Category Archives: Pestisida Nabati

Tanaman Pestisida Nabati: Tuba alis Jenu alias Derris elliptica Bth.

akar tuba
Info lengkap pestisida nabati klik di sini: Pestisida Nabati

Persis belakang rumahku mengalir sungai kecil, namanya ‘Kali Bening’ meskipun airnya tidak ‘bening’ (jernih). Kalau aku buka jendela kamarku, langsung tertuju ke DAM Kali Bening. Saya sering lihat orang cari ikan di sungai itu. Kalau ada orang cari ikan, saya sering jongkok di pinggir kali melihat mereka menangkap ikan.

Mereka meracuni ikan dengan akar jenu/tuba yang baunya minta ammpyuunn. Larutan ini dibuat dari akar tuba, ditumbuk, diberi air sedikit, lalu dituang ke bagian hulu sungai. Di bagian yang lebih rendah ditunggui, beberapa saat aja, ikan-ikan sudah terkapar tak berdaya.

Jenu alias tuba nama aslinya adalah Derris elliptica Bth. Tanaman merambat ini memiliki akar yang bau banget. Jenu tidak hanya baunya yang membuat klenger orang yang membuatnya, jenu memiliki racun yang bisa membuat klenger seisi penghuni sungai. Racun jenu juga membuat KO serangga hama. Sifat ini bisa dimanfaatkan untuk membuat pestisida nabati/pestisida organik yang sangat ampuh.
Continue reading

Tanaman Pestisida Nabati: Tembakau (Nicotiana tobacum L.)

Info lengkap pestisida nabati dan pestisida organik klik di sini: Pestisida Nabati

Kingdom: Plantae
(unranked): Eudicots
(unranked): Asterids
Order: Solanales
Family: Solanaceae
Genus: Nicotiana
Species: N. tabacum

Rasanya tidak perlu banyak yang diceritakan tentang tembakau. Tanaman ini sudah sangat dikenal di seluruh penjuru dunia. Menurut penelitian, konon kabarnya ada ratusan senyawa berbahaya yang terkandung di dalam tembakau. Bukan hanya hama manusia pun bisa keracunan karena tambakau.

Selain dibuat rokok, tembakau juga bermanfaat untuk pestisida nabati. Tembakau tidak hanya untuk pengendalian hama, tetapi juga untuk pengendalian beberapa penyakit.


Info pestisida nabati yang lain: Klik di sini


Continue reading

Tanaman Pestisida Nabati: Mindi (Melia azedarah L.)

hormon tanaman giberelin auksin sitokinin

Mindi (Melia azedarah L.)

Klasifikasi:

Kingdom : Plantae – Plants
Subkingdom : Tracheobionta – Vascular plants
Superdivision : Spermatophyta – Seed plants
Division : Magnoliophyta – Flowering plants
Class : Magnoliopsida – Dicotyledons
Subclass : Rosidae
Order : Sapindales
Family : Meliaceae – Mahogany family
Genus : Melia L. – melia
Species : Melia azedarach L. – Chinaberrytree

Resource: http://plants.usda.gov/java/profile?symbol=MEAZ

Ekstrak biji dan daun mindi lihat di link berikut ini: https://isroi.wordpress.com/2010/08/13/pestisida-nabati-esktrak-mindi/

Info lengkap pestisida nabati klik di sini: Pestisida Nabati

daun mindi


Info pestisida nabati dan pestisida organik yang lain: Klik di sini


Continue reading

Cara Pembuatan Pestisida Nabati untuk Wereng Coklat

wereng coklat
Sumber: http://www.insectimages.org/

Info lengkap pestisida nabati dan pestisida organik klik di sini: Pestisida Nabati

hormon tanaman giberelin auksin sitokinin

Resep 1

Bahan: Serbuk gergaji kayu pinus (Pinus merkusii)
Cara Pembuatan & Pemakaian:

  1. Serbuk gergaji kayu pinus dikeringkan di bawah sinar matahari.
  2. Sebarkan di area sawah yang terkena serangan wereng coklat.

Serbuk kayu pinus dapat menghambat penetasan telur wereng coklat.

Resep 2


Bahan baku:
5 kg daun tembakau (daun tembakau yang sudah dirajang dan dikeringkan)
Cara pembuatan & Pemakaian:

  1. Daun tembakau disiram dengan air panas sebanyak 5 liter dan didiamkan sampai dingin.
  2. Air rendaman disaring.
  3. Larutkan dengan air dengan air sebanyak 250 kali. Atau untuk setiap 15 L ditambahkan 60 cc rendaman air tembakau.
  4. Semprotkan secara merata pada tanaman padi yang terserang hama.

Kegunaan lain: resep ini juga bisa untuk mengatasi serangan aphis dan pengerek batang.

Contoh Pembuatan Pestisida Nabati

Budi Daya Padi Sehat


Baca ini dulu: Pestisida Nabati | Daftar Tanaman untuk Pestisida Nabati | Pestisida Hayati
Info lengkap pestisida nabati klik di sini: Pestisida Nabati


Ada dua cara mudah untuk membuat pestisida nabati, yaitu:

  • Perendaman untuk menghasilkan produk ekstrak
  • Penumbukan, pembakaran, pengerusan, dan pengepresan untuk menghasilkan produk berupa pasta atau tepung

Berikut ini beberapa contoh pembuatan pestisida ala H. Zaka.

hormon tanaman giberelin auksin sitokinin

Ekstrak Nimba

OPT sasaran: wereng batang coklat, penggerek batang, dan nematode

Continue reading

Daftar Tanaman untuk Pestisda Nabati

Beberapa tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati

Biji Bengkoang


Info lengkap pestisida nabati klik di sini: Pestisida Nabati
hormon tanaman giberelin auksin sitokinin


 

No.

Nama Tumbuhan

Bagian tumbuhan

Kandungan Bahan Aktif

Jenis Pestisida

1

Patah tulang

daun

 

Moluskisida

2

Tefrosia (kacang ikan)

daun

Tephrosin, deguelin

Moluskisida

3

Sembung

daun

Borneol, sineol, limonen, eimetil eter floroasetofenon

Moluskisida

4

Babadotan

Duan, bunga, batang, akar

Saponin, fivanoid, pilifenol

Insektisida

5

Lempuyang gajah

rimpang

 

Insektisida

6

Lempuyang emprit

rimpang

 

Insektisida

7

Salam

daun

 

Perangsang tumbuh

8

Meulaluka (daun wangi)

daun

metyleugenol

Pemikat

9

Jeringau

rimpang

Asaron, kolamenol, kolamen, kolameon, metileugenol, dan eugenol

Insektisida

10

Kecubung

biji

scopolamin

Insektisida

11

Mimba

biji

azadirachtin

Insektisida

12

Mindi

Biji, daun

azadirachtin

Insektisida

13

Bitung

biji

Saponin, tritepenoid

Insektisida

14

Piretrum

Bunga, tangkai bunga

piretrin

Insektisida

15

Bengkoang

biji

pachirrizid

Insektisida

16

Legundi

daun

 

Insektisida

17

Serai dapur

daun

 

Insektisida

18

Bawang putih

umbi

 

Penolak

19

Nilam

daun

 

Insektisida

20

Saga

biji

Tanin, toksalbumin

Insektisida

21

Tuba

akar

rotenon

Racun ikan, moluskisida, insektisida, penolak

22

Kipahit/kisutra

daun

 

Penolak

23

Secang

Daun, bunga, biji

 

Insektisida

24

Brotowali

batang

 

Insektisida

25

Sirsak

Daun, biji

annonain

Insektisida, larvasida

26

Srikaya

biji

Annonain, resin

Insektisida

27

Jambu mete

Kulit biji

Anarkadat, kardol

Insektisida, fungisida, bakterisida

28

Mahoni

Biji

 

Insektisida

29

Picung

Biji, daun

Asam sianida

Insektisida

30

Gadung racun

Umbi

Dioskorin

Rodentisida

31

Gadung KB

Umbi

Diosgenin, saponin

Rodentisida

32

Suren

Daun

Surenon, surenin, surenolakton

Insektisida

33

Kenikir

Daun, bunga

Pepeirton, terhtienil

Nematisida

34

Zodia

Daun, bunga

Evodiamin, rutaecarpin

Insektisida

35

Kamalakian

Biji

Recinin

Insektisida

36

Selasih

Daun, bunga

Metyleugenol

Pemikat

37

Cengkeh

Bunga, tangaki bunga, daun

Minyak atsiri

Fungisida

38

Tembakau

Daun, batang

Nikotin

Penolak, Insektisida, akarisida

39

Jengkol

biji

Asang jengkolat, ureum, belerang

Pengusir tikus

40

Jarak

Semua bagian tanaman

Ricin

Insektisida, nematisida, fungisida

41

Klerak/lerak

buah

Saponin

Insektisida

Contoh Pembuatan Pestisida Nabati

Pengendalian Hama dan Penyakit dengan Pestisida Nabati


Ini adalah sebagian ilmu yang aku peroleh dari Pak Haji Zaka untuk budidaya padi organik/semi organik. Semoga bermanfaat. Info lengkap pestisida nabati klik di sini: Pestisida Nabati


Dampak Negatif dari Penggunaan Pestisida Kimia

Petani selama ini tergantung pada penggunaan pestisida kimia untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman. Selain yang harganya mahal, pestisida kimia juga banyak memiliki dampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Dampak negatif dari penggunaan pestisida kimia antara lain adalah:

  1. Hama menjadi kebal (resisten)
  2. Peledakan hama baru (resurjensi)
  3. Penumpukan residu bahan kimia di dalam hasil panen
  4. Terbunuhnya musuh alami
  5. Pencemaran lingkungan oleh residu bahan kimia
  6. Kecelakaan bagi pengguna

hormon tanaman giberelin auksin sitokininKira-kira sudah berapa lama petani menggunakan pestisida kimia ini? Jadi bisa dibayangkan sendiri akibatnya bagi tanah pertanian di Indonesia. Aku pernah melihat sendiri bagaimana petani awam menggunakan pestisida kimia ini. Sungguh sangat berlebihan. Ketika aku tanyakan padanya mengapa dia menggunakannya dengan dosis sangat tinggi, jawabnya:”kalau tidak banyak ngak manjur”. Nah..lho…!!!!

Continue reading