Monthly Archives: August 2010

Ayam Bakar Mbah Saliyan, Resep Rahasia Keluarga

ayam bakar mbah saliyan

Resep ayam bakar sudah banyak sekali, tetapi rasanya tidak ada yang seperti resepnya Mbah Saliyan. Resep keluarga yang sudah jarang dipraktekkan. Rasanya enak banget.

Resep ini adalah resep rahasia keluarga istriku. Nenek kami tinggal di kampung saliyan, karena itu kimi sering memanggilnya Mbah Saliyan. Mbah Saliyan punya resep ayam bakar yang sangat nikmat. Ayam bakar ini hanya disajikan di acara-acara spesial saja dan selalu jadi sajian favorite keluarga, seperti awal Ramadhan, lebaran, atau acara kumpul-kumpul keluarga.

Mbah Saliyan sudah lama sekali meninggal. Tidak banyak yang ditinggali resep ayam bakar ini. Salah satu anak/cucu yang masih punya catatan resep Mbah Saliyan adalah bapak mertuaku. Bapak masih menyimpan sobekan kertas berisi tulisa tangan resep rahasia ini. Biasanya, puasa hari pertama, kami akan meraktekkan lagi resep rahasia keluarga ini.

ayam bakar mbah saliyan
Continue reading

Keunikan Jamur Pelapuk Putih: Selektif mendegradasi lignin

grafik jamur pelapuk putih
Grafik perubahan komponen lignoselulosa (selulosa, hemiselulosa, HWS, dan lignin setelah diinkubasi dengan jamur pelapuk putih). Perhatikan lignin terdegradasi dengan cepat, sedangkan selulosa relatif konstants


Jamur pelapuk putih memiliki keistimewaan yang unik, yaitu kemampuannya untuk mendegradasi lignin. Jamur pelapuk putih sanggup menguraikan lignin secara sempurna menjadi air (H2O) dan karbondioksida (CO2). Lebih menajubkan lagi, dia lebih suka ‘makan’ lignin daripada selulosa.

Secara garis besar selulosa terdiri dari 3 komponen utama, yaitu lignin, selulosa, dan hemiselulosa. Selulosa berbentuk serat panjang. Rantai selulosa menyatu dengan ikatan hidrogen membentuk serat selulosa. Serat-serat ini diikat menjadi satu oleh hemiselulosa membentuk benang halus. Beberapa serat diikat dan diselubungi oleh lignin.

Hemiselulosa adalah komponen yang paling mudah didegradasi. Selanjutnya, selulosa ‘agak’ mudah terdegradasi. Kebanyakan mikroba suka ‘makan’ selulosa & hemiselulosa ini. Sedangkan lignin adalah komponen yang paling sulit didegradasi, sangat cocok untuk tugasnya sebagai pelindung.  Pelindung lignin ini yang membatasi pemanfaatan biomassa lignoselulosa sebagai bahan baku produk2 lain.

Kekuatan lignin ini bisa dicontohkan sebagai berikut. Dalam proses pembuatan kertas, lignin ini harus dihilangkan. Untuk mengurangi & melarutkan lignin ini dipergunakan asam kuat. Misalnya saja H2SO4, bahan air aki. Air aki saja kalau kena baju langsung bolong. Konsentrasi asam yg digunakan sampai 20% dan dilakukan pada suhu >180oC, takanan 2 bar, selama sekitar 2 jam. Luar biasa energi yang diperlukan untuk melarutkan lignin ini. Pantesan saja banyak mikroba yang tidak suka.

Namun, ternyata lignin ini ada musuhnya, yaitu jamur pelapuk putih. Jamur pelapuk putih hobinya makan lignin, makan yang keras-keras. Heran juga saya. Si jamur ini memngeluarkan enzim yang sangat kuat yang disebut enzim ligninolitik. Paling tidak ada empat enzim, yaitu: LiP, MnP, Lac, dan VP.

Sudah lama aku baca diliteratur klo jamur ini lebih memilih makan lignin daripada holoselulosa. Ada  juga yang mengatakan kalau jamur ini makan lignin dan sedikit makan holoselulosa. Aku lebih percaya pendapat kedua daripada pendapat pertama. Awalnya seperti itu.

Beberapa hari ini aku sedang mengkoreksi data penelitian temen. Data percobaan degradasi lignoselulosa dengan jamur. Awalnya data itu ditampilkan agak membingungkan. Kemudian aku minta data mentahnya. Aku coba olah sendiri. Hitung sana, hitung sini. Bandingkan antar data. Buat grafiknya. Dan coba analisis statistiknya.

Datanya benar-benar mengejutkan aku. Biomassa lignoselulosa mengalami degradasi. Lignin dan hemiselulosa terdegradasi sangat cepat. Tetapi, selulosanya tidak terdegradasi sama sekali. Massa selulosa relatif tetap sama dari awal  sampai akhir percobaan. Aku minta temen dicek ulang data ini untuk lebih meyakinkan lagi. Datanya masih sama. Data ini memperkuat pendapat bahwa jamur pelapuk putih lebih suka makan lignin daripada selulosa.

Hanya saja ada fonomena penurunan kecepatan degradasi lignin dan hemiselulosa. Aku belum tahu kenapa seperti ini.
Data ini masih awal dan saya belum tahu penjelasannya. Perlu analisa pendukung untuk mencari jawabannya.

Namun demikian, hasil ini membuka peluang pemanfaatan jamur yang lebih luas. Dengan bantuan jamur ini selulosa bisa dipanen tanpa perlu melakukan proses yang membutuhkan energi dan biaya tinggi. Setelah selulosa bisa dipanen, mau diolah jadi apa saja bisa.

Jamur mudah ditumbuhkan, mudah diperbanyak, syarat tumbuhnya juga mudah. Ini sangat potensial dilakukan dalam skala sangat besar.

Saat ini penelitian mesti lebih fokus lagi. Pertama, melakukan optimasi dan memepercepat prosesnya. Kalau itu berhasil, target berikutnya adalah melakukannya dalam skala yang besar. Insya Allah.


Artikel saya tentang pemanfaatan jamur pelapuk putih:
BIOLOGICAL PRETREATMENT OF LIGNOCELLULOSES WITH WHITE-ROT FUNGI AND ITS APPLICATIONS: A REVIEW


Posted from WordPress for Android

Belajar Membuat Pestisida Nabati untuk Pertanian Organik

aku dan pak haji zaka
Aku sedang asik mendengarkan penjelasan Pak Haji Zaka

Tidak terasa sejak tiga tahun yang lalu aku sudah banyak menulis posting tentang pestisida nabati/pestisida organik ini, silahkan dibaca, semoga bermanfaat.

  1. Pengendalian Hama dan Penyakit dengan Pestisida Nabati
  2. Antara Petani dan Pestisida Kimia
  3. Daftar Tanaman untuk Pestisda Nabati
  4. Contoh Pembuatan Pestisida Nabati
  5. Ekstrak Pestisida Nabati
  6. Buku dan Situs Pestisida Nabati

Kumpulan Resep MOL (Mikroorganisme Lokal)


hormon tanaman giberelin auksin sitokininSaya belajar membuat pestisida organik secara tidak sengaja. Awalnya hanya sekedar ingin tahu, sekarang mencoba untuk serius membuatnya. Kasihan petani yang sudah demikian dijajah oleh pestisida kimia.

Saya masih ingat beberapa tahun yang lalu. Duniaku hanya sebatas laboratorium dan laboratorium. Kadang-kadang diajak ke lapang untuk melihat ‘dunia nyata’. Sampai akhirnya, mungkin karena tidak ada yang mau, aku diminta untuk menjadi peneliti pendamping petani. Setelah melihat TOR dan juklaknya, aku jadi befikir ‘Bos’ku di kantor pasti salah milih orang. Jelas-jelas di TORnya ditulis peneliti senior, yang dikirim peneliti ‘bau kencur’. Tapi apa boleh buat, semua seperti sudah ditakdirkan. Mau tidak mau, suka tidak suka aku mesti belajar tentang pertanin.

Aku mendapatkan wilayah yang sebenarnya kurang layak di sebut pertanian, yaitu di Jakarta Utara, tepatnya di Rorotan. Ternyata di ibu kota metropolitan ini masih tersisa sedikit petak-petak sawah. Jadilah aku terjun sekalian di dunia pertanian ini.
Continue reading

Tanaman Pestisida Nabati: Sirsak (Annona muricata L.)

sirsak
Info lengkap pestisida nabati/pestisida organik klik di sini: Pestisida Nabati

Buah sirsak atau kadang-kadang disebut nangka sebrang adalah salah satu bahan pestisida nabati/pestisida organik yang ampuh banget. Nama latin sirsak adalah Annona muricata L. Beberapa keluarga sirsak yang lain juga memiliki manfaat yang sama, seperti: Srikaya (Annona squamosa L.) dan Mulwa (Annona reticulata L.). Bagian yang dimanfaatkan untuk bahan pestisida nabati adalah daunnya.

Sirsak dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah yang kering. Pembiatakn tanaman sirsak ini dapat dilakukan dengan biji atau okualasi.

hormon tanaman giberelin auksin sitokinin

Klasifikasi Ilmiah Sirsak:

Kingdom: Plantae
(unranked): Angiosperms
(unranked): Magnoliids
Order: Magnoliales
Family: Annonaceae
Genus: Annona
Species: A. muricata

Source: Wikipedia.org
Continue reading

Tanaman Pestisida Nabati: Biji Bengkoang (Pachyrhizus erosus)

Bengkoang

biji bengkoang

Info lengkap pestisida nabati/pestisida organik klik di sini: Pestisida Nabati

Buah bengkoang sudah umum dikenal. Rasanya manis, banyak air, dan menyegarkan. Buah mengkoang juga banyak digunakan untuk lulur, katanya bisa membutihkan kulit jadi seputih buang bengkoang.

Tapi mungkin belum banyak yang tahu, kalau biji bengkoang memiliki racun. Racun ini bisa dimanfaatkan untuk bahan pembuatan pestisida nabati. Pestisida nabati untuk budidaya pertanian organik.

Ekstrak biji bengkoang lihat di:
https://isroi.wordpress.com/2010/08/13/pestisida-nabati-ekstrak-biji-bengkoang/

hormon tanaman giberelin auksin sitokinin

Klasifikasi Biji Bengkoang, Pestisida Nabati

Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Fabales
Famili: Fabaceae
Upafamili: Faboideae
Genus: Pachyrhizus
Spesies: P. erosus

bengkoang
Tanaman bengkoang (wikipedia.org)

buah bengkoang
Buah bengkoang (wikipedia.org)

daun dan bunga bengkoang
Daun & bunga bengkoang (wikipedia.org)

bunga bengkoang
Bunga bengkoang (wikipedia.org)

buah bengkoang


Biji bengkoang yang mengandung racun rotenone untuk pestisida nabati


Biji bengkoang untuk bahan pestisida nabati/pestisida organik.

Info Ekstrak biji bengkoang hubungi Manto: 085643907204


Link terkait:Daftar Tanaman untuk Pestisda Nabati | Pengendalian HPT dengan Pestisda Nabati | Kompos Jerami | Contoh Pembuatan Pestisida Nabati | Pestisida Nabati untuk Wereng | Pestisida Nabati untuk Pupuk Organik Cair

Resource: Wikipedia.org

Tanaman Pestisida Nabati: Tuba alis Jenu alias Derris elliptica Bth.

akar tuba
Info lengkap pestisida nabati klik di sini: Pestisida Nabati

Persis belakang rumahku mengalir sungai kecil, namanya ‘Kali Bening’ meskipun airnya tidak ‘bening’ (jernih). Kalau aku buka jendela kamarku, langsung tertuju ke DAM Kali Bening. Saya sering lihat orang cari ikan di sungai itu. Kalau ada orang cari ikan, saya sering jongkok di pinggir kali melihat mereka menangkap ikan.

Mereka meracuni ikan dengan akar jenu/tuba yang baunya minta ammpyuunn. Larutan ini dibuat dari akar tuba, ditumbuk, diberi air sedikit, lalu dituang ke bagian hulu sungai. Di bagian yang lebih rendah ditunggui, beberapa saat aja, ikan-ikan sudah terkapar tak berdaya.

Jenu alias tuba nama aslinya adalah Derris elliptica Bth. Tanaman merambat ini memiliki akar yang bau banget. Jenu tidak hanya baunya yang membuat klenger orang yang membuatnya, jenu memiliki racun yang bisa membuat klenger seisi penghuni sungai. Racun jenu juga membuat KO serangga hama. Sifat ini bisa dimanfaatkan untuk membuat pestisida nabati/pestisida organik yang sangat ampuh.
Continue reading

Tanaman Pestisida Nabati: Tembakau (Nicotiana tobacum L.)

Info lengkap pestisida nabati dan pestisida organik klik di sini: Pestisida Nabati

Kingdom: Plantae
(unranked): Eudicots
(unranked): Asterids
Order: Solanales
Family: Solanaceae
Genus: Nicotiana
Species: N. tabacum

Rasanya tidak perlu banyak yang diceritakan tentang tembakau. Tanaman ini sudah sangat dikenal di seluruh penjuru dunia. Menurut penelitian, konon kabarnya ada ratusan senyawa berbahaya yang terkandung di dalam tembakau. Bukan hanya hama manusia pun bisa keracunan karena tambakau.

Selain dibuat rokok, tembakau juga bermanfaat untuk pestisida nabati. Tembakau tidak hanya untuk pengendalian hama, tetapi juga untuk pengendalian beberapa penyakit.


Info pestisida nabati yang lain: Klik di sini


Continue reading