Category Archives: Jalan-jalan

Pak Tua Penyayang Burung Danau Svarttemossa

Pak Tua dan Burung photo essay

Pak Tua itu umurnya saya perkirakan sudah kepala tujuh, kulitnya sudah berkeriput, dan rambutnya sudah putih semua. Pak Tua itu seperti biasa pergi ke danau Svarttemosse dengan membawa biji-bijian dan roti, rutinitas yang selalu beliau lakukan hampir setiap hari. Biji-bijian dan roti itu untuk burung dara (Columba palumbus), angsa (Branta canadensis), bebek (Anas platyrhynchos), dan skratmass (Larus ridibundus) yang hidup di sekitar danau. Pak Tua berjalan menuju batu-batuan di ujung danau tempat burung-burung biasa berkumpul.

Burung-burung liar itu seperti sudah sangat akrap dengan Pak Tua. Burung-burung dara liar itu segera mengerumuninya. Burung-burung dara itu terbang hinggap di bahu dan lengan Pak Tua. Apalagi ketika Pak Tua mengeluarkan biji-bijian dari tas pinggangnya. Burung-burung dara segera berebut makan di tangannya. Burung-burung liar tampak tidak takut sama sekali dengan Pak Tua.

Saya mengamati Pak Tua dari jarak agak jauh agar burung-burung tidak takut dan terbang. Saya sangat takjub dengan pemandangan ini. Saya juga biasa memberi makan burung-burung di Svarttemossa, tetapi tidak pernah bisa sedekat itu dengan burung-burung. Saya hanya bisa melempar makanan ke danau dan belum pernah bisa menyentuhnya.

Pak Tua beranjak pergi dari batu menuju sisi danau yang lain. Burung-burung dara itu seperti tidak mau ditinggalkan. Burung-burung itu tetap terbang mengikutinya bahkan ada yang tetap hinggap di pundak dan lengannya. Pak Tua menuju ke tepi danau yang banyak angsa dan bebek-bebek liar.

Di tepi danau ini segera duduk. Tanpa perlu memanggil mereka, angsa-angsa liar dan bebek-bebek liar segera datang menghampirinya. Pak Tua mengeluarkan roti yang disimpan di kantong plastik dan memberikannya ke angsa-angsa dan bebek-bebek. Sekali lagi saya terpesona, karena angsa-angsa itu mengambil makanan dari tangan Pak Tua tanpa takut sama sekali. Bebek-bebek dan skrattmass menunggu dari jarak agak jauh, karena biasanya diusir oleh angsa dan mendekat setelah angsanya pergi.

Burung dara, angsa, bebek, dan skrattmas adalah binatang yang hidup liar di sekitar danau Svarttemossa. Tidak ada yang memburu atau menembak mereka. Bahkan orang-orang yang tinggal di sekitar danau menyayangi mereka, menjaga kelestarian mereka, dan memberi mereka makan. Seperti Pak Tua itu yang bisa sangat akrab dan dekat dengan burung-burung di danau Svarttemossa.

Pak Tua dan Burung photo essay

Pak Tua dan burung photo essay

Pak Tua dan burung photo essay

Pak Tua dan burung photo essay

Pak Tua dan burung photo essay

Pak Tua dan burung photo essay

Pak Tua dan burung photo essay

Pak Tua dan burung photo essay

Pak Tua dan burung photo essay

Pak Tua dan burung photo essay

Pak Tua dan burung photo essay

Pak Tua dan burung photo essay

Pak Tua dan burung photo essay

Pak Tua dan burung photo essay

Pak Tua dan burung photo essay

Pak Tua dan burung photo essay

Pak Tua dan burung photo essay

Menyeberangi Kali Progo Magelang

This slideshow requires JavaScript.


Lima anak menyeberangi kali Progo untuk kembali ke desa mereka. Kali Progo ini memisahkan antara desa mereka dengan kota Magelang. Menyeberang kali ini merupakan jalan terdekat daripada mesti melalui jembatan yang jaraknya sekitar 1 sampai dua kilo dari tempat ini. Kali Progo di posisi ini cukup lebar, mungkin sekitar 40-50 meter lebarnya. Kali Progo juga banyak batu-batu besar, airnya keruh dan cukup dalam. Namun, ada beberapa bagian kali yang airnya dangkal. Bagian yang dangkal inilah yang sering dilalui warga desa Gemulung untuk menyeberang menuju kota. Ketika menyeberang mereka mesti ekstra hati-hati dan memilih jalur yang dangkal. Kalau tidak hati-hati, mereka bisa hanyut terbawa arus sungai.

Menyeberangi kali Progo butuh keberanian, nekad, dan pengalaman. Karena nyawa taruhannya. Sungai ini sudah banyak memakan korban jiwa, terutama ketika musim penghujan dan air sangat deras. Sudah banyak orang yang hanyut dan meninggal terbawa arus sungai.

Gelandangan di jalan ‘Ngarakkan’

gelndangan magelang

gelandangan magelang

Malam itu saya mengantar umminya anak-anak ke dokter. Istri saya sudah beberapa hari batuk dan belum juga reda meskipun sudah meminum obat batuk. Dalam perjalanan kami melihat seorang gelandangan yang sedang duduk di depan sebuah ruko yang sudah tutup. Pakaiannya compang-camping, sudah robek di sana-sini. Rambutnya pun panjang dan gimbal karena tidak pernah mandi. Kami ingat gelandangan ini, beberapa hari yang lalu kami juga melihatnya di sisi jalan yang lain. Malam-malam dia berjalan di kegelapan, kemudian berhenti di sebuah tong sampah dan mengais-ngais isinya. Mungkin dia lapar lalu mencari-cari sisa makanan yang bisa untuk mengisi perutnya.

Kali ini dia duduk di trotoar yang sedikit gelap. Cahaya remang-remang dari arah depan membuat tubuhnya terlihat seperti siluet. Dia duduk termenung dan sekali-kali mengais-ngais isi keranjangnya. Entah apa yang dia cari.
‘Kasihan dia, Bi!’, celetuk istri saya.
‘Iya’, jawab saya lirih.
Continue reading

Graffiti Seputaran Magelang

This slideshow requires JavaScript.


Graffiti atau coretan di dinding banyak ditemui di kota Magelang.

Di Bak Belakang Truk

This slideshow requires JavaScript.

Bak belakang truk sering dihiasi dengan tulisan,lukisan, maupun grafiti yang menarik pengendara di belakangnya. Tulisan atau gambar-gambar tersebut kadang-kadang lucu, norak, santun, puitis, pantun, atau bahkan menjengkelkan. Saya sering senyum-senyum sendiri ketika membaca tulisan-tulisan itu. Tak jarang tulisan itu memberi ide, memotivasi, dan semangat.

Catatan Kuliner: Bermacam-macam Kuliner Jajanan Jenang di Magelang Jawa Tengah

This slideshow requires JavaScript.

Jajanan jenang mungkin bisa ditemukan di mana-mana, tetapi di Magelang ada warung yang menyediakan jenang yang unik dan nikmat. Lokasinya di dekat pasar Tukangan Magelang, ada warung jenang yang berjualan di emperan toko di atas trotoar jalan. Jenang yang dijual di warung ini bervariasi, unik, dan rasanya nikmat. Jenang yang dijual di warung ini antara lain adalah: jenang candil, jenang ketela, jenang mutiara, jenang kacang ijo kupas, jenang sagu ambon, dan yang paling unik adalah jenang jewawut.

Kalau kebetulan Anda sedang lewat kota Magelang dan suka mencoba kuliner, rasanya tidak rugi kalau mampir sejenak di warung jenang ini. Tidak sulit menemukan warung jenang ini. Letaknya di tengah kota. Jika Anda dari arah Semarang, langsung saja melalui jalur utama lewat jalan Pemuda (pusat pertokoan kota Magelang), sebelum pasar gede Magelang ada pertigaan ke kanan menuju pasar tukangan. Di perempatan pasar tukangan belok ke kanan sedikit. Jika Anda dari arah Yogyakarta atau Purworejo, jalan terus melalui jalan utama sampai ke pasar gede Magelang. Dari pasar gede belok ke kiri, sebelum RSU Magelang di pertigaan pertama belok ke kanan terus sampai ke perempatan pasar tukangan. Warung jenang ini tidak jauh dari perempatan pasar tukangan.
Continue reading

Best Seller Book in Magelang

Ada yang menarik waktu saya lihat-lihat buku di salah satu toko buku terlaris di kota Magelang. Ada buku yang tumpukannya paling tinggi. Karena penasaran saya bertanya pada penjaganya, “Memangnya buku ini laris, kok saya lihat paling banyak sendiri?” Pelayan toko itu menjawab, ” Ya, banyak yang cari buku ini”.

Saya semakin penasaran. Bukunya terlihat kurang meyakinkan. Dicetak di atas kertas koran yang tipis. Dicetak menggunakan stensil, kualitas cetak yang ala kadarnya. Sampulnya sedikit lebih baik, fotokopi di atas kertas hvs warna kuning. Bukunya juga tipis tidak terlalu tebal. Tumpukan buku itu kira-kira satu setengah meter dalam dua tumpuk. Mingkin ada seribuan eksemplar lebih. Kata Si Penjaga toko, buku ini dicetak sendiri. Meskipun tampilanya ‘ala kadarnya’, harganya cukup mahal; Rp. 15000/ buku. Jauh di atas ongkos prouksinya. Sangat mengherankan jika buku ini sangat laris.
Continue reading

Andaikan Citarum seperti ini…..

13043282221294822858[Foto:Dokumentasi Pribadi]

Foto di atas adalah sungai atau kanal yang membelah jantung kota Göteborg, Swedia. Tepat di depan kantor pemerintah kota. Sungainya jernih & bersih. Hampir nihil dari sampah.

Sungai itu merupakan salah satu tempat favorit warga kota, apalagi di musim semi seperti ini; berjemur menikmati sinar mentari. Sungai itu menjadi tempat tinggal yang nyaman untuk bebek-bebek, angsa, burung dara, dan burung-burung camar. Kalau kita perhatikan lebih jeli, ikan-ikan pun berenang riang di dalamnya.

Sungai itu tidak bersih begitu saja, tetapi dijaga agar tetap bersih dan jernih. Sungai itu bersih dari mulai ujung hulu sampai ke hilirnya. Pemerintah kota, apalagi warganya saling menjaga agar sungai itu tetap bersih dan jernih. Dengan penuh kesadaran, warga tidak membuang sampah di sungai. Limbah rumah tangga, kantor, dan limbah industri/pabrik dibuang di saluran khusus, bukan ke badan sungai. Alhasil, sungai terjaga tetap bersih dan jernih.
Danau Delsjön, Göteborg Sweden[Foto:Dokumentasi Pribadi]
Danau Delsjön, salah satu hulu sungai-sungai di Göteborg.

Continue reading

Grosir Baju Batik Paling Lengkap, Paling Murah, dan Paling Laris di Pasar Klewer Solo

This slideshow requires JavaScript.

Pasar Klewer Solo adalah pusat pasar grosir baju batik di Indonesia. Meskipun pasarnya tidak begitu besar dan berada di tengah-tengah pulau Jawa, pasar klewer ini tetap ramai. Baju-baju Batik dari pasar klewer dikirim ke seluruh pelosok Indonesia, bahkah sebagian juga ada yang dieksport ke luar negeri. Batik-batik di Yogyakarta sebagian didatangkan dari Pasar Klewer ini. Begitu juga batik yang di Surabaya, Jakarta, Medan, Makasar. Sebagian besar diambil dari Pasar Klewer ini.

Dari sekian banyak toko baju batik yang ada di Pasar Klewer, salah satu toko batik yang paling ramai adalah Batik Ika Yuliani. Tempatnya agak ‘njempit’ sedikit. Kalau dari tempat pakir, masuk ke pintu pasar klewer yang dekat tugu. Lalu belok ke kanan satu toko, kemudian belok ke kiri. Plangnya terlihat di lorong itu.


Continue reading