Kembali ke Sawah Lagi

hormon tanaman giberelin auksin sitokininBeberapa tahun yang lalu saya aktif di ‘sawah’ melalui program Primatani Badan Litbang Deptan. Di sinilah saya banyak belajar bertani ke Pak Haji Zaka. Sayang belum tuntas saya belajar keburu harus pindah aktivitas. Kini saya punya kesempatan kembali ke sawah lagi. Saatnya belajar lagi.

Catatan belajar bertani itu saya kumpulkan dalam buku Budidaya Padi Sehat. Saya ingin melengkapi dan menyempurnakan isi buku itu. Saya berharap bisa mempraktekkanya langsung dan membuktikannya sendiri sebelum saya tuliskan dalam buku kecil itu.

Budi Daya Padi SehatBeberapa aspek yang belum tertulis secara jelas di buku itu adalah masalah HPT (hama dan penyakit tanaman). Saya cuma membahasnya secara singkat. Juga masalah pembibitan maupun paska panennya. Di dalam blog ini banyak resep MOL dan pestisida nabati. Artikel tentang itu akan saya masukkan. Kemudian tentang pemupukan, saya perlu masukkan pemupukan dengan menggunakan bagan warna daun. Tujuannya agar pemupukan lebih efisien.

Kalau saya punya kesempatan juga, saya ingin mempraktekkan pertanian yang full organik.

Insya Allah.

Ide Membuat Organic Urban Farming

hormon tanaman giberelin auksin sitokininOrang kota tidak punya lahan. Namun, banyak orang kota yang ingin ‘bercocok tanam’. Solusinya adalah ‘bercocok tanam’ dengan mengoptimalkan lahan yang ada, seefisien mungkin. Misalnya dengan metode vertikultur, hidroponik, ataun aquaponik. Apalagi jika bisa dibuat full organik akan lebih sehat.

Ide itu dilontarkan oleh teman yang baru saja hadir di komunitas petani organik kota Bandung. Idenya memang menarik. Saya yang sudah lama ingin ‘bercocok tanam’ jadi mulai bergairah lagi. Saya bisa membuat kompos sendiri, pupuk organik cair sendiri, dan pestisida nabati sendiri. Saya bisa menerapkannya dalam skala kecil di rumah saya sendiri.

Pilihan awal saya adalah dengan metode vertikultur. Tempat untuk menanam bisa memanfaatkan botol bekas air mineral. Komposnya memakai kompos dedaunan yang dibuat dengan Promi.

Continue reading

Fotografi Asik dengan Kamera Saku

image

Setelah menunggu cukup lama akhirnya buku saya tentang fotografi akhirnya terbit juga. Judulnya  Fotografi Asik dengan Kamera Saku setebal 94 halaman yang diterbitkan oleh Penerbit Andi, Yogjakarta. Draft buku ini saya tulis dua tahun lalu ketika saya masih tinggal di Göteborg. Sebagiaan besar isi buku ini adalah catatan-catatan saya tentang fotografi yang saya tulis di blog ini (baca: Fotografi).

Potongan-potongan catatan saya tentang fotografi itu saya kumpulkan, saya susun ulang, dan saya lengkapi hingga menjadi draft sebuah buku. Sebagian besar ilustrasinya adalah foto2 yang saya ambil di Göteborg. Beberapa foto adalah foto baru yang saya ambil sepulang dari GTB.

Continue reading

Panduan Aplikasi Biang POC untuk Padi Sawah

Cara Pembuatan MOL Keong Emas

Origami Katak yang Bisa Loncat Tinggi

image

Ini salah satu mainanku waktu kecil dulu, tahun 80an. Membuat origami katak lalu diadu tinggi loncatannya. Kalau bagus membuatnya katak bisa loncat tinggi dan jauh.  Bisa sampai setengah meter jauhnya. Kuncinya adalah dibuat dari kertas uang yang masih baru.

Kadang2 dulu saya main adu2an dengan teman2. Katak diberi halangan dan siapa yang bisa loncat paling tinggi yang menang. Atau loncat jauh2an. Yang paling jauh loncatannya yang menang.

Urutan membuatnya adalah seperti urutan gambar di bawah ini.

image
Continue reading

Cerpen Robohnya Surau Kami oleh A.A. Navis

image

Buku kumpulan cerpen Robohnya Surau Kami

Saya akan kutipkan penggalan cerpen A.A. Navis yg judulnya ‘Robohnya Surau Kami’. Meskipun cerpen ini pertama kali terbit sdh cukup lama (1956), namun isinya masih tetap relevan sampai sekarang. Dikisahkan bahwa H Saleh yang rajin ibadah berdemo kepada Allah karena dimasukkan ke neraka. Mereka tidak terima dimasukkan ke neraka, padahal waktu hidupnya hanya dihabiskan hanya untuk beribadah dan menyembah Allah semata. Berikut cuplikannya:
‘Kalian di dunia tinggal di maja?’ Tanya Tuhan.
‘Kami adalah umat-Mu yang tinggal di Indonesia, Tuhanku.’
O, di negeri yang tanahnya subur itu?’
‘Ya, benarlah itu,Tuhanku.’
‘Tanahnya yang mahakaya raya, penuh oleh logam, minyak, dan berbagai bahan tambang lainnya, bukan?’
‘Benar. Benar. Benar. Tuhan Kami. Itulah negeri kami.’
Mereka mulai menjawab serentak. Karena fajar kegembiraan telah membayang di wajahnya kembali. Dan yakinlah mereka sekarang, bahwa Tuhan telah silap menjatuhkan hukuman kepada mereka itu.
‘Di negeri di mana tanahnya begitu subur, hingga tanaman tumbuh tanpa di tanam?’
‘Benar. Benar. Benar. Itulah negeri kami.’
‘Di negeri, di mana penduduknya sendiri melarat?’
‘Ya. Ya. Ya. Itulah negeri kami.’
‘Negeri yang telah lama diperbudak oleh orang lain.’
‘Ya. Tuhanku. Sungguh terlaknat penjajah itu. Tuhanku.’
‘Dan hasil tanahmu, mereka yang mengeruknya, dan diangkut ke negerinya, bukan?’
‘Benar, Tuhanku. Hingga kami tak mendapat apa-apa lagi. Sungguh laknat mereka itu.’
‘Di negeri yang selalu kacau itu, hingga kamu dengan kamu selalu berkelahi, sedang hasil tanahmu orang lain juga yang mengambilnya, bukan?’
‘Benar, Tuhanku. Tapi bagi kami soal harta benda itu kami tidak mau tahu. Yang penting bagi kami adalah menyembah dan memuji Engkau.’
‘Engkau rela tetap melarat, bukan?’
‘Benar, kami rela sekali, Tuhanku.’
‘Karena kerelaanmu itu, anak cucumu tetap melarat, bukan?’
‘Sungguhpun anak cucu kami melarat, tapi mereka semua pintar mengaji. Kitab-Mu mereka hafal di luar kepala.’
‘Tapi seperti kamu juga, apa yang disebutnya tidak dimasukan ke hatinya, bukan?’
‘Ada, Tuhanku.’
‘Kalau ada, kenapa engkau biarkan mereka melarat, hingga anak cucumu teraniaya semua. Sedangkan harta bendamu kau biarkan orang lain mengambilnya untuk anak cucu mereka. Dan engkau lebih suka berkelahi antara kamu sendiri, saling menipu, saling memeras. Aku beri kau negeri yang kaya raya, tapi kau malas. Kau lebih suka beribadat saja, karena beribadat tidak mengeluarkan peluh, tidak membanting tulang. Sedangkan aku meyuruh engkau semuanya beramal kalau engkau miskin. Engkau kira aku ini suka pujian, mabuk disembah saja, hingga kerjamu lain tidak memuji-muji dan menyembahku saja. Tidak. Kamu semua mesti masuk neraka. Hai, malaikat halaulah mereka ini kembali ke neraka. Letakkan di keraknya!’

Sungguh. Apa yang diceritakan itu memang seperti kenyataan di negeri ini. A.A. Navis berdakwah tanpa perlu menyitir ayat2 dan hadist2. Kata2nya langsung menusuk ke ulu hati, ke jantung bangsa ini.
Mestinya cerpen ini dibaca oleh para pemimpin negeri, para ulama, para ustad, para cerdik cendekia, para ulama, para pejabat, dan rakyat. Khususnya ummat Muslim.

Menyimpan Ide dengan Menulis

Sudah lama sejak saya mencoba menjawab kenapa saya menulis. Kini saya punya alternatif alasan tambahan kenapa saya menulis. Semua berkembang, begitu juga alasan saya menulis.

Saya punya obsesi untuk selalu menulis. Meski untuk memenuhi obsesi itu rasanya tidak mungkin. Justru karena tidak mungkin itulah menjadi menarik dan menantang. Aku ingin menulis setiap hari. Menulis apa saja.

Saat ini sarana utama menulisku tidak ada. Kedua laptopku rusak dan obname di bengkel. Sarana yang tersisa cuma satu, smartphone android. Untungnya smartphone saat ini sudah bisa melakukan hampir semua kerjaan laptop; menulis, memotret, mengolah foto, dan terkoneksi ke internet. Smartphone sudah lebih dari cukup untuk menuangkan ide dan menyimpannya.

Menulis ibarat mengumpulkan apa saja yang menarik perhatian saya. Tulis dan tulis saja. Masukkan ke satu kotak yang namanya blog WordPress.com.  Saya tidak pernah menilainya apakah tulisan itu berguna atau tidak. Saya berharap tulisan itu adalah potongan sebuah puzzle. Saya berharap suatu saat nanti saya bisa mengumpulkan potongan puzzle itu dan menyusunnya.

Di waktu2 senggang ketika tidak menulis saya cari2 lagi serpihan2 ide itu. Saya coba cari pasangannya. Kalau ketemu alhamdulillah, kalau tidak ya coba mencocokkan yang lainnya lagi. Sampai ketemu atau mungkin menuliskan pasangannya.

Mungkin dan saya juga berharap bisa terus menulis sampai saya tidak bisa menulis lagi. Saya ingat ada seorang penulis yang cacat dan tidak bisa menulis. Tapi dia punya assisten yang menuliskan carita2 dan khayalannya. Mungkin saya juga akan begitu. Jaman sekarang assisten tidak harus orang. Android saja sudah bisa menerjemahkan suara menjadi tulisan. Assistennya bisa mesin.

Kalau pun saya tidak bisa menyusun puzzle2 itu. Saya berharap suatu saat nanti ada orang yang mau mengumpulkannya dan menyusunya. Mungkin saja dia adalah salah seoranf dari keturunanku. Atau mungkin orang lain yang bukan siapa2nya dari ku.

Insya Allah.
—-
Oh ya… saya ingin menambahkan. Kalau ada pengunjung blog ini dan membaca tulisan2 saya. Jangan pernah menyangka kalau saya banyak tahu atau bahkan ahli tentang hal itu. Ingat, saya hanya menuliskannya dan mengumpulkannya.

Hati2 Membeli Pupuk KCl

image

Ceritanya saya sedang perlu pupuk K, yaitu KCl atau MOP. Saya minta teman saya untuk mencarikan pupuk2 itu. Karena perlunya cuma sedikit saya diberi pupuk oleh teman yang kebetulan sedang memupuk tanamannya. Kami curiga dengan pupuk KCl ini, karena warna dan bentuknya berbeda dengan biasanya. Lalu saya minta untuk diencerkan. Setelah diencerkan baru terlihat palsunya. Coba perhatikan foto di atas. KCl yang dilarutkan berwarna merah seperti ada pewarnanya. Bagian bawahnya ada endapannya.

image

Continue reading

Tas Kulit Kesayanganku

Tas kulit kesayang

Tas kulit kesayang

Saya ingin cerita tentang tas kulit kesayangan saya. Tas ini sudah saya miliki kurang lebih 3-4 tahun yang lalu. Sempat saya lupakan dan saya simpan di lemari. Celakanya kondisi di rumah yang cenderung lembab membuat tas kulit cantik ini jadi jamuren. Warnanya jadi sedikit kusam.

Tas kulit kesayang

Tas kulit kesayang

Sudah lama saya ingin beli tas kulit. Ketika itu saya lihat mahasiswa Chalmers yang memakai tas kulit. Lalu ketika saya jalan2 ke kota banyak juga yang memakai tas kulit. Pingin banget.

Continue reading