Pupuk Kompos Jerami untuk Solusi Kebutuhan Pupuk Petani: Murah, Mudah, & Cepat


Haji Ahmad Zakaria atau biasa dipanggil Pak Haji Zaka adalah KTNA Jawa Barat dan Ketua Gapoktan Sulih Asih Kab. Bogor. Sebagian besar yang saya sampaikan di sini adalah hasil menimba ilmu pertanian dari Beliau. Terima kasih Pak Haji.
Artikel terkait: Presentasi Pupuk Kompos Jerami | File MS PowerPoint Kompos Jerami | Video Pengomposan Jerami | Sejarah PROMI | Informasi Pembelian PROMI
[isroi]

Daftar Isi:

  1. Dari Tanah Kembali ke Tanah
  2. Cara Pembuatan Pupuk Kompos Jerami
  3. Mengatasi Permasalahan Pengomposan Jerami
  4. Panen dan Aplikasi
  5. Video Pengomposan Jerami
  6. Nilai Hara Pupuk Kompos Jerami

Silahkan lihat cara pembuatannya di Youtube:

Penelitian yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Tanah menemukan bahwa kandungan bahan organik di sebagian besar sawah di P Jawa menurun hingga 1% saja. Padahal kandungan bahan organik yang ideal adalah sekitar 5%. Kondisi miskin bahan organik ini menimbulkan banyak masalah, antara lain: efisiensi pupuk yang rendah, aktivitas mikroba tanah yang rendah, dan struktur tanah yang kurang baik. Akibatnya produksi padi cenderung turun dan kebutuhan pupuk terus meningkat. Solusi mengatasi permasalah ini adalah dengan menambahkan bahan organik/kompos ke lahan-lahan sawah. komposharus ditambahkan dalam jumlah yang cukup hingga kandungan bahan organik kembali ideal seperti semula.

Praktek pembuatan kompos jerami oleh H Zaka, Ket. Gapoktan Sulih Asih, Cigombong, Bogor

Lihat lanjuta video ini di bagian bawah posting ini atau lihat di Video Praktek Pengomposan Jerami

Dari Tanah Kembali ke Tanah

Padi atau tanaman menyerap unsur hara dari dalam tanah. Dengan bantuan energi dari sinar matahari, hara dari dalam tanah ditambah dengan CO2 dari udara ini diubah menjadi senyawa komplek untuk membentuk batang, daun, dan bulir-bulir padi/beras. Padi/beras akan dipanen dan dibawa ke tempat lain, sedangkan jerami sisa-sisa panen umumnya dibakar.

Proses ini berlangsung lama. Unsur hara dan bahan organik tanah semakin lama akan semakin habis. Selama ini unsur hara lebih banyak dipenuhi dengan menambahkan pupuk-pupuk kimia anorganik. Bahan-bahan organik yang ada di dalam tanah tidak mendapat perhatian dan kandungannya di dalam tanah semakin menipis.

jerami
Gambar 1. Jerami dari sisa panen padi

Jerami yang dihasilkan dari sisa-sisa panen sebaiknya jangan dibakar, tetapi diolah menjadi kompos dan dikembalikan lagi ke tanah. Kompos jerami ini secara bertahap dapat menambah kandungan bahan organik tanah, dan lambat laun akan mengembalikan kesuburan tanah.

jerami dari sisa panen padi
jerami dari sisa panen padi
Gambar 2. Seresah dan sisa-sisa daun dapat juga dibuat pupuk kompos

Kompos selain dibuat dari jerami dapat juga dibuat dari seresah atau sisa-sisa tanaman lain. Rumput-rumputan, sisa-sisa daun dan batang pisang, atan daun-daun tanaman dapat juga dibuat kompos. Pada prinsipnya semua limbah organik dapat dijadikan kompos.

Batang kayu, bambu, ranting-ranting pohon, atau tulang juga termasuk bahan organik tetapi sebaiknya tidak ikut dikomposkan dengan jerami. Limbah-limbah ini termasuk limbah organik keras. Meskinpun dapat juga dibuat kompos, namun bahan-bahan ini memerlukan waktu yang lama untuk terdekomposisi.

Cara Pembuatan

Waktu Pengomposan

Waktu pengomposan sebaiknya segera setelah panen, yaitu waktu pada saat penyiapan bibit padi hingga sebelum penanaman bibit. Pada saat penyiapan bibit, kompos jerami juga disiapkan. Setelah kompos matang dalam waktu kira-kira satu bulan, kompos bisa segera disebarkan di petak sawah bersamaan dengan pengolahan tanah.

Keunggulan Cara Ini

Mudah. Cara pembuatannya sangat mudah sekali. Semua bahan bisa diperoleh di tempat. Hanya PROMI yang perlu dipesan dulu. Cara ini juga tanpa pencacahan, jadi tidak perlu mesin pencacah atau parang.
Murah. Biaya pembuatannya sangat murah. Bahan-bahan dan alat pendukung lainnya pun bisa menggunakan bahan lain yang lebih murah, jika ada.
Manfaat. Kompos ini tiak diragukan lagi memiliki banyak manfaat. Insya Allah.

Lokasi Pembuatan Kompos

Lokasi pengomposan dilakukan di petak sawah yang akan diaplikasi atau dipetak dimana jerami tersebut dipanen. Lokasi sebaiknya dipilih dekat dengan sumber air, karena pembuatan kompos membutuhkan banyak air. Lokasi juga dipikirkan untuk kemudahan saat aplikasi. Jika petak sawah cukup luas, sebaiknya dibuat di beberapa tempat yang terpisah.

Peralatan yang Dibutuhkan

Peralatan yang dibutukan antara lain:
1. Sabit/parang
2. Cetakan yang dibuat dari bambo. Cetakan ini dibuat seperti pagar yang terdiri dari 4 bagian. Dua bagian berukuran 2 x 1 m dan dua bagian yang lain berukuran 1 x 1 m.
3. Ember/bak untuk tempat air.
4. Air yang cukup untuk membasahi jerami.
5. Aktivator pengomposan (Acticomp atau Promi).
6. Ember untuk menyiramkan aktivator.
7. Tali.
8. Plastik penutup. Plastik ini bisa dibuat dari plastik mulsa berwarna hitam (ukuran leber 1 m) yang dibelah sehingga lebernya menjadi 2 m.

Tahapan Pembuatan Pupuk Kompos Jerami

1. Siapkan bak dan air. Masukkan air ke dalam bak. Kemudian larutkan aktivator sesuai dosis yang diperlukan ke dalam bak air. Aduk hingga aktivator tercampur merata.
menyiapkan air
Gambar 3. Menyiapkan air untuk pengomposan jerami.

aktivator promi
Gambar 4. Aktivator dimasukkan ke dalam bak air sesuai dosis yang diperlukan.

mengaduk-aduk promi
Gambar 5. Aduk aktivator hingga tercampur merata.
2. Siapkan cetakan dari bambo. Pasang cetakan tersebut. Sesuaikan ukuran cetakan dengan jerami dan seresah yang tersedia. Apabila jerami cukup banyak cetakan dapat berukuran 2 x 1 x 1 m. Namun bila jerami sedikit cetakan bisa dibuat lebih kecil dari ukuran tersebut.

menyiapkan cetakan
Gambar 6. Siapakan cetakan kompos yang dibuat dari bambu.

3. Masukkan satu lapis jermai ke dalam cetakan. Jika tersedia dapat dimasukkan pula kotoran ternak. Jerami atau seresah yang berukuran besar dipotong-potong terlebih dahulu dengan parang.
jerami dari sisa panen padi
Gambar 7. Masukkan jerami dan bahan-bahan lain lapis demi lapis ke dalam cetakan kompos.

4. Siramkan aktivator yang telah disiapkan merata dipermukaan jerami.

jerami dari sisa panen padi
Gambar 8. Setiap lapis tumpukan disiram dengan aktivator secukupnya.

5. Injak-injak agar jerami padat.

jerami dari sisa panen padi
Gambar 9. Setiap lampis tumpukan jerami diinjak-injak agar padat.

6. Tambahkan lagi satu lapis jerami/sereah.
7. Siramkan kembali aktivator ke tumpukan jerami tersebut dan jangan lupa injak-injak agar tumpukan menjadi padat.
8. Ulangi langkah-langkah diatas hingga cetakan penuh atau seluruh jerami/seresah telah dimasukkan ke dalam cetakan.
9. Setelah cetakan penuh, buka tali pengikatnya dan lepaskan cetakannya.

jerami dari sisa panen padi
Gambar 10. Tumupkan jerami yang siap ditutup dengan plastic.

10. Tutup tumpukan jerami tersebut dengan plastic yang telah disiapkan.

jerami dari sisa panen padi
Gambar 11. Tumpukan jerami ditutup dengan plastic.

11. Ikat plastic dengan tali plastic agar tidak mudah lepas.
12. Kalau perlu bagian atas jerami diberi batu atau pemberat lain agar plastic tidak tebuka karena angin.
13. Lakukan pengamatan suhu, penyusutan volume, dan perubahan warna tumpukan jerami.
14. Inkubasi/fermentasi tumpukan jerami tersebut hingga kurang lebih satu bulan.

jerami dari sisa panen padi
Gambar 12. Tumpukan diinkubasi selama satu bulan.

Pengamatan Selama Fermentasi

Selama masa fermentasi akan terjadi proses pelapukan dan penguraian jerami menjadi pupuk kompos. Selama waktu fermentasi ini akan terjadi perubahan fisik dan kimiawi jerami. Proses pelapukan ini dapat diamati secara visual antara lain dengan peningkatan suhu, penurunan volume tumpukan jerami, dan perubahan warna.

Suhu tumpukan jerami akan meningkat dengan cepat sehari/dua hari setelah inkubasi. Suhu akan terus meningkat selama beberapa minggu dan suhunya dapat mencapai 65-70 oC. Pada saat suhu meningkat, mikroba akan dengan giat melakukan penguraian/dekomposisi jerami. Akibat penguraian jerami, volume tumpukan jerami akan menyusut. Penyusutan ini dapat mencapai 50% dari volume semula. Sejalan dengan itu wana jerami juga akan berubah menjadi coklat kehitam-hitaman.
jerami dari sisa panen padi
Gambar 13. Tumpukan jerami akan mengalami penyusutan selama masa fermentasi.

Mengatasi Masalah yang Terjadi Selama Fermentasi

Masalah Pengomposan Jerami yang Paling Sering Ditemui
Saya ingin menekankan masalah pengomposan
ini, karena hampir selalu ditemui pada teman-teman yang baru pertama kali mengomposkan jerami, yaitu:
KURANG AIR. Kompos jerami biasanya kurang air pada bagian tengahnya.Oleh karena itu sangat saya sarankan untuk selalu memeriksa kompos pada minggu
pertama.Periksa sampai bagian dalam, kalau kering. Tambahkan air secukupnya, kemudian kompos ditutup kembali.

Jika setelah dua atau tiga hari tidak terjadi peningkatan suhu, atau tidak terjadi penyusutan volume selama proses fermentasi kemungkinan proses penguraian mengalami hambatan. Proses penguraian berjalan lambat atau bahkan tidak berlangsung sama sekali. Jika hal ini terjadi maka diperlukan langkah-langkah untuk mengatasi permasalahan ini.

Buka plastic penutup. bongkar dan amati tumpukan jerami tersebut. Apakah tumpukan tersebut kering atau ada bagian-bagian yang kering? Apakah tumpukan jerami tersebut terlalu basah? Apakah muncul bau yang kurang sedap? Apakah tumpukan jerami tersebut dingin atau panas?

Apabila tumpukan jerami kering, tambahkan air secukupnya. Kalo perlu lakukan pembalikan. Apabila jerami terlalu basah dan muncul bau tidak sedap, lakukan pembalikan dan jika perlu tambahkan bilah-bilah bambo yang diberi lubang untuk menambah aerasi.

jerami dari sisa panen padijerami dari sisa panen padi
Gambar 14. Jerami yang kering dan tidak merata kandungan airnya.

jerami dari sisa panen padi
Gambar 15. Tumpukan jerami dibalik dan disiram air agar proses penguraian dapat berjalan seperti yang diinginkan.

Panen dan Aplikasi Pupuk Kompos Jerami

jerami dari sisa panen padi
jerami dari sisa panen padi
Gambar 16. Kompos jerami yang sudah jadi: warna coklat kehitaman, lunak dan volumenya menyusut.

Kompos yang telah cukup matang ditandai dengan adanya perubahan fisik jerami. Perubahan itu antara lain:

  • Jerami berwarna coklat kehitam-hitaman,
  • lunak dan mudah dihancurkan,
  • suhu tumpukan sudah mendekati suhu awal pengomposan,
  • tidak berbau menyengat, dan
  • volume menyusut hingga setengahnya.

Kompos jerami yang sudah memiliki ciri-ciri demikian berarti sudah cukup matang dan siap diaplikasikan ke sawah. Kompos jerami diaplikasikan di tempat di mana jerami tersebut diambil.

jerami dari sisa panen padi
Gambar 17. Padi yang dipupuk dengan kompos jerami tumbuh lebih subur.

Video Pengomposan Jerami

Tip Download VCD
Pengunjung Blog yang Terhormat,
Berhubung banyak yang menanyakan dan meminta VCD pengomposan jerami, saya buatkan tip untuk mendowload VCD tersebut. VCD saya bagi menjadi tiga bagian agar bisa diupload ke google video. Cara mendownloadnya adalah sebagai berikut:
Di bagian bawah video saya buatkan link ke google video. Klik link itu. Setelah halaman google video di-load, di bagian kolom kanan ada menu untuk download video tersebut. Ikuti saja perintah-perintahnya. Semoga bermanfaat.
Budi Daya Padi Sehat

Link Kompos Jerami: Mudah, Murah, & Cepat | Download Buku Budidaya Padi Sehat | Nilai hara kompos jerami


Saya dengan Dr. Agus Purwantara membuat semacam petunjuk pengomposan jerami dalam bentuk VCD. Sebenarnya materi ini akan digunakan untuk petani di Jawa Timur. ‘Bintang’ diacara tersebut adalah Pak Haji Zaka. Subhanallah, beliau menjelaskan tema ini dengan sangat jelas, mudah dimengerti, dan mudah diikuti. Kualitas versi web ini memang kurang baik, karena untuk memperkecil ukuran file sehingga bisa dilihat via internet. Jika Anda menginginkan VCD dengan kualitas lebih baik bisa memesan dalam bentuk VCD. Silahkan didownload. Semoga bermanfaat.

Petunjuk Pengomposan Jerami oleh Pak Haji Zaka


Petunjuk Pengomposan Jerami oleh Pak Haji Zaka
Video Pengomposan Jerami bagian 1


Video Pengomposan Jerami bagian 2


Video Pengomposan Jerami bagian 3

Nilai Hara Pupuk Kompos Jerami

jerami dari sisa panen padijerami dari sisa panen padi

Kompos jerami memiliki potensi hara yang sangat tinggi. Berikut ini hasil analisa kompos jerami yang dibuat dengan promi dengan waktu pengomposan 3 minggu.

Rasio C/N 18,88
C 35,11%
N 1,86%
P2O5 0,21%
K2O 5,35%
Air 55%


Baca juga Kompos Jerami: Mudah, Murah, & Cepat | Download Buku Budidaya Padi Sehat | Nilai hara kompos jerami


Budi Daya Padi SehatDari data di atas, kompos jerami memiliki kandungan hara setera dengan 41,3kg urea, 5,8 kg SP36, dan 89,17kg KCl per ton kompos atau total 136,27 kg NPK per ton kompos kering.

Menurut Kim and Dale (2004) potensi jerami kurang lebih adalah 1.4 kali dari hasil panennya. Jadi kalau panennya (GKG) sekitar 6 kuintal, jerami keringnya tinggal dikali dengan 1,4. Menurut data dari Deptan (klik di sini) produktivitas padi secara nasional adalah 48,95 ku/ha dan produksi padi nasional pada tahun 2008 adalah sebesar 57,157 juta ton. Dari data ini bisa diperkirakan jumlah jumlah jerami secara nasional yaitu sebesar 80,02 juta ton. Luar biasa besarnya.

Jika jerami ini dibuat pupuk kompos dan renemen komposnya adalah 60%, maka dalam satu ha sawah dapat dihasilkan 4,11 ton kompos. Nah, kalau dihitung secara nasional kompos jeraminya adalah sebesar 48,01 juta ton. Bener-bener ruar biasa.

Sekarang coba kita hitung potensi hara jerami ini secara nasional. Hasilnya adalah kompos jerami setera dengan 1,09 juta ton urea, 0,15 juta ton SP36, dan 2,35 juta ton KCl atau 3,6 juta ton NPK. Hebatnya lagi jumlah ini kurang lebih 45% dari komsumsi pupuk nasional pada tahun 2007 untuk pertanian (data lihat di sini). Nilai rupiahnya juga sangat fantatis yaitu Rp. 5,42 trilyun.

Kompos jerami memiliki potensi yang ruar biasa sekali. Yang sangat menyediahkan saya adalah potensi ini disia-siakan begitu saja. Petani lebih suka membakar jerami daripada membuat komps jerami. Lebih parah lagi, pemerintah tidak peduli atau bahkan mengabaikan potensi ini.

Andaikan kompos jerami ini benar-benar dimanfaatkan, berapa jumlah subsidi yang bisa dihemat. Lahan sawah akan semakin subur, petani bisa mengurangi penggunaan pupuk kimia. Tunggu apa lagi.

Hasil Panen

Minggu lalu saya panen padi yang dipupuk dengan kompos Promi. Lokasinya di desa Cigombong, kab Bogor dan petaninya bernama Pak Haji Zakaria. Kami biasa memanggilnya dengan panggilan Pak Haji Zaka.

Hasil ini sebenarnya lebih cocok disebut demplot. Karena hanya tiga petak dengan tiga perlakuan. Perlakuan pertama adalah kompos jerami dengan aktivator Promi, kedua dan ketiga dengan menggunakan aktivator lain. Setiap perlakuan kompos jerami dilakukan dalam satu petak.

Varietas padi yang digunakan adalah Batang Samu, varietas lokal yang terkenal enak. Pupuk kimia yang digunakan sebanyak 50 kg/ha NPK Phonska. Perlakuan yang lainnya sama.

Hasil panen disampling dengan menggunakan ubinan. Caranya mengikuti prosedur dari dinas statistik. Setiap petak diambil satu ubin dan posisi ubin ditentukan secara acak. Hasilnya memang ada faktor koreksinya, yaitu 20%.

Hasil panen (ubin) adalah seperti gambar di bawah ini:

Grafik hasil panen padi dengan kompos promi

Memang perbedaan antar pelakuan tidak terlalu besar. Namun demikian, dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa kompos jerami yang dibuat dengan Promi menunjukkan kecenderungan lebih tinggi daripada perlakuan yang lain.

Hasil ini tidak terlalu bagus karena pada saat penanaman mengalami kekeringan. Walaupun kekeringan tidak terlalu parah, tetapi tetap berpengaruh terhadap hasil panen padi. Meskipun demikian hasil ini memberi harapan bagiku, bahwa Promi memberikan dampak positif bagi petani.


Informasi PROMI

:

Sekitas tentang Promi: Promi
Pemesanan & pembelian: Pembelian Promi
Artikel Promi: Artikel Promi

Untuk sementara ini Promo dan Promi bisa diperoleh di

Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia
Jl. Tama Kencana No. 1, Bogor
Telp. 0251 – 8327449
Fax. 0251 – 8328516
Email: ibriec@indo.net.id
Facebook account: http://www.facebook.com/profile.php?id=100001376839280

Bisa menghubungi:
Dr. Agus Purwantara
Dr. Isroi, MSi
Ibu Hj Ernawati 08134524262


DOWNLOAD PUPUK ORGANIK

Silahkan didownload resources yang mungkin Anda perlukan juga:

  1. Buku Petunjuk Pupuk Organik Granul
  2. Buku Petunjuk Teknis Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT): Padi Sawah Irigasi
  3. Petunjuk Teknis Uji Mutu Pupuk Organik
  4. Standard Mutu Pupuk Organik
  5. Kompos
  6. SNI Dolomit
  7. Kompos Limbah Kakao
  8. Petunjuk Lapang PTT Padi
  9. Budidaya Padi Sehat
  10. Brosur Budidaya Padi Sehat
  11. Brosur Kompos Jerami
  12. Pengelolaan Lahan untuk Budiaya Sayur Organik
  13. Pupuk Organik dan Pupuk Hayati
  14. Sifat Fisik Tanah dan Metode Analisisnya
  15. Analisis Biologi Tanah
  16. Juknis Mutu Pupuk Organik
  17. Menuju Pertanian Lahan Kering Lestari
  18. Pembuatan Kompos-Balittanah
  19. Pemupukan Berimbang
  20. Sifat Fisik Tanah dan Metode Analisisnya
  21. Petunjuk Pengambilan Sampel Tanah untuk Analisis Biologi Tanah
  22. Compost Quality TestGermination Index Method
  23. Compost and Soil Conditioner Quality Standards 2005

Daftar bahan lain yang bisa didownload: Download Di Sini
Cara mendownload: Klik dua kali pada link yang akan didownload. Kemudian ikuti perintah selanjutnya. Kalau ada iklan yang muncul, klik aja iklannya atau langsung ke SKIP ADD yang ada di pojok kanan atas.

Advertisements

20 responses to “Pupuk Kompos Jerami untuk Solusi Kebutuhan Pupuk Petani: Murah, Mudah, & Cepat

  1. Mas Roi, sy punya ide membuat pupuk organik tablet/bulat utk sbg ganti pupuk urea tablet buat tanaman padi.
    rencana :
    Sumber karbon organik : kompos bekas media jamur merang
    Sumber nitrogen : kotoran ayam pedaging/petelur
    sumber K dan mikroelement : Abu sekam padi bekas pembakaran batu bata
    kalo dibuat bentuk tablet/granul besar kira2 memungkinkan tdk ya mas?

    supermarno1980@gmail.com

    • Urea tablet kandungan N-nya sangat tinggi. Sdgkan pupuk organik dg bahan2 spt itu kandungan Nnya kecil. Menurut sy pupuk organik beda dg pupuk urea tablet.
      Ada banyak pilihan bentuk: curah, pelet, granul, atau tablet. Klo mau dibuat tablet perlu diperkaya dg bahan2 lain agar performanya lebih bagus lagi. Bisa dicoba2 sampai ketemu yg bagus.

  2. OK mas, ini jg baru ide aja, dan tentunya untuk tahu seberapa prospeknya perlu dilakukan percobaan dan pengembangan. Ok thanks

  3. mas Roi, saya pengen nanya. Saya ini berencana bermitra dengan perusahaan dari Singapura dalam penanganan sampah. Namun technology yang mereka punya adalah memproses sampah menjadi pupuk organik alias kompos. Bila saya dapat memproduksi pupuk organik dengan teknologi tinggi (hasil produksi banyak dan kualitas homogenous), kemana saya mesti memasarkannya. Karena perhitungan hasil produksi adalah sebesar 10.000 ton/bulan. Pastinya dengan harga bagus.
    Informasi terkini, perusahaan besar seperti Pusri, Petro sudah tidak menerima pupuk organik dalam bentuk granul dengan harga Rp. 700/kg lagi karena subsidi pemerintah dicabut.
    Mohon bantuan pencerahan dari mas Roi, untuk membantu Indonesia menghilangkan ketergantungan dari pupuk kimiawi yang subsidinya mencapai triliunan rupiah.
    Maturnuwun.

    • Sy tdk paham dg kebijakan pemerintah. POG tahun lalu kualitasnya jelek, dilapangan banyak yg tidak memenuhi standard. Padinya ngak subur, petani juga jadi kabur alias kapok pakai POG.
      Sebenarnya menurut sy pribadi, pupuk organik padat yg bagus untuk memperbaiki kondisi tanah. Kita bisa buat pupuk organik atau kompos yg kualitasnya premium. Ada produk yg hanya 50kg, tapi hasil ke tanamannya sama seperti pupuk kandang 2 ton. Sy lupa namanya, dipakai petani di dieng. Klo bisa buat yg seperti ini akan sangat laku di sentra2 hortikultura. Memang divisi pemasarannya hrs kuat.
      Pasar yg terbuka juga di perkebunan besar. Klo kita bisa buat ppk organik yg bisa mengurangi atau menggantikan ppk kimia akan banyak dibutuhkan. Asalkan costnya tdk lebih tinggi dr ppk kimia.
      Nilai ekonomi pupuk sangat besar sekali, bisa share 10% saja sdh luar biasa. Coba cek di google.

  4. thank’z bro atas karya yang sangat menginspirasiQ utk kembali peduli lingkungan juga banyak membantu dalam bidang lain….terus sebarkan hal positif ya….ganbatte kudasai

  5. wah…ternyata kompos jerami itu kandungannya bagus ya. Coba kalau petani panen jerami dikomposkan terus dibuat pupuk padi lagi, pasti sawah subur. Lha sekarang jerami sudah dibuat berebut buat pakan ternak dan media jamur. Ya petani akhirnya susah sendiri.

  6. Salam,
    Saya menjual mesin tablet untuk pupuk.
    Dan saat ini saya sedang ingin mencoba mengaplikasikan pupuk talet pada tanaman padi.
    Saya mencobanya dengan menyewa lahan dan ingin saya tanyakan sbaiknya pupuk apa saja yang saya buat menjadi tablet agar lebih maksimal dalam mencukupi kebutuhan pupuk tanaman selain UREA.
    Menjadi dalam satu tablet yang siap di tanam.
    Terima kasih

    • Salam juga, setahu saya beberapa tahun yang lalu banyak dijual pupuk majemuk tablet. Namanya macam-macam dengan komposisi bermacam-macam pula. Tetapi sekarang saya cari tidak ada di pasaran. Saya tidak tahu kenapa.

  7. Pingback: Kompos Jerami | Berbagi Tak Pernah Rugi

  8. Pingback: Hasil Analisa Kompos Jerami dan Nilai Haranya | Berbagi Tak Pernah Rugi

  9. Pingback: Brosur Kompos Jerami dan Padi Sehat | Berbagi Tak Pernah Rugi

  10. Pingback: Kompos Jerami: Mudah, Murah, & Cepat | Berbagi Tak Pernah Rugi

  11. Pingback: Video Pengomposan Jerami (YouTube.com) | Berbagi Tak Pernah Rugi

  12. Pingback: Jerami Sebagai Pupuk Organik | Berbagi Tak Pernah Rugi

  13. Pingback: Kompos Jerami untuk Solusi Kebutuhan Pupuk Petani: Murah, Mudah, & Cepat | Berbagi Tak Pernah Rugi

  14. Pingback: Cara sederhana untuk menguji mikroorganisme lokal (MOL), pupuk organik cair (POC), dan pupuk organik padat/granul (POG). | Berbagi Tak Pernah Rugi

  15. sangat bermanfaat artikelnya, terima kasih. kebetulan saya dan teman2 mahasiswa pernah berkunjung ke tempat pak zaka untuk praktik mata kuliah, beliau memang orang yang hebat.

    sukses teruss petani Indonesia….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s