Category Archives: Jahe

Artikel, tips, budidaya, panen, dan paskapanen tanaman jahe gajah, jahe emprit, dan jahe merah

Tulisan Ilmiah Tentang Jahe. Penting untuk Praktisi Jahe.

image

Budidaya jahe, terutama jahe gajah, sedang marak di Indonesia. Ini tidak lepas dari tingginya permintaan eksport jahe gajah. Penting rasanya bagi praktisi jahe; petani, eksportir, penyedia bibit, pupuk, dll; untuk membaca artikel2 ilmiah tentang jahe. Banyak informasi praktis yang bisa dimanfaatkan di lapang. Salah satunya artikel yang berjudul ‘Status dan Prospek Peningkatan Produksi dan Ekspor Jahe Indonesia’ oleh Ekwasita dari Balitro Bogor. Tulisan ini bisa diminta ke perpustakaan Balitro atau Pustaka Deptan.

Beberapa isi artikel yang menarik adalah tentang fluktuasi produksi jahe di Indonesia selama 20 tahun terakhir. Yang lebih membuat saya terkejut adalah produktivitas jahe kita yang rendah. Produksi jahe tertinggi ada di Sulawesi dan Maluku sebesae 28 ton/ha. Di jawa malah rendah sekali 17.5 ton per ha. Data ini mungkin data umum, bukan data khusus tanaman jahe.

image

Continue reading

Buku: Ginger The Genus of Zingiber

Buku tentang jahe mungkin sudah cukup banyak di toko buku, tapi sayangnya sebagian besar hanya buku-buku panduan (how to) praktis tentang bercocok tanam jahe. Tidak ada atau belum ada buku tentang jahe yang lengkap dan komprehensif tentang jahe yang ada di toko-toko buku berbahasa Indonesia.

Sebagai produsen jahe terbesar di dunia, India memiliki buku tentang jahe yang sangat lengkap. Untungnya buku ini berbahasa Ingris, bukan bahasa urdu atau hindi. Jadi kita masih cukup mudah untuk membaca dan mempelajarinya. Menurut pendapat saya buku ini sangat perlu dimiliki oleh para praktisi jahe yang sekarang sedang marak di Indonesia.


Baca juga:

Semuanya tentang Jahe
Pupuk Anorganik Khusus Jahe
Hormon/ZPT Giberelin untuk Jahe
Hormon/ZPT untuk Bibit Jahe
Hormon/ZPT untuk Menghambat Tunas Jahe
Penggunaan Mikroba Trichoderma sp untuk Tanaman Jahe


Silahkan beli di Amazon.com. ๐Ÿ™‚
Ginger: The Genus Zingiber (Medicinal and Aromatic Plants – Industrial Profiles)

Penelitian Top di China Bisa Menghasilkan Jahe Gajah Sampai 88 ton/ha

produksi jahe gajah 88 ton/ha

Penelitian intensif tentang jahe di China bisa menghasilkan produksi hingga 88 ton/ha


Aplikasi hormon (zpt) giberelin untuk meningkatkan produksi jahe
Aplikasi pupuk anorganik untuk jahe
Pupuk Organik Cair Khusus Jahe

Dari data yang dikeluarkan oleh http://www.mapsofworld.com, menyebutkan bahwa China adalah produsen jahe no. 2 terbesar di dunia setelah India. Indonesia sendiri berada di peringkat No. 6 setelah Thailand. Harus diakui kalau China memang unggul dibidang ini. Saya coba searching bagaimana penelitian di China tentang jahe ini. Ternyata hasilnya sungguh luar biasa. Sejak satu dekade lebih dilakukan penelitian intensif tentang jahe di China. Hasilnya tidak hanya berhenti di jurnal dan ‘ndongkrok’ di perpustakaan. Produksi jahe di China meningkat pesat dan kini berada di posisi no. 2 di dunia.

Meski sebagian besar literatur-literatur ilmiah tentang jahe ditulis dalam bahasa China, untungnya bagian abstraknya masih di tulis dengan bahasa Ingris, jadi saya masih bisa membaca intisari dari penelitian ini. Ketika searching saya memanfaatkan mesin pencari milik Google yang khusus untuk jurnal-jurnal ilmiah, yaitu: Google Schoolar. Ada banyak sekali daftar publikasi yang muncul. Memang sebagian besar berasal dari dua negera produsen ton ginger dunia: India dan China. Saya tertarik dengan penelitian-penelitian di China. Karena penelitiannya sangat komprehensif, dari semua sisi. Karenana tidak heran kalau hasilnya juga luar biasa.

Dari literatur itu saya temukan sebuah peningkatan dan capaian yang sangat signifikan.
– Tahun 2006 Chuangke et al melaporkan jika hasil penelitiannya bisa menghasilkan produksi jahe hingga 58 ton/ha.
– Tahun 2007 Kong et al melaporkan jika hasil penelitiannya bisa menghasilkan produksi jahe hingga 60 ton/ha. Naik sedikit, tapi kemajuan yang tidak kecil.
– Tahun 2009 Dong et al melaporkan pencapaian yang sangat luar biasa, produksi jahenya bisa mencapai 88 ton/ha. Gilleee bener…..
Continue reading

Blusukkan di Kebun Raya Bogor

image

Di bawah pohon yang menjadi sarang kalong

Hari minggu lalu acara saya adalah sepedaan dengan Royan. Belum ada tujuan yang jelas dan siangnya saya ada janji dengan teman di kota. Biar menghemat waktu, sepedaan kali ini ke jantung kota Bogor saja: Kebun Raya.

Kami berencana blusukkan ke tempat2 dan sudut2 kebun raya yang belum kami jelajahi. Kalau kami pergi berlima biasanya bawa kendaraan, jadi tidak bisa masuk ke tempat2 yang terpencil dan tersembunyi. Kalau naik sepeda, kami bisa ke mana2.

Saya masuk lewat pintu samping. Kami langsung masuk ke hutan tempat koleksi berbagai macam tanaman. Tempat koleksinya adalah kotakan kecil2 yang banyak sekali. Kami lihat ada tanaman jahe2an, pisang2an, dan lain2. Kami ketemu dengan tanaman yang bunganya mirip dengan Zingiber spectabile, tapi warna bunganya hijau. Di tempat yang sama kami jumpai biji tanaman yang memiliki sayap. Biji bersayap ini mirip biji mahoni tapi ukuranya besar.

image

Biji Bersayap

Biji ini bisa terbang. Kami coba cari di mana pohonnya. Sayang tidak ketemu. Mungkin posisi pohonnya cukup jauh.

image

image

Ketika sedang mencari pohon itu, kami ketemu dengan pohon yang spesial, yaitu pohon tempat tinggal kalong. Kalong ini adalah kelelawar yang ukurannya besar sekali. Konon, kata teman kalong ini sudah pindah dari kebun raya. Pohon tempat tinggalnya di pohon besar dekat taman. Kini tempat tinggalnya lebih ke dalam, tersembunyi, dan pohonnya tinggi sekali.

image

Kemudian kami melanjutkan ke lokasi lain, koleksi bambu. Berbagai macam bambu ada di tempat ini. Mulai bambu yang kecil sampai bambu yang besar2.

image

image

Kami melanjutkan perjalanan. Sampailah kami di makam belanda. Makam yang tertua berangka tahun 1784. Ada juga makam yang banyak diziarahi.

image

image

image

Meneruskan perjalanan. Kami sampai di belakang istana yang jarang dilalui orang. Ternyata di tempat tersembunyi ini ada petilasa Pak Karno. Sayangmya tempat ini dijadikan tempat musryik..

image

Kami mmemutar balik dan kembali ke jalan yang lebih besar.

image