Tag Archives: Gemstone

Suasana Pasar Batu Akik di Tobelo dan Ternate

Batu Akik Giok Halmahera Timur Warna Hijau Muda

Ini adalah salah satu jenis batu akik yang ditemukan di Halmahera Timur, yaitu batu giok warna hijau muda. Ada yang bagus warna hijau tua. Batu giok ini dijual di pasar batu Tobelo dan Ternate. Sayang jenis batu ini kurang bagus, masih banyak kapurnya. Warnanya saja yang unik, hijau muda.

batu akik tobelo giok haltim lavender

Dagangan batu akik di pasar batu Tobelo, Halmahera Utara. Ada batu giok haltim warna hijau muda, batu lavender warna ungu, batu hitam jahanam, batu merah hati hiu, dan lain-lain. (Foto koleksi pribadi)

batu giok haltim halmehara timur hijau

Batu giok haltim (Halmahera Timur) warna hijau tua. Sedikit tembus cahaya. Batu ini dijual di pasar batu akik Tobelo, Halhamera Utara. (Foto koleksi pribadi)

liontin batu akik giok fosfor bacan

Liontin berbentuk kucing yang berisi batu hijau fosfor dan batu bacan. (Foto koleksi pribadi)

batu giok hijau haltim

Batu giok hijau tua dari Haltim (Halmahera Timur), Maluku Utara.

image

image

image

batu giok haltim halmehara timur hijau

Batu giok haltim (Halmahera Timur) warna hijau tua. Sedikit tembus cahaya. Batu ini dijual di pasar batu akik Tobelo, Halhamera Utara. (Foto koleksi pribadi)

batu giok hijau haltim

Batu giok hijau tua dari Haltim (Halmahera Timur), Maluku Utara.

batu giok hijau haltim

Batu giok hijau tua dari Haltim (Halmahera Timur), Maluku Utara.

Batu giok haltim

Batu giok Haltim warna hijau asli dari pulau Hamahera, Maluku Utara. Batu giok ini sedikit tembus cahaya.

Batu Akik Lavender

batu akik lavender Maluku

Batu akik lavender asal Haltim (Halmahera Timur) Maluku Utara.

Ini salah satu batu akik yang saya temui di Maluku Utara. Pulau Maluku memang terkenal dengan keanekaragaman batu-batunya. Yang paling terkenal dan paling muahal memang batu dari Pulau Bacan, Batu Bacan Doku atau Batu Bacan Palamea. Batu lain yang menurut saya juga menarik adalah batu Lavender. Seperti namanya, batu ini berwarna unggu. Saya temui batu ini dijual di banyak tempat di pulau Halmahera, di pasar Tobelo, sepanjang jalan antara Sofifi Tobelo, di pasar Gamalama juga ada yang menjualnya.

Yang lebih menarik lagi bagi saya adalah variasi warna unggunya. Warna unggunya mulai dari unggu terang sampai unggu tua ada. Ada yang full polos, tetapi ada juga yang ada pola-polanya. Batu lavender kalau masih dalam bentuk bongkahan tidak akan terlihat seperti batu lavender. Bongkahannya seperti bongkahan kapur saja. Tetapi ketika dibelah baru akan terlihat warna unggunya. Semakin tua warna unggunya semakin mahal harganya, karena lebih sulit di dapat katanya. Kata penjualnya batu ini berasal dari Halmahera Timur, salah satu kabupaten di pulau Halmahera.
Continue reading

Batu akik Obi dari Pulau Obi Maluku

Batu akik Obi Maluku

Batu akik Obi Maluku

Batu cincin akik obi maluku utara

Cantiknya batu cincin akik Obi dari Maluku Utara

Batu akik cincin Obi Maluku Utara

Cantiknya cincin batu Obi dari Maluku Utara

batu akin cincin Obi

Cantiknya cincin batu Obi dari Maluku Utara (foto koleksi pribadi)

Batu Obi Leci Maluku

Batu obi warna putih leci asli dari pulau Obi, Maluku Utara. Pulau Obi itu dekatnya pulau Bacan.

Batu Obi leci Maluku

Batu obi warna putih leci asli dari pulau Obi, Maluku Utara. Pulau Obi itu dekatnya pulau Bacan.

Batu Obi Leci Maluku

Batu obi warna putih leci asli dari pulau Obi, Maluku Utara. Pulau Obi itu dekatnya pulau Bacan.

image

image

image

image

image

Batu Akik Hitam Jahanam dari Halmahera Part 2

Batu Akik Hitam Jahanam dari Pulau Halmahera untuk Meningkatkan Kejantanan Pria

Pengalaman Pertama Pergi ke Kepulauan Maluku

speed boat ternate

Dari dalam speed boat. (Foot koleksi pribadi)

Belum semua wilayah Indonesia sempat saya kunjungi, terutama Indonesia bagian timur. Salah satunya adalah kepulauan Maluku. Alhamdulillah, kerjasama penelitian saya dengan Dr. Andriko Noto Susanto, Kepala BPTP Maluku Utara disetujui dan mendapatkan anggaran dana meski dipotong lebih dari separonya. Ini menjadi kesempatan bagi saya untuk mengunjungi kepulauan Maluku. Saya jadi teringat dengan pelajaran sejarah ketika sekolah SD dulu, bagaiman heroiknya Kesultanan Ternate dan Tidore berjuang melawan penjajah Portugis yang ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan pala pada saat itu.

Saya berangkat Minggu tengah malam dari bandara Soekarno Hatta. Sambil menunggu di ruang tunggu bandara saya sempatkan menulis beberapa point apa-apa yang akan saya kerjakan di Maluku. Pukul setengah dua belas tengah malam, pesawat mulai boarding. Pesawat take off dengan lancar. Saya mencoba untuk tidur, karena besok mesti mulai kerja. Namun, meski mata sudah pejamkan, saya tidak bisa tidur. Hanya tidur-tidur ayam.

Kurang lebih dua jam, pesawat mendarat di bandara Makasar. Pesawat akan langsung ke bandara Baabullah di Ternate, penumpang dengan tujuan Ternate tetap diminta tinggal di pesawat. Setengah jam lebih penumpang lain memenuhi pesawat dan pesawat segera take off menuju Ternate. Jam tangan saya menunjuk pukul dua, tetapi pilot mengatakan pukul tiga. Saya tidak sadar jika sudah memasuki wilayah Indonesia Bagian Tengah (WITA).

Saya rasa dua jam lebih pesawat terbang menuju Ternate hingga pilot dan pramugari senior memberitahukan jika pesawat sudah bersiap-siap akan landing. Saya lihat dari balik kaca jendela pesawat, matahari sudah bersinar di ufuk, meski jam tangan saya masih menunjukkan pukul lima. Pramugari mengatakan jika pesawat mendarat di bandara Baabullah pukul 7. Waktu dua jam lebih cepat dari jam tangan saya.

Di bandara saya dijemput oleh Dr. Assagaf, salah seorang peneliti di BPTP Maluku Utara. Dengan menggunakan mobil avansa sewaan kami menuju pelabuhan. Kita masih menyeberang lagi ke Sofifi, kata Pak Assegaf. Dari pelabuhan kecil ini kami naik speed boat, kapal kecil dengan dua mesin baling-baling merek yamaha. Ada sekitar 8 penumpang di boat ini. Saya duduk di deretan belakang.

pelabuhan ternate

Suasana pelabuhan ternate. (Foto koleksi pribadi)


Continue reading