Category Archives: Fotografi

Anak-anak Penyebrang Kali Progo

Lima anak menyeberangi kali Progo untuk kembali ke desa mereka. Kali Progo ini memisahkan antara desa mereka dengan kota Magelang. Menyeberang kali ini merupakan jalan terdekat daripada mesti melalui jembatan yang jaraknya sekitar 1 sampai dua kilo dari tempat ini. Kali Progo di posisi ini cukup lebar, mungkin sekitar 40-50 meter lebarnya. Kali Progo juga banyak batu-batu besar, airnya keruh dan cukup dalam. Namun, ada beberapa bagian kali yang airnya dangkal. Bagian yang dangkal inilah yang sering dilalui warga desa Gemulung untuk menyeberang menuju kota. Ketika menyeberang mereka mesti ekstra hati-hati dan memilih jalur yang dangkal.

Menyeberangi kali Progo butuh keberanian, nekad, dan pengalaman. Karena nyawa taruhannya. Sungai ini sudah banyak memakan korban jiwa, terutama ketika musim penghujan dan air sangat deras. Sudah banyak orang yang hanyut dan meninggal terbawa arus sungai.

menyebrangi kali progo fotografi anak-anak


menyebrangi kali progo fotografi anak-anak


menyebrangi kali progo fotografi anak-anak


menyebrangi kali progo fotografi anak-anak


menyebrangi kali progo fotografi anak-anak


menyebrangi kali progo fotografi anak-anak


menyebrangi kali progo fotografi anak-anak


menyebrangi kali progo fotografi anak-anak

Koboi Emas

Ada banyak cara orang untuk mencari uang. Orang ini memakai kostum koboi dengan warna emas. Tubuhnya juga diolesi make up warna emas. Bersandar di tembok yang senada dengan warna kostumnya. Lalu duduk mengelosor. Tidak lupa didepannya ditaruh kaleng untuk tempat koin. Di Fredsgatan (jalan freds) yang ramai ini banyak orang yang suka melihatnya. Mereka terhibur dan melempar koin ke kalengnya. Mengambil fotonya. Ada juga yang berpose di sampingnya, lalu tidak lupa memberi uang recehan.

fotografi koboi emas

fotografi koboi emas

fotografi koboi emas

fotografi koboi emas

fotografi koboi emas

fotografi koboi emas

fotografi koboi emas

fotografi koboi emas

fotografi koboi emas

fotografi koboi emas

fotografi koboi emas

fotografi koboi emas

fotografi koboi emas

Pak Tua Penyayang Burung Danau Svarttemossa

Pak Tua dan Burung photo essay

Pak Tua itu umurnya saya perkirakan sudah kepala tujuh, kulitnya sudah berkeriput, dan rambutnya sudah putih semua. Pak Tua itu seperti biasa pergi ke danau Svarttemosse dengan membawa biji-bijian dan roti, rutinitas yang selalu beliau lakukan hampir setiap hari. Biji-bijian dan roti itu untuk burung dara (Columba palumbus), angsa (Branta canadensis), bebek (Anas platyrhynchos), dan skratmass (Larus ridibundus) yang hidup di sekitar danau. Pak Tua berjalan menuju batu-batuan di ujung danau tempat burung-burung biasa berkumpul.

Burung-burung liar itu seperti sudah sangat akrap dengan Pak Tua. Burung-burung dara liar itu segera mengerumuninya. Burung-burung dara itu terbang hinggap di bahu dan lengan Pak Tua. Apalagi ketika Pak Tua mengeluarkan biji-bijian dari tas pinggangnya. Burung-burung dara segera berebut makan di tangannya. Burung-burung liar tampak tidak takut sama sekali dengan Pak Tua.

Saya mengamati Pak Tua dari jarak agak jauh agar burung-burung tidak takut dan terbang. Saya sangat takjub dengan pemandangan ini. Saya juga biasa memberi makan burung-burung di Svarttemossa, tetapi tidak pernah bisa sedekat itu dengan burung-burung. Saya hanya bisa melempar makanan ke danau dan belum pernah bisa menyentuhnya.

Pak Tua beranjak pergi dari batu menuju sisi danau yang lain. Burung-burung dara itu seperti tidak mau ditinggalkan. Burung-burung itu tetap terbang mengikutinya bahkan ada yang tetap hinggap di pundak dan lengannya. Pak Tua menuju ke tepi danau yang banyak angsa dan bebek-bebek liar.

Di tepi danau ini segera duduk. Tanpa perlu memanggil mereka, angsa-angsa liar dan bebek-bebek liar segera datang menghampirinya. Pak Tua mengeluarkan roti yang disimpan di kantong plastik dan memberikannya ke angsa-angsa dan bebek-bebek. Sekali lagi saya terpesona, karena angsa-angsa itu mengambil makanan dari tangan Pak Tua tanpa takut sama sekali. Bebek-bebek dan skrattmass menunggu dari jarak agak jauh, karena biasanya diusir oleh angsa dan mendekat setelah angsanya pergi.

Burung dara, angsa, bebek, dan skrattmas adalah binatang yang hidup liar di sekitar danau Svarttemossa. Tidak ada yang memburu atau menembak mereka. Bahkan orang-orang yang tinggal di sekitar danau menyayangi mereka, menjaga kelestarian mereka, dan memberi mereka makan. Seperti Pak Tua itu yang bisa sangat akrab dan dekat dengan burung-burung di danau Svarttemossa.

Pak Tua dan Burung photo essay

Pak Tua dan burung photo essay

Pak Tua dan burung photo essay

Pak Tua dan burung photo essay

Pak Tua dan burung photo essay

Pak Tua dan burung photo essay

Pak Tua dan burung photo essay

Pak Tua dan burung photo essay

Pak Tua dan burung photo essay

Pak Tua dan burung photo essay

Pak Tua dan burung photo essay

Pak Tua dan burung photo essay

Pak Tua dan burung photo essay

Pak Tua dan burung photo essay

Pak Tua dan burung photo essay

Pak Tua dan burung photo essay

Pak Tua dan burung photo essay

Mengolah Foto: Cropping

Editing atau pengolahan foto dilakukan untuk membuat foto terlihat lebih bagus, lebih cantik, dan lebih berkesan. Salah satu proses editing dasar yang sering dilakukan adalah CROPPING. Praktek meng-cropping foto sudah dilakukan sejak awal mula fotografi. Sejak kamera masih manual dan film masih dalam bentuk lembaran-lembaran kaca cropping sudah dilakukan. Banyak foto-foto yang jadi icon (iconik) dan terkenal adalah hasil cropping.

Contoh foto hasil cropping yang paling terkenal adalah foto sang legenda Che Guevara yang difoto oleh Alberto Corda. Saya pernah membaca salah satu buku yang membuat foto-foto karya Alberto Corda, dokumentasi, biografi, dan cara kerjanya. Saat itu Fidel Castro, sahabat Che, sedang melakukan pidato yang berapi-api. Che berada dipanggung bersama dengan Fidel. Seperti biasanya Corda memotret tokoh-tokoh ini. Dia memotret dari berbagai posisi dan beberapa kali.

Alberto Corda Che Guevara Negatif Film
Sumber: http://repeatingislands.com/2010/03/07/row-rages-over-iconic-image-of-che-guevara/

Corda meminta asistennya untuk membuat ‘sheet’ foto-foto tersebut dan dia mengamati negatifnya juga. Ada satu foto yang menarik yang menunjukkan Che dengan kharismanya. Foto itu diambil dalam posisi landscape. Sayangnya ada objek lain yang masuk ke dalam ‘frame’ dan merusak foto Che. Di sebelah kiri ada foto orang lain yang terikut dan sebelah kanan ada daun-daun. Inilah foto asli Che Guevara yang legendaris itu.

Alberto Corda Che Guevara Negatif Film
Sumber : http://twistedsifter.com/2012/06/the-bigger-picture-uncropped-versions-of-iconic-photos/
Continue reading

Portrait of Keke

Portrait of keke
Lebaran tahun ini seperti lebaran tahun-tahun sebelumnya. Seluruh anggota keluarga berkumpul di rumah eyang, termasuk kami sekeluarga, saudara ipar, sepupu, dan keponakan-keponakan. Saya yang memang suka motrat-motret kebagian tugas mendokumentasikan acara keluarga. Termasuk membuat foto keluarga besar, keluarga saudara-saudara, dan juga portrait orang-per orang.

Belasan wajah sudah saya foto satu per satu. Ada satu keponakanku yang memiliki ‘wajah fotogenik’. Saudara saya ini memiliki anak dengan nama panggilan yang cukup unik. Anak terbesar panggilannya KAKA, adiknya yang nomor dua KIKI, dan yang nomor ketiga panggilannya KEKE. Entah kalau ada adiknya lagi mungkin panggilannya KUKU….:-).

KEKE, anak perempuan, baru kelas 5 SD dan bersekolah di kecamatan yang suka disebut oleh Si Tukul Arwana: RANDU BLATUNG. Nama desa yang sedikit unik dan lucu. Keke sedikit pemalu, perlu waktu bagi saya untuk mendapatkan foto ekspresi yang menarik. Ketika acara foto-foto sudah selesai, saya lihat dia tampak gembira dan ceria sekali. Tidak saya sia-siakan moment ini. Saya set kamera saya dan saya minta dia untuk berpose sedikit. Saya foto dengan jarak cukup dekat, cuma sekitar 30 sentian dari depannya. Saya foto berkali-kali sampai saya dapatkan ekspresinya yang paling menarik.

Continue reading

Graffiti

This slideshow requires JavaScript.

Graffiti hampir saya temukan di setiap kota yang pernah saya kunjungi. Coretan-coretan dinding ini tersebar di berbagai sudut-sudut kota. Mereka mencoret-coret di dinding-dinding yang tak bertuan, rumah-rumah tua, bahkan ada juga yang mencorat-coret di tembok toko-toko. Sebagian menganggap mereka anak kurang ajar (mungkin yang punya dinding), anak-anak berandalan. Ada juga yang menganggap anak kreatif dan ungkapan expresi anak remaja.

Pernahkan Anda memperhatikan coreta-coretan itu. Mereka berteriak “Berikan Kami Ruang”, “Ruang Kami Diserobot Iklan”, dll.

Foto terbang Natsumi Hayashi: Levitation

Natsumi Hatashi

Natsumi Hayashi, gadis Jepang, ini memotret dirinya sendiri. Namun, yang uni adalah dia melompat ketika difoto, sehingga terlihat seperti terbang. Sebagian besar foto-foto Natsumi dibuatnya sendiri. Dia menggunakan timer dan pre-focus untuk memotret dirinya sendiri. Beberapa detik sebelum shutter terbuka, dia melompat.

Foto-foto Natsumi sangat luar biasa. Dia mengambil foto dibanyak tempat, di kafe, di jalan, di dalam tram, di rumah. Terlihat unik dan artistik. Meskipun, teknik ini bukan dia sendiri yang menemukannya.

Silahkan lihat foto-foto Natsumi di websitenya yang sangat terkenal:
http://yowayowacamera.com/

Situs Fotografi 500px.c0m

This slideshow requires JavaScript.


Karena suka jeprat-jepret aliat memotret saya akhirnya ketemu dengan website http://500px.com. Salah seorang teman saya yang memberi tahu saya tentang situs ini. Situs http://500px.com adalah sebuah situs komunitas fotografi yang cukup besar. Di situs ini berkumpul fotografer-fotografer profesional dan amatir seperti saya ini. Saya senang melihat foto-foto yang bagus-bagus. Dari sini saya bisa belajar dan meniru dari fotografer yang sudah mahir.

Foto-foto yang dipajang di situs ini sebagian besar sudah dipermak tampilannya. Ada yang dimanipulasi sederhana (basic) atau bahkan total dimanipulasi. Namun, yang terpenting adalah foto-foto itu terlihat indah dan enak dipandang mata.

Asiknya lagi di situs ini kita bisa memberi komentar, vote, atau like. Foto-foto yang banyak di-vote akan mendapatkan score tinggi dan masuk ke dalam kelompok populer. Jadi kita bisa berinteraksi dengan member-member lain.

Selain itu, di situs ini kita juga bisa menjual foto-foto kita secara online. Kalau foto-foto kita bagus dan banyak di-vote apalagi masuk ke editor’s chooice besar peluangnya untuk ‘laku’ dijual. Sistemnya adalah bagi hasil. Kita mendapatkan bagian dari hasil penjualan foto-foto kita. Besarnya, untuk download sekitar $2 dolar sekali download. Lumayan kan. Apalagi kalau dibeli print, bisa sampai puluhan dolar.

Kalau Anda suka memotret dan ingin mendapatkan sedikit uang tambahan dari hobi Anda itu, alangkah baiknya kalau bergabung dengan http://500px.com.

Landscape photos of Central Java

This slideshow requires JavaScript.

Graffiti Seputaran Magelang

This slideshow requires JavaScript.


Graffiti atau coretan di dinding banyak ditemui di kota Magelang.