Category Archives: Fotografi

Di Bak Belakang Truk

This slideshow requires JavaScript.

Bak belakang truk sering dihiasi dengan tulisan,lukisan, maupun grafiti yang menarik pengendara di belakangnya. Tulisan atau gambar-gambar tersebut kadang-kadang lucu, norak, santun, puitis, pantun, atau bahkan menjengkelkan. Saya sering senyum-senyum sendiri ketika membaca tulisan-tulisan itu. Tak jarang tulisan itu memberi ide, memotivasi, dan semangat.

Sebastião Salgado, Fotografer Humanis

Sebastião Salgado, lulusan doktor ekonomi, memutuskan untuk menjadi fotografer daripada meniti karir sesuai gelarnya.  Salgado banyak merekam tentang kehidupan manusia, peperangan, kelaparan, bencana, ketabahan, ‘strunggle’, dan kepedihan. Salgado memotret dengan film hitam putih. Foto-foto hitam putih ini menambah kuat kesan humanisnya, tanpa terdistorsi oleh warna. Foto-foto karya Salgado sangat kuat. Ketika melihat foto-foto Salgado, kita seperti bisa merasakan dasyatnya kelaparan di Afrika, atau kenggerian perang teluk, atau beratnya kerja di tambang. Salgado pernah juga datang ke Indonesia dan mengabadikan para penambang belerang. Berikut ini beberapa foto karya Salgado yang disimpan Mbah Googgle.

Foto-foto karya Sebastiao Salgado bisa juga dinikmati melalui buku-bukunya. Berikut ini beberapa buku yang membuat karya foto Sebastiao Salgado yang layak Anda miliki. Buku-buku tersebut bisa dibeli secara on-line di toko on-line terbesar dan terpecaya Amazon.com. Berikut buku-bukunya:

Tip Kamera Saku: Foto yang Bercerita

Muhammad Ibrahim Ada kredo yang mengatakan ‘satu foto seribu kata’. Maksudnya foto bisa bercerita seperti untaian ribuan kata. Meskipun memotret dengan kamera saku biasa, foto yang kita ambil sebaiknya memiliki ‘cerita’ dan mengandung ‘pesan’ yang ingin disampaikan. Kalau ‘pesan’ itu gagal diterima oleh orang yang melihat foto kita, gagal pulalah foto yang kita buat.

‘Cerita’ atau ‘pesan’ sebuah foto bisa bermacam-macam. Kadang-kadang jelas, tersamar, tersembunyi, atau bahkan abstrak. ‘Pesan’ itu adalah bagian yang menarik dalam sebuah foto, istilah kerennya Point of Interest (POI).

Pesan yang ingin kita sampaikan bisa apa saja. Entah itu keindahan, kejelekan, kebahagiaan, kesedihan, kecantikan, ketampanan, kelucuan, keunikan, kepedihan, kesakitan, kehampaan, ketenangan, kedamaian, kesejukan, kejorokan, keakraban, kebencian, amarah, benci, cinta, bentuk, warna, lengkung, atau abstrak, dan lainnya. Sebelum memotret, temukan dulu ‘pesan’ itu. Entah apa saja itu, dan kemudian coba tangkap dengan kamera saku kita.
Continue reading

Tip Kamera Saku: Rule of Thirds

Rule of thirds atau aturan sepertiga. Ini salah satu mantera sucinya para fotografer untuk membuat foto enak dipandang. Namanya juga aturan, tidak ‘mesti’ diikuti. Seperti kata sebagian orang, aturan ada untuk dilanggar. Langgar saja kalau tidak suka.

rule of thirds

Aturan ini membagi bidang foto menjadi sepertiga bagian atau sembilan kotak kecil Bidang foto dibagi oleh dua garis vertikal dan dua garis horisontal. Ada empat titik pertemuan dari garis itu. Hampir semua kamera menyediakan garis/grid ini. Cari di buku manual kamera saku Anda untuk menampilkan garis-garis ini.
Continue reading

Animal and Nature Photographs by Nick Brandt

Nick Brandt adalah salah satu fotografer alam favorite saya. Saya meminjam beberapa buku Nick Brandt dari perpustakaan kota. Menikmati foto Nick seperti memasuki dunia binatang yang luar biasa. Nick memotret gajah, singa, macam, leopard, jerapah, pemburu gading, kawanan gajah, kerbau buta, monyet, dan binatang-binatang lainnya. Fotografi binatang karya Nick Brand memiliki citarasa tersendiri. Foto-mnya tidak hanya sekedar gambar, tetapi seperti memiliki jiwa. Nick berhasil memotret binatang liar itu dengan ‘jiwa’nya sekaligus. Berikut ini beberapa karya Nick Brandt yang saya peroleh dari Mbah Googgle.

Nick Brandt
Nick Brandt, Photographer

Nick Brandt memotret hewan-hewan liar itu dengan lensa normal. Artinya memotretnya dalam jarak yang cukup dekat. Teknik memotret ini membutuhkan keahlian dan keberanian, ditambah kesabaran yang sangat luar biasa. Pengetahuannya tentang kebiasaan dan perilaku hewan-hewan ini membantunya mendapatkan posisi yang tepat dan waktu yang tepat. Hasilnya adalah karya fotografi yang sangat luar biasa. Foto-foto Nick Brandt memberikan kesadaran baru tentang alam liar di afrika. Karya-karya fotografinya tidak hanya indah dan estetis, namun juga bisa membangkitkan kepedulian kita akan kehidupan di alam liar.

Sayang buku ini belum pernah saya temui di toko-toko buku di Indonesia. Namun, jika Anda tertarik memiliki buku fotografi karya Nick Brand ini, Anda bisa membelinya di toko Amazon. Harganya tidak terlalu mahal. Berikut link buku Nick di Amazon: On This Earth: Photographs from East Africa


Karya Nick Brand dipajang di museum

Continue reading

World of Proust, foto klasik karya Paul Nadar

Word of Proust as seen by Paul NadarFoto hitam putih (black and white) memiliki nilai artistik tersendiri. Meskipun saat ini perkembangan dunia foto digital sudah sangat maju, foto black & white tetap memiliki tempat di dunia fotografi. Saya menemukan buku ‘Word of proust’ yang memuat foto hitam putih klasik karya fotografer perancis Paul Nadar. Foto hitam putih yang luar biasa.
Buku itu memuat foto-foto keluarga, teman dekat, dan kolega Marcel Proust, seorang novelis klasik perancis yang terkenal. Yang menarik bagi saya bukan cerita tentang diri Proust, tapi karya foto itu sendiri, proses pemotretan, editing, dan proses cetaknya.

Praust by Paul Nadar

Paul Nadar bisa merekam dengan sangat baik raut wajah, detail, ketampanan, kecantikan, kegagahan, atau pun glamour keluarga bangsawan dan keluarga borjuis perancis pada saat itu. Paul Nadar mengatur dengan sangat hati-hati pencahayaannya. Dia menggunakan reflektor untuk menyeimbangkan pencahayaan. Dia memotret beberapa kali sampai didapatkan foto yang paling bagus.
Continue reading

Tips Memotret Bunga dengan Kamera Saku

This slideshow requires JavaScript.

Lihat galeri foto saya di FACEBOOK klik di link ini: http://www.facebook.com/isroi/photos

Beauty of Nature. Alam selalu indah dan jadi ‘foto model’ yang menggoda untuk di-‘jepret’ dengan kamera. Apalagi bunga-bunga yanng sedang bermekaran selalu jadi ‘foto model’ yang indah. Memotret bunga dengan kamera saku gampang-gampang susah. Seringkali kita kecewa melihat foto bunga yang kita jepret tidak seindah aslinya. Berikut ini sedikit trik memotret bunga dengan kamera saku agar bunga yang kita foto lebih indah dari aslinya.

Peralatan:

  1. Kamera yang ada fungsi macro atau close-up. Boleh pakai kamera apa saja asalkan masih berfungsi. Saya menggunakan kamera saku.
  2. Kertas karton tebal warna putih dan hitam. Kalau tidak ada kertas, pakai kain juga boleh. Asal jangan nyuri persediaan kain kafannya Pak Modhin aja.
  3. Tripod. Alat ini optional alias kalau ada akan lebih bagus, kalau tidak punya ya nabung dulu sampai cukup untuk beli tripod…he…he…he.
  4. Payung. Lho..kok???!!!…Ingat kata pepatah, sedia payung sebelum hujan. Daripada gagal memotret gara-gara hujan, mendingan sedia payung dulu.

Continue reading

Karl Blossfeldt, Fotografer tanaman klasik

This slideshow requires JavaScript.

Saya masih ingat waktu praktikum taksonomi tumbuhan dan morfologi tumbuhan ketika masih kuliah S1 dulu. Kami diberi satu preparat tanaman dan disuruh mengamati, mengambar, dan mendiskripsikan preparat itu. Menggambar sedetail-detailnya, terutama bagian-bagian penting yang menjadi ciri tanaman itu. Ketika mengamati tanaman itu, saya melihat keindahan alam ciptaan Allah. Subhanallah…Allahuakbar.

Foto-foto alam karya Mbah Karl Blossfeldt bisa dilihat di link berikut ini: Karl Blossfeldt.

Continue reading

Pocket camera photography: movie clips part 2 flowers

This movie clips made using Microsoft Photo Story 3 for Windows.

Fotografi dengan kamera saku

See: Pocket Camera Photography Part 2: Flowers

Siapa bilang untuk dapat mendapatkan foto yang bagus mesti dengan kamera yang mahal. Setidaknya saya sudah membuktikan sendiri, dengan kamera saku biasa pun kita tetap bisa memotret dengan bagus. Fotonya pun tidak kalah dengan foto-foto yang di kartu pos.

Sekitar 5-6 tahun yang lalu saya membeli kamera saku Kodak EasyShare 8 MP. Awalnya hanya untuk dokumentasi pekerjaan, terutama kalau sedang pergi ke kebun atau ke daerah-daerah. Jadi fotonya adalah foto standard dokumentasi.

Karena keasikan motret-motret saya merasakan memotret itu asik juga. Kadang-kadang kalau sedang di tempat yang pemandangannya indah, lalu saya jepret hasilnya bagus juga. Saya suka sekali.
Continue reading