Tag Archives: Fotografi

Sunset Pukul 22.45 Tengah Malam

Sunset di Gothenburg

Langit Godvadersgatan, Gothenburg, di sore hari ketika matahari terbenam (sunset)

Waktu sholat magrib ditandai ketika Sang Mentari mulai singgah ke peraduannya. Adalah saat Sang Mentari masih terlihat malu-malu di ufuk dan memancarkan warna jingga keemasan. Di desaku, yang tidak jauh dari garis katulistiwa, waktu magrib hampir selalu sama setiap harinya, yaitu antara pukul 17.30 – 18.30 WIB.

Saya mengalami ‘shock’ waktu sholat ketika tinggal di kota Gothenburg, Swedia. Waktu sholat yang berdasarkan posisi matahari ini tidak sama setiap harinya. Di kota yang lebih dekat ke kutup utara daripada katulistiwa ini, waktu terbit dan terbenamnya matahari berubah-ubah setiap hari. Di musim dingin, bulan Desember – Maret, Sang Surya malas bersinar. Hari lebih banyak gelapnya daripada terangnya. Gelap dan dingin……bbbrrrrr…..

Sedangkan di musim panas, bulan Juni-Agustus, Sang Surya sedang giat-giatnya menyinari bumi Skandinavia. Waktu siang lebih panjang daripada waktu malam. Di puncak musim panas, Sang Surya sudah ‘bangun’ pukul 2.30 pagi. Semburat warna merah terlihat di langit timur, tanda waktu sholat subuh. Pukul 5 pagi sudah terang benderang.

Udara menghangat dan orang-orang dengan riang menyambutnya. Wajah-wajah orang terlihat lebih cerah, senyum terkembang, dan menyapa ramah. Waktu siang sungguh panjang sekali. Sang Surya seperti tidak pernah lelah bersinar, menemani orang-orang yang bercanda riang dan berjemur di bawahnya. Lapangan sepakbola di seberang apartemen masih ramai hingga tengah malam.
Continue reading

Fotografi Hitam Putih

539044_10150962520821574_2095461163_n
((C) Ansel Adam Gallery)

Fotografi hitam putih istimewa, karena dalam warna duotone tidak ada warna yang salah. Orang akan fokus pada bentuk, garis, ‘tone’, dan pesan foto itu sendiri.

Fotografi hitam putih memiliki sejarah panjang, sepanjang sejarah kamera itu sendiri. Meskipun dunia fotografi sudah sedemikian maju, namun foto hitam putih masih tetap memiliki tempat tersendiri di dunia fotografi. Masih banyak fotografer-fotografer ternama masih setia dengan foto hitam putih. Sebut saja Alm. Pak Ansel Adam, bapak fotografi landscape, yang tetap setia dengan warna duotone, meskipun Pak Adam adalah konsultan untuk perusahaan film ternama. Pak Sebastiao Salgado, fotografer dokumenter, selalu menggunakan film hitam putih dalam karya-karyanya. Sally Man, fotografer Amerika, yang memanfaatkan nuansa suram dan mistis foto hitam putih dalam karya-karya fotografinya. Nick Brandt, fotografer binatang, memotret binatang di alam liar Afrika dengan sangat menajubkan dalam nuansa duotone. Banyak karya-karya foto humor Pak Elliot Erwitt adalah fotografi hitam putih. Beberapa majalah fotografi terkemuka juga menampilkan foto hitam putih di dalam majalahnya. Sebut saja majalah Lens Work. Karya fotografi hitam putih di dalam majalah ini sungguh luar biasa.

Rue des Ursins, 1900
Karya fotografi hitam putih klasik oleh Eugene Atget.
Continue reading

Langit

This slideshow requires JavaScript.

Tengoklah ke atas. Langit tak selalu biru. Arak-arakkan awan putih. Mendung kelabu. Burung-burung. Bulan. Matahari. Langit tak selalu biru. Jingga di ufuk. Pekatnya malam.

burung di angkasa

venus & saturnus

_DSC5867small

full moon

bulan sabit

chalmers balon

Mendung

Mendung

burung-burung di langit

camar dan pesawat

Continue reading

Andi, Apache Barber Shop

Andi, Apache Barber Shop

Namanya Andi, owner merangkap tukang cukur dari tempat Potong Rambut APACHE. Lokasinya njlempit di gg Jetis Magersari, Magelang. Luas tempatnya hanya 1 x 2 meter, nempel di rumah orang. Tempat cukur ini dihiasi pernak-pernik indian Apache. Maklum si empunya tempat cukur ngefans berat sama suku Indian ini. Pagar depan dibuat dari belahan-belahan kayu dan diatur sangat artistik. Menambah kesan kuat nuansa indiannya. Saking ngefannya, motor vespa kesayangannya pun dihias bak motor Indian. Tengkorak sapi besar bertengger seram di muka vespa yang sudah di-modif habis-habisan itu.

Di depan kios mungil ini juga dihiasi dengan tulisan-tulisan religius. Tulisan-tulisan tentang kematian, neraka, dan dosa. Tuisan-tulisan yang mengingatkan dan menyadarkan orang-orang yang membacanya akan akhir kehidupan ini. Ada juga , foto-foto dari potongan majalah dan komik religi. Selain itu, cukur di tempat ini diiringi dengan alunan sholawat dari Sulis dan lagu-lagu religi lainnya.

Meskipun tempatnya njlempit, tapi langganan tempat cukur ini banyak. Rasanya tempat ini tidak pernah sepi pelanggan. Selain karena nuansanya yang unik, hasil cukuran Andi rapi. Pelanggan puas dengan hasil ketrampilan tanggannya. Selain itu ongkos cukur tempat ini sangat-sangat murah. HANYA RP 4000. Harga ini tidak berubah sejak 5 atau 6 tahun yang lalu. Bisa dibandingkan dengan ongkos cukur di tempat lain. Ongkos cukur di tempat lain Rp. 8000 – Rp. 15.000, klo di salon jauh lebih tinggi lagi. Apalagi kalau dibandingkan dengan di luar negeri….jauh banget. Ongkos klippning (cukur) di tempat cukur dekat apartemen saya paling murah > Rp. 100rb.

Tantangan memotret dalam kondisi low light

Fotografi asik dengan kamera saku

Tip dan trik memotret dengan kamera saku.

Fotografi sering diibaratkan melukis dengan cahaya. Cahaya sebagai media, seperti halnya cat minyak, atau cat air. Nah, kalau cahayanya kurang, ibarat pelukit kehabisan cat. Seperti dalam kondisi pencahayaan yang ‘low light’, fotografer harus bisa ‘melukis’ dengan cahaya seadanya. Inilah tantangannya.

Kondisi ‘low light’ bisa dibuat, seperti di ruangan yang gelap dengan hanya diterangi lilin atau lampu kecil. Kadang-kadang fotografer menemukan objek foto yang memang berada di tempat yang low light. Saya lebih banyak berada dalam kondisi yang kedua. Sangat jarang saya sengaja memotret di tempat yang gelap. Memang ada beberapa foto seperti itu, ketika saya sedang belajar memotret low light. Saya masih ingat beberapa tahun yang lalu, ketika jamannnya masih pakai film selluloid. Saya pingin banget memotret lilin. Habis satu rol film, hanya satu foto yang jadi. Bisa dibayangkan kan, jaman dulu memotret pakai film. Apes deh……

Cahaya Lilin

Cahaya Lilin

Pengalaman itu membuat saya jadi agak malas menciptakan kondisi low light untuk memotret. Selain itu foto-foto seperti itu terkesan ‘klise’. Kalau saya tidak menemuka ide yang cukup menarik, saya malas memotret seperti itu.

Continue reading

Oldig: high key atau low key

Salah satu kelebihan fotografi digital saat ini adalah pengolahan foto secara digital (oldig). Foto asli hasil jepretan kamera bisa diolah sesuai keinginan fotografernya hanya dengan menggunakan komputer. Misalnya saja mengolah foto menjadi foto high key atau low key. Sebagai contoh foto bunga dahlia yang foto aslinya seperti foto di bawah ini.

Foto asli bunga dahlia sebelum diolah

Foto asli bunga dahlia sebelum diolah

Bunga dahlia ini saya foto dihari yang cerah dengan cukup cahaya. Ketika saya foto, saya turunkan sedikit exposurenya, sehingga sedikit ‘under exposure’. Saya lakukan ini, karena saya bisa dapatkan detail di bagian yang cerah dan cukup mudah untuk meningkatkan exposure dengan Photoshop. Sayangnya bunga dahlia sedikit terpotong di bagian atas. Selain itu komposisinya juga kurang bagus. Namun, saya suka dengan bunga dahlia ini.
Continue reading

Foto Low Key: Kegelapan yang diselimuti misteri

Fotografi asik dengan kamera saku

Buku Fotografi Asik dengan Kamera Saku

Foto low key adalah kebalikan dari foto high key. Kalau foto high key cahaya berlebih, foto low key pencahayaannya kurang. Kalau dilihat dari histogramnya, grafik histogram condong ke kiri. Namun, tidak ada yang ‘clipping’ di bagian gelapnya. Jadi bagian low tone-nya yang tinggi, sedangkan middle tone dan high tone-nya rendah.

Foto low key bernuansa gelap. Gelap melambangkan kesedihan, misteri, rahasia, dan elegan. Ketika melihat foto-foto low key, kita seperti masuk ke dunia kegelapan yang penuh misteri. Foto-foto low key sebagian besar saya ambil ketika malam hari atau di ruangan yang sedikit cahaya. Saya tidak menggunakan tambahan lampu kilat atau lighting. Maklum belum punya peralatan lighting.

Berikut ini beberapa foto low key yang saya buat. Selamat menikmati. Seperti biasa, sampaikan saran, kritik, dan masukannya.

Mas Susanto

Dahlian in darkness
Continue reading

Foto high key: Memotret Mimpi

Fotografi asik dengan kamera saku

Buku Fotografi Asik dengan Kamera Saku

Ada banyak sekali yang menarik bagi saya tentang fotografi. Salah satunya adalah foto-foto ‘high key’. Ketika saya melihat foto ‘high key’ saya seperti melihat mimpi. Warna-warna yang dominan putih, kontras yang rendah, dan cahaya-cahaya yang menyilaukan. Foto-foto high key memiliki ‘tone’ yang condong ke kanan pada grafik histogram. ‘Middle tone’ dan ‘low tone’ rendah, tetapi tidak ada ‘clipping’ pada ‘highlight’.

Kebanyakan foto-foto ‘high key’ yang saya buat adalah foto-foto ketika musim dingin (winter). Hamparan salju yang putih seperti di dunia mimpi. Foto-foto yang lain saya ambil ketika kabut menutupi pandangan, atau ketika cahaya menyilaukan.

Saya terus berusaha belajar membuat foto ‘high key’. Berikut ini beberapa foto ‘high key’ saya. Silahkan dinikmati. Sampaikan kritik, saran, dan komentar Anda, agar saya bisa lebih banyak belajar lagi.

Pink Rose in My Dream

Winter at Vaderlisgatan

Pink Rose in My Dream

Pink Rose in My Dream

Pink Rose in My Dream

Vaderlisgatan

Pink Rose in My Dream

Pink Rose in My Dream

Winter Time

Winter Time

A bud of a rose

Dahlia

Bud of a rose

Bud of a rose

Crossing

Crossing

Lost

Lost

Light of a dream

Light of a dream

Sakura

Sakura

Old Gothenburg Harbour

Old Gothenburg Harbour

Winter

Winter

Svartemosse in Winter

Svartemosse in Winter

Svartemosse in Winter

Railway

Svartemosse in Winter

A Mist

Gallery

[GoVlog-Extra Joss] Dusun Kembang 2; dusun kecil yang bersahaja.

This gallery contains 36 photos.

Mohon dukungan JEMPOLnya agar dususn kembang bisa mendapatkan qurban sapi dari ExtraJoss. Caranya dengan memberikan LIKE pada foto yang ada di link ini: Dusun Kembang. Namanya dusun Kembang 2. Sebenarnya dulu namanya adalah dusun Kaliwunglong. Namun, karena naman itu dianggap … Continue reading

The Trees

Fotografi asik dengan kamera saku

Tip dan trik memotret dengan kamera saku.

I always fascinated by trees. Its root penetrate deeply into the earth and Its trunk stand up strongly to the sky. They take energy from the sunlight, and convert it to the organic form. So, we can use this energy for our life. They give us fresh air and absorb our dirty breath. Its root hold the water, and release it as a spring. So, we can quench our thirst, clean up our body, and cloths. Our life depend on the trees. I take photograph of the trees as my respect and thanks.

The Root The Brances Untiltled The root of big tree The Tree