Monthly Archives: August 2008

Pustaka

Mencari pustaka di Indonesia susah-susah gampang. Bagi mahasiswa atau peneliti seperti aku ini pustaka sangat penting artinya. Oleh karena itu aku selalu berusaha mencari pustaka selengkap-lengkapnya ketika melakukan penelitian. Penelitianku beberapa waktu ini terkait dengan kompos, lignoselulosa, biopulping, fungi pelapuk putih, bioethanol, dan biodiesel. Aku kumpulkan literature tentang topik tersebut. Daftarnya aku tampilkan di bawah ini. Masih ada banyak lagi literature yang belum sempat aku buatkan daftarnya, topiknya terkait dengan: pelarut fosfat, dan biofertilizer. Jika dikumpulkan literature yang belum sempat aku tulis ini ada sekitar 1000 halaman. Aku harap daftar ini membantu rekan-rekan mahasiswa/peneliti yang membutuhkan. Silahkan hubungi saya di (isroi93@gmail.com).

A., A. F., & Wearne, R. H. (1992). Chemical cellulose from Eucalyptus Regnans wood by autohydrolysis-explosion-extraction. Carbohydrate Polymers
, 17, 103-110.

Continue reading

Mengatasi Masalah Driver NVIDIA di Ubuntu Hardy Heron

Salah satu masalah yang sering dihadapi ketika menginstall ubuntu adalah masalah driver VGA,khususnya dari NVIDIA. Masalah ini kadang-kadang membuat pusing untuk mengatasinya. Saya juga menghadapi masalah ini ketika akan mengupgrade Ubuntu dari versi lama ke versi Hardy Heron. Setelah mengelana di dunia maya selama beberapa hari aku menemukan beberapa saran. Tapi saran-saran itu belum berhasil juga mengatasi masalahku ini. Setelah mencoba berkali-kali akhirnya bisa juga driver VGA NVIDIA-ku berjalan di Ubuntu. Berikut ini aku sampaikan langkah-langkah yang aku lakukan, semoga dapat membantu teman-teman yang lain yang mengalami masalah sama.

  1. Dowdload driver NVIDIA dari situs resminya (http://www.nvidia.com/object/unix.html). Download driver yang sesuai dengan versi VGA yang Anda gunakan. Saya mendownload: NVIDIA-Linux-x86-96.43.07-pkg1.run
  2. Copy di home folder ubuntu anda
  3. Masuk ke command-prompt dengan menekan ctrl+alt+f1
  4. Ketikkan perintah-perintah berikut ini

sudo apt-get remove –purge nvidia*

sudo apt-get install linux-headers- libc-dev build-essential

sudo /etc/init.d/gdm stop

sudo sh NVIDIA-Linux-x86-96.43.07-pkg1.run

sudo /etc/init.d/gdm start

startx

  1. Coba sekarang gunakan efek desktop di ubuntu.

Poster PIT PERMI 2008 Unsoed Purwokerto

PENGOMPOSAN LIMBAH SLUDGE PABRIK KERTAS UNTUK PUPUK BIOORGANIK

 

Isroi, S. Ropikoh, Siswanto, H. Widiastuti

Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia

Jl. Taman Kencana no. 1, Bogor

Telp.: 0251 – 8327449/8324048/8348842

E-mail: isroi93@gmail.com

http://Isroi.wordpress.com

 

Abstract

Pengolahan kayu maupun kertas bekas (waste paper) menjadi pulp dan kertas menghasilkan limbah sludge pabrik kertas (LSPK) yang jumlahnya sangat melimpah. LSPK merupakan limbah organik yang mengandung C tinggi tetapi kandungan N-nya rendah sehingga memerlukan proses pengomposan untuk pembuatan pupuk organik. Serangkain penelitian telah dilakukan untuk mengolah LSPK menjadi kompos melalui dua skala pengomposan, yaitu: 100 kg dan 1 ton. Pengomposan skala 100 kg dilakukan dengan menguji 2 faktor, yaitu: 1) jenis medium: a) sludge, b) sludge + 5% pupuk kandang (PK), c) sludge + 10% PK, dan d) sludge + urea; dan 2) mikroba decomposer: a) tanpa mikroba, b) Pholyota sp, c) Omphalina sp + Agraylie sp + Isolat KLP; dan setiap perlakuan diulang 3 kali. Hasil terbaik pada skala 100 kg dikembangkan untuk pengomposan skala 1 ton dilakukan dengan memberikan perlakuan: a) sludge, b) sludge + 10% PK + fungi pelapuk putih (FPP), c) sludge + 5% PK + 5% urea + FPP, d) sludge + 10% urea, dan FPP; setiap perlakuan diulang 2 kali. Suhu pengomposan sedikit meningkat pada minggu pertama dan selanjutnya terus menurun sampai minggu ke-4. Pemberian pupuk kandang berpengaruh terhadap peningkatan suhu sedangkan isolat decomposer tidak berpengaruh terhadap peningkatan suhu. Pemberian urea meningkatkan pH kompos dengan kisaran antara 7.5 sampai 8.5, sedangkan pemberian isolat decomposer tidak berpengaruh terhadap peningkatan pH. Rasio C/N terendah diperoleh pada pemberian 10% PK. Pengomposan skala 1 ton menunjukkan suhu dan pH yang berbeda dengan pengomposan skala 100kg. Suhu kompos meningkat hingga 65oC. Pemberian pupuk kandang dan urea berpengaruh terhadap penurunan rasio C/N. Penurunan rasio C/N terendah diperoleh dari perlakuan penambahan PK. Selain itu kompos pada perlakuan ini memiliki kandungan P tinggi serta asam humat yang relatif tinggi.

 

Keywords: sludge, pabrik kertas, pupuk bioorganik, biodekomposer, fungi pelapuk putih

Mengenalkan Komputer pada Anak

Pengenalan Sejak Dini

Belajar Komputer Sejak Dini

Belajar Komputer Sejak Dini

Dalam sebuah puisinya Khalil Gibran mengatakan bahwa: anak-anak kita bukanlah anak kita, tetapi anak jamanya sendiri. Artinya anak-anak kita harus dipersiapkan untuk menghadapi jamannya sendiri. Salah satunya adalah mengenalkan dunia komputer pada Anak.

Kalau dulu jaman saya, saya mengenal komputer di tahun-tahun pertama kuliah. Itu saja layarnya masih ‘biru’. Sekarang OS sudah canggih sekali, fiturnya pun luar biasanya banyaknya. Komputer pun sudah masuk hampir ke semua bidang. Anak-anak kita sebaiknya diperkenalkan dengan komputer sedini mungkin.

Continue reading

Bertemu Kembali dengan Teman-teman Fabio 93


Buku Angkatan 93


Buku angkatan yang aku ubah menjadi halaman blog (lihat di sini) rupanya banyak manfaatnya. Banyak teman-teman Biologi 93 yang mampir dan kumpul-kumpul lagi. Dari satu teman, lalu menjalar ke teman-teman yang lain. Sebut jada Khamidah. Dari khamidah tersambunglah ke Ubed, kakaknya. Lalu ada Yulianto yang tinggal di Bekasi, ada Rosha Kurnia yang masih di Babel. Datang juga Dwi Esti Anggorowati. Lalu Sri Pamenang, yang nyambung ke Kang Warso (Suwarsono). Sri Pamenang sempat nginap di Bogor semalam. Terus menjalar ke Arif Subagyo yang jadi PNS di Banjarnegara. Datang juga Edi Swasono yang jadi guru di Temanggung. Ketemu juga dengan Hastini yang jadi guru di pedalaman Kalimantan. Dari Hastini dapat nomor teman-teman lama yang banyak sekali. Nyambung juga dengan Enik Ekowati plus suaminya Najemudin. Enik akan berangkat ke Jepang bulan September 2008 ini. Ketemu juga dengan Yuli Susiyanti yang jadi guru di Slawi. Nyambung juga dengan Hendriyanto yang sekarang tinggal di Lampung. Minggu ini aku ketemu dengan Muh “Memet” amat. Memet sedang menyelesaikan pendidikan S2 di FaBio UGM. Sudah punya momongan satu. Istrinya juga sedang mengambil S2 di Fak. Sastra UGM. Memet menjadi dosen di Univ. Lambung Mangkurat Kalimantan.  Ketemu juga dengan Kang Narno yang sekarang sudah subur makmur loh jinawi.  Seniman yang satu ini sungguh luar biasa, semoga sukses always.

Continue reading

Biochemical Pulping Jerami

fpp di jerami

Menipisnya pasokan kayu untuk bahan baku pulp mendorong perusahaan pulp dan kertas mencari sumber serat alternatif. Salah satu sumber serat non kayu (non-wood fiber) yang sangat potensial adalah jerami padi. Jerami padi tersedia melimpah, murah, dan dapat diperbaharui. Sebelumnya jerami padi juga sudah sejak lama dimanfaatkan sebagai bahan baku pulp,misalnya oleh Pabrik Kertas Padalarang, Jawa Barat.

Continue reading

PERSIMPANGAN LIMA PULUH DAN PAL LIMO

Nama suatu tempat memiliki sejarah dan kadang-kadang memiliki arti tertentu. Kadang-kadang nama itu berkaitan dengan nama sungai, seperti Ci di Jawa Barat atau Sei di Sumatera. Namun demikian, jarang nama desa yang berupa angka atau bilangan.

Salah satu desa yang namanya menggunakan bilangan atau angka adalah desa Lima Puluh di Kab. Batubara, Sumatera Selatan. Kalau Anda berpergi dari Kota Tebing Tinggi ke arah Kisaran akan melewati desa ini. Dari arah Tebing Tinggi setelah berjalan kurang lebih 50 km akan sampai di pertigaan yang cukup ramai. Jalan lurus ke arah Kisaran sedangkan kalau membelok ke kanan ke arah Perdagangan, Simalungun.

Continue reading

Wolon

Setiap tempat memiliki budaya kerja sendiri-sendiri. Kadang-kadang budaya ini sudah diwarisi sejak jaman kolonial dan masih bertahan hingga saat ini. Salah satunya adalah budaya kerja di perusahaan perkebunan warisan Belanda.

Beberapa waktu yang lalu saya berkesempatan untuk mengunjungi salah satu perusahaan perkebunan ex-Belanda di Sumatera Utara. Kami bekerja dengan kebiasaan kami di Bogor, mulai bekerja kira-kira jam 8 pagi. Sesampai di lokasi ternyata para karyawan sudah asik bekerja. Kami segera berkoordinasi dengan mandor tentang tahapan-tahapan pekerjaan. Kira-kira satu jam lebih kami berdiskusi. Agar pekerjaan cepat selesai, saya menyarankan untuk segera di mulai saja. Tetapi Pak mandor menyarankan untuk nanti saja, karena para pekerja mau WOLON dulu. Wolon.., apa itu ..? Pikirku dalam hati. Pak Mandor menyarankan untuk dimulai kira-kira jam 10.30 saja. Karena ini baru pertama kali bagi kami, kami tidak banyak berkomentar. Tak beberapa lama lagi terlihat para pekerja mengentikan pekerjaan. Ada yang duduk-duduk istirahat dan sebagian lagi pergi dengan menggunakan sepeda motor masing-masing.

Continue reading

Pembuatan Kompos dari Sampah Organik Skala Rumah Tangga

Saya mendapatkan ilmu dari pengunjung blog ini, yaitu dari Bung Emmanuel Erwin Her Poerwanto (emmanuel.erwin@gmail.com). Berikut ini isi email yang dikirimkan ke saya, semoga bermanfaat. Tidak saya edit.

Maaf baru kali ini. info soal mini komposter sederhana saja. Prinsip dasarnya sbg berikut :

1. ambil ember / galon bekas cat tembok ukuran 20 liter.
Continue reading

Poster PERMI Purwokerto

Karakteristik Handsheet yang Dibuat dari Biochemical Pulping Jerami Padi dengan Fungi Pelapuk Putih Omphalina sp

 

Isroi dan Siswanto

Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia
Jl. Taman Kencana no. 1, Bogor
Telp.: 0251 – 8327449/8324048/8348842
E-mail: isroi93@gmail.com
http://Isroi.wordpress.com

 

Abstrak

Berkurangnya pasokan kayu untuk bahan baku pulp dan kertas mendorong pencarian sumber bahan serat bukan kayu (non-wood fiber). Jerami padi merupakan salah satu sumber serat bukan kayu yang tersedia melimpah dan mudah. Penelitian biochemical pulping jerami padi telah dilakukan menggunakan fungi pelapuk putih (FPP) Omphalina sp. Jerami diperlakukan dengan FPP selama 21 hari. Jerami yang telah diperlakukan digunakan untuk pembuatan pulp melalui pemasakan dengan soda api (NaOH) dengan variasi konsentrasi soda api berturut-turut : 0 (kontrol), 0.5, 1, dan 2.5% dengan kondisi pemasakan suhu 120oC, konsistensi 20% selama 30 menit. Sedangkan kondisi pemasakan jerami yang tidak diperlakukan dengan FPP adalah 10% NaOH, konsistensi 20%, 140oC, selama 2 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jerami dengan Omphalina sp selama 21 hari dapat mengurangi penggunaan soda api, waktu pemasakan, dan meningkatkan kualitas handsheet. Perlakuan terbaik adalah biochemical pulping menggunakan Omphalina sp dengan pemberian 1% NaOH, yang dapat menghasilkan tensile index sebesar 14.3, Ring crush 23.9, dan RCF (Ring Crush Factor) 18.6. Nilai ini lebih tinggi dibandingkan dengan jerami tanpa perlakuan biochemical pulping namun pemasakan dengan 10% NaOH yang nilainya berturut-turut 13.7, 17.3, dan 13.2.

 

Kata kunci: jerami, fungi pelapuk putih, Omphalina sp, biochemical pulping, handsheet