Cara Cepat Tidur Lelap 

Terus terang awalnya aku skeptis kalau teknik ini akan berhasil. Maklum dua hari tidak bisa tidur. Aku sudah mencoba berbagai cara, namun tidak bisa tidur juga. Setelah aku coba teknik ini, aku bisa tidur lelap, dan ketika bangun tubuh jadi merasa lebih segar, pikiran fresh dan bisa lebih produktif.  

Tidur ternyata penting untuk menjaga kebugaran fisik, kesehatan dan mental yang sehat. Namun, kadang-kadang kita susah tidur. Meski pun badan  sudah ‘ngegoler’ di kasur, pikiran tidak mau diam dan mata tidak mau terpejam, tidak bisa tidur. Akibatnya, besok pagi kepala pusing, tekanan darah naik, dan tidak bisa konsentrasi kerja. Aku pun pernah seperti itu.  Akhirnya aku menemukan cara yang sederhana, mudah dan cepat agar bisa tidur dengan nyenyak. Caranya sederhana, yaitu hanya dengan mengatur pernafasan saja. 

Ada banyak sebab orang tidak bisa tidur dengan nyenyak. Istilahnya insomnia; bisa ringan bisa berat. Aku sering sudah tidur ketika stress banyak pekerjaan yang belum selesai atau sulit diselesaikan. Kepikiran terus sampai terbawa tidur. Aku sudah tidur juga ketika sedang emosi, misalnya habis dimarahin bos di kantor, jengkel dengan teman kerja atau berantem dengan pasangan kita. Kepikiran terus pokoknya. Atau stress karena akan menghadapi ujian skripsi atau disertasi. Tekanannya berat sampai susah tidur.  Kadang-kadang tidak bisa tidur karena terlalu capek, olah raga yang berat, habis dari perialajan jauh, atau mengerjakan kerjaan fisik yang berat. Macam-macam sebabnya.  

Aku pernah tidak bisa tidur nyenyak selama beberapa hari. Kepala pusiang dan terasa berat, tidak bisa konsentrasi dan menguap melulu. Pekerjaan jadi kacau. Payah lah pokoknya. 

  

Akhirnya aku cari-cari di internet bagaimana cara bisa tidur dengan cepat dan nyenyak. Aku ketemu dengan video singkat yang mengajarkan cara mengatur pernafasan sebelum tidur. Sederhana saja, Cuma tarik nafas, tahan nafas dan menghembuskan nafas. Katanya teknik ini sudah dipakai oleh militer US. Tidak ada salahnya mencoba pikirku.  

Tekniknya seperti ini: 

  • Tarik nafas 4 hitungan, hirup oksigen sebanyak-banyaknya. 
  • Tahan nafas selama 6 hitungan. 
  • Keluarkan nafas lewat hidung 8 hitungan.  

Aku menghitung dalam hati sambil menggerakkan jari.  

Akhirnya aku coba teknik ini. Aku sudah mandi, badan sudah bersih dan perut sudah diisi. Aku rebahkan badan di tempat tidur. Posisi terlentang  dan tangan di dada. Aku memejamkan mata. Mencoba mengosongkan pikiran. Aku membayangkan sedang jalan-jalan di hutan yang rindang. Angin berhembus sepoi-sepoi. Udara sejuk dan segar. Udara terasa dingin, segar tanpa polusi. Aku coba membayangkan sampai bener-bener seperti nyata. 

Lalu aku mulai mencoba mengatur nafas. 

Aku tarik nadas dari hidung dalam-dalam, sambil aku hitung 4 hitungan. Lalu aku tahan di perut, aku hitung 6 hitungan. Masih mudah. Lalu aku hembuskan lewat dihidung perlahan. Aku hitung 8 hitungan. Ini mulai agak berat. Mungkin aku terlalu cepat menghembuskan nafasnya. Nafas jadi agak tersengal-sengal. 

Aku ulang lagi. Aku ulang sampai sekitar 10 kali. Aku masih belum tertidur.  

Aku kemudian bernafas seperti biasa. Aku pindah ke posisi miring ke kanan. Bernafas biasa, tetapi temponya pelan.  

Dan…  

Ketika aku bangun, tahu-tahu sudah menjelang subuh. Aku benar-benar tidak  ingat apa-apa. Ternyata teknik ini tokcer. Aku bangun dengan segar bugar. Seperti biasa, aku terbangun karena pingin ke belakang. 

Meskipun kelihatannya mudah, tetapi teknik ini perlu latihan juga. Percobaan pertama aku berhasil dengan baik. Percobaan berikutnya tidak sebaik ketika  yang pertama. Aku coba berfikir kenapa bisa begitu ya…??  

Jadi kita perlu melatih mengatur nafas dan memfokuskan pikiran kita. Meskipun hanya tarik nafas, tahan dan hembuskan, kalau tidak dilatih juga tidak akan bisa baik hasilnya. Jadi aku mulai coba untuk mengatur nafas ini ketika sebelum tidur. Aku coba atur dan konsentrasi kecepatan menghitungnya. Aku belajar agar hitungannya kira-kira satu detik.  

Latihan dan latihan…. lama-lama menjadi semakin terbiasa, lebih mudah dan cepat tertidur.  

Ada beberapa tips dari aku untuk teman-teman yang mengalami susah tidur atau insomnia dan akan mencoba teknik ini.  

  1. Usahakan mandi dulu sebelum tidur. Mandi air dingin. Habis mandi badan akan terasa lebih beersih dan segar.  
  1. Pakai baju yang longgar dan nyaman. Jangan pakai baju atau celana yang ketat dan keras seperti jeans. Pakaian seperti ini membuat tidur tidak enak.  
  1. Usahakan perut sudah diisi. Kalau perut keroncongan agak sulit juga untuk tidur.  
  1. Berdoa sebelum tidur. Usahakan doa yang khusuk, jangan asal baca doa saja.  
  1. Pejamkan mata dan mulai konsentrasi ke hal-hal yang menyenangkan. Bayangkan suatu tempat yang sangat nyaman untuk istirahat. Kalau saya biasanya membayangkan tidur di alam bebas, atau di tepi pantai di bawah pohon yang rindang.  
  1. Mulai atur nafas: hirup 4 hitungan, tahan 6 hitungn dan hembuskan 8 hitungan. Hitung dengan teratur dan tetap, kira-kira 1 detik setiap hitungan.  
  1. Ulangi sampai kira-kira 10 kali.  
  1. Setelah itu santai dan bernafas seperti biasa.  

Aku pernah coba teknik ini ketika sedang di pesawat dan dalam perjalanan, ketika sedang di mobil perjalanan Jakarta – Bandung. Atau, kalau sedang membawa mobil sendiri dan istirahat di rest area, aku coba teknik ini. Meskipun istirahat hanya sekitar setengah jam, sudah cukup untuk mengembalikan kesegaran dan kesadaran.  

Panduan Singkat dan Mudah untuk Urban Farming

Panduang singkat dan mudah untuk KWT (Kelopok Wanita Tani) di perumahan dan pemukiman atau urban farming. Pentunjuk dibuat singkat agar mudah diikuti dan dipraktekkan. Detail kegiatan bisa disesuaikan dengan kondisi dan keadaan masing-masing.

Panduan ini juga bisa didownloand di link berikut ini: https://drive.google.com/file/d/1IxwQ3UP1SHX2KQkja6Foi3om7CK1sg9t/view?usp=drive_link

Materi Pelatihan Petani FFL

Manajemen Keuangan Personal/Pribadiku – Bagian 3

6. Bayar Tagihan-tagihan (Listrik, Air, Internet, dll),

Listrik, air (PDAM), telp dan internet saat ini sudah menjadi kebutuhan dasar/utama. Bisa dibayangkan kalau di rumah kita tidak ada aliran listrik; sebagian besar aktifitas harian kita bisa terganggu. Membayar tagihan rekening2 ini adalah prioritas. Menunggak pembayaran rekening bisa menyebabkan pemutusan aliran listrik, air dan internet bisa sangat merepotkan. Biaya untuk penyambungan kembali bisa besar.

Air bersih juga menjadi kebutuhan primer. Mungkin di sebagian tempat bisa membuat sumur atau dekat dengan mata air/sungai. Kebutuhan air bisa dipenuhi dari sumber2 air itu. Namun, di kota2 besar air dari PDAM adalah sumber utama pasokan air ke rumah2 warga. Aliran air bersih yang terganggu apalagi diputus karena nunggak bayar bisa sangat merepotkan.

Continue reading

Manajemen Keuangan Personal/Pribadiku – Bagian 2

Bagian 1 | Bagian 2 | Bagian 3

3. Bayar Cicilan dan Hutang

Sebisa mungkin hindari berhutang, apalagj hutang konsumtif, baik hutang ke saudara, teman, bank apalagi pinjol (pinjaman online). Namun, hidup kadang2 memaksa kita untuk mencari pinjaman/berhutang. Kalau memang terpaksa harus berhutang, saran saya ya, sebaiknya kita meminjam ke lembaga keuangan (bank atau koperasi). Untuk yang muslim, carikah lembaga keuangan syariah. Hindari meminjam ke saudara, famili atau teman, karena bisa memutus tali silaturahim.

Hutang/pinjaman ini harus dibayarkan. Jangan sampai tidak dibayarkan, karena hutang di dalam Islam itu diwarisman, bahkan jika tidak terlunaskan akan tetap dibawa sampai akhirat kelak.

Jadi, andaikan kita punya hutang, pinjaman, atau cicilan, selalu jadikan prioritas pengeluaran setiap bulannya. Bagi saya lebih baik tidak makan tetapi bisa bayar hutang, daripada makan enak2 tetapi hutang menunpuk. Kalau kita punya uang cukup, segera lunasi hutang/cicilannya. Misalkan saja, kita punya angsuran Rp. 500rb/bln, andaikan kita punya Rp. 1,5jt, maka bayar 3 bulan sekalian. Semakin cepat hutang dan cicilan kita lunas akan semakin baik.

Tidak punya hutang dan cicilan itu hidup merdeka.

Continue reading

Manajemen Keuangan Personal/Pribadiku – Bagian 1

Bagian 1 | Bagian 2 | Bagian 3

Manajemen keuangan personal/pribadi adalah salah satu dari kecerdasan finansial. Kemampuan mengatur keuangan tidak hanya penting untuk perusahaan atau badan usaha, kemampuan ini juga sangat penting sampai di level personal, pribadi dan keluarga. Keuangan yang terkelola dengan baik akan membantu kita untuk bisa ‘merdeka finansial’, terhindar dari ‘kemiskinan’ dan ‘hutang’, sekaligus bisa mengantarkan kita dan keluarga kita menjadi orang ‘kaya’ dan berkecukupan.

Saya belum menjadi orang ‘kaya’ yang uangnya bermilyar-milyar, bukan juga ‘sultan’ yang binggung mau buang uang ke mana. Saya orang biasa-biasa saja, kekayaan saya tidak banyak, tetapi cukup untuk hidup secara layak. Apa yang saya tulis di sini adalah hasil belajar dari orang lain, diskusi-diskusi dan ngobrol dengan orang yang sudah lebih sukses dan kaya, seminar/workshop, baca buku, dan pengaplikasiannya dalam kehidupan pribadi. Tulisan ini adalah sharing pengalaman pribadi. Uraiannya adalah modifikasi dan penerapan dari apa yang saya pelajari. Silahkan bagi pembaca dan pengujung blog ini untuk mengambil yang baik dan kalau ada kekurangan-kekurangannya bisa dibuang dan diperbaiki lagi.

Menurut Pak William Tanuwijaya (dari salah satu buku kecilnya, pendiri Tokopedia), Bung Safir Senduk, dan Pak Tung Dasem Waringin, kecerdasan finansial diawali dari pemahaman dan pengetahuan kita terhadap PENDAPATAN dan PENGELUARAN. Manajemen keuangan personal/pribadi pada dasarnya adalah manajemen atau pengatur PENDAPATAN dan PENGELUARAN keuangan pribadi. Ada sebuah pepatah mengatakan “Besar Pasak daripada Tiang” artinya “Lebih besar pengeluaran daripada pendapatan”. Tiang adalah penyangga dalam sebuah bagunan rumah, sedangkan pasak adalah kayu yang menumpang di atas tiang tersebut. Jika pasak lebih besar daripada tiang, tiang bisa roboh karena tidak kuat menahan beban pasak. Manajemen keuangan pribadi mengatur bagaimana agar pasak (PENGELUARAN) tidak lebih besar daripada tiang (PENDAPATAN). Jika memungkinkan kita memperbesar tiang (PENDAPATAN), atau bisa juga memperbanyak tiang-nya dan memperkecil pasak (PENGELUARAN).

Continue reading

Cerita di Balik Foto: Hutan Pinus Gunung Bunder

Sebuah foto menjadi menarik bukan hanya karena hasil dan estetikanya. Tetapi juga karena ada cerita di balik foto itu. Kali ini adalah foto hutan pinus Gunung Bunder, Bogor.

Foto ini sudah cukup lama. Kira2 sekitar tahun 2015-an. Ketika itu Kami sekeluarga pingin main2 ke alam. Kami lebih suka main ke hutan atau gunung. Kali ini kami pergi ke Gunung Bunder yg ada di Kab. Bogor. Saya sudah beberapa kali ke tempat ini. Di Gunung Bunder ada beberapa objek wisatanya. Ada bumi perkemahan, beberapa curug dan bisa juga traking ke Kawah Ratu.

Kami berangkat pagi dari rumah. Singkat cetita kami main ke curug dan pulang menjelang sore. Cuaca mendung dan gerimis. Pandangan sedikit berkabut.

Ketika dalam perjalanan pulang kami melewati hutan2 pinus. Dari sisi atas saya melihat ke hutan2 pinus itu. Saya perharikan bayangan pohonnya terlihat mistis. Matahari sore yg kekuningan, kabut dan hujan.

Saya menepi, lalu saya keluarkan kamera saya. Kamera jadul dan fokus manual. Saya setting sebentar dan keluar dari mobil. Anak2 dan istri saya melarang dan protes. Tapi saya tetap keluar untuk memotret.

Kami tidak membawa payung. Agar tidak basah kena air hujan, saya pakai handuk. Saya masuk ke hutan pinus dan ambil beberapa foto.

Foto ini adalah salah satu foto terbaik yang saya ambil hari itu.

Pertama Kali Kena Asam Urat

Kaki kiri bengkak, sakit, nyeri

Tepat sehari sebelum tujuh belas agustua 2022, di umurku yang baru masuk umur 4x, pertama kalinya kaki kiriku bengkak, sakit, nyeri dan sulit bergerak, kena gejala2 asam urat.

Hari ini aku kerja seperti biasa. Berangkat dari rumah normal2 saja. Pagi aku cuma sarapan segelas susu dan beberapa butir biskuit. Aku memang tidak biasa sarapan pagi. Jam 7.20 sudah sampai tempat kerja. Kerja seperti biasa. Hari ini ada beberapa meeting, 1 offline, dan 3 online di sore hari.

Selesai meeting pertama, aku mengerjakan pekerjaan yang lain. Ketika aku sedang diskusi dengan teman kerjaku, kaki kiri, tepat di sendi jari tengah terasa nyeri. Aku pikir ini terkilir, soalnya dulu pernah terkilir di jari tengah itu. Sholat dhuhur masih normal.

Continue reading

Bonsai Mini

Bonsai Mini

Semua bonsai yang saya miliki ukurannya < 20 cm. Hanya satu dua yang ukurannya >15 cm, sebagian besar ukurannya < 10cm. Mungil2 dan imut2. Klasifikasinya bonsai mame atau shito.

Kenapa…. ????

Pertama, karena lahan yang terbatas. Teras rumah yang cuma seuprit udah penuh dengan tanaman lain, terutama anggrek hutan. Berjubel2. Klo anggrek masih bisa disesel-seselin. Klo bonsai nggak bisa.

Bonsai aslinya adalah pohon besar yang membutuhkan sinar matahari penuh. Tumbuhnya akan kurang bagus klo ditanam berdesak-desakan. Beda dengan anggrek yang umumnya agak malu2 dengan sang mentari.

Ukurannya yang kecil mungil jadi tidak banyak makan tempat. Tempat yang terbatas bisa diisi banyak pot bonsai.

Kedua, kecil itu imut. Lebih kecil akan terlihat semakin imut, apalagi klo karakter ‘tua’-nya sudah muncul. Mengemaskan sekali.

Ukuran yang kecil juga bisa diletakkan di meja kerja, meja tamu atau rak buku. Bisa jadi pemanis ruangan. Tapi bonsai kecil ini juga jangan terus2an diletakkan di dalam ruangan. Sesekali tetap harus dikeluarkan agar kena sinar matahari langsung.

Tapi susahnya dalam perawatannya. Tanaman yang kecil perlu ekstra hati2 dan telaten untuk melilitkan kawat ke ranting2 yang masih seukuran biting. Salah2 bisa patah2 rantingnya.

Ukuran pot yang kecil juga menyebabkan tanahnya menjadi lebih cepat kering kena sinar matahari. Di hari yang terik, daun2 bonsai akan lebih cepat menguapkan air, akibatnya tanah menjadi lebih cepat kering. Penyiraman di cuaca normal bisa sehari dua kali. Bonsai mini saya sudah banyak yang mati gara2 telat menyiram.

Untuk bonsai yang masih dalam ‘training’, biasanya potnya saya double. Pot aslinya kecil, lalu ditanam lagi ke pot yang lebih besar. Tujuannya agar media tidak cepat kering dan memberi ruang agar akar bisa berkembang keluar.

Lalu kenapa potnya mesti double…??? Ya … itu, agar bonsainya juga ‘ditraining’ di pot yang kecil. Agar tidak stress. Kalau dari pot besar langsung pindah ke pot kecil, akarnya kan lebih mudah stress. Bahkan bisa mati bonsainya.

Guna-guna dari Rekan Kerja

######

Tulisan ini berdasarkan cerita yang disampaikan oleh salah seorang Mandor Besar perkebunan kepada saya. Cerita ini sengaja saya samarkan dan saya kasih bumbu2 sedikit. Silahkan diambil hikmahnya sendiri.

######

Sebut saja namanya Bang Komar. Dia adalah pekerja di sebuah perusahaan perkebunan. Dia mulai karir dari bawah, tenaga harian lepas. Karena dedikasi dan kemampuan Pak Komar, karirnya menanjak menjadi mandor kecil. Banyak mandor2 kecil yang bekerja di perkebunan ini, sebagian sudah senior dan bekerja cukup lama. Kerja Pak Komar dianggap cukup baik oleh Mandor Besar (MB) dan sinder kebun. Protasnya meningkat dan kebunnya juga bagus. Karena kinerjanya tersebut ada rencana dari manajemen kebun untuk mengangkat beliau menjadi Mandor Besar. Atasan dia, Mandor Besar dan Sinder, sepakat untuk mengusulkan Pak Komar menjadi salah satu kandidat Mandor Besar.

Desas desus ini rupanya terdengar oleh rekan-rekannya sesama Mandor Kecil. Ada Mandor Kecil yang tidak suka jika Pak Komar diangkat sebagai Mandor Besar, dia merasa kalau dia yang lebih berhak, karena sudah bekerja cukup lama. Rasa iri di hatinya berubah menjadi kebencian yang mendalam.

Posisi kebun garapan Pak Komar dan rekannya itu bersebelahan. Ada yang janggal terjadi. Kebun Pak Komar terserang hama penyakit. Cukup parah. Sudah disemprot berbagai macam obat tidak ada yang mempan. Kebun rekannya yang posisinya bersebelahan tidak kena penyakit dan protasnya bagus-bagus saja. Protas dan prestasi Pak Komar turun drastis dan dia sempat mendapatkan SP (Surat Peringatan). Pak Komar batal naik pangkat menjadi mandor besar.

Kebetulan rumah Pak Komar di komplek implasment kebun. Pososinya persis di bawah kebun. Posisi rumahnya di samping lerengan. Saat itu sedang musim penghujan, dan di kebun ini memang rawan terjadi longsor ketika hujan besar.

Sore itu sepulang kerja, ayah Pak Komar sedang kerja di kebunnya sendiri yang posisinya ada di sebelah atas rumah Pak Komar. Dari kejauhan dia melihat seorang wanita yang mondar-mandir mengelilingi rumah Pak Komar. Wanita ini adalah istri dari salah satu pekerja kebun. Wanita ini tidak masuk ke rumah, hanya mengelilingi saja dan seperti melambai atau melempar sesuatu.

Seperti hari-hari biasa, sore sepulang kerja dari kebun Pak Komar masuk ke rumah. Pak Komar melihat seperti ada tumpahan garam di dekat rumah. Dalam hati Pak Komar berfikir; kenapa garam dibuang-buang percuma seperti ini. Masuk ke dalam rumah, Pak Komar menanyakan ke istrinya kenapa garam2 dibuang ke luar rumah. Istrinya menjawab kalau dia tidak membuang2 garam apa2. Ya … sudah… Pak Komar berfikir kalau ada anak yang main2 garam.

Ayah Pak Komar pulang dari ladang. Ayah Pak Komar memberi tahu kalau tadi ada wanita yang mencari istri Pak Komar. Tapi, dia cuma sebentar dan segera balik lagi.

Hari jum’at, istri Pak Komar dan anaknya sakit. Pak Komar lebih banyak di rumah. Sore hari Pak Komar mendengar suara gemuruh dari atas kebun. Suranya seperti angin puting beliung. Pak Komar keluar rumah kalau2 terjadi sesuatu di atas kebun. Pak Komar perhatikan ke arah atas tidak ada apa2, pohon2 pelindung biasa2 saja. Memang terdengar suara gemuruh keras.

Tiba2 tanah di atas bergerak. Pak Komar berteriak dan keluarganya keluar rumah. Tanah longsor dari atas dan menimpa rumah Pak Komar. Hanya sebagian rumah yang kena. Ayah Pak Komar menuju rumah mencoba menyelamatkan barang2 yang ada, beliau masuk ke dapur. Tiba2 tanah bergerak lagi dan dinding dapur roboh.

“Abah…. Abah…..!!!!!!!”

Tidak ada jawaban. Pak Komar panik dan masuk ke rumah mengejar orang tuanya. Alhamdulillah, ayah Pak Komar selamat terlindung di balik lemari dapur yang roboh. Sehat tidak ada luka yang serius.

Namun, rumah Pak Komar rusak berat. Hanya sedikit barang2 dapur yang berhasil diselamatkan.

Singkat cerita, dengan bantuan temannya, Pak Komar membangun rumah lagi di tempat lain yg posisinya lebih aman.

Beberapa bulan kemudian, sore hari sepulang kerja dia pulang menuju rumahnya di komplek implasment kebun. Nama kampungnya agak serem; Pasirmeriam. Di ujung kampung dia dipanggil rekannya yang punya warung.

“Ndor … mampir ke sini. Ngopi-ngopi dulu,” panggilnya. Mandor biasanya dipanggil dengan sebutan Ndor atau Mandor.

Pak Komar mampir ke warung, rekannya membuatkan kopi hitam. Kebetulan warung sedang sepi, hanya ada mereka berdua saja. Setelah berbasa-basi sebentar rekannya itu bilang: “Sebenarnya ada yang ingin aku sampaikan, Mandor! Tapi… maaf sebelumnya. Aku ingin menceritakan yang sebenarnya.”

“Silahkan… santai aja…”

“Sebenarnya gini… ingatkan dulu waktu Pak Mandor kena musibah? Tanah longsor itu…?”

“Ya… ingat lah…, habis rumahku.”

“Maaf… ya … Mandor… bener2 maaf sebelumnya.”

“Iya… nggak apa2….!!!!! Maaf – maaf melulu.”

Akhirnya, rekannya itu menceritakan kembali tentang beberapa musibah yang Pak Komar alami beberapa bulan yang lalu. Rekannya ini adalah pekerja dan kepercayaan mandor kecil yang kebunnya di dekat kebun Pak Komar. Dia yang diberi kepercayaan dan diminta untuk melakukan hal2 banyak hal ke Pak Komar.

Dia mulai cerita tentang kebun Pak Komar yang banyak terserang penyakit dan gagal panen. Sampai kejadian rumah Pak Komar yang kena longsor.

Semua itu terjadi karena ada guna2 dari mandor kecil yang tidak suka dengan kenaikan jenjang karir Pak Komar. Dia yang disuruh pergi ke rumah dukun di sebuah desa di pesisir selatan. Dia yang membawa air dari Dukun dan disiramkan ke kebun Pak Komar agar hama dan penyakit berdatangan. Dia juga yang disuruh untuk menaburkan garam di sekeliling rumah Pak Komar. Karena khawatir ketahuan, dia minta istrinya yang menaburkan. Dia sendiri yang menaburkan garam di tanah di atas rumah pak Komar.

Dia sebenarnya tidak mau, tapi dia tidak bisa menolak. Akhirnya dia sudah tidak tahan dan dia menyesali perbuatannya. Hari ini ada kesempatan dia berbicara. Dia lihat Pak Komar yang baru pulang kerja, dan diajak minum kopi di warung.

Di sini saya salut dengan kebesaran hati Pak Komar. Dia tidak marah atau dendam. Kejadiannya sudah berlalu lama. Pak Komar sudah punya rumah lagi, kebunnya sudah sehat lagi dan Pak Komar sudah jadi Mandor Besar.

Konflik di tempat kerja adalah hal yang biasa. Tapi, kadang-kadang konflik bisa menjurus sampai ke hal-hal yang menyeramkan, termasuk dengan menggunakan jasa paranormal untuk mencelakai orang yang tidak disukainya. Bahkan sampai ke usaha untuk menghilangkan nyawa sekeluarga. Na’udzubillahimindzalik.