Documen ini adalah Revisi dari document sebelumnya: Revisi 1.
Klik di sini untuk mendownload file ini: Dokumen awal | Revisi 1 | Revisi 2
Documen ini adalah Revisi dari document sebelumnya: Revisi 1.
Klik di sini untuk mendownload file ini: Dokumen awal | Revisi 1 | Revisi 2
Posted in Hormon Tanaman, Organik, Pupuk, Pupuk Organik Cair
Tagged auksin, colchichine, giberelin, orgaik, POC, Pupuk, Sitokinin, ZPT
Documen ini adalah Revisi dari document sebelumnya: Dokumen awal
Klik di sini untuk mendownload file ini: Dokumen awal | Revisi 1 | Revisi 2
Posted in Hormon Tanaman, Pupuk, Pupuk Organik Cair
Tagged auksin, cair, colchicine, giberelin, hormon, Organik, POC, Pupuk, Sitokinin, ZPT
Download file ini: Petunjuk Tambahan Pemakaian Langsung Hormon Tanaman
Posted in Download, Hormon Tanaman, Organik, Pupuk, Pupuk Organik Cair
Tagged asam humat, auksin, cair, colchisine, giberelin, hormon, Organik, petani, POC, Pupuk, Sitokinin, ZPT
Baca juga Membuat Pupuk Organik Cair: Bagian 1 | Bagian 2 | Bagian 3 | Bagian 4
DOWNLOAD PROSEDUR PEMBUATAN POC DENGAN BIANG POC | Buku Panduan Pembuatan POC | ZIDDU | SCIBD | Contoh perhitungan bahan baku
Revisi Petunjuk Pembuatan POC dengan Biang POC: Dokumen awal | Revisi 1 | Revisi 2
Download: Petunjuk Pemakaian Langsung Hormon Tanaman.
Catatan penulis:
Terus terang saya bukan ahli pemasaran dan marketing. Kalau saya ahlinya, pasti saya sudah kaya bin raya. Saya hanya punya pengalaman sedikit tentang pembuatan POC, tapi belum bisa melakukan strategi pemasaran yang jitu. Jadi isi tulisan ini hanyalah pengalaman orang lain, denger cerita mereka, ditambah membaca dan melamun. Nikmati aja.
Saya ngak tahu mau mulai dari mana, dari yang kecil atau langsung yang besar. Gini aja deh…, mulai dari yang nongol di kepala lebih dulu. So… jangan protes kalau tulisannya tidak sistematis. Baca aja, kalau ada yang bermanfaat ambil, kalau ngak…. buang ke laut aja……Happy Reading…!!!
Pemerintah punya program untuk pengadaan POC melalui beberapa BUMN. Beberapa perusahaan plat merah lain juga sudah mulai menggunakan POC (perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan, pertanian, dan agrikultur/agroindustri). Semakin besar perusahaannya tentu saja akan semakin besar kebutuhan POC-nya. Kadang-kadang mereka mengadakan tender pengadaan POC. (Ngak tahu tender beneran apa tender-tenderan…tau ah….gelap.) Strategi pertama: mendangkan tender dan dapatkan PO-nya. Sebut saja strategi ini STRATEGI MARPROY alias Makelar Proyek.
Ngak usah punya perusahaan sendiri. Pinjam aja ke temen yang punya PT atau CV. Lalu ajukan proposal tendernya. Jangan lupa untuk melakukan PDKT ke panitia tender dan orang-orang yang punya kekuasaan untuk menentukan pemenang tender. Ngak usah ragu-ragu untuk ‘main depan’ yang diperkuat dengan ‘main belakang’.
Volume bin kuantiti PO-nya buesar zekali. Jadi keuntungannya bisa dibayangkan….segunung. Kata orang jawa: ‘jer basuki mowo beo’. Semua ada biayanya. Gede untungnya, modalnya juga tidak sedikit.
Setelah dapat PO-nya, baru kita mulai produksi sendiri. Ngak usah pusing-pusing, pakai aja BIANG POC. (Sorry…ini murni promosi…). Tinggal diencerkan, tambah ini, tambah itu, botolin, kasih label. Langsung kirim.
Kalau ngak bisa ikut tender atau ngak menang tender. Masih ada jalan lain untuk mendapatkan PO, yaitu deketi orang-orang yang menang tender. Biasanya mereka juga cari-cari suplier untuk nge-sub kontrak. Tentu saja langkah ini keuntungannya lebih kecil. Tapi…daripada ngak jual POC…???!!
Selain perusahaan ‘plat merah’, perusahaan swasta pun banyak yang mulai menggunakan POC. Setahu saya ada perusahaan sawit besar yang melakukan penyiraman dengan menggunakan pesawat….(Gile..bener….kaya di luar negeri aja…). Coba banyangkan kalau air penyiramannya diberi POC… Berapa liter ya…kira-kira…volume penjualannya ya…. ????
Menjual ke perusahaan besar perlu taktik dan seni yang berbeda dengan menjual ke perusahaan plat merah. Cara paling jitu adalah deketi ownernya. Jangan lewat lewel dua apalagi level tiga. Owner punya hak veto yang bisa menganulir semua keputusan orang-orang di bawahnya. Kalau ownernya sudah OK..yang lain…bisa diatur….!!!
Continue reading
Posted in Kompos, Organik, PROMI, Promo, Pupuk, Pupuk Organik Cair
Tagged auksin, giberelin, pemasaran, pemerintah, plat merah, POC, pupuk organik cair, Sitokinin, strategi, swasta
Baca juga Membuat Pupuk Organik Cair: Bagian 1 | Bagian 2 | Bagian 3 | Bagian 4
DOWNLOAD PROSEDUR PEMBUATAN POC DENGAN BIANG POC | Buku Panduan Pembuatan POC | ZIDDU | SCIBD | Contoh perhitungan bahan baku
Revisi Petunjuk Pembuatan POC dengan Biang POC: Dokumen awal | Revisi 1 | Revisi 2
Download: Petunjuk Pemakaian Langsung Hormon Tanaman.
Setelah menemukan formula POC yang ToP MarKoToP, langkah berikutnya adalah menentukan berapa harga POC ini mau kita jual. Ada banyak strategi menentukan harga, saya hanya tahu beberapa strategi saja. Pilih strategi yang paling cocok dengan POC Anda dan target pasar Anda.
Dari tulisan sebelumnya kita sudah bisa hitung berapa biaya yang diperlukan untuk memproduksi POC. Masukkan sekalian biaya investasi dan biaya overheadnya.
Setelah ketemu angkanya, kita tetapkan berapa keuntungan yang kita harapkkan dari produk POC ini. Misalkan saja 20%.
Harga jual POCnya adalah
jika keuntungan dihitung dari harga pokok:
= Modal + (20% x Modal)
Jika keuntunga dihitung dari harga jual
= Modal /80%
Contoh perhitungannya. Misal biaya pokoknya adalah Rp. 25,000
Harga jualnya
= Rp 25,000 + (Rp 25.000 x 0.2)
= Rp 25,000 + Rp 5.000
= Rp. 30.000 per liter
Atau
= Rp 25.000/0,8
= Rp 31.250 per liter
Continue reading
Posted in Organik, Pupuk, Pupuk Organik Cair
Tagged auksin, giberelin, harga, petani, POC, pupuk cair, Sitokinin
Baca juga Membuat Pupuk Organik Cair: Bagian 1 | Bagian 2 | Bagian 3 | Bagian 4
DOWNLOAD PROSEDUR PEMBUATAN POC DENGAN BIANG POC | Buku Panduan Pembuatan POC | Goole Drive | SCIBD | Contoh perhitungan bahan baku
Revisi Petunjuk Pembuatan POC dengan Biang POC: Dokumen awal | Revisi 1 | Revisi 2
Download: Petunjuk Pemakaian Langsung Hormon Tanaman.
Di tulisan sebelumnya saya sudah sampaikan sedikit tentang meramu POC dengan biang POC. Di tulisan ini saya akan mencoba membahasnya sedikit lebih detail. Sebenarnya dengan biang POC saja sudah dibuat POC dengan kualitas standard, artinya POC ini sudah bisa memberikan manfaat bagi tanaman dan memiliki kandungan seperti yang diatur oleh pemerintah (Deptan). Jadi bukan POC ‘abal-abal’ (….pinjam ya..GS Astra….;D).
Dengan kualitas standard seperti ini POC kita kurang memiliki keunikkan dibandingkan dengan POC-POC yang lain. Agar ‘menang dalam pertempuran pasar’, POC yang kita jual perlu memiliki keunikan dan keunggulan dibandingkan dengan POC-POC yang lain. Nah..membuat POC yang unik dan unggul ini yang perlu ‘seni’ tersendiri.
Posted in Biofertilizer, Kompos, Pupuk, Pupuk Organik Cair
Tagged auksin, biang, giberelin, hormon, POC, Pupuk, pupuk organik cair, Sitokinin, ZPT
Mungkin tidak banyak yang tahu jika ada perubahan-perubahan spek POC dari deptan. Perubahan-perubahan ini menarik untuk dicermati. Ada apa sebenarnya di balik itu? Kenapa Deptan merubah spek itu? Saya sendiri tidak tahu proses yang terjadi sebenarnya di deptan sana. Saya hanya mencoba mengamati dari luar saja.
Saya tertarik dengan beberapa perubahan dalam kandungan hara ini, yaitu kandungan C-organik, N, P2O5, K2O. Di spesifikasi yang lama, kandungan N, P2O5, dan K2O max 5%. Sepanjang pengetahuan saya tidak ada bahan organik yang memiliki kandungan N lebih dari 4%. Yang pernah sampai 4 % hanya azolla. Itu saja jumlahnya sangat terbatas sekali. Kencing binatang yang menurut anggapan sebagian besar orang memiliki kandungan N tinggi, kandungannya paling-paling cuma 2%. Saya paling sering ditanya oleh orang, sebagian besar adalah pengusaha POC, bagaimana cara meningkatkan kandungan N hingga lebih dari 5% dari bahan baku organik. Saya biasanya jawab, saya tidak tahu dan saya tidak bisa.
Yang lebih mengherankan lagi adalah banyak sekali POC yang ada dipasaran memiliki kandungan N yang fantastis. Ada yang 5%, ada yang 6%, bahkan ada yang 9%. Saya 1000% tidak yakin kalau kandungan N yang tinggi tersebut dari bahan organik. Non sense.
Saya sempat tanyakan ke beberapa produksen POC, dari mana N-nya bisa setinggi itu? Akhirnya mereka menjawab, babwa ditambah dengan N kimia. Bisa bahan kimia padat atau cair. Nah…lho…..!!!!!!
Continue reading
Posted in Organik, Pupuk, Pupuk Organik Cair
Tagged auksin, Deptan, giberelin, hara NPK, hormon, ijin, kandungan hara, POC, PPI, pupuk organik cair, Sitokinin, spesifikasi
Baca juga Membuat Pupuk Organik Cair: Bagian 1 | Bagian 2 | Bagian 3 | Bagian 4
DOWNLOAD PROSEDUR PEMBUATAN POC DENGAN BIANG POC | Buku Panduan Pembuatan POC | ZIDDU | SCIBD | Contoh perhitungan bahan baku
Revisi Petunjuk Pembuatan POC dengan Biang POC: Dokumen awal | Revisi 1 | Revisi 2 | Revisi 3
Download: Petunjuk Pemakaian Langsung Hormon Tanaman.
Penggunaan pupuk organik meningkat tajam beberapa tahun terakhir ini, tidak hanya pupuk organik granul (POG) tetapi juga pupuk organik cair (POC). POC memiliki manfaat sinergistik dengan POG. Aplikasi POG sendiri tanpa aplikasi POC biasanya kurang memberikan hasil yang memuaskan. Dengan apliasi POG yang dibarengkan dengan aplikasi POC, hasil tanaman lebih terlihat nyata dan bisa dilakukan full organik, tanpa penambahan pupuk kimia sama sekali.
POC memiliki fungsi yang sedikit berbeda dengan POG. POG lebih berperan di tanah: memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. POC berperan langsung pada tanamannya. POC disemprotkan ke daun dan akan langsung masuk ke sistem metabolisme tanaman. Kandungan hara yang ada di dalam POC akan langsung diserap oleh tanaman. Demikian pula kandungan hormon tanaman juga akan langsung berfungsi begitu memasuki sistem metabolisme tanaman. Karena itu aplikai POC lebih cepat terlihat daripada aplikasi POG.
POC bisa diaplikasikan untuk semua jenis tanaman. Selain dikombinasikan dengan POG, aplikasi POC juga bisa dikombinasikan dengan pupuk kimia.
Posted in Biofertilizer, Bisnis On-line, Organik, Pupuk, Pupuk Organik Cair
Tagged biang POC, hormon, Organik, perkebunan, pestisida nabati, petani, POC, pupuk organik cair, usaha, ZPT
LCPKS (Limbah cair pabrik kelapa sawit) merupakah limbah PKS yang volumenya cukup besar. Dari setiap ton TBS yang diolah bisa menghasilkan LCPKS sebanyak 600-700 m3 limbah. Misalkan di sebuah PKS dg kapasitas 30 ton TBS/jam, dengan 7 jam kerja dan 25 hari kerja, LCPKS yang dihasilkan bisa mencapai .3.150.000 m3/bulan.