Category Archives: Pupuk

Cara Pembuatan Pestisida Nabati: Esktrak Tembakau (Nicotiana tobaccun L.)

ekstrak tebakau pestisida nabati Tembakau (Nicotiana tobaccum L.) adalah salah satu bahan pestisida nabati/pestisida organik yang sangat ampuh. Berbagai macam hama bisa dikendalikan dengan ekstrak tembakau ini. Hampir semua bagian tanaman tembakau bisa dimanfaatkan untuk pestisida nabati. Daun tembakau, terutama yang sudah difermentasi, sangat efektif untuk pestisida nabati. Jika daun tembakau tidak tersedia, atau mahal harganya, bisa memanfaatkan sisa-sisa batang setelah tanah. Bahan pestisida nabati juga bisa memanfaatkan tembakau yang kualitasnya jelek dan harganya murah.

Info lengkap Pestisida Nabati/Pestisida Organik klik di sini: Pestisida Nabati

hormon tanaman giberelin auksin sitokininBeberapa daerah dikenal sebagai sentra produksi tembakau, seperti: Temanggung, Wonosobo, lereng Gn. Merapi, Jember, Banyuwangi, dan beberapa tempat lainnya. Ketika musim panen tiba, banyak sekali sisa-sisa tembakau yang harganya relatif miring. Kumpulkan saja bahan-bahan ini dan jika diperlukan suatu saat bisa dimanfaatkan untuk membuat pestisida nabati.

Petani-petani yang ada di sekitar wilayah penghasil tembakau, bisa memanfaatkan bahan ini untuk pengganti pestisida kimia. Pestisida nabati dari daun tembakau tidak kalah manjurnya daripada pestisida kimia. Memang petani mesti repot sedikit untuk membuat pestitidanya, tetapi yang lebih penting adalah petani bisa mandiri dan lebih ramah lingkungan.


Tembakau kualitas rendah yang sudah tidak layak untuk bahan baku rokok yang dijadikan sebagai bahan baku pestisida nabati.

Keterangan lebih lengkap tentang tembakau untuk pestisida nabati silahkan dibaca di link berikut ini: https://isroi.wordpress.com/2010/08/01/tanaman-pestisida-nabati-tembakau-nicotiana-tobacum-l/

ekstrak tembakau pestisida nabati

Esktrak daun tembakau berwarna hitam pekat. Baunya pun khas bau tembakau dan nikotin yang sangat menyengat. Hama aja KO, apalagi orang-orang yang biasa merokok ya…?

pestisida nabati ekstrak tembakau

Ekstrak daun tembakau ini sangat pekat sekali. Pemakaiannya perlu hati-hati, karena pemakaian yang berlebihan dari tembakau bisa menyebabkan tanaman keracunan.

Info pestisida nabati hubungi Manto: 085643907204

Buku & Situs tentang Pestisida Nabati/Pestisida Organik

hormon tanaman giberelin auksin sitokinin

Pestisida nabati menjadi pilihan alternatif mengatasi hama & penyakit tanaman. Meskipun memiliki beberapa kelemahan, pestisida memiliki beberapa keunggulan.

Info lengkap Pestisida Nabati/pestisida organik kli di sini: Pestisida Nabati

Ada beberapa buku tentang pestisida nabati yang menurut saya bagus isinya.

1. Pengendalian Hama & Penyakit Tanaman Secara Organik. Ir. Pracaya, Penerbit Kanisius.

Ir. Pracaya banyak menulis buku tentang pertanian & diterbitkan oleh penerbit pertanian terkemuka, seperti Penebar Swadaya, Agromedia, dan Kanisius. Di buku ini dijelaskan tentang hama & penyakit tanaman, mulai dari padi, sayuran, dan kemudian tanaman-tanaman yang bisa digunakan untuk pestisida nabati. Dijelaskan juga contoh-contoh resep pestisida nabati yang bisa dibuat.
Yang menarik dari buku ini adalah, Ir Pracaya menyampaikan tanaman pestisida nabati dan hama yang sasarannya. Data semacam ini jarang di buku-buku yang lain.
Saya merekomendasikan buku ini untuk siapa saja yang akan membuat pestisida nabati & akan melakukan budidaya pertanian organik.

2. Pestisida Nabati: Pembuatan & Pemanfaatannya, Subiyakto Sudarmo, Penerbit Kanisius.

pestisida nabatiBuku dari seri teknologi tepat guna ini sangat bagus dan berbeda dengan buku-buku yang lain. Bukunya tipis dan harganya sangat murah. Waktu aku beli cuma Rp. 13rb. Isi buku ini sebenarnya sederhana saja. Buku ini menyajikan cara pembuatan pestisida nabati untuk beberapa tanaman/bahan.

Namun ada bab yang tidak ada dibuku-buku lain, yaitu tentang pengujian pestisida nabati. Buku ini menguraikan secara jelas dan sederhana bagaimana menguji pestisida nabati yang kita buat. Apakah pestisida nabatinya termasuk racun kontak, racun perut, atau repelan.

Di bagian akhir disebutkan salah satu produk pestisida nabati yang dibuat dari biji mimba. Penjelasannya cukup lengkap, mulai dari pembuatan, pengemasan, dan ujicobanya. Jika dilengkapi dengan buku Budidaya Mimba, bisa menjadi panduan yang cukup lengkap untuk usaha pembuatan pestisida nabati dari tanaman mimba. Seperti yang sudah saya sampaikan diposting yang lain, bagian tanaman mimba yang bisa dibuat pestisida tidak hanya bijinya saja, tetapi daun dan kulit kayunya juga bisa dimanfaatkan.

Buku ini bisa melengkapi buku yang pertama, terutama di bagian pengujian pestisida nabati. Buku ini saya rekomendasikan untuk temen2 yang akan membuat dan memproduksi pestisida nabati.

3. Budidaya Pertanian Organik dalam Polybag, Ir. Pracaya,

Buku lain karangan Ir. Pracaya. Kakek yang sudah berumur ini memang sangat produktif sekali. Buku ini memang tidak secara khusus membahas tentang pestisida nabati, tetapi di bagian akhirnya ditulis daftar tanaman pestisida nabati. Dijelaskan juga cara membuat pestisida nabati dari beberapa versi.

Pak Pracaya sepertinya ingin memberikan sesuatu yang berbeda dari buku yang pertama. Kalau di buku yang sebelumnya dijelaskan dengan sangat detail. Di buku ini penjelaskan lebih singkat dan praktis. Pembaca bisa mempraktekkan langsung contoh-contoh pestisida nabati yang ada dan mencobanya sendiri.

4. Pembuatan Pestisida Organik, Meidiantie dkk. AgroMedia.

buku pestisida nabatiBuku ini menjelaskan tentang pembuatan pestisida organik yang meliputi pestisida dari mikroba atau biopestisida dan pestisida dari tanaman atau pestisida nabati. Isinya cukup ringkas dan uraiannya tidak terlalu banyak. Mungkin karena materinya sebenarnya agak berat, tetapi ditulis singkat. Jadi terlihat ada sedikit bolong-bolong di beberapa tempat. Namun, demikian buku ini cukup memberikan gambaran tentang pestisida nabati. Beberapa tanaman yang bermanfaat untuk pembuatan pestisida nabati dijelaskan. Dijelaskan juga beberapa resep pembuatan pestisida nabati.
Buku ini juga sedikit menjelaskan tentang biopestisida dari mikroba. Kebetulan lab saya juga memproduksi biopestisida. Pekerjaan sebenarnya tidak sesederhana yang dijelaskan buku ini. Perlu ketrampilan khusus dan pengetahuan yang cukup agar bisa membuat biopestisida dari mikroba. Saya rasa kalau akan dicoba oleh petani akan banyak gagalnya.Yang menarik dari sisi ini sebenarnya adalah mau memberikan contoh bahwa pestisida biologi (biopestisida) juga bisa dibuat secara rumahan, dengan perlengkapan yang sederhana.

5. Budidaya Tanaman Mimba, Penerbit Kanisius.

Buku kecil sederhana dan murah. Buku ini membahas salah satu tanaman pestisida nabati yang sangat kuat daya racunnya, yaitu mimba atau mimbo. Kata temen racun dari biji mimba hampir seperti DDT. Andaikan racun ini tidak bertahan lama di alam dan sulit didegradasi akan sama bahayanya dengan DDT. Untungnya racun mimba tidak menumpuk di alam, jadi lebih ramah lingkungan.
Buku ini dengan gamblang menguraikan bagiamana cara budidaya tanaman mimba, sehingga bisa memberikan keuntungan yang banyak. Tanaman mimba umumnya hanya berupa tanaman liar di pinggir-pinggir hutan atau dilereng-lereng. Tetapi dengan dibudidayakan yang tepat, produktivitasnya bisa meningkat. Daun dan bijinya bisa dimanfaatkan untuk pembuatan pestisida nabati.

Meskipun singkat, sederhana, dan hanya membahas tentang mimba, tetepi buku ini sangat bermanfaat sekali.

Informasi lain tentang pestisida nabati.

1. Pestisida nabati ala H Zaka.

Pak Haji Zaka punya resep pestisida nabati yang dikembangkan sendiri. Umumnya lebih diperuntukkan untuk tanaman padi.

2. Pestisida Nabati ala Padi SRI

Saya juga mendapatkan makalah/dokumen tentang budidaya Padi SRI. Ada beberapa contoh pembuatan pestisida organik.

3. Laporan Penelitian & Prosiding dari BALITRO BOGOR

BALITRO banyak melakukan penelitian tentang pestisida nabati. Meskipun dokumen ini lebih bersifat teknis dan ilmiah, jadi agak kurang nyaman dibaca oleh orang umum. Tetapi informasinya bisa sangat bermanfaat sekalo. Terutama untuk cara ekstraksi, bahan aktif, dan hama sasarannya.

4. Resep dari Pustaka Depatan

Contoh resep pembuatan pestida nabati.

Semoga bermanfaat.
Catatan: foto, scan buku, dan link menyusul. Belum sempat nyarinya, karena nulisnya dlperjalanan.

Posted from WordPress for Android

Pupuk Kompos Jerami untuk Solusi Kebutuhan Pupuk Petani: Murah, Mudah, & Cepat


Haji Ahmad Zakaria atau biasa dipanggil Pak Haji Zaka adalah KTNA Jawa Barat dan Ketua Gapoktan Sulih Asih Kab. Bogor. Sebagian besar yang saya sampaikan di sini adalah hasil menimba ilmu pertanian dari Beliau. Terima kasih Pak Haji.
Artikel terkait: Presentasi Pupuk Kompos Jerami | File MS PowerPoint Kompos Jerami | Video Pengomposan Jerami | Sejarah PROMI | Informasi Pembelian PROMI
[isroi]

Daftar Isi:

  1. Dari Tanah Kembali ke Tanah
  2. Cara Pembuatan Pupuk Kompos Jerami
  3. Mengatasi Permasalahan Pengomposan Jerami
  4. Panen dan Aplikasi
  5. Video Pengomposan Jerami
  6. Nilai Hara Pupuk Kompos Jerami

Silahkan lihat cara pembuatannya di Youtube:

Penelitian yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Tanah menemukan bahwa kandungan bahan organik di sebagian besar sawah di P Jawa menurun hingga 1% saja. Padahal kandungan bahan organik yang ideal adalah sekitar 5%. Kondisi miskin bahan organik ini menimbulkan banyak masalah, antara lain: efisiensi pupuk yang rendah, aktivitas mikroba tanah yang rendah, dan struktur tanah yang kurang baik. Akibatnya produksi padi cenderung turun dan kebutuhan pupuk terus meningkat. Solusi mengatasi permasalah ini adalah dengan menambahkan bahan organik/kompos ke lahan-lahan sawah. komposharus ditambahkan dalam jumlah yang cukup hingga kandungan bahan organik kembali ideal seperti semula.

Praktek pembuatan kompos jerami oleh H Zaka, Ket. Gapoktan Sulih Asih, Cigombong, Bogor

Lihat lanjuta video ini di bagian bawah posting ini atau lihat di Video Praktek Pengomposan Jerami

Dari Tanah Kembali ke Tanah

Padi atau tanaman menyerap unsur hara dari dalam tanah. Dengan bantuan energi dari sinar matahari, hara dari dalam tanah ditambah dengan CO2 dari udara ini diubah menjadi senyawa komplek untuk membentuk batang, daun, dan bulir-bulir padi/beras. Padi/beras akan dipanen dan dibawa ke tempat lain, sedangkan jerami sisa-sisa panen umumnya dibakar.

Proses ini berlangsung lama. Unsur hara dan bahan organik tanah semakin lama akan semakin habis. Selama ini unsur hara lebih banyak dipenuhi dengan menambahkan pupuk-pupuk kimia anorganik. Bahan-bahan organik yang ada di dalam tanah tidak mendapat perhatian dan kandungannya di dalam tanah semakin menipis.

jerami
Gambar 1. Jerami dari sisa panen padi

Jerami yang dihasilkan dari sisa-sisa panen sebaiknya jangan dibakar, tetapi diolah menjadi kompos dan dikembalikan lagi ke tanah. Kompos jerami ini secara bertahap dapat menambah kandungan bahan organik tanah, dan lambat laun akan mengembalikan kesuburan tanah.

jerami dari sisa panen padi
jerami dari sisa panen padi
Gambar 2. Seresah dan sisa-sisa daun dapat juga dibuat pupuk kompos

Kompos selain dibuat dari jerami dapat juga dibuat dari seresah atau sisa-sisa tanaman lain. Rumput-rumputan, sisa-sisa daun dan batang pisang, atan daun-daun tanaman dapat juga dibuat kompos. Pada prinsipnya semua limbah organik dapat dijadikan kompos.

Batang kayu, bambu, ranting-ranting pohon, atau tulang juga termasuk bahan organik tetapi sebaiknya tidak ikut dikomposkan dengan jerami. Limbah-limbah ini termasuk limbah organik keras. Meskinpun dapat juga dibuat kompos, namun bahan-bahan ini memerlukan waktu yang lama untuk terdekomposisi.
Continue reading

Orok-orok = Crotalaria sp

orok-orok pupuk N organik

Benih orok-orok, tanaman yang kaya N

[baca ini juga: Orok-orok tanaman kaya hara]
Orok-orok mengusik rasa ingin tahuku, seperti biasa aku langsung tanya sama Om Google. Biasanya dia tahu jawabannya. Sebelumnya temen di FB memberikan link yang cukup menarik, link informasi tentang sejenis orok-orok di situsnya FAO:

http://www.fao.org/ag/AGP/AGPC/doc/GBASE/data/pf000475.htm

Ternyata ada beberapa nama tanaman orok-orok ini saya jadi sedikit binggung. Nama orok-orok adalah nama lokal untuk daerah jawa dan sunda. Kalau di daerah lain belum ketemu nama lokalnya.

Nama ilmiahnya pun ada berbagai versi:

  • Crotalaria juncea L
  • Crotalaria anagyroioes H.B.K.
  • Crotalaria mucronata

Mungkin karena karakteristiknya mirip jadi nama daerahnya juga hampir sama. Tetapi kalau dilihat dari biji yang saya peroleh dan saya dibandingkan dengan internet bijinya lebih mirip dengan Crotalaria juncea L. Tetapi ada juga yang menamakan Crotalaria mucronata. Entahlah…mana yang bener…Biar ahli botanya yang menentukannya.

Yang jelas nama genusnya adalah Crotalaria dan memang termasuk tanaman legume. Ada beberapa link yang cukup lengkap informasinya, yaitu:

  1. http://www.fao.org/ag/AGP/AGPC/doc/GBASE/data/pf000475.htm
  2. http://assamagribusiness.nic.in/Sunnhemp.pdf
  3. http://www.hort.purdue.edu/newcrop/duke_energy/Crotalaria_juncea.html

orok-orok
Foto Crotalaria juncea L dari http://www/seedshelf.com

orok-orok
Bunga orok-orok dari http://parisaramahiti.kar.nic.in, kabarnya punya khasiat obat juga.

crotalaria
Dari http://www.payer.de/

Tanaman ini tumbuh dengan cepat dan tahan terhadap beberapa kondisi ekstrim.

Pada saat menanam orok-orok sebaiknya tidak diberi pupuk urea, karena jika ada urea atau ion amonium di tanah, Rhizobium yang ada di dalam bintil akar tidak akan menambat N dari udara.

Sudah ada beberapa penelitian tentang orok-orok ini, terutama terkait dengan manfaatnya sebagai penambah hara N dan obat.

Orok-orok Tanaman Antara Kaya Hara

Ilmu dan Pengalaman dari Petani

orok-orok pupuk N organik

Benih orok-orok, tanaman yang kaya N

Ilmu bisa diperoleh dari mana saja dan siapa saja, kadang-kadang dari sumber yang tidak terduga. Kemarin ketika sedang jalan-jalan di pasar saya bertemu dengan petani. Dia membawa biji-bijian yang belum pernah saya lihat. Saya tergelitik untuk bertanya pada Beliau.

“Nopo niku, Pak?” tanya saya.
“Niki winih orok-orok“, jawabnya.
Nama benih yang asing, Orok-orok, kalau orok saya tahu, tapi kalau orok-orok belum tahu. Rasa ingin tahu saya mejadi tergelitik.

“Lha…Orok-orok niku kangge nopo, tho?”
“Niki kangge lemi, rabuk”

Lemi (huruf ‘e’ dibaca seperti ‘e’ pada kata lem) atau rabuk atau bahasa indonesianya pupuk, ilmu yang saya geluti. Ngak pernah denger ada rabuk namanya orok-orok. Rasa ingin tahu semakin saya semakin mengebu. Lha wong saya ini berkecimpung di dunia perpupukkan organik, tetapi baru kali ini saya denger ada rabuk dari tanaman orok-orok.

Selintas kemudian saya kembali mengorek-ngorek keterangan dari Pak Tani ini tentang orok-orok. Sebuah kearifan lokal yang perlu dicontoh. Semoga ada manfaatnya untuk yang lain, terutama temen-temen yang menanam dengan budidaya organik.
Continue reading

MOL dari Sabut Kelapa

Resep MOL ini istimewa dibandingkan dengan resep-resep MOL yang lain, karena konon MOL ini kaya akan unsur K. Bahan dan cara pembuatannya juga suangat mudah zekali.

Bahan-bahan:
1. Sabut Kelapa
2. Air bersih

Cara pembuatan:
1. Masukkan sabut kelapa ke dalam drum. Jangan penuh-penuh.
2. Masukkan air sampai semua sabut kelapa terendam air.
3. Drum ditutup dan dibiarkan selama dua minggu.
4. Air yang sudah berwarna coklat kehitaman digunakan sebagai MOL.

Selain sabut kelapa bisa juga ditambahkan dengan jerami kering. Penambahan jerami bisa bermanfaat sebagai pestisida nabati.

Pemakaian:
MOL bisa disiramkan atau disemprotkan ke tanaman. Cara pemakaian sama seperti MOL-MOL yang lain.

Selamat mencoba.

Posted from WordPress for Android

MOL dari Gedebok Pisang

Ada satu resep MOL yang perlu dicoba, yaitu MOL dari Gedebok (batang) pisang. Resepnya sederhana dan mudah membuatnya.

Bahan-bahan:
Perbandingan bahan adalah 1:1, seperti contoh di bawah ini
1. Batang pisang 1 kg
2. Nira 1 liter atau bisa diganti dengan gula jawa 1,5 ons.

Untu produksi yang lebih banyak tinggal dikalikan kelipatannya.

Cara pembuatan:
1. Batang pisang dipotong-potong. Jangan diparut/ditumbuk/dicincang.
2. Campurkan batang pisang dengan 3/4 nira.
3. Masukkan ke dalam baskom dan atur agar memadat.
4. Tambahkan sisa nira lagi.
5. Tutup rapat dan dibiarkan selama dua minggu.
6. Setelah dua minggu diperas dan diambil airnya.

Pemakaian:
1. Untuk pupuk daun MOL diencerkan dengan perbandingan 1:1000.
2. Disemprotkan ke seluruh bagian tanaman di pagi hari atau sore hari.

Selamat mencoba.

Posted from WordPress for Android

Azolla: Sumber Hara Nitrogen yang Terlupakan

Tanaman air yang kecil-kecil banget

azolla
[http://www.geo.uu.nl/]

Dulu waktu aku masih kecil, aku & teman-temanku sering main di sawah di belakang rumah. Mungkin jarang aku perhatikan, di sawah banyak sekali tanaman yang mengambang di permukaan air. Ada beberapa jenisnya. Setelah aku kuliah baru aku tahu kalau salah satu tanaman air ini sangat bermanfaat untuk padi, yaitu Azolla.

Azolla adalah tanaman air yang berdaun kecil-kecil dan pada saat-saat tertentu tumbuh sangat banyak. Warna daunnya bisa sangat hijau dan tebal.

azolla
[http://www.habitas.org.uk/]
Continue reading

Formula POC untuk Berbagai Macam Tanaman

Download dokument ini: Formula POC untuk Berbagai Macam Tanaman
Link Terkait: Biang POC

Prosedur Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dengan BIANG POC. Revisi 2.

Documen ini adalah Revisi dari document sebelumnya: Revisi 1.

Klik di sini untuk mendownload file ini: Dokumen awal | Revisi 1 | Revisi 2