Tag Archives: Endnote

Mengedit Style Sitasi dan Daftar Pusataka pada Mendeley

Applikasi Mendeley sangat membantu dalam manajemen sitasi untuk penulisan ilmiah. Kadang-kadang kita perlu menyesuaikan gaya (style) penulisan sitasi maupun daftar pustaka dengan style yang digunakan dalam publikasi ilmiah tersebut. Mengedit sitasi memang tidak semudah menuliskan langsung ke dokumennya.

Ada beberapa cara untuk mengedit sitasi, bisa diedit secara langsung dengan Notepad atau dengan menggunakan visual editor di website-nya Mendeley. Saya lebih suka menggunakan visual editor on-line. Berikut ini langkah-langkah yang saya lakukan ketika mencari dan mengedit style di Mendeley.

1. Cari style yang paling mirip dan sesuai dengan style yang akan kita pakai. Ada banyak sekali pilihan style. Jadi saya lakukan pencarian style dulu sebelum mengeditnya.

2. Jika masih ditemukan ketidak sesuaikan. Misalnya, huruf nama harus miring atau dicetak tebal, jumlah nama di dalam sitasi, dll, baru kita lakukan pengedita style. Tandai bagian-bagian yang perlu di edit ini.

3. Login ke website Mendeley.com atau langsung ke Visual Editor Mendeley.

Di visual editor ini ada banyak pilihan untuk mengatur sitasi dan daftar pustaka. Awalnya mungkin terlihat membingungkan, namun sebenarnya sangat mudah. Ada dua kelompok utama: inline citation dan bibliography. Silahkan coba di-klik di menu yang tersedia dan lihat pilihan-pilihannya.

Selamat menggunakan Mendeley.

Advertisements

Study Patent; Langkah Penting Sebelum Melakukan Penelitian

Sebelum melakukan penelitian melakukan studi literatur adalah keharusan. Khususnya untuk mengetahui status terkini yang terkait dengan topik penelitian yang akan dilakukan. Mahasiswa sampai peneliti mesti melakukan hal ini sebelum melakukan penelitian. Bentuknya dituangkan dalam bentuk ‘Tinjauan Pustaka’. Saat ini paradigma penelitian sedikit bergeser. Penelitian sebaiknya tidak hanya berhenti hanya sampai di ‘tulisan ilmiah’ saja, tetapi sebaiknya penelitian harus bisa terwujud menjadi sebuah produk atau teknologi yang bisa dimanfaatkan oleh khalayak ramai. Nah, untuk masalah ini ada satu langkah lagi yang juga penting untuk dilakukan, yaitu study patent.

Sebenarnya bertahun-tahun yang lalu saya sudah tahu tentang masalah Patent dan HaKI ini. Waktu itu saya banyak membantu bos saya waktu itu menulis tentang HaKI dan paten. Tapi, terus terang, saya belum terlalu serius belajar tentang patent dan HaKI ini. Karena membaca dokumen patent cukup berat bagi saya. Bahasanya, bahasa hukum, pusing saya membacanya.

Saya mulai tertarik kembali dengan patent, ketika saya menemukan sebuah patent kuno tahun 1919 tentang bioethanol selulosa/kayu. Lihat linknya di sini: Patent Kuno Bioetanol. Yang membuat saya sedikit ‘kaget’ adalah ternyata sudah hampir seabad yang lalu sudah ada orang yang mematentkan teknologi pembuatan alkohol dari kayu. Padahal waktu itu, dalam pikiran saya, etanol dari kayu belum diperlukan sekali. HK Moore, inventor teknologi ini, pastilah orang yang visioner. Bioetanol generasi kedua baru mulai booming kira-kira dua dekade ini. Kini orang berlomba-lomba untuk menemukan teknologi bioetanol dari kayu/selulosa yang lebih efisien. Jumlah patent tentang topik ini kini meningkat lagi.

Study patent, menurut saya, adalah kewajiban jika kita ingin meneliti sesuatu. Studi pustaka saja tidak cukup. Sebelum penelitian lakukan juga studi patent. Patent berbeda dengan pustaka ilmiah. Patent adalah teknologi yang sudah siap dikomersialkan, bahkan mungkin sudah komersial dan sudah dilakukan di pabrik-pabrik besar. Dokumen patent bersifat publik, beda dengan jurnal ilmiah yang sebagian besar tidak gratis. Dokumen patent semestinya bisa diperoleh secara gratis full paper sedetail-detailnya.

Lalu dari mana kita bisa mendapatkan dokumen-dokumen patent itu?

Kini menelusur patent sangatlah mudah. Mudah sekali. Asal mau saja, akan banyak dokumen patent yang bisa diperoleh. Berikut ini beberapa situs yang bisa digunakan untuk melakukan penelusuran patent:

  1. Dirjen HaKI http://www.dgip.go.id/paten
  2. Google Patent http://www.google.com/patents
  3. USPTO http://www.uspto.gov/patents-application-process/search-patents atau USPTO
  4. WIPO https://patentscope.wipo.int/search/en/search.jsf
  5. EPO https://www.epo.org/searching.html

Dan masih banyak lagi situs-situs yang menyediakan dokumen patent. Bahkan dokumen dalam berbagai bahasa, seperti bahasa jepang, korea, jerman pun bisa kita peroleh. Canggih kan.

Study Patent memang tidak mudah dan cukup memusingkan. Tapi kalau sudah masuk ke dalam, Anda akan sangat tercenggang. Ternyata ada banyak teknologi yang mungkin sudah lebih advance dari pada yang kita pikirkan. Mungkin setelah membaca dokumen-dokumen patent ini akan banyak memberikan inspirasi-inspirasi baru dalam penelitian. Percayalah.

Karena saya sebelumnya banyak melakukan studi literatur. Tools yang saya pakai untuk melakukan studi patent pun menggunakan tools yang biasa dipakai untuk studi literatur, yaitu: Endnote, Zotero, Jabref, Mendeley dan lain-lain. Saya lebih sering menggunakan Endnote.

Informasi patent kita masukkan ke dalam applikasi manajemen literatur, Endnote misalnya. Termasuk yang paling penting adalah bagian claim. Copy saja bagian ini ke dalam salah satu ‘field’ di Endnote. Bagian abstrak juga dicopy. Jika tersedia, download juga full papernya dan link URL-nya. Setelah banyak informasi patent yang diperoleh. Langkah berikutnya adalah membaca secara sekilas dan mensortirnya. Kelompokkan patent-patent itu dengan logika tertentu. Terserah Anda sendiri bagaimana mengaturnya. Patent-patent yang menarik dipelajari lebih jauh. Dibaca patent ini dengan lebih detail. Kalau perlu diterjemahkan.

Sampai tahap ini, Anda akan banyak memperoleh informasi tentang teknologi terkini dari topik yang sedang Anda geluti. Ada banyak informasi dan teknik yang bisa dicoba-coba dan kemudian dimodifikasi untuk membuat teknologi yang lebih baik lagi atau lebih spesifik untuk objek tertentu.

Selamat melakukan studi patent.

Tips cara mudah dan cepat menyimpan referensi dari Google Scholar dan membuat daftar pustaka

tips google scholar referensi isroi

Google Scholar untuk mencari pustaka


Google Scholar menyimpan lautan pustaka ilmiah. Pencarian pustaka dengan Google Scholar akan mendapatkan ratusan atau bahkan ribuan pustaka ilmiah yang sesuai dengan kata kunci yang kita masukkan. Menyimpan dan membuat daftar pustaka dengan cara menuliskan atau meng-copy-paste satu persatu sangat-sangat tidak efektif. Saya ingin berbagi tips bagaimana cara menyimpan dan membuat daftar pustaka dari Google Scholar yang lebih cepat dan lebih efisien.

Di tulisan sebelumnya saya sudah menyampaikan tips mencari pustaka yang efisien secara on-line. Baca di link ini Tip Mencari Literatur Gratis di Internet.

Saya juga sudah menuliskan tips mengelola daftar pustaka dengan menggunakan aplikasi gratis yang bisa didownload di internet: JabRef atau Zotero. Silahkan baca di link ini JabRef dan Zotero.

Tips berikut ini berkaitan dengan tulisan sebelumnya. Saya tidak akan mengulang tip-tip tersebut. Jadi kalau Anda belum membacanya silahkan pelajari di link yang saya sebutkan di atas.

Pertama Anda memasukkan beberapa kata kunci penting referensi yang ingin Anda cari ke dalam kotak pencarian Google Scholar. Kemudian klik tombol SEARCH. Google Schoolar akan menampilkan hasil pencarian yang sesuai dengan katan kunci yang Anda masukkan. Semakin spesifik kata kunci yang Anda masukkan, akan semakin spesifik pula hasil pencariannya.

tips google scholar referensi isroi

Klik pada link More > Cite untuk melihat pilihan untuk mendownload file sitasinya.

Di bagian bawah daftar pencarian akan ditampilkan beberapa menu. Salah satunya adalah menu untuk mendownload file sitasinya. Di bagian kanan akan ditampilkan link untuk mendownload file full text jika tersedia. Silahkan klik menu MORE>CITE untuk menampilkan beberapa pilihan sitasi.

tips google scholar referensi isroi

Klik pada file yang sesuai dengan aplikasi manajemen pustaka Anda.

Jika Anda menggunakan aplikasi Endnote, download file untuk EndNote. Jika Anda menggunakan JabRef atau Zotero, download file BibTex. Tentukan nama file dan tempat penyimpanan file tersebut.

tips google scholar referensi isroi

Simpan file dengan nama tertentu pada folder Anda.

Langkah berikutnya adalah membuka file tersebut dengan mengklik dua kali pada file yang sudah didownload atau melalui aplikasi manajemen daftar pustaka yang Anda gunakan: Endnote, Zotero, atau JabRef. Aplikasi akan secara otomatis memasukkan sitasi tersebut ke dalam aplikasi manajemen daftar pustaka.

Dari daftar pustaka yang sudah Anda kumpulkan, Anda bisa menambahkan sitasi pada tulisan ilmiah yang sedang Anda buat dan menambahkan daftar pustakanya.

Selamat mencoba. Semoga bermanfaat.

JabRef Versi 2.6.: Cara Mudah Mengelola & Membuat Daftar Pustaka

JabRef TutorialJabRef versi 2.6 sudah diluncurkan. JabRef adalah aplikasi free untuk mengelola daftar pustaka kita. Aplikasi komersial yang mirip dengan JabRef adalah Endnote. JabRef sangat bermanfaat untuk mahasiswa, dosen, dan peneliti. Mengelola ratusan sampai ribuan pustaka bukanlah urusan yang mudah. Saya sudah memakai JabRef sejak dua tahun yang lalu.

Sekarang JabRef sudah sangat berkembang dibandingkan dengan versi sebelumnya. Salah satu feature terbaru yang menurut saya sangat bermanfaat adalah Web Search. Fasilitas ini sudah ada di versi-versi sebelumnya, tetapi di versi baru ini ada tambahan, yaitu pencarian dari situs sciencedirect. Dengan adanya feature ini, pencarian literatur terbaru menjadi sangat mudah dan sangat cepat.

Apalagi JabRef bisa digabungkan dengan OpenOffice.org atau MS Word, pembuatan sitasi dan daftar pustaka bisa menjadi lebih cepat dan menyenangkan. Saya sangat menyarankan pada para mahasiswa, dosen dan peneliti untuk segera menginstall JabRef. Bisa didownload di link ini:
http://jabref.sourceforge.net/download.php

Download Tutorial JabRef

Menu Web Search yang sangat lengkap.
Continue reading