Tag Archives: gadget

Coba Tantangan Ini; 2 Jam Saja Siang Hari Matiin Gadget

anak main gadget

Anak-anak asik dengan gadgetnya.

Pernah tidak Anda merasakan kalau sebenarnya kita sudah ‘dijajah’ oleh gadget? Entah itu smarphone, tablet, netbook, laptop, dan sebangsanya. Rasanya gadget tidak bisa lepas dari tangan kita. Main game, FBan, Twitteran, Googling, YouTube-an atau hanya sekedar berselancar di dunia maya. Banyak yang ketagihan, termasuk saya. Coba saja perhatikan kalau sedang meeting/rapat. Iseng-iseng coba hitung, berapa persen dari peserta rapat yang asik dengan gadget-nya. Coba perhatikan di jalan, berapa banyak pejalan kaki yang berjalan seperti zombie, asik dengan gadgetnya. Coba perhatikan di rumah, siapa-siapa saja yang tidak bisa lepas dari gadgetnya; kita sendiri, istri kita, anak-anak kita, atau bahkan pembantu kita.

Gadget memang di satu sisi banyak memberi manfaat bagi kita. Gadget telah memudahkan pekerjaan-pekerjaan kita. Gadget juga memberi pengalaman baru dan cara pandang baru dalam kehidupan manusia. Masalahnya, gadget membuat kecancuan baru. Ibaratnya manusia modern tidak bisa hidup tanpa gadget.

Banyak fonomena baru akibat kecanduan gadget ini. Misalnya, mulai bergesernya kehidupan sosial manusia dari ‘dunia nyata’ ke ‘dunia maya’. Ada orang yang memiliki banyak teman di Facebook, bahkan mungkin mencapai ribuan teman. Aktif berkomunikasi. Aktif bertegur sapa. Aktif bersendau gurau. Bahkan aktif berdebat. Tapi itu terjadi di ‘Dunia Maya’.

Pada kenyataannya di ‘dunia nyata’. Orang ini adalah orang yang suka menyendiri di kamar. Asik dengan komputer atau smartphonenya. Kalau di jalan juga asik main-main dengan gadgetnya. Kalau di kantor juga jarang bertegur sapa dengan teman-temannya. Uniknya, ketika bertemu dengan ‘teman di dunia maya’-nya itu di jalan. Mereka tidak bertegur sapa. Karena mereka tidak kenal secara fisik di dunia maya.

Saya pernah mengalaminya sendiri. Kebetulan saya aktif di salah satu group di Facebook. Ada teman dunia maya yang sering memberi komentar ke postingan-postingan saya. Dan saya juga tahu dia di dunia nyata. Pada suatu hari saya bertemu dengan dia dalam sebuah acara. Saya sok akrab dan mencoba mengajaknya ngobrol. E…..tidak tahunya dia malam dingin-dingin saja, bahkan seperti tidak mengenal saya. Bener-bener keki saya pada saat itu. Ternyata dia hanya ‘teman saya di dunia maya’ saja. Parah kan…..

Ada anak tetangga yang juga maniak gadget. Hari-hari sepulang sekolah, masuk kamar langsung main gadget. Entah main game atau main FB. Jarang sekali keluar rumah. Temennya di kampung juga sedikit. Ada satu dua temennya yang kadang-kadang ikut bermain di rumahnya. Main game juga.

Saya juga merasakan mulai ‘kecanduan’ dengan gadget. Bahaya. Saya mulai berfikir untuk mengendalikan ‘kecanduan’ ini. Saya yang ngatur gadget saya, bukan gadget yang ngatur saya.

Saya mencoba untuk bisa sedikit lepas dari ‘kecanduan’ gadget ini. Sebisa mungkin di siang hari ada waktu-waktu yang bebas dari gadget. Minimal dua jam saja. Tidak lama, kan. Saya coba tinggalkan gadget saya. Kalau perlu dimatikan. Saya ganti dengan aktivias lain, aktivitas di dunia nyata. Gadget dikembalikan ke fungsi dasarnya saja; komunikasi – telepon dan sms.

Saya coba juga untuk anak-anak. Karena mereka juga sudah mulai kecanduan gadget. Apalagi si Yusuf, kalau batterai iPadnya ‘low’ pasti teriak-teriak minta di-charge. Kalau koneksi internetnya lambat, teriak-teriak juga. Kakak-kakaknya juga lebih sama parahnya. Saya sadar ini tidak baik. Untungnya, istri saya cerewet untuk malasah ini. Tugasnya yang marah-marah dan melarang anak-anak agar terlepas dari gadgetnya. Saya melakukan pendekatan lain. Saya mencoba mencarikan alternatif kegiatan yang bisa membuat mereka terlepas dari kecanduan gadget.

10154183_10208320277752922_5128002523139139110_n
Di rumah ada banyak buku. Kami ajak mereka untuk membaca. Royan dan Abim saya minta mengajak adiknya untuk membaca buku dan bercerita apa saja tentang isi buku itu.

Kebetulan saya juga suka dengan tanaman. Saya ajak anak-anak untuk ‘bercocok tanam’. Kami juga punya projek kecil untuk ‘bercocok tanam’ ini.

Kami tidak punya pembantu. Jadi pekerjaan rumah dikerjakan secara gotong-royong. Pekerjaan ini cukup menyita waktu dan membuat capek. Aktivitas ini bisa mengurangi kontak antara kami dengan gadget.

Semoga langkah-langkah ini bisa membebaskan kami dari kecanduan gadget. Kami bisa terbebas dari jajahan gadget. Kembali ke kehidupan di ‘dunia nyata’.

permainan loncat tali anak-anak

Permainan loncat tali. Permainan yang menyehatkan, melatih fisik, dan kemampuan sosial anak-anak.

Advertisements

Super Gadget

Ding-dong……!!!!

Suara bel dipencet seseorang. Hari ini hari sabtu, saya sedang santai di rumah dan tidak sedang menunggu tamu. Aneh. Siapa yang memencet bel , tanya saya dalam hati.

Ding-dong….!!!!
Bel dipencet lagi.
Dengan sedikit malas saya menuju ruang depan. Saya intip dari balik gorden jendela. Seseorang sedang menunggu di depan pintu pagar, pakai motor dan seragam biru. Saya menuju pintu dan segera menemuinya tanpa membuka pintu pagar.

“Ada apa, Mas?”
“Saya dari TIKIL, Titipan Kilat, Ada paket untuk Bapak.”
Anak muda itu menyerahkan kotak kecil yang dibungkus plastik. Lalu dia meminta saya menandatangani kolom penerima.

Continue reading

Tips Android: Menemukan Lokasi, Mengunci, & Menghapus Gadget Android Anda yang Hilang

SAMSUNG Galaxy Note 3 Neo [N750] - White

Beli Smartphone Android Samsung Baru di Bhineka.com


Di posting sebelumnya saya sudah menyampaikan fasilitas menemukan, mengunci, dan menghapus data untuk gadget Samsung dan Apple (iPhone, iPad, dan iPod). Fasilitas ini juga tersedia untuk semua perangkat Android. Google sudah memberikan fitur ini. Jika Anda memiliki Gadget Android, segera aktifkan fitur ini, sebelum gadget Anda hilang dicuri.

Untuk bisa menggunakan fitur ini Anda harus memiliki akun Google. Jika belum buat dulu akun Google di Google.com. Oke jika sudah, langkah berikutnyq adalah mengaktifkan fiturnya.

Langkah pertama buka aplikasi Setelan Google di gadget Android Anda.

image

Aplikasi Setelan Google

image

Klik “Pengelola Perangkat Android”. Beri tanda centang pada dua pilihan yang tersedia.

Jika suatu saat gadget Android Anda lupa, tertinggal, atau hilang, Anda bisa mengakses gadget Android Anda melalui http://www.android.com/devicemanager. Anda masuk dengan menggunakan akun Google Anda.

image

image

image

Berikut saran langkah2 dari saya jika gadget Android Anda dicuri orang:
1. Kunci gadget Android Anda segera.
2. Setelah terkunci, lalu coba lacak di mana posisinya. Setelah ketemu coba dekati lokasinya.
3. Setelah cukup dekat, coba deringkan gadget Android Anda.


****
Namun ada beberapa perbedaan dengan fitur Samsung atau iPhone Antara lain:
1. Untuk mengaktifkan atau menonaktifkan fitur Google Android ini tidak perlu authentifikasi. Dan tidak bisa dilindungi dengan password atau pin. Kalau pencurinya cerdas, dengan mudah dia bisa menonaktifkan fitur ini.
2. Tapi akses Google ke perangkat Android lebih halus dan mungkin tidak disadari oleh pemegang HP jika dia tidak tahu.
3. Ketika menderingkan gadget Android tidak bisa menyisipkan tulisan, misalnya: HP INI DICURI.
4. Tidak memberikan seberapa jauh lokasinya dengan lokasi kita saat ini dan rute terdekat untuk menemukannya.

Tips Android: Malu Maps-an Sesat di Jalan

SAMSUNG Galaxy Note 3 Neo [N750] - White

Beli Smartphone Android Samsung Baru di Bhineka.com

Malu bertanya sesat di jalan. Itu pepatah lama. Kini jamannya android, pepatahnya menjadi: Malu Maps-an Sesat di Jalan. Menggunakan aplikasi Maps anda tidak perlu sering bertanya ketika di jalan.

Smartphone atau tablet Android sudah ada dua aplikasi yang bermanfaat sebagai penunjuk jalan, yaitu: Maps dan Navigation. Dua aplikasi ini sebenarnya sama saja menggunakan aplikasi map milik Google. Anda dapat menggunakan salah satu aplikasi tersebut. Aplikasi ini gratis tidak dipungut biaya kecuali biaya pulsa internet.

image

Sebelum menggunakan aplikasi ini pastikan data seluler dan GPS diaktifkan.

image

Applikas Maps dan Navigation.
Continue reading

Jangan Terkecoh dengan Diskon Abal-abal

Siapa yang tidak suka diskon? Rasanya semua orang tertarik dengan diskon, apalagi diskon besar-besaran alias obral besar. Diskon atau potongan harga menjadi senjata ampuh para produsen untuk mengejot pemasaran produknya. Namun, Anda perlu berhati-hati. Tidak semua diskon itu benar-benar harga diskon. Banyak yang sekedar kamuflase saja alias abal-abal. Saya membuktikannya sendiri.

Diskon abal-abal ini saya ketahui secara tidak sengaja. Kebetulan HP Android kesayangan saya jatuh dan harus ‘opname’ berhari-hari di bengkel service. Sayang, akhirnya HP tersayang itu tetap tidak berfungsi normal seperti sedia kala. Dengan berat hati, akhirnya saya mesti mencari penganti HP Android itu. Saya coba survey ke mana-mana. Browsing di internet. Coba banding-bandingkan harga dan spesifikasi. Browsing testimoni-testimoni, atau pun complaint tentang HP incaran saya. Saya juga survey ke mall-mall dan counter-counter HP ternama di kota saya. Beberapa tabloid dan majalah khusus HP-pun saya koleksi. Akhirnya pilihan saya jatuh pada 2 HP Android incaran.

Ketika sedang melihat acara TV, ada iklan salah satu merek HP android terkenal. Di iklan itu disebutkan ada diskon dan cast back untuk pembelian HP seri tertentu. Waktunya cuma tiga hari. Tanpa menunggu lama, keesok harinya saya langsung menuju ke gerai resmi HP itu. Saya menanyakan ke salesnya dan memang benar ada cast back. Namun, harganya adalah dihitung dari harga normal seperti yang disebutkan di iklan. Kalau harga pas-nya ternyata sama saja seperti harga di hari biasa tanpa ada diskon. Duh…saya langsung merasa tertipu dengan iklan itu. Karena kecewa, saya urungkan niat membeli HP itu.

Iseng-iseng saya coba melihat-lihat dan tanya-tanya ke counter HP yang lain. Counternya jauh lebih kecil daripada gerai resminya. Betapa kagetnya saya, sales di counter HP itu berani memberikan harga yang lebih rendah lagi daripada harga di gerai resmi. Terpautnya cukup jauh, karena diskonnya hampir dua kali dari diskon yang resmi. Nah…lho…, saya semakin merasa ditipu oleh iklan di TV itu.

Terus terang, sejak saat itu saya jadi tidak percaya lagi dengan iklan-iklan diskon di TV atau di media lain. Saya memang belum mendalami untuk merek-merek atau produk-produk lain. Namun, rasanya tidak jauh berbeda.
Ini berbeda sekali dengan diskon-diskon yang ada di luar negeri. Kebetulan saya sempat singgah sebentar di negerinya Ibrahimovic, Swedia. Di negeri ini biasanya ada diskon besar-besaran ketika mendekati libur natal, tahun baru, dan libur musim panas. Diskonnnya gila-gilaan, sampai 40% dari harga normal. Saya membeli HP android untuk istri saya dengan merek yang sama seperti HP android yang saya sebutkan di atas. Harganya sangat murah, karena diskonnya 30% dari harga normal. Ketika saya kembali ke tanah air, saya coba bandingkan harga HP tersebut dengan harga di Indonesia. Ternyata harga diskonnya bener-bener lebih rendah 30% dengan nilai kurs yang sama. Gila tidak? Menyesal saya hanya membeli satu HP.

Makanya tidak heran jika sering kita lihat di berita TV banyak orang yang antri sampai panjang menunggu toko buka di hari-hari penuh diskon, menjelang natal, tahun baru, dan musim panas. Mereka rela antri berjam-jam hanya untuk mendapatkan barang yang diinginkannya dengan harga super murah. Diskon di negera-negera Eropa memang benar-benar harga diskon. Bukan diskon abal-abal seperti di tanah air.

Jadi, jangan tertipu oleh iklan-iklan diskon di televisi.Diskonnya mungkin abal-abal saja. Mendingan cari-cari dan survei ke beberapa toko. Siapa tahu mendapatkan harga yang lebih rendah dari harga diskon.