Category Archives: Biodecomposer

tulisanku tentang biodecomposer

Mengolah Sampah Skala Rumah Tangga

Alhamdulillah saya mendapatkan ilmu dari pengunjung blog ini.
Dari bung Emmanuel Erwin Her Purwanto (emmanuel.erwin@gmail.com). Berikut

Maaf baru kali ini. info soal mini komposter sederhana saja. Prinsip dasarnya sbg berikut :

1. ambil ember / galon bekas cat tembok ukuran 20 liter.
2. bagian dasarnya dilobangi beberapa lobang ukuran 0,5 cm.
3. masukkan bahan kompos beberapa kali sampai penuh.
4. bikin pipa udara dari paralon ukuran 3/4 in dilobangi kirikanan sepanjang ember / galon.
5. Terakhir tusukkan pipa paralon kekompos tersebut, dan ember ditutup.

Kompos tidak perlu diaduk aduk, sampai kompos matang, waktunya tergantung bahan komposnya. Sekitar 5 – 10 hari. Jangan lupa setiap memasukkan bahan kompos sudah disemprot aktivator / EM4. Bila Kompos masih bau artinya pemberian/ penyemprotan aktivator tidak rata atau kurang.

Sederhana kan. Semoga informasi ini bermanfaat. Salam sejahtera.


Sampah bukan MASALAH, SAMPAH ADALAH BERKAH.
Info lengkap pelatihan pengelolaan sampah klik disini: BERKAH DARI SAMPAH


Pemanfaatan TKKS untuk Pupuk Kompos/Pupuk Organik di Kebun Sawit

pohon sawit

Kelapa Sawit

Langka dan mahalnya harga pupuk tidak hanya menjadi masalah bagi petani, tetapi juga bagi perkebunan-perkebunan besar, seperti perkebunan sawit. Harga pupuk non subsidi saat ini sangat tinggi di atas Rp. 10.000/kg. Kondisi ini mendorong perkebunan untuk mencari pupuk alternatif, karena ‘nyawa’ perkebunan sawit ada di pupuk. Alternatif terbaik adalah dengan memanfaatkan TKKS (tandan kosong kelapa sawit) untuk pupuk organik/kompos. Pembuatan kompos tkks sangat mudah, murah, dan dapat untuk subtitusi pupuk kimia.

1. TKKS Cacah
2. TKKS Utuh
3. Masalah Biaya

Continue reading

Limbah Pabrik Kelapa Sawit

pohon sawit

Kelapa Sawit


Download literatur tentang TKKS pdf
Klik di sini untuk mendownload literatur yang lain
Pemanfaatan limbah pabrik sawit untuk bioetanol


Indonesia saat ini adalah produsen CPO (crude palm oil) terbesar di dunia dan memiliki lahan sawit terluas di dunia. Luas areal kelapa sawit di Indonesia tahun 2007 menurut Dirjenbun, Deptan, diperkirakan mencapai 6.6 juta ha dan produksi CPO pada tahun tersebut mencapai 17.3 juta ton. Luas area dan produksi diperkirakan akan terus meningkat mengingat saat ini gencar dilakukan pembukaan lahan-lahan sawit baru, terutama di pulau Kalimantan dan Papua.

data luas sawit
 

Data luas area kelapa sawit dan produksi CPO Indonesia dari Dirjenbun.

Continue reading

Mengomposkan Tandan Kosong Kelapa Sawit Tidak Sederhana

Pada posting sebelumnya saya menyampaikan tentang kemudahan-kemudahan mengomposakan tandan kosong kelapa sawit (TKKS)(klik di sini). Meskipun mudah pengomposan TKKS tidak sederhana. Pengomposan TKKS dalam skala pabrik memerlukan perencanaan dan manajemen yang baik agar bisa berhasil dilaksanakan.
Continue reading

Cara Mudah Mengolah Sampah Pasar Tradisional 1

Buku KomposMasalah sampah menjadi salah satu permasalahan di setiap kota, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di dunia. Penanganan masalah sampah yang tidak baik akan menimbulkan dampak yang luas, tidak saja bagi lingkungan, tetapi juga berdampak buruk bagi perekonomian dan sosial. Contoh kongkrit adalah permasalahan sampah di kota Bandung beberapa waktu yang lalu.Penanganan masalah sampah pasar tradisional sebenarnya tidak terlalu susah. Namun juga tidak sederhana. Untuk menangani masalah sampah pasa tradisional ini diperlukan kemauan yang kuat baik dari pemerintah maupuan masyarakat. Kami ingin berbagi pengalaman tentang penanganan sampah organik dari pasar tradisional. Kegiatan ini adalah hasil kerjasama Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia dengan Yayasan Danamon Peduli. Tulisan ini ditulis berdasarkan laporan dari Dian Al Arief B yang berada di lapangan selama beberapa minggu. Semoga bermanfaat.


Baca juga: Mengelola Sampah Warga di Perkampungan


Mengelolah Sampah Pasar Tradisional Menjadi Pupuk Organik


Continue reading

Cara Sederhana Menguji Kualitas Pupuk Kompos

Pupuk kompos matang biasanya dilihat dari hasil uji rasio C/N. Namun uji ini harus dilakukandi laboratorium kimia. Sebenarnya ada cara yang sederhana dan mudah untuk menguji kualitas kompos, yaitu dengan uji kecambah dan uji dengan tanaman.

Uji Perkecambahan

Pupuk kompos diuji untuk perkecambahan biji. Biji yang digunakan adalah biji yang mudah diperoleh, mudah berkecambah, dan cepat berkecambah. Sebaiknya gunakan tanaman yang sensitif dan responsif terhadap kadungan hara kompos/tanah. Saya menggunakan biji kacang ijo untuk menguji kualitas kompos. Anda tidak harus menggunakan biji kacang ijo, boleh saja menggunakan biji-biji yang lain. Caranya sebagai berikut:
Continue reading

Uji Bavendamm Beberapa Isolat Fungi

Fungi pelapuk dapat dibedakan menjadi dua kelompok seperti yang telah aku tulis pada posting yang lalu (Fungi Pelapuk Putih dan Fungi Pelapuk Coklat). Aku melakukan uji Bavendamm pada beberapa isolat fungi pelapuk yang aku miliki. Hasilnya sebagai berikut:

Continue reading

Fungi Pelapuk Putih dan Fungi Pelapuk Coklat

Jamur yang terlibat dalam biodegradasi biomassa lignoselulosa dapat dibagi menjadi tiga kelompok utama, yaitu: jamur pelapuk putih (white-rot fungi), jamur pelapuk coklat (brown-rot fungi), dan jamur pelapuk lunak (soft-rot fungi), tergantung dengan tipe pelapukan yang disebabkan oleh jamur tersebut. Jamur pelapuk putih (JPP) dan jamur pelapuk coklat (JPC) termasuk di dalam kelompok basidiomycetes, sedangkan jamur pelapuk lunak (JPL) termasuk di dalam kelompok ascomycetes, dan aktivitasnya seringkali terkait dengan tinggi rendahnya kelembaban kayu (Blanchette 1995). JPC lebih mendegradasi poliskarida di dalam biomassa lignoselulosa dan hanya sedikit melarutkan lignin. JPP adalah mikroba yang paling efisien dalam mendegradasi lignin menjadi CO2 (Hammel & Cullen, 2008). Ligninolitik berhubungan dengan produksi enzim ekstraseluler pendegradasi lignin yang dihasilkan oleh JPP. Beberapa spesies JPP yang telah dimanfaatkan untuk pretreatment biomassa lignoselulosa disarikan di dalam Tabel 5.

Continue reading

CARA MUDAH MENGOMPOSKAN Tandan Kosong Kelapa Sawit

TKKS (Tandan Kosong Kelapa Sawit) adalah limbah pabrik kelapa sawit yang jumlahnya sangat melimpah. Setiap pengolahan 1 ton TBS (Tandan Buah Segar) akan dihasilkan TKKS sebanyak 22 – 23% TKKS atau sebanyak 220 – 230 kg TKKS. Apabila dalam sebuah pabrik dengan kapasitas pengolahan 100 ton/jam dengan waktu operasi selama jam, maka akan dihasilkan sebanyak ton TKKS. Jumlah limbah TKKS seluruh Indonesia pada tahun 2004 diperkirakan mencapai 18.2 juta ton. Jumlah yang luar biasa besar. Ironis sekali, limbah ini belum dimanfaatkan secara baik oleh sebagian besar pabrik kelapa sawit (PKS) di Indonesia.


Link terkait: Pabrik pengolahan kompos tkks



limbah tkks pabrik sawit
Gambar 1. TKKS di sebuah pabrik kelapa sawit

Continue reading

Preparasi Contoh TKKS atau Kompos TKKS

Masalah Rasio C/N – Latar Belakang

Karena permasalahan hasil analisa contoh kompos TKKS yang ‘ngaco’ – seperti yang sudah aku sampaikan dalam posting yang lalu – kini aku berusaha mencari metode preparasi contoh TKKS yang lebih valid.   Aku menduga bahwa sumber permasalahan terletak pada preparasi contoh yang kurang baik atau kurang benar dan tidak mewakili kompos TKKS yang diambil.  Sebelumnya aku melakukan diskusi intensif dengan analis yang melakukan analisa ini – Bu Euis.

Sebenarnya analisa TKKS bukan sesuatu yang baru bagi kami.  Sudah bertahun-tahun peneliti di BPBPI meneliti tentang TKKS ini. Salah satunya – bos saya – Dr.  Didiek Hadjar Goenadi, Dr.  Darmono,  Dr.  Siswanto, dan yang baru-baru ini Dr.  Agus Purwantara dan saya.  Di catatan yang ada di arsip lab. Kimia tertulis memang rasio C/N kompos TKKS sebagian di bawah 30.  Beberapa waktu sebelumnya Dr.  Siswanto mengalami hasil yang sama, yaitu hasil analisa yang tidak masuk akal dan terpaksa ngulang analisa sampai berkali-kali di lab yang berbeda-beda.  Kalau dari pengalaman analisa yang dulu-dulu kompos TKKS rasio C/N -nya di bawah 30 atau mendekati 30.  Yang aneh adalah kenapa hasil analisa  yang saya lakukan rasio C/N-nya di atas 30 atau bahkan ada yang di atas 100.  Aneh banget kan …..??????!!!!!!!!!!!
Continue reading