Pupuk Organik dengan Kandungan N Tinggi – lanjutan

Di posting yang lalu saya sudah sampaikan tentang pupuk organik yang kandungan N-nya tinggi (klik di sini). Ternyata banyak mendapatkan respon, jadinya saya tanya lebih detail ke Olle Högblom tentang pupuk organik itu. Metode pembuatan pupuk itu ditemukan oleh kakeknya Olle yang namanya Nils Åkerstedt. mBah Nils Åkerstedt sekarang masih hidup dan umurnya sudah 85 tahun. Mbah Nils tinggal di sebuah pulau kecil di sebelah timur Swedia, cukup jauh jaraknya, sekitar 6 jam perjalanan dengan mobil.

Nils Åkerstedt
mBah Nils Åkerstedt (Sumber: http://www.barometern.se/familj/hurra/85-ar-nils-akerstedt%282138968%29.gm#articleimage-popup).

bukunya Nils ÅkerstedtmBah Nils ini dikenal sebagai salah satu ahli pertanian di Swedia. Mbah Nils banyak sekali menulis buku tentang pertanian (Gardening) dan menyebarkan pengetahuannya melalui seminar-seminar. Sudah banyak buku yang ditulisnya, salah satunya yang di sisi kanan ini. Sayangnya semua bukunya dalam bahasa Swedia, jadi saya mesti lebih rajin untuk belajar bahasa Swedia sebelum bisa membaca buku-bukunya.
Continue reading

Knut Lundquist, salah satu ahli lignin di Chalmers


Saya dan Alm. Prof. Knut Lundquist (Foto by: Erna Astuti)


Artikel saya yang saya tulis dengan Prof. Knut sebelum beliau meninggal:
BIOLOGICAL PRETREATMENT OF LIGNOCELLULOSES WITH WHITE-ROT FUNGI AND ITS APPLICATIONS: A REVIEW


Orangnya sudah sangat sepuh, menurut temanku Linda Helström, umurnya sekitar 78 tahun. Rambutnya sudah putih semua, farfar alias sudah kakek-kakek. Namanya Prof. Knut Lundquist. Pak Knut sudah sebenarnya sudah pensiun, tetapi masih kerja di kantornya di level 4. Meskipun sudah berumur, Pak Knut masih sangat produktif. Beliau adalah salah satu ahli kimia organik, khususnya tentang lignin. Publikasi terbaru beliau diterbitkan di Bioresources tgl. 13 Februari 2011, judulnya: ”DIFFERENT TYPES OF PHENOLIC UNITS IN LIGNINS”.

Saya dikenalkan ke Pak Knut melalui Prof Claes Niklasson, ketika mengkoreksi draft tulisan saya. Katanya, kamu sebaiknya ketemu dengan Knut, salah satu ahli lignin. Saya hubungi Pak Knut via email, hari senin. Beliau langsung meresponnya. Besok paginya, hari selasa, ada orang tua datang ke ruangan saya, ternyata Pak Knut sendiri. Dia cuma ingin melihat saya dan tanya apakah saya bisa bahasa Swedia. Saya jawab: jag talar lite svenska, litle-litle sih I can….

Prof Knut Lundquist salah satu ahli lignin. Publikasinya sangat banyak, bisa di cek di Google Scholar: Knut Lundquist. Beliau pernah menulis dengan beberapa ahli lignin dan jamur pelapuk putih terkemuka. Seperti Brunow (Klik di sini). Brunow adalah salah satu ahli yang membuat model struktur lignin berdasarkan simulasi komputer pada tahun 1978. Luar biasa, ketika aku masih ingusan Beliau sudah membuat model struktur lignin dengan komputer. Pak Knut juga pernah menulis bersama dengan Prof. Kirk (klik di sini): Prof Kirk banyak meneliti tengan jamur pelapuk putih dan enzym ligninolityc.

Saya kirimkan draft paper saya via email. Hari rabu dia sudah datang lagi ke ruangan saya dengan sambil membawa draft saya yang sudah banyak coretannya. Dia bilang, ada beberapa bagian yang salah pemahaman. Kemudian dia memberiku beberapa literatur tentang lignin dan satu buku tentang kimia kayu. Hari kamis dia datang lagi dan menanyakan apakah saya ada waktu untuk diskusi tentan paper saya. Saya jawab: absolut, inga problem..,
Continue reading

Pupuk Organik dengan Kandungan N Tinggi

Hari ini saya mendapatkan pengalaman dan ilmu baru yang sangat menarik tentang pupuk organik. Olle Högblom, salah satu teman PhD di ‘Kemi’ memberiku pupuk organik. Pupuk yang diberi cuma segumpal kecil, warnanya hitam pekat, dan baunya amoniak. Menyengat sekali bau amoniaknya, yang menandakan kandungan Nitrogen (N) nya juga tinggi.

Olle cerita kalau pupuk organik ini ditemukan oleh kakeknya. Kakeknya menemukan metode untuk membuat pupuk organik dengan kandungan N tinggi dari tanaman rumput-rumputan yang ada di Swedia. Kakeknya juga adalah salah seorang petani sukses di Swedia. Kakeknya berhasil menanam tanaman-tanaman tropis yang sebenarnya sulit ditanam di Eropa. Kakeknya juga menulis buku tentang pertanian dan pembuatan pupuk organik.

Olle Högblom
(Olle Högblom)
Continue reading

Jamur Pelapuk Putih: Ceriporiopsis subvermispora

Ceriporiopsis subvermispora
[Source: http://www.mycobank.org/]


Artikel saya tentang pemanfaatan jamur pelapuk putih:
BIOLOGICAL PRETREATMENT OF LIGNOCELLULOSES WITH WHITE-ROT FUNGI AND ITS APPLICATIONS: A REVIEW


Jamur Pelapuk Putih: Dichomitus squalens

Dichomitus squalens
[Source: http://www.taigaekologerna.se/Bildarkiv%20o%20bildsidor/svampar/index%20svampbild1.htm]

Dichomitus squalens
[Source: http://www.mycobank.org/MycoTaxo.aspx?Link=T&Rec=312964%5D

Dichomitus squalens
[Source: http://www.mycobank.org/MycoTaxo.aspx?Link=T&Rec=312964%5D


Artikel saya tentang pemanfaatan jamur pelapuk putih:
BIOLOGICAL PRETREATMENT OF LIGNOCELLULOSES WITH WHITE-ROT FUNGI AND ITS APPLICATIONS: A REVIEW


Jamur Pelapuk Putih: Bjerkandera adusta (Willd.) P. Karst. 1880

Bjerkandera adusta
[Source: http://www.eol.org/pages/1009755]

Bjerkandera adusta
[Source:http://www.eol.org/data_objects/5824849]

Bjarkandera adusta
[Source: http://www.bioimages.org.uk/html/r156676.htm]


Artikel saya tentang pemanfaatan jamur pelapuk putih:
BIOLOGICAL PRETREATMENT OF LIGNOCELLULOSES WITH WHITE-ROT FUNGI AND ITS APPLICATIONS: A REVIEW


Mengecek Fungi Pelapuk Putih dengan Bavendamm Test

Phanerochaete crysosporium[TomVolkFungi.net]
Metode untuk menentukan tipe pelapukan kayu oleh jamur dikembangkan 83 tahun yang lalu oleh Bavendamm (1928) dan diterbitkan di jurnal Pflanzenschutz, karena itu test ini sering disebut dengan Bavendamm Test dan media untuk mengujinya sering disebutkan hanya dengan nama media Bavendamm. Saya tidak bisa mendapatkan literatur aslinya dan tidak tahu bahasanya juga. Cuma uji ini sudah sangat umum digunakan untuk determinasi fungi pelapuk putih atau fungi pelapuk coklat. Ada beberapa literatur tahun 50-an dan 70-an yang menyebutkannnya. Metode ujinya sangat sederhana, mudah, cepat, dan akurat (terima kasih Pak Bavendamm yang telah menemukan metode ini).

Untuk mengenali apakah fungi atau jamur itu termasuk fungi pelapuk putih atau bukan, pertama, tentukan terlebih dahulu jamur tersebut termasuk Basidiomycetes atau bukan. Cara mudah membedakan basidiomycetes adalah dengan melihat tubuh buahnya. Umumnya basidiomycetes adalah jamur makro dan bisa membentuk tubuh buah. Memang ada beberapa jamur pelapuk putih yang tidak membentuk tubuh buah, seperti Phanerochaete chrysosporium. Di bawah mikroskop, miselia basidiomycetes juga terlihat lebih besar daripada jamur Ascomycetes atau Deuteromycetes.
Continue reading

Jamur Pelapuk Putih: Phanerochaete chrysosporium

Phanerochaete chrysosporium juga salah satu jamur pelapuk putih yang sangat banyak diteliti sejak 3 dekade yang lalu. Genom dari jamur ini juga sudah dipetakan (Martinez). Phanerochaete chrysosporium dideskripsikan oleh Hal Burdsall. Berikut ini beberapa gambar Phanerochaete chrysosporium dari website TomVolkFungi.net. Tom Volk adalah salah satu murid Hal Burdsall. Anda ingin mengetahui lebih banyak tentang jamur ini silahkan kontak ke Tom Volk.

Phanerochaete crysosporium

Phanerochaete crysosporium

Beberapa link literatur tentang jamur ini yang sangat menarik:
http://linkinghub.elsevier.com/retrieve/pii/0168644594900779
http://www.nature.com/nbt/journal/v22/n6/abs/nbt967.html
http://mmbr.asm.org/cgi/content/abstract/57/3/605
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/3322681


Artikel saya tentang pemanfaatan jamur pelapuk putih:
BIOLOGICAL PRETREATMENT OF LIGNOCELLULOSES WITH WHITE-ROT FUNGI AND ITS APPLICATIONS: A REVIEW


Digital Calculator for theoretical ethanol yield

ethanol yield
(source: http://www.nrel.gov/data/pix/Jpegs/17376.jpg)

Baca juga: Menghitung potensi bioetanol dari TKKS | Sirup gula dari TKKS


NREL, National Renewable Energy Laboratory dari negeri Paman Sam, menyediakan web calculator untuk menghitung hasil teoritik (theoritical yield) etanol dari biomassa lignosellulosa. Kalau Anda memiliki bahan baku biomassa dan ingin tahu berapa (secara teori) ethanol yang bisa dihasilkan dari biomassa itu, Anda bisa mencoba fasilitas ini. Silahkan kunjungi: http://www1.eere.energy.gov/biomass/ethanol_yield_calculator.html.
Berikut ini contoh perhitungan dari theoritical yield ethanol dari tandan kosong kelapa sawit (TKKS). Datanya saya peroleh dari literaturnya Law et al. (2007). Law et al. (2007) menganalisis TKKS lengkap sekali, termasuk kandungan gula (C5 dan C6)-nya. Kalau data dari Law et al. (2007) ini dimasukkan hasilnya sangat menarik sekali. Ini hasil dari calculatornya NREL:

179,4 gallon/ton bahan baku kering

atau kurang lebih

679 liter/ton bahan baku kering.

Hasil ini lebih tinggi dari semua bahan baku yang dicontohkan oleh NREL di websitenya (ada di bagian bawah calcultor).
Continue reading

Irpex lacteus, Jamur Pelapuk Putih yang punya banyak manfaat

This slideshow requires JavaScript.

Informasi biologi Irpex lacteus
(sumber: http://www.messiah.edu/Oakes/fungi_on_wood/poroid%20fungi/species%20pages/Irpex%20lacteus.htm)

Irpex lacteus adalah salah satu jamur pelapuk putih yang banyak diteliti. Jamur ini memiliki banyak sekali manfaat. Salah satu artikel yang membahas secara detail tentang manfaat jamur ini ditulis oleh Novotný. Artikel yang sangat menarik. Jika Anda tertarik dengan jamur ini, silahkan baca artikelnya di link ini: Irpex lacteus.

Scientific name: Irpex lacteus (Fr.:Fr.) Fr.
Derivation of name: Irpex means “a large rake with
iron teeth”; lacteus means “milky.”
Synonymy: Polyporus tulipiferae (Schw.) Overh.
Common names: Milk-white toothed polypore.
Phylum: Basidiomycota
Order: Polyporales
Family: Steccherinaceae
Occurrence on wood substrate: Saprobic; on dead
branches of deciduous trees; year-round.
Dimensions: Caps (when present) 1-4 cm wide.
Upper surface: Growth entirely resupinate to effused-
reflexed; caps (when present) whitish, drying yellowish;
velvety hairy.
Pore surface: White to cream, dingy yellow in age; tubes
breaking up into flattened teeth up to 6 mm long.
Edibility: Inedible.
Comments: The brackets often fuse to form long rows.
The caps may be very small in comparison to the spreading,
resupinate portions of this fungus.


(Photo © Gary Emberger.)
Continue reading