Ciomas; Sentra Industri Kecil Sepatu di Bogor

Sentra Sepatu Ciomas Bogor

Sepeda motor yang mengangkut sepatu di jalanan Ciomas.

Entah sejak kapan Ciomas menjadi sentra industri kecil sepatu. Yang jelas saat ini di wilayah Ciomas dan sekitarnya banyak pengrajin sepatu rumahan. Mereka memproduksi sepatu pesanan toko. Bukan hanya satu dua rumah, tetapi banyak penduduk Ciomas yang mengais rejeki dengan membuat sepatu.

Kalau Anda berkunjung ke Ciomas akan banyak ditemui sepeda motor yang membawa tumpukan kardus sepatu. Di jalan Ciomas, Pasir Kuda, Cikaret dan Ciapus. Mereka membawa  dari rumah-rumah pengrajin ke toko grosir sepatu di Pasar Anyar Bogor.

Mereka tidak membuka toko sepatu sendiri, tapi hanya membuat khusus pesanan toko. Pengrajin juga tidak menjual sepatu secara eceran/grosir di rumah2. Jadi tidak banyak toko yang menjual sepatu di daerah Ciomas, seperti yang banyak dijumlai di Cibaduyut, Bandung. Justru yang banyak ditemui adalah toko2 yang menjual bahan2 untuk membuat sepatu.

Continue reading

Kertas grafik semi – log

Kertas grafik semi-log diperlukan untuk menghitung aktivitas enzyme selulase dengan metode Goose. Kadang-kadang tidak mudah untuk mendapatkan kertas grafik semi-log. Untungnya diinternet banyak situs yang melayani pembuatan grafik secara instant, salah satunya adalah http://customgraph.com/piart.php?art=170.

Sangat mudah sekali membuat kertas grafik semi-log. Tingal pilih menu semi-log dan atur beberapa parameternya. Setelah itu klik submit. Jendela akan menampilkan kertas grafik semi-log yang bisa langsung di print atau disimpan.

Semoga bermanfaat.

Screen Shot 2015-09-17 at 22.26.08

Screen Shot 2015-09-17 at 22.26.20

Biological Pretreatment of Oil Palm Empty Fruit Bunches

Pengalaman dengan Tukang Rumah

Jika punya rumah sesekali akan membutuhkan tukang bangunan, baik tukang borongan maupun tukang harian. Pekerjaan tukang bisa pekerjaan yang kecil/ringan, atau renovasi yang cukup berat. Milih-milih tukang ada seninya tersendiri. Kalau lagi apes, dapat tukang yang belagu, kerjaannya jelek, anggaran jebol. Kalau sedang beruntung, dapat tukang yang baik, kerjaannya rapi, bahan irit dan kita puas.

Beberapa kali saya menggunakan jasa tukang seperti ini. Ketika saya mau pindah rumah, saya sewa tukang untuk merenovasi rumah yang akan kami tinggali. Tidak banyak dana yang saya punya, jadi saya mesti berhemat. Untungnya saya mendapatkan tukang yang baik. Ada tiga orang yang kerja dengan satu pemimpinnya. Kerjaan selesai dalam waktu 3 minggu. Kerjaannya rapi dan yang lebih memuaskan, anggarannya lebih hemat 40% dari yang direncanakan. Padahal mereka sendiri yang membuat anggarannya. Saya pun tidak berat hati untuk memberi sedikit lebih dari upah mereka.

Beberapa tahun kemudian saya perlu tukang lagi. Kali ini saya dapatkan dari rekomendasi salah seorang mandor. Saya minta bantuan tenaga 2 orang yang tukang batu dan cat. Ketika kerja, saya agak kecewa dengan hasil kerjanya. Jelek banget sih tidak, cuma tidak seperti harapan saya. Setelah saya tanya-tanya, ternyata keahlian utamanya adalah tukang listrik. Pantes saja. Saya tidak marah ke mereka, tapi mangkel dengan orang yang mengirim mereka. Ya…sudah mau bagaimana lagi…. 😦

Pengalaman ini membuat saya lebih berhati-hati ketika memilih tukang untuk kerjaan kecil/ringan maupun kerjaan rumah yang agak berat.

Beberapa minggu yang lalu saluran septik tank di rumah bermasalah. Saya sudah panggil tukang sedot dan habis ratusan ribu. Masalah bukannya selesai malah semakin parah. Solusinya hanya membuat saluran baru. Nah, nomor-nomor kontak tukang saya sudah hilang semua, bersama ‘wafat’-nya hp lama saya. Berhari-hari saya mencari tukang. Saya tanya ke teman-teman dan tetangga. Mencari tukang di saat seperti ini ternyata tidak mudah.

Dari tetangga kami direkomendasikan seorang tukang. Tukang itu datang ke rumah malam hari. Saya berdiskusi dengannya dan menunjukkan kerjaan yang mesti mereka lakukan. Awalnya, saya selalu khusnudzon saja. Tapi ketika si tukang membuat analisa pekerjaan penilaian saya mulai berubah.

Pertama, dia memperkirakan pekerjaan ini akan membutuhkan waktu seminggu. Alasannya, karena harus gali sana sini, belum tahu arah salurannya. Trus, ketika saya tanya berapa ongkosnya. Dia menyebutkan biaya harian. Yang ditawarkan sama dia 1.5 kali lebih tinggi dari harga pasaran. Saya tidak banyak komentar. Orang ini mau menipu saya, dia pikir saya tidak tahu berapa harga pasaran tukang.

Kedua, yang membuat saya semakin tidak respek adalah ketika dia menawarkan harga borongan. Harganya sama seperti tukang harian (2 orang) untuk 3 minggu. Gendeng, pikir saya. Saya sama sekali tidak menawar. Saya hanya bilang kalau jadi nanti saya hubungi lagi.

Saya mencari-cari tukang lagi. Seminggu kemudian ada tukang yang datang ke rumah. Orangnya lebih kalem/pendiam. Ketika saya tunjukkan pekerjaannya dia menunjukkan solusi yang lebih simple dan mudah. Dia bilang, “Pipa yang lama tidak usah digali, pak! Langsung dibuat baru saja dari sini ditanam sampai di sini. Kalau sudah siap, baru pipa yang lama dipindahkan ke yang baru ini. Jadi bisa lebih cepat pengerjaannya.”

Bener juga, pikir saya. Tukang yang ini juga memberi harga yang sama seperti harga pasaran di tempat ini. Langsung saja saya terima. Esok hari mereka, 2 orang, mulai kerja.

Pagi hari sudah saya belikan bahan-bahan utama yang diperlukan. Pipa pralon besar dan tebal, semen, pasir, lem dll. Sore hari ketika saya pulang 90% pekerjaan sudah selesai. Mereka belum selesai, karena pipa pralonnya kurang panjang 50cm. Kalau semua bahan lengkap, hari ini juga selesai. Jadi pekerjaan yang awalnya saya perkiraakan selesai dua-tiga hari, bisa selesai dalam waktu sehari. Kerjaannya memang tidak bagus-bagus amat. Kemampuannya standard-standard saja, tapi sudah lebih dari cukup bagi saya. Karena cuma dua hari selesai, tukang ini saya minta untuk membereskan beberapa bagian rumah yang lain.

Saya dan istri pun senang dengan pekerjaan tukang ini. Kami juga tidak merasa berat hati ketika memberi tambahan makanan kecil dan kopi.

Applikasi untuk Manajemen Daftar Pustaka: Mendeley Desktop

Sudah ada beberapa applikasi untuk menajemen daftar pustaka yang saya uraikan di blog ini (Jabref, Endnote, Zotero). Kali ini saya ingin berbagi tentang salah satu applikasi manajemen daftar pustaka yang cukup powerfull, yaitu Mendeley Desktop. Setiap aplikasi memiliki kelebihannya sendiri-sendiri. Salah satu kelebihan Medeley adalah gratis alias free. Saya menggunakan Mendeley, salah satunya karena applikasi ini berjalan mulus di MacBook Air dan mulus juga ketika dipakai dengan MS Word untuk Mac. Kelebihan Mendeley yang lain antara lain adalah:

  1. Dapat dijalankan di semua OS (Windows, Mac, Linux), bahkan juga tersedia untuk Android.
  2. Dapat menampilkan metadata dari file pdf secara otomatis. Ini memudahkan kita untuk melakukan pencarian dan pengelompokkan.
  3. Menawarkan akun online yang bisa disinkronisasi antar platform.Jika Anda bekerja dengan berbagai platform, Mendeley akan sangat membantu.
  4. PDF Viewer yang bisa dianotasi dan bisa diberi hightlighting.
  5. Mudah melakukan filter dan tagging (penambahan kata kunci).
  6. Bekerja dengan baik dengan semua wordprocessor utama (MS Word, Writer OpenOffice, Libre Office, LaTeX, dll).
  7. Mudah mendownload citasi dan dokumen/pustaka dari database online utama (Google Schoolar, PubMed, dll).
  8. Kapasitas penyimpanan online gratis yang cukup besar hingga 2GB. Cukup untuk melakukan backup.

Jika Anda banyak bekerja dengan daftar pustaka yang banyak, applikasi ini sangar disarankan.

Untuk mendownload file instalasi silahkan kunjungi: https://www.mendeley.com/

Panduan untuk memakai Mendeley Desktop: http://community.mendeley.com/guides

Mendeley relatif mudah digunakan. Tidak perlu belajar lama untuk bisa menggunakan applikasi ini.

Tampilan Mendeley Dekstop.

Tampilan Mendeley Dekstop.

Tampilan Mendeley Dekstop.

Tampilan Mendeley Dekstop.

Selamat mencoba. Semoga bermanfaat.

Slide Presentasi; Teknologi Produksi Pupuk Organik dari Limbah Agroindustri

Teknologi Produksi Pupuk Organik dari Limbah Agroindustri

Biological Pretreatment of Oil Palm Empty Fruit Bunches – International Symposium on Integrated Biorefinery (ISIBio)

My poster presentation for International Symposium on Integrated Biorefinery (ISIBio), Sept 17tg, 2015, Bogor, Indonesia. Please, visit their official website http://symposium-biorefinery.org/home.html.

Macet di Bogor; 12 km ditempuh 4 jam

Saya biasa kena macet di Bogor. Ini salah satu yang paling parah. Perjalanan saya dari Bogor – Cisarua yang jaraknya cuma kira2 12 km ditempuh dalam waktu 4 jam. Artinya kecepatannya 3 km per jam. Lebih cepat jalan kaki daripada naik mobil.

Hari weekend memang ada aturan buka tutup di jalur puncak. Jalan ke arah puncak ditutup dan dibuka sekirar pukul 6 sore. Saya kebetulan menjemput teman2 dari BPTP yang akan presentasi Monev kegiatan KKP3SL dan MP3I di sebuah hotel di Cisarua. Saya menunggu kedatangan mereka di pool Damri sampai kira2 pukul 4.30 sore. Kami langsung berangkat via tol ke arah puncak.

Saya tidak inggat kalau ada buka tutup jalan. Jadi saya ikut terjebak antrian keluar tol. Jika saya inggat, ada jln alternatif menuju puncak. Keluarnya lewat rest area yang ada sebelum keluar tol. Di samping rest area itu ada jalan kecil yang ada tepat di samping jln tol. Ikuti saja jln jecil ini. Biasanya banyak mobil2 yg lewat jln ini. Ada juga guide motor yang membimbing melewati jln2 kecil menuju puncak.

Setelah jam 6 pintu tol dibuka. Kami mulai jalan. Awalnya perjalanan lancar. Sampai di cipayung, kira2 8 km sebelum tempat tujuan jalan macet. Macet total. Jalannya tersendat2. Saya lihat pakai Waze, kemacetan sampai puncak.

Waze menyaranjan jalan alternatif lewat gang. Saya tawarkan ke temen2 apa kita mau lewat jalan alternatif. Sebagian ada yg khawatir dengan jalan itu, karena saya belum pernah lewat jalan itu. Kalau lewat jalan alternatif, kami bisa menghemat waktu 1 jam. Akhirnya kita lewat jalan itu.

Pintu masuknya sebuah gapura kecil yang hanya cukul 1 mobil saja. Semakin ke dalam semakin sempit jalannya. Jika ada mobil dari depan, kami tidak akan bisa lewat. Ada motor saja sulit untuk lewat.

Ada belokan yang sangat sempit. Saya tanya ke anak2 muda yang nongkrong di situ apakah jlannya bisa dilewati mobil. Mereka menjawab “Bisa”. Kami jalan terus menyusuri jalan sempit itu.

Akhirnya kami sampai di jalan yang cukup lebar. Jalan berkelok2 tajam. Ada tanyakan yang sangat tajam. Hampir2 mobil saya tidak kuat menanjak. Diganjal juga tidak kuat. Saya harus mundur untuk ambil ancang2. Denfan sedikit susah payah, akhirnya sampai juga di puncak tanjakan.

Pas di puncak, pas jalan membelok tajam ke kiri. Untungnya jalan itu sudah diaspal bagua dan cukup lebar. Kami mengikuti jalan itu sampai bertemu kembali ke jalan puncak. Di jalan puncak macet lagi. Macet total. Jarak sebemum tujuan 2.8 km. Kami bisa menghemat perjalanan sekitar 4 km.

Kira2 satu jam lebih kami baru sampai ke tempat tujuan. Kalai dihitung Bogor – Cisarua ditempuh dalam waktu 4 jam lebih dengan kecepatan 3 km per jam.

Biological Pretreatment of Oil Palm Empty Fruit Bunches