Sampah kota masih menjadi masalah di Indonesia. Sampah kota terdiri dari sampah organik dan sampah anorganik. Keduanya bercampur menjadi satu. Sampah kota sebenarnya sangat berpotensi unuk dimanfaakan sebagai pupuk organik, baik pupuk organik padat maupun pupuk organik cair.
Tahapan pembuatan pupuk organik dari sampah kota adalah: sampah kota –> pemisahan awal sampah organik dengan sampah anorganik –> pengomposan –> pengeringan kompos –> pemisahan kedua sampah anorganik dengan kompos –> pupuk organik.
Video di atas adalah salah satu fasilitas pabrik pupuk organik granul (POG) dengan bahan baku sampah kota. Pabrik ini memiliki kapasitas besar dan sudah cukup lama memproduksi pupuk organik granul ini.
Sampah organik bisa dibuat kompos dengan cara yang cukup sederhana. Pembuatan kompos dari sampah organik menggunakan aktivator Promi. Setelah jadi pupuk kompos, sampah anorganik baru dipisahkan dengan mesin screening. Pupuk kompos yang sudah bersih dari sampah anorganik selanjutnya dihaluskan dan dikeringkan. Setelah diperkaya dengan beberapa bahan pengaya, pupuk kompos ini dibuat dan dikemas menjadi pupuk organik granul.
Proses daur ulang limbah kantong plastik menjadi biji plastik di Bantar Gebang. Proses daur ulang ini secara prinsip sangat sederhana. Pertama: sortasi plastik sesuai jenisnya. Kemudian pencacahan agar ukuran plastik menjadi lebih kecil. Plastik selanjutnya dicuci beberapa kali sampai bersih. Setelah dicuci plastik dikeringkan. Plastik yang sudah kering selanjutnya dipanaskan sampai lumer dan dibentuk menjadi biji plastik.
Masih tentang perbatuan, oleh-oleh dari mudik tahun 2015 (1436H) ini.
Pulang mudik ke kampung halaman. Saya agak telat mudik ke Magelang, kampung kelahiran saya sendiri. Sampai di rumah, ternyata saudara saya dan teman-temannya juga penghobi batu, bahkan dia merubah mesin parut istrinya menjadi mesin gosok batu. Karena juga punya ‘profesi sampingan’ jadi tukang gosok batu akik, ada banyak koleksi batu sisa-sisa dari orang yang mengosok batu. Saya ‘barter’ dengan batu-batu akik yang saya miliki. Salah satu batu hasil barter tersebut adalah batu Brajad Api.
Batu akik Brajad api yang saya terima kondisinya kurang bagus, belum digosok licin dan masih belum sempurna bentuknya. Tidak mengapa, batu basi bisa digosok lagi sampia licin.
Batu Brajad Api, kalau disinari baik dari depan atau belakang akan membiasakan cahaya yang berwarna kuning kemerahan seperti lindah api.
Kata teman yang dari Maluku, batu ini namanya batu Bacan Hati Gorango, yang artinya hati ikan hiu. Batu ini juga berasal dari pulau Bacan, Maluku Utara.
Batu Obi warna merah yang cukup langka hadiah dari Pak Mansur ketika saya berkunjung ke Sofifi, Maluku Utara.
Cincin dari batu bacan palamea. Bukan kualitas terbaik, tetapi harganya bersahabat.
Batu akik Bacan kembang koleksi teman dengan bentuk yang sangat unik. Cincinnya dari perak yang dipesan khusus.
Batu bacan doko kembang. Mungkin dari bagian pingiran batu bacan. Ada pola warna kuning dan biru.
Batu bacan doko kembang. Mungkin dari bagian pingiran batu bacan. Ada pola warna kuning dan biru.
Batu Obi warna kuning.
Batu Obi warna merah yang cukup langka pemberian Pak Mansur.
Batu bacan palamea yang sudah mulai mengkristal
Batu bacan palamea yang sudah mulai mengkristal.
Batu obi yang sangat langka warna kuning golkar. Batu obi ini jarang sekali ditemukan dan harganya setara Bacan. Batu Obi Kuning Golkan ini jualannya Pak Munafri.
Batu akik fosil kayu dari Maluku Utara
Batu akik dari Maluku Utara/Halmahera. Dari jempol: lavender, fosil kayu, Obi Merah, Obi Kuning, Obi Leci.
Batu akik dari Maluku Utara/Halmahera. Dari jempol: lavender, fosil kayu, Obi Merah, Obi Kuning, Obi Leci.
Batu obi warna putih leci asli dari pulau Obi, Maluku Utara. Pulau Obi itu dekatnya pulau Bacan.
Batu obi warna putih leci asli dari pulau Obi, Maluku Utara. Pulau Obi itu dekatnya pulau Bacan.
Batu obi warna putih leci asli dari pulau Obi, Maluku Utara. Pulau Obi itu dekatnya pulau Bacan.
Batu obi warna putih leci asli dari pulau Obi, Maluku Utara. Pulau Obi itu dekatnya pulau Bacan.
Batu giok Haltim warna hijau asli dari pulau Hamahera, Maluku Utara. Batu giok ini sedikit tembus cahaya.
Batu obi warna putih leci asli dari pulau Obi, Maluku Utara. Pulau Obi itu dekatnya pulau Bacan.
Batu obi warna putih leci asli dari pulau Obi, Maluku Utara. Pulau Obi itu dekatnya pulau Bacan.
Batu obi warna putih leci asli dari pulau Obi, Maluku Utara. Pulau Obi itu dekatnya pulau Bacan.
Batu giok Haltim warna hijau asli dari pulau Hamahera, Maluku Utara. Batu giok ini sedikit tembus cahaya.
Batu giok Haltim warna hijau asli dari pulau Hamahera, Maluku Utara. Batu giok ini sedikit tembus cahaya.
Batu obi warna putih leci asli dari pulau Obi, Maluku Utara. Pulau Obi itu dekatnya pulau Bacan.
Batu obi warna putih leci asli dari pulau Obi, Maluku Utara. Pulau Obi itu dekatnya pulau Bacan.
Batu giok Haltim warna hijau asli dari pulau Hamahera, Maluku Utara. Batu giok ini sedikit tembus cahaya.
Batu giok Haltim warna hijau asli dari pulau Hamahera, Maluku Utara. Batu giok ini sedikit tembus cahaya.
Batu akik unik pancawarna dengan motif angka 8 asal Halmahera Timur. (foto koleksi pribadi)
Cantiknya cincin batu Obi dari Maluku Utara (foto koleksi pribadi)
Cantiknya cincin batu Obi dari Maluku Utara
Cantiknya batu cincin akik Obi dari Maluku Utara
Batu giok hijau tua dari Haltim (Halmahera Timur), Maluku Utara.
Batu giok hijau tua dari Haltim (Halmahera Timur), Maluku Utara.
Batu giok hijau tua dari Haltim (Halmahera Timur), Maluku Utara.
Batu giok hijau tua dari Haltim (Halmahera Timur), Maluku Utara.
Batu giok hijau tua dari Haltim (Halmahera Timur), Maluku Utara.
Batu Akik Obi asli dari Maluku Utara
Batu akik lavender asal Haltim (Halmahera Timur) Maluku Utara.
Batu akik lavender asal Haltim (Halmahera Timur) Maluku Utara.
Batu akik lavender asal Haltim (Halmahera Timur) Maluku Utara.
Batu akik lavender asal Haltim (Halmahera Timur) Maluku Utara.
Batu akik lavender setelah digosok. (Foto koleksi pribadi)
Batu akik lavender asal Haltim (Halmahera Timur) Maluku Utara.
Batu cincin King Obi merah berbentuk runcing yang dipakai Iwan, sopir kami. (Foto koleksi pribadi)
Batu cincin yang dipakai sopir kami. Batu obi merah berbentuk runcing dan batu bacan kembang. (Foto koleksi pribadi)
Batu akik bacan kembang yang dipakai pekerja pencongkel kopra. (Foto koleksi pribadi)
Batu akik bacan kembang yang dipakai pekerja pencongkel kopra. (Foto koleksi pribadi)
Liontin berbentuk kucing yang berisi batu hijau fosfor dan batu bacan. (Foto koleksi pribadi)
Hasil gosokan batu akik lavender. Ada banyak degradasi warna batu lavender, mulai dari unggu muda sampai unggu tua. (Foto koleksi pribadi)
Kalau Anda tertarik dengan tulisan di blog ini dan berniat untuk meng-copy-nya serta menyebarluaskannya. Jangan malu-malu, copy aja langsung atau save as lewat menu bar. Boleh diubah, dimodifikasi, dan diperkaya, asal tetap mencantumkan credit-nya dan alamat URL-nya. Diperbolehkan selama untuk tujuan kebaikan, tidak melanggar hukum, norma-norma etika dan kesulilaan, tidak menyinggung SARA, dan BUKAN UNTUK TUJUAN KOMERSIAL. Yang terakhir ini harus bayar Royalti ;). Jika Anda memiliki sesuatu yang ingin ditambahkan, koreksian, komplain, bantahan, protes, gugatan, atau yang lainnya, silahkan masukkan di kolom komentar. Kalau Anda merasa bahwa isi blog bermanfaat, silahkan berbagi dengan yang lain. Silahkan klik icon-icon berbagi yang ada di bawah setiap artikel.