Category Archives: Sampah

Kompos dari sampah

Pelatihan Pengelolaan Sampah: BERKAH DARI SAMPAH

Info lengkap pelatihan pengelolaan sampah klik disini: BERKAH DARI SAMPAH

Potret Tentang Sampah Kita


Sampah bukan MASALAH, SAMPAH ADALAH BERKAH.
Info lengkap pelatihan pengelolaan sampah klik disini: BERKAH DARI SAMPAH


Continue reading

Mengubah Sampah Jadi BBM (Bahan Bakar Minyak)

Bahan baku utama plastik adalah minyak bumi. Melalui proses polimerisasi, monomer minyak direaksikan menjadi polimer plastik. Proses ini ternyata bisa dibalik. Polimer bisa diputus-putus lagi menjadi minyak dan bisa dimanfaatkan menjadi bahan bakar.
Prof. Harwin Saptoadi dari UGM telah merancang alat pirolisis yang bisa memisahkan minyak dari sampah plastik.


Sampah bukan MASALAH, SAMPAH ADALAH BERKAH.
Info lengkap pelatihan pengelolaan sampah klik disini: BERKAH DARI SAMPAH


TPA Sampah Kota Pati: Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah yang Menjadi Taman Rekreasi

image
Gerbang masuk TPA Kota Pati


Sampah bukan MASALAH, SAMPAH ADALAH BERKAH.
Info lengkap pelatihan pengelolaan sampah klik disini: BERKAH DARI SAMPAH


Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah kota Pati, Jawa Tengah, berbeda dengan TPA tempat lain. Di sini tempatnya rapi, bersih, ada rusa, kera, sapi, merak, dan binatang-binatang lain. Ada juga pusat pembuatan kompos dan pengolahan sampah plastik menjadi solar. Tidak tercium bau busuk menyengat. Orang-orang datang ke TPA ini bukan mau buang sampah, tetapi mau berekreasi.

TPA Sampah Pati memiliki konsep yang berbeda dengan TPA-TPA lain. Kalau di tempat lain, TPA selalu terkesan kumuh, bau, jorok, dan sumber penyakit, TPA Pati justru kebalikannya. Kalau di tempat lain keberadaan TPA selalu ditentang oleh masyarakat disekitarnya, TPA Pati justru banyak dikunjungi untuk rekreasi. Saya ingin mengetahui lebih banyak tentang TPA ini, sayangnya tidak ada pengelola yang ‘berwenang’ di sini, dan cuaca gerimis, jadi tulisan ini hanya laporan ‘pandangan mata’ saja.

image
Lokasi TPA kota Pati. Hanya 7 km dari alun2 kota Pati.

TPA Kota Pati berada di desa Sukorejo, kec. Margirejo, Pati. Jaraknya kurang dari 7 km dari pusat kota. Saya tidak tahu sejak kapan TPA ini mulai beroperasi. Kalau dilihat dari tumpukan sampahnya sepertinya belum cukup lama. Di gerbang pintu masuknya terdapat tulisan besar “Selamat Datang di TPA Pati”.  Masuk ke TPA ini seperti tidak masuk ke tempat pembuangan sampah. Tempatnya bersih. Jalan masuknya rapi. 
Kalau Anda datang dengan membawa mobil atau motor, disediakan tempat parkir yang cukup luas. Tempat parkirnya masih tanah, ketika musim hujan seperti ini tanahnya lembek. Jadi hati2 memilih tempat parkir, jangan sampai terjebak di lumpur. Tidak jauh dari tempat parkir terdapat lapangan yang cukup luas. Lapangan ini bisa dijadikan tempat berolah raga atau camping. Di pingir lapangan terdapat gazebo untuk berteduh.

Ketika saya berkunjung ke TPA ini tidak banyak orang yang datang. Terlihat beberapa remaja naik motor berboncengan dan motor2 trail yang lewat melintas. Mungkin karena cuaca yang mendung dan hujan, jadi pengunjungnya sedikit. Menurut pedagang yang berjualan di lokasi TPA, penunjung biasanya banyak di sore hari dan hari minggu/hari libur.

Berseberangan dengan tempat parkir, terdapat kandang rusa. Ada cukup banyak rusa yang dipelihara di tempat ini. Anda bisa memberi makan rusa dengan rumput, wortel, atau sayuran, seperti orang2 yang memberi makan rusa2 di istana Bogor. Ada beberapa kandang rusa, salah satu kandang berisi rusa jantan yang besar.

Di lokasi sekitar kandang rusa terdapat pepohonan yang besar dan tinggi. Pohon2nya cukup banyak. melihat besarnya pohon ini kemungkinan pohon ini sudah berumur puluhan tahun dan sudah ada sebelum TPA ini dioperasikan.

Di sebelah kandang rusa ada beberapa kandang yang berisi kera. Pengunjung biasanya melempar kacang atau biskuit untuk kera2 ini. Tidak jauh dari kandang monyet terdapat beberapa kurungan besar yang berisi burung merak. Ada juga angsa, enthok dan burung dara yang dibiarkan bebas. Di dekat kandang2 binatang itu juga disediakan arena bermain untuk anak2, seperti: ayunan dan plosotan. Ada juga tempat duduk yang cukup nyaman untuk menikmati binatang2 ini. 
Di dekat kandang rusa, terdapat bangunan yang berisi mesin2 untuk membuat kompos dan pupuk organik. Di tempat yang sama juga terdapat mesin2/peralatan pirolisis untuk mengolah sampah plastik menjadi minyak solar. Sayangnya mesin2 ini sedang tidak beroperasi.

Berjalan lebih ke dalam di sisi kiri, terdapat areal luas yang ditanami beberapa tanaman buah2an. Namun, tanamannya masih pendek2 dan belum berbuah. Dari denah lokasi TPA, areal ini adalah areal kebun buah. Jika tanamannya sudah besar dan berbuah, areal ini akan menjadi area favorit pengunjung. Di TPA ini juga terdapat tempat pembibitan tanaman. Saya lihat tidak banyak bibit yang ada di tempat ini. Hanya ada beberapa bibit, sepertinya bibit durian.

Berjalan terus ke arah belakang terdapat kandang sapi dan kandang kambing. Ada sekitar 6 ekor sapi yang dipelihara. Sapi2 ini dirawat cukup baik. Makanannya rumput segar, tidak seperti di TPA lain yang diberi makan ‘sampah’. Saya tidak tahu berapa jumlah kambing yang dipelihara, karena posisinya sulit dijangkau.

Berjalan terus ke belakang terdapat instalasi pengolahan lindi sampah. Ada beberapa bak2 dan kolam pengolahan. Lindi seperti ini bisa menghasilkan biogas, dan sisanya bisa diolah lagi menjadi pupuk cair. Posisi kolam pengolahan lindi berada di bawah yang curam. Di sisi kanan kirinya terdapat ‘gunung sampah’.

Semakin dekat dengan tempat penimbunan sampah bau menyengat mulai tercium. Mungkin karena sedang musim hujan, sampah menjadi basah dan baunya semakin menyengat. Beberapa waktu sebelumnya saya pernah datang di musim kemarau, baunya tidak menyengat seperti ini.
Di salah satu ‘gunung sampah’ terdapat instalasi pipa2 pralon yang ditanam ke dalam tumpukan sampah. Saya menduga instalasi ini adalah instalasi untuk menangkap biogas (methane capture). Biogas yang diambil ditampung dan dialirkan ke warung2 yang berada di dekat tempat parkir.
Di dekat lokasi penimbunan juga mulai terlihat tumpukan2 plastik yang sudah disortir dan sebagian sudah dikemas. Beberapa pemulung terlihat sedang bekerja merapikan plastik2 tersebut. Jumlah pemulung tidak banyak, hanya beberapa orang saja. Di TPA tempat lain jumlah pemulungnya sampai ratusan orang.

TPA Pati memang tidak seperti taman yang indah di kota2 besar. Pengelolaannya dan perawatannya belum maksimal. Namun, TPA ini menawarkan konsep yang bagua sekali. Andaikan TPA ini dikelola dengan baik bisa menjadi percontohan untuk TPA-TPA lain di Indonesia.

Artikel lain tentang sampah, silahkan klik di link ini: BERKAH DARI SAMPAH

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

Presentasi Pembuatan Pupuk Kompos Jerami

Klik di sini untuk download file MS Power Point : http://db.tt/SpDDBsjn

Silahkan lihat cara pembuatannya di Youtube:

Makalah Pupuk Kompos

Sampah: Sepeda yang dibuat 100% dari Sampah Karton Bekas

Ada banyak cara memanfaatkan sampah kertas menjadi produk yang bermanfaat. Salah satunya yang dilakukan oleh Izhar Gafni. Dia membuat sepeda dari kertas karton bekas. Meskipun dari kertas, sepeda ini tetap bisa berfungsi dengan baik, bahkan bisa menahan beban sampai ratusan kg. Memang kertas yang dijadikan bahan bukan kertas biasa, tetapi kertas karton tebal. Silahkan lihat sendiri videonya di bawah ini:

Sumber


Sampah bukan MASALAH, SAMPAH ADALAH BERKAH.
Info lengkap pelatihan pengelolaan sampah klik disini: BERKAH DARI SAMPAH


Pembuatan Kompos Sampah Organik Kota Skala Besar untuk Pupuk Organik

This slideshow requires JavaScript.

Pengomposan sampah merupakan salah satu cara untuk mengolah sampah organik. Jika sampah kota ini berhasil dikomposkan, maka akan lebih mudah diolah menjadi pupuk organik. Namun, mengomposkan sampah kota tidaklah mudah, apalagi dalam skala yang besar.


Sampah bukan MASALAH, SAMPAH ADALAH BERKAH.
Info lengkap pelatihan pengelolaan sampah klik disini: BERKAH DARI SAMPAH


Pengomposan sampah masih dianggap sebagai salah satu solusi mengatasi permasalahan sampah di kota-kota besar. Dalam skala makro, menurut saya pengomposan bukanlah salah satu solusi mengatasi masalah sampah (lihat tulisan saya ini: kompos bukan solusi sampah). Namun, di beberapa tempat sudah terlanjur di bangun fasilitas pengomposan sampah skala besar. Sebagian yang saya tahu, beberapa tahun yang lalu di Cilincing Jakarta sudah dibangun dan diresmikan fasilitas pengomposan dengan biaya sangat-sangat besar. Diresmikan oleh Gubernur Sutiyoso kalau tidak salah ingat. Kabarnya fasilitas tersebut tidak berjalan seperti yang diinginkan.

Fasilitas pengompomposan sampah yang lain ada di salah satu kota terbesar di Jawa Tengah. TPA (Tempat Pembuangan Akhir) sampah ini diharapkan bisa mengolah sampah yang diproduksi di kota ini yang kuantitinya mencapai 250-300 ton per hari. Namun, saat ini TPA ini hanya bisa mengolah 100 ton sampah per hari. Dalam desain awalnya mestinya tempat ini bisa dan sanggup mengolah seluruh sampah. Rendahnya kapasitas pengomposan tempat ini disebabkan karena banyak hal, slah satunya proses pengomposan yang berjalan kurang optimal.
Continue reading

Menyulap botol bekas air mineral menjadi lampu

Tahukan Anda jika botol sampah plastik bekas air mineral ukuran 2 L bisa diubah menjadi lampu untuk menyinari ruangan. Ide ini awalnya ditemukan oleh insinyur di Brazil. Dia menemukan jika air di dalam botol bisa merefleksikan cahaya matahari dengan baik. Refleksi air ini sangat terang dan bahkan setara dengan lampu bohlam ukuran 50 watt. Lampu ini bisa menerangi ruangan di dalam rumah dan bisa menghemat penggunaan listrik.
Continue reading

Iseng membuat etanol dari kertas