Tag Archives: PROMI

Hasil Panen Padi dengan Pupuk Kompos Promi

Minggu lalu saya panen padi yang dipupuk dengan pupuk kompos Promi. Lokasinya di desa Cigombong, kab Bogor dan petaninya bernama Pak Haji Zakaria. Kami biasa memanggilnya dengan panggilan Pak Haji Zaka.

Continue reading

Cerita Sampah, Masalah dan Solusinya Bagian 5

sampah


Baca ini juga: Cerita Sampah, Masalah, dan Solusinya Bagian 1 | Bagian 2 | Bagian 3 | Bagian 4 | Bagian 5 | 3 Fokus pengelolaan sampah | Pengomposan Sampah | UU No. 18 th 08 tentang Sampah



Sampah bukan MASALAH, SAMPAH ADALAH BERKAH.
Info lengkap pelatihan pengelolaan sampah klik disini: BERKAH DARI SAMPAH


Sampah adalah Kawan, Bukan Lawan

Dulu aku berpikir sampah adalah biang keladi masalah, sumber penyakit, kumuh, bau, dan jorok. Ngak ada rasa simpati sama sekali terhadap para sampah ini. Ngak ada sama sekali dalam kamusku bahwa sampah itu ada kebaikannya. Semua stigma-stigma negatif bin jelek tertuju padanya. Semua sampah adalah musuh yang harus diperangi bersama.

Continue reading

Cerita Sampah, Masalah, dan Solusinya Bagian 4

sampah

Dari Tanah Kembali ke Tanah


Baca ini juga: Cerita Sampah, Masalah, dan Solusinya Bagian 1 | Bagian 2 | Bagian 3 | Bagian 4 | Bagian 5 | 3 Fokus pengelolaan sampah



Sampah bukan MASALAH, SAMPAH ADALAH BERKAH.
Info lengkap pelatihan pengelolaan sampah klik disini: BERKAH DARI SAMPAH


Banyak sekali macam-macam sampah. Aku hanya kenal sebagian dari mereka. Jadi aku akan ceritakan yang aku tahu saja. Cerita sampah yang lain, akan aku ceritakan kalau sudah tahu. Atau biar orang lain saja yang bercerita.
Continue reading

Cerita Sampah, Masalah, dan Solusinya Bagian 3

Sampah yang menumpuk di kali

Sampah yang menumpuk di kali


Sampah bukan MASALAH, SAMPAH ADALAH BERKAH.
Info lengkap pelatihan pengelolaan sampah klik disini: BERKAH DARI SAMPAH


Mengapa Para Sampah Berkumpul


Baca ini juga: Cerita Sampah, Masalah, dan Solusinya Bagian 1 | Bagian 2 | Bagian 3 | Bagian 4 | Bagian 5 | 3 Fokus pengelolaan sampah | Pengomposan Sampah | UU No. 18 th 08 tentang Sampah


Sampah bermasalah karena mereka berkumpul. Pertanyaan berikutnya adalah KENAPA dan BAGAIMANA MEREKA BERKUMPUL. Yang paling bisa menjawabnya adalah para sampah-sampah itu sendiri. Andaikan mereka punya mulut, pasti akan mengatakannya dengan jujur. Atau andaikan kita mengerti bahasa mereka, kita pun akan tahu. Tetapi sayangnya, mereka tidak punya mulut untuk berbicara atau kita yang tidak bisa mengerti bahasa mereka.
Continue reading

Cerita Sampah, Masalah, dan Solusinya Bagian 2

sampah plastik tpa

Sampah plastik yang memiliki nilai jual


Baca ini juga: Cerita Sampah, Masalah, dan Solusinya Bagian 1 | Bagian 2 | Bagian 3 | Bagian 4 | Bagian 5 | 3 Fokus pengelolaan sampah | Pengomposan Sampah | UU No. 18 th 08 tentang Sampah



Sampah bukan MASALAH, SAMPAH ADALAH BERKAH.
Info lengkap pelatihan pengelolaan sampah klik disini: BERKAH DARI SAMPAH


Kelompok Sampah

Namun, kalau dicermati lebih dalam lagi. Sampah bisa dibagi-bagi. Ada yang bener-benar sampah alias sampah sejati, ada yang setengah sampah, ada juga yang sebenarnya bukan sampah. Mudahnya begini:

1. Geng Sampah sejati.
Geng sampah pertama adalah sampah sejati, sampah tulen, dan barang-barang yang sudah tidak berguna dan tidak bisa dimanfaatkan lagi.

2. Geng Setengah Sampah.
Geng ini adalah geng barang yang sudah dicampakkan orang karena dianggap tidak berguna lagi. Padahal sebenarnya dia masih berguna, masih memiliki manfaat atau dimanfaatkan. Tetapi agar barang ini bisa dimanfaatkan, barang ini harus diolah dulu atau harus diubah dulu menjadi bentuk lain untuk manfaat lain, atau istilah kerennya ‘recycle’ alias ‘daur ulang’. Kata kebanyakan orang geng ini adalah sampah, tetapi kalau menurutku ini bukan sampah, ini ‘duit’. Ngak percaya??? Coba tanya pada para pemulung-pemulung itu.

Continue reading

Cerita Sampah, Masalah, dan Solusinya Bagian 1

sampah_plastik02


Baca ini juga: Cerita Sampah, Masalah, dan Solusinya Bagian 1 | Bagian 2 | Bagian 3 | Bagian 4 | Bagian 5 | 3 Fokus pengelolaan sampah | Pengomposan Sampah | UU No. 18 th 08 tentang Sampah


Sampah menjadi masalah di mana saja, di kota mana saja, di kota atau di desa, dan siapa saja. Sampah menurut saya adalah hal yang sewajarnya dan semestinya. Selalu ada sampah. Ibaratnya, orang makan. Tidak semua yang kita makan akan habis. Selalu ada sisa dan ada yang dibuang. B A B kita adalah sampah kita. Kentut (maaf) kita adalah sampah kita. Nafas kita adalah sampah kita. Keringat kita adalah sampah kita. Kalau kita mati, tubuh kita pun jadi ‘sampah’. Binatang lain atau organisme lain juga memiliki perilaku yang mirip, selalu ‘buang sampah’. Bangakai binatang menjadi ‘sampah’ juga. Mirip manusia. Kalau diperhatikan, mesin pun juga buang sampah. Motor dan mobil buang asap, itulah sampahnya. Pabrik juga buang sampah, tetapi kita menenyebutnya ‘limbah’. Intinya sama saja: sampah.


Link terkait: Mengelola Sampah Warga



Sampah bukan MASALAH, SAMPAH ADALAH BERKAH.
Info lengkap pelatihan pengelolaan sampah klik disini: BERKAH DARI SAMPAH


Continue reading

Cara Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga di Perkampungan/Perkotaan

Buku KomposMasalah sampah adalah masalah semua orang, termasuk di kota Bogor. Warga seringkali membuang sampah sembarangan yang menyebabkan penyumbatan aliran sungai dan akhirnya dapat menyebabkan banjir. Kondisi ini mendorong Pak Djajat, anggota Dewan kota Bogor, untuk mengelola sampah warga di RW setempat. Kira-kira pertengahan tahun 2007, Pak Djajat dan Pak Wawan datang ke laboratorium saya untuk berdiskusi tentang pengelolaan sampah warga. Selain datang ke tempat saya, Pak Djajat juga datang ke beberapa orang untuk belajar mengelola sampah warga. Mengelola sampah sebenarnya tidak terlalu sulit, yang lebih sulit adalah memberikan pemahaman kepada warga untuk mengelola sampah dan istigomah menjalankan program ini.


Baca juga: SAMPAH | Mengelola Sampah Rumah | Mengelola Sampah Pasar



Pak Wawan (kiri) ketua pengelola sampah warga sekaligus Pak RW dan Pak Djajat (kanan).

Continue reading

Menanam Jati di P. Sumatera

Sedikit tidak lazim kalau ada orang yang menanam jati di pulau Sumatera, karena kondisi tanah dan lingkungan di wilayah ini kurang cocok untuk jati. Selama ini pohon jati lebih banyak ditemui di pulau Jawa, khususnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kota-kota seperti: Blora, Cepu, Batang, Pekalongan, Madiun, Ngawi, Pacitan, Ponorogo dan beberapa kota lain sangat terkenal dengan pohon Jati. Di wilayah ini jati dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan jati kualitas nomor satu. Tapi bukan berarti jati tidak dapat di tanam di pulau selain pulau Jawa. Tulisan ini sekedar tukar pengalaman berdasarkan apa yang aku saksikan di P. Sumatera.

Continue reading

Tamu dari Sumedang

Hari selasa siang, aku dan Dr. Agus Purwantara diminta menemani Kepala Balai, Dr. Darmono Taniwiryono, untuk menyambut tamu dari Sumedang. Tamu ini dari Kantor Penyuluhan Pertanian Kehutanan dan Ketahanan Pangan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Semuanya berjumlah 8 orang, yaitu:

Continue reading

Memisahkan Sampah Mulai dari Diri Sendiri

Salah satu permasalahan dalam pengelolaan sampah adalah memisahkan sampah organik dan sampah non organik. Hal ini sudah disadari sejak lama. Sudah sejak beberapa tahun yang lalu mulai digalakkan untuk membuang sampah sesuai kelompoknya. Dulu ada tiga macam tong sampah: tong warna kuning, tong warna hijau, dan tong warna merah. Tong warna merah untuk sampah-sampah logam, kaca, bahan berbahaya dan lain-lain. Tong warna kuning untuk sampah kertas dan plastik. Sedangkan tong warna hijau untuk sampah-sampah organik. Tidak tahu sudah berapa besar anggaran yang dikeluarkan untuk menyediakan tong-tong sampah ini. Namun, hasilnya sampai saat ini belum menggembirakan.


Dua tempat sampah di rumah untuk sampah nonorganik dan organik.
Continue reading