Category Archives: Biofertilizer

tulisanku tentang biofertilizer

Penelitian Top di China Bisa Menghasilkan Jahe Gajah Sampai 88 ton/ha

produksi jahe gajah 88 ton/ha

Penelitian intensif tentang jahe di China bisa menghasilkan produksi hingga 88 ton/ha


Aplikasi hormon (zpt) giberelin untuk meningkatkan produksi jahe
Aplikasi pupuk anorganik untuk jahe
Pupuk Organik Cair Khusus Jahe

Dari data yang dikeluarkan oleh http://www.mapsofworld.com, menyebutkan bahwa China adalah produsen jahe no. 2 terbesar di dunia setelah India. Indonesia sendiri berada di peringkat No. 6 setelah Thailand. Harus diakui kalau China memang unggul dibidang ini. Saya coba searching bagaimana penelitian di China tentang jahe ini. Ternyata hasilnya sungguh luar biasa. Sejak satu dekade lebih dilakukan penelitian intensif tentang jahe di China. Hasilnya tidak hanya berhenti di jurnal dan ‘ndongkrok’ di perpustakaan. Produksi jahe di China meningkat pesat dan kini berada di posisi no. 2 di dunia.

Meski sebagian besar literatur-literatur ilmiah tentang jahe ditulis dalam bahasa China, untungnya bagian abstraknya masih di tulis dengan bahasa Ingris, jadi saya masih bisa membaca intisari dari penelitian ini. Ketika searching saya memanfaatkan mesin pencari milik Google yang khusus untuk jurnal-jurnal ilmiah, yaitu: Google Schoolar. Ada banyak sekali daftar publikasi yang muncul. Memang sebagian besar berasal dari dua negera produsen ton ginger dunia: India dan China. Saya tertarik dengan penelitian-penelitian di China. Karena penelitiannya sangat komprehensif, dari semua sisi. Karenana tidak heran kalau hasilnya juga luar biasa.

Dari literatur itu saya temukan sebuah peningkatan dan capaian yang sangat signifikan.
– Tahun 2006 Chuangke et al melaporkan jika hasil penelitiannya bisa menghasilkan produksi jahe hingga 58 ton/ha.
– Tahun 2007 Kong et al melaporkan jika hasil penelitiannya bisa menghasilkan produksi jahe hingga 60 ton/ha. Naik sedikit, tapi kemajuan yang tidak kecil.
– Tahun 2009 Dong et al melaporkan pencapaian yang sangat luar biasa, produksi jahenya bisa mencapai 88 ton/ha. Gilleee bener…..
Continue reading

Pengomposan Bahan Organik In-situ untuk Kebun Kelapa Sawit

Bercocok Tanam di Teras Rumah (part 2)

image

Ini melanjutkan lagi posting sebelumnya tentang bercocok tanam di teras rumah. Awalnya cuma iseng-iseng saja, ternyata asik juga. Teras rumah yang cuma seuprit bisa untuk menanam sayur2an. Cara penanamannya organik dan tidak menggunakan pupuk kimia atau obat2a kimia. Jadi lebih sehat dan lebih aman. Istilah kerennya sekarang adalah urban organic farming.

Benih & Bibit Tanaman

Saya akan cerita mulai dari awal, benih tanaman sayur-sayuran. Kebetulan beberapa waktu yang lalu saya mudik ke kampung halaman di Magelang. Di kampung benih lokal tanaman sayuran harganya murah. Saya beli beberapa macam benih. Terutama benih-benih yang cocok di dataran rendah. Saya membeli banyak benih tanaman, seperti: bayam cabut, kangkung cabut, tomat, cabai rawit hijau, cabai rawit merah, terong unggu, terong lalap, kacang panjang, sawi hijau dan kobis (kol). Belinya cuma sekantong kecil saja. Jumlah itu sudah lebih dari cukup untuk menanam di halaman rumah.

image

Kangkung Cabut

Continue reading

Aplikasi Promi untuk Penambahan Mikroba Biofertilizer pada Pupuk Organik Cair (POC)

Catatan buku: Prinsip dan Teknologi Pertanian Organik, Prof. Agus Kardinan (editor)

Buku pertanian organik

Prinsip dan Teknologi Pertanian organik

Saya mendapatkan buku menarik tentang pertanian organik yang berjudul “Prinsip dan Teknologi Pertanian Organik” terbitan Badan Litbang Pertanian. Editor buku ini adalah Prof. Dr. Ir. Agus Kardinan, salah satu ahli pertanian organik dari Badan Litbang Pertanian. Bukunya cukup tebal, ukurannya A4. Menarik, kesan saya pertama kali mendapatkan buku ini.

Buku ini adalah kumpulan tulisan dari beberapa orang, terutama dari peneliti di Badang Litbang Pertanian. Artinya kredibilitas dari penulis maupun isinya bisa ‘dipegang’. Isinya cukup lengkap, mulai dari kebijakan pertanian organik di Indoneisa, prospeknya, prinsip pertanian organik yang ada di kepmentan, teknologi pestisida babati, pestisida hayati, cara praktis pembuatan pestisida nabati, aplikasi teknologi nano, dan juga kisah sukses pertanian organik. Menurut saya isi dan informasinya bagus dan bermanfaat. Namun, sayangnya buku ini lebih mirip monograph atau prosiding seminar. Kumpulan makalah yang ditumpuk dan di jilid.

Penulisannya juga bergaya tulisan ilmiah. Misalnya, bagian depan ada ringkasan eksekutif. Lalau di artikel-artikelnya ada abstrak, pendahuluan, dan ditutup dengan penutup dan daftar pusataka. Karena pada dasarnya adalah makalah terpisah terasa ada loncatan ide maupun gaya penulisan. Ada sebagian materi yang terasa diulang-ulang. Untuk pembaca awam atau praktisi pertanian organik, bahkan petani membaca buku ini terasa seperti makan roti afgan yang besar dan keras. Rotinya memang bergizi, tapi ngigitnya susah, apalagi mengunyah dan menelannya.

hormon tanaman giberelin auksin sitokininSaya juga agak sanksi dengan proses cetaknya. Sepertinya buku ini tidak dicetak tapi diprint dan langsung di jilid jadi buku. Saya khawatir kalau ketumpahan minuman atau kena air tulisannya bisa luntur. Sayang sekali.

Andaikan buku ini ditulis lebih populer, istilah-istilah teknis dan akademis dikurangi, lalu gaya bahasanya juga dibuat lebih santai, mungkin buku ini akan jadi seperti criping yang renyah dan membuat ketagihan.

Apa pun itu. Kalau Anda hobi pertanian organik, praktisi pertanian organik, atau pun pengamat saja, saya sarankan untuk memiliki buku ini.

Baca ulasan tentang beberapa buku di Catatan Buku

Kembali ke Sawah Lagi

hormon tanaman giberelin auksin sitokininBeberapa tahun yang lalu saya aktif di ‘sawah’ melalui program Primatani Badan Litbang Deptan. Di sinilah saya banyak belajar bertani ke Pak Haji Zaka. Sayang belum tuntas saya belajar keburu harus pindah aktivitas. Kini saya punya kesempatan kembali ke sawah lagi. Saatnya belajar lagi.

Catatan belajar bertani itu saya kumpulkan dalam buku Budidaya Padi Sehat. Saya ingin melengkapi dan menyempurnakan isi buku itu. Saya berharap bisa mempraktekkanya langsung dan membuktikannya sendiri sebelum saya tuliskan dalam buku kecil itu.

Budi Daya Padi SehatBeberapa aspek yang belum tertulis secara jelas di buku itu adalah masalah HPT (hama dan penyakit tanaman). Saya cuma membahasnya secara singkat. Juga masalah pembibitan maupun paska panennya. Di dalam blog ini banyak resep MOL dan pestisida nabati. Artikel tentang itu akan saya masukkan. Kemudian tentang pemupukan, saya perlu masukkan pemupukan dengan menggunakan bagan warna daun. Tujuannya agar pemupukan lebih efisien.

Kalau saya punya kesempatan juga, saya ingin mempraktekkan pertanian yang full organik.

Insya Allah.

Ide Membuat Organic Urban Farming

hormon tanaman giberelin auksin sitokininOrang kota tidak punya lahan. Namun, banyak orang kota yang ingin ‘bercocok tanam’. Solusinya adalah ‘bercocok tanam’ dengan mengoptimalkan lahan yang ada, seefisien mungkin. Misalnya dengan metode vertikultur, hidroponik, ataun aquaponik. Apalagi jika bisa dibuat full organik akan lebih sehat.

Ide itu dilontarkan oleh teman yang baru saja hadir di komunitas petani organik kota Bandung. Idenya memang menarik. Saya yang sudah lama ingin ‘bercocok tanam’ jadi mulai bergairah lagi. Saya bisa membuat kompos sendiri, pupuk organik cair sendiri, dan pestisida nabati sendiri. Saya bisa menerapkannya dalam skala kecil di rumah saya sendiri.

Pilihan awal saya adalah dengan metode vertikultur. Tempat untuk menanam bisa memanfaatkan botol bekas air mineral. Komposnya memakai kompos dedaunan yang dibuat dengan Promi.

Continue reading

Panduan Aplikasi Biang POC untuk Padi Sawah

Aplikasi Promi Langsung Di Sawah

The Legume-Rhizobium Symbiosis

image

Rhizobium yang bersimbiosis dengan tanaman kacang2an sudah sejak lama diteliti dan terbukti bisa meningkatkan produktivitas tanaman kacang-kacangan. Rhizobium banyak dimanfaatkan sebagai mikroba aktif biofertilizer. Ada banyak produk biofertilizer di pasaran yang mengandung Rhizobium. Bahkan, beberapa pupuk cair pun diperkaya dengan Rhizobium.

Buku kecil ini sangat bermanfaat dan penting untuk orang2 yang bekerja dengan Rhizobium. Meskipun tipis tetapi isinya lengkap. Mulai dari pengambilan sampel di lapang hingga pengujiannya.