Sebelumnya jerami padi juga sudah sejak lama dimanfaatkan sebagai bahan baku pulp,misalnya oleh Pabrik Kertas Padalarang, Jawa Barat.

Continue reading

Poster PERMI Purwokerto

Karakteristik Handsheet yang Dibuat dari Biochemical Pulping Jerami Padi dengan Fungi Pelapuk Putih Omphalina sp

 

Isroi dan Siswanto

Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia
Jl. Taman Kencana no. 1, Bogor
Telp.: 0251 – 8327449/8324048/8348842
E-mail: isroi93@gmail.com
http://Isroi.wordpress.com

 

Abstrak

Berkurangnya pasokan kayu untuk bahan baku pulp dan kertas mendorong pencarian sumber bahan serat bukan kayu (non-wood fiber). Jerami padi merupakan salah satu sumber serat bukan kayu yang tersedia melimpah dan mudah. Penelitian biochemical pulping jerami padi telah dilakukan menggunakan fungi pelapuk putih (FPP) Omphalina sp. Jerami diperlakukan dengan FPP selama 21 hari. Jerami yang telah diperlakukan digunakan untuk pembuatan pulp melalui pemasakan dengan soda api (NaOH) dengan variasi konsentrasi soda api berturut-turut : 0 (kontrol), 0.5, 1, dan 2.5% dengan kondisi pemasakan suhu 120oC, konsistensi 20% selama 30 menit. Sedangkan kondisi pemasakan jerami yang tidak diperlakukan dengan FPP adalah 10% NaOH, konsistensi 20%, 140oC, selama 2 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jerami dengan Omphalina sp selama 21 hari dapat mengurangi penggunaan soda api, waktu pemasakan, dan meningkatkan kualitas handsheet. Perlakuan terbaik adalah biochemical pulping menggunakan Omphalina sp dengan pemberian 1% NaOH, yang dapat menghasilkan tensile index sebesar 14.3, Ring crush 23.9, dan RCF (Ring Crush Factor) 18.6. Nilai ini lebih tinggi dibandingkan dengan jerami tanpa perlakuan biochemical pulping namun pemasakan dengan 10% NaOH yang nilainya berturut-turut 13.7, 17.3, dan 13.2.

 

Kata kunci: jerami, fungi pelapuk putih, Omphalina sp, biochemical pulping, handsheet