Choose Your Language
Cari di sini
Top Posts
-
Join 2,477 other subscribers
Follow me on Twitter
Tweets by IsroiPilih Kategori
- Biodecomposer Bioethanol Biofertilizer Biofuel Bogor Download Fotografi Hormon Tanaman Jalan-jalan Kompos Komputer Lignoselulosa Limbah Perkebunan Literatur MyFamily MyPoems MyResearch MyStories Organik Pestisida Nabati PROMI Pupuk Pupuk Organik Cair Pupuk Organik Granul Sampah Tanaman Tutorial Uncategorized Unik Video
Tag Archives: akik
Pengalaman Pertama Pergi ke Kepulauan Maluku
Belum semua wilayah Indonesia sempat saya kunjungi, terutama Indonesia bagian timur. Salah satunya adalah kepulauan Maluku. Alhamdulillah, kerjasama penelitian saya dengan Dr. Andriko Noto Susanto, Kepala BPTP Maluku Utara disetujui dan mendapatkan anggaran dana meski dipotong lebih dari separonya. Ini menjadi kesempatan bagi saya untuk mengunjungi kepulauan Maluku. Saya jadi teringat dengan pelajaran sejarah ketika sekolah SD dulu, bagaiman heroiknya Kesultanan Ternate dan Tidore berjuang melawan penjajah Portugis yang ingin menguasai wilayah Maluku dan menguasai perdagangan pala pada saat itu.
Saya berangkat Minggu tengah malam dari bandara Soekarno Hatta. Sambil menunggu di ruang tunggu bandara saya sempatkan menulis beberapa point apa-apa yang akan saya kerjakan di Maluku. Pukul setengah dua belas tengah malam, pesawat mulai boarding. Pesawat take off dengan lancar. Saya mencoba untuk tidur, karena besok mesti mulai kerja. Namun, meski mata sudah pejamkan, saya tidak bisa tidur. Hanya tidur-tidur ayam.
Kurang lebih dua jam, pesawat mendarat di bandara Makasar. Pesawat akan langsung ke bandara Baabullah di Ternate, penumpang dengan tujuan Ternate tetap diminta tinggal di pesawat. Setengah jam lebih penumpang lain memenuhi pesawat dan pesawat segera take off menuju Ternate. Jam tangan saya menunjuk pukul dua, tetapi pilot mengatakan pukul tiga. Saya tidak sadar jika sudah memasuki wilayah Indonesia Bagian Tengah (WITA).
Saya rasa dua jam lebih pesawat terbang menuju Ternate hingga pilot dan pramugari senior memberitahukan jika pesawat sudah bersiap-siap akan landing. Saya lihat dari balik kaca jendela pesawat, matahari sudah bersinar di ufuk, meski jam tangan saya masih menunjukkan pukul lima. Pramugari mengatakan jika pesawat mendarat di bandara Baabullah pukul 7. Waktu dua jam lebih cepat dari jam tangan saya.
Di bandara saya dijemput oleh Dr. Assagaf, salah seorang peneliti di BPTP Maluku Utara. Dengan menggunakan mobil avansa sewaan kami menuju pelabuhan. Kita masih menyeberang lagi ke Sofifi, kata Pak Assegaf. Dari pelabuhan kecil ini kami naik speed boat, kapal kecil dengan dua mesin baling-baling merek yamaha. Ada sekitar 8 penumpang di boat ini. Saya duduk di deretan belakang.
Continue reading
Batu-batu Akik Unik dari Kepulauan Maluku

Aneka macam batu akik yang dijual di pasar batu akik Tobelo. Dr. Andriko sedang milih-milih batu(Foto koleksi pribadi)
Selama ini saya mencoba membetengi diri dari terjangkitnya virus #gilabatu. Meski semua orang gila batu, tangan saya masih bersih suci (cie). Namun, ketika datang ke Ternate, Maluku Utara, terus nyebarang ke Sofifi dan Tobelo, saya jadi takjub dengan beragamnya jenis dan motif batu-batu akik ini dari kepulauan Maluku ini. Macam2, kalau dihitung mungkin lebih dari 20 macam batu.
Baca juga koleksi batu akik lainnya: Batu Akik (Gemstone)
Lihat video pasar batu di Tobelo: Batu-batu akik unik | Batu Hitam Jahanam part 1 | Batu Obi | Cantiknya Cincin Akik dari Batu Halhamera | Batu Bacan
Temanku, Dr. Andriko, di tangaannya nangkring dua mata batu bacan. Gede2 lagi. Ternyata koleksinya banyak. Ada satu kotak penuh. Sisa2 batu bacannya diberikan ke sopirnya. Tangan kiri dan kanan sopirnya pun pakai batu, batu obi merah dan bacan kembang. Batu obinya digosok runcing, jadi seperti cakar. Dr. Assegaf, temen yang juga pergi dengan kami, tangannya memakai batu akik merah. Bapak Fery, Kadis Pertanian Halmahera Utara, tangan kirinya pakai batu hitam jahanam, tangan kanannya Bacan. Ikat pingganya pun pakai mata batu bacan. Hanya tangan saya yang bersih suci dari batu.

Batu cincin yang dipakai sopir kami. Batu obi merah berbentuk runcing dan batu bacan kembang. (Foto koleksi pribadi)
Sore hari selepas kerja, Pak Andriko mengajak jalan-jalan melihat-lihat batu di pasar Tobelo. Di kota kecil yang cukup ramai ini, ternyata perdagangan batu meriah juga. Mereka menjajakan dagangannya di emperan2 toko. Berderet sepanjang jalan. Bahkan ada yang ditumpuk banyak banget.
Misteri Batu Akik Berlafalkan Allah yang Ditemukan di Pemakaman Viking Kuno
Mungkin di Indonesia bangsa Viking lebih dikenal sebagai bangsa bar-bar. Digambarkan sebagai sosok tinggi besar dengan ciri khas topi yang ada tanduknya. Meski sebenarnya topi viking tidak memiliki tanduk, tetapi ciri ini yang kini melekat pada bangsa Viking. Bangsa Viking juga ditakuti oleh negeri-negeri sekitarnya pada jaman dulu, karena dikenal sebagai bangsa perampok.
Dalam sebuah penggalian di kota Birka, sebuah kota dagang Viking kuno ditemukan sebuah cincin yang penuh misteri. Pemakaman yang diyakini berasal dari abad ke-9 ini adalah salah satu kota perdagangan kuno milik bangsa Viking. Para peneliti terkejut, karena di cincin yang mereka temukan ada tulisan arab kuno yang berbunyi “il-la-lah” yang artinya “Untuk/Kepada Allah”. Penemuan ini menarik dan semakin menjadi misteri, karena ini adalah penemuan arkeologi pertama yang berbau ‘Islam’. Sama anehnya dengan temuan koin jaman Majapahit yang ada tulisan lafadh “La illa ha illallah” atau kalimat tauhid.
Penelitian ini diterbitkan disebuah jurnal ilmiah bergensi ‘Scanning’ yang diterbitkan oleh penerbit ilmiah ternama Willey. Artikel aslinya bisa dilihat dan didownload di bagian bawah ini.
Para meneliti menduga bahwa ini adalah salah satu bukti adanya interaksi antara orang Viking kuno dengan dunia Islam di Arab. Ketika di Gothenburg dulu saya juga membaca ada laporan dari diplomat Arab kuno yang menceritakan tentang kehidupan di Gothenburg pada jaman dulu. Ini juga membuktikan bahwa para saudagar-saudagar muslim telah berkelana sangat jauh hingga sampai ke scandinavia.
Penemuan ini juga menjadi menarik, karena baru-baru ini terjadi kerusuhan rasial di Malmo. Sebuah masjid di Malmo dilempari granat oleh orang tidak dikenal. Demikian juga kelakuan karikatur Swedia dan Denmark (negara tetangga Swedia) yang membuat gambar yang menghina Nabi Muhammad.

























