Tag Archives: laboratorium

Prototipe Bioplastik dari Tandan Kosong Kelapa Sawit

This slideshow requires JavaScript.


Sebelumnya saya mohon maaf kepada semua pengunjung blog ini. Dua bulan terakhir saya jarang login ke isroi.com, jarang update posting dan jarang menjawab komentar. Padahal sebelumnya hampir setiap hari saya membuat posting baru. Mohon maaf karena saya sedang konsentrasi dengan pekerjaan di laboratorium. Hampir setiap hari saya di laboratorium untuk mengerjakan penelitian saya. Jarang on-line dan jarang kerja di komputer. Mohon maaf.


Alhamdulillah, akhirnya kami bisa mendapatkan prototipe bioplastik dari tandan kosong kelapa sawit. Prototipe ini masih banyak sekali kekurangannya dan masih banyak perlu improvement sana-sini. Namun, prototipe ini semakin medekatkan kami tujuan kami untuk membuat bioplastik dari tandan kosong kelapa sawit.

Ada banyak kemajuan yang kami dapatkan selama 6 bulan terkahir. Pertama, sheet bioplastik yang kami hasilkan sudah lebih bagus, lebih halus dan bisa sangat tipis sekali. Kedua, bioplastiknya sudah bisa dibuat contoh kemasan produk. Bioplastiknya sudah bisa di-sealer. Bahan-bahan yang kami gunakan adalah bahan alami, jadi bioplastik ini tidak beracun dan tidak mengandung bahan beracun. Mestinya bisa digunakan untuk kemasan produk pangan atau pakan (food contact). Ketiga, prototipe bioplastik ini juga lebih tahan terhadap air dan tahan minyak daripada prototipe sebelumnya.

Alhamdulillah. Semoga prototipe ini bisa lebih baik lagi.

Advertisements

Memanfaatkan Patent-Patent yang sudah Expired

Melanjutkan lagi posting saya sebelumnya tentang study patent. Kalau Anda cukup rajin dan teliti, Anda akan menemukan banyak sekali dokumen paten. Coba perhatikan status dari paten tersebut. Ada sebagian paten yang statusnya expired atau kadaluwarsa. Artinya paten ini sudah menjadi public domain atau milik umuk. Semua orang boleh dan bebas menggunakan dan memanfaatkan paten ini tanpa harus membayar royalti.

Nah. Ini tentunya sangat menarik sekali. Klaim di dalam dokumen paten tersebut biasanya tertulis sangat jelas. Kita bisa meniru dan mengikuti petujuk di dalam dokumen paten ini. Coba-coba saja sampai berhasil.

Masih ingat beberapa tahun yang lalu? Indonesia dibanjiri dengan motor-motor dari China dengan merek aneh2 tapi secara fisik bentuknya sangat mirip dengan motor2 terkenal dari Jepang. Persis banget, bahkan spare part dan onderdilnya pun identik dan bisa dipasang ke motor China itu. Anehnya, tidak ada komplain dari motor pabrikan Jepang.

Saya sempat baca ulasan di media otomotif, kenapa pabrikan Jepang itu tidak komplain? Apa mereka tidak melanggar HKI. Ternyata jawabannya adalah marena produk dan desain motor yg ‘dijiplak’ negeri China itu paten dan HKInya sudah kadaluwarsa. Siapa pun kalau bisa boleh memproduksi motor itu.

Motor China alias Mochin laris manis di Indonesia, karena harganya yang murah. Memang sih, kualitasnya masih di bawah motor Jepang. Motornya tidak awet. Onderdilnya cepat rusak. Sebentar-sebentar masuk bengkel.

Dalam konteks riset, penggunaan paten yang kadaluwaraa bisa memotong lamanya waktu riset. Kita tidak usah mulai dari nol. Mulai dari teknologi yang sudah teruji. Kita coba tiru, coba terus sampai berhasil. Lalu lakukan imrovement, pengembangan dan modifikasi. Kalau memungkinkan, coba telusuri paten-paten terbaru dari produk tersebut.

Selamat menelusuri lautan paten. Terus berkarya.

Berkunjung ke Pabrik BioPlastik di Banten

biji bioplastik

Biji bioplastik dari pati-patian. Target kami ingin membuat yang seperti ini.

Hari ini saya mendapatkan pengalaman baru tentang dunia polimer dan plastik. Terkait dengan target besar kami untuk membuat bioplastik, saya dan pak Tri Panji berkunjung ke salah satu pabrik plastik di wilayah Banten. Di sini kami mendapatkan pencerahan, ilmu baru, wawasan baru dan juga saran-sarang untuk pengembangan bioplastik.

Kami diterima oleh Dr. Asmuwahyu, salah satu ahli polimer yang bekerja di pabrik ini.Kami di beri penjelasan tentang proses dan tahapan pembuatan biji plastik, resin dan polimer-polimer lainnya. Kami ditunjukkan laboratorium penelitian dan laboratorium pengujian milik pabrik plastik. Pembuatan plastik dimulai dari pencampuran bahan menggunakan high stirring machine, extruksi dengan extruder, pembuatan biji plastik. Kami ditunjukkan juga beberapa mesin kecil untuk membuat sampel uji, sheet plastik dan alat-alat tambahan lainya. Oleh Pak Asmu, kami juga diajak keliling pabrik plastik untuk melihat-lihat peralatan produksi dalam skala pabrik.

Yang paling menarik adalah ketika Pak Asmu menunjukkan produk bioplastik yang terbuat dari pati dan minyak nabati. Namanya Envi Plast. Plastik ini 100% alami dan biodegradable, tentunya sangat ramah lingkungan dibandingkan dengan plastik konvensional. Pak Asmu juga menunjukkan biji bioplastik.

Target kami adalah bagaimana bisa membuat bioplastik dari tankos sawit. Pengalaman dan masukan ini sangat berharga sekali bagi kami. Kami jadi memiliki bayangan yang lebih real tentang proses produksi biji plastik, persyaratan-persyaratan teknis, material-material tambahan dan informasi praktis lainnya. Saya yang bukan orang polimer sangat terkesan.

Kami pulang dengan banyak ide di kepala. Pengalaman ini menambah keyakinan saya dan tim bahwa penelitian kami sudah mendapatkan arah yang lebih jelas. Kami tahu ‘tempat’ yang akan kami tuju. Semoga penelitian dan target-target kami mencapai tujuan yang kami inginkan dan bisa memberikan manfaat yang besar bagi bangsa ini.

Insha Allah.

ahli polimer Dr. asmuwahyu

Foto bareng dengan Dr. Asmuwahyu

Salah satu produk kantong bioplastik

Salah satu produk kantong bioplastik.

Continue reading

Kamera Smartphone Jadi Mikroskop Digital

Mikroskop adalah peralatan yang saya kagumi dulu ketika di SMU. Jaman dulu, akhir tahun 80-an, tidak semua sekolah SMU punya mikroskop. Sekolahku SMA N 1 Magelang salah satunya. Bagiku dapat mengamati benda-benda renik adalah hal yang sangat luar biasa. Apalagi ketika kuliah di Fabio Unsoed saya mengamati dengan mikroskop, lebih-lebih ketika kerja saya juga banyak menggunakan mikrokop. Mikroskop adalah alat yang luar biasa.

Kini perkembangan teknologi sudah sangat maju. Kamera smartphone bisa diubah menjadi Mikroskop digital. Sedikit kreativitas dan dengan biaya yang murah bisa dibuat mikroskop digital sederhana. Apalagi anak SMU jaman sekarang sudah banyak yang memiliki smartphone. Cara ini mungkin bisa mengatasi penyediaan perlengkapan mikroskop yang cukup mahal harganya.

Lab. Biologi atau Mikrobiologi bisa membuat perlengkapan sederhana ini untuk sarana praktikum biologi. Misalnya pengamatan jaringan tanaman, pengamatan mikroba, hewan kecil (amoeba, protozoa, dll). Ini tentunya akan sangat menarik sekali bagi para siswa.

Saya dan Arroyan pernah mencoba menggunakan kamera iPhone untuk mengamati jentik nyamuk. Menarik.

Mengamati jentik nyamuk dengan iPhone/Smartphone. iPhone bisa jadi mikroskop digital

Mengamati jentik nyamuk dengan iPhone/Smartphone. iPhone bisa jadi mikroskop digital

PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 70/Permentan/SR.140/10/2011 TENTANG PUPUK ORGANIK, PUPUK HAYATI DAN PEMBENAH TANAH

buku pupuk organik granul
Baca juga: Video Membuat Pupuk Granul | membuat pupuk organik sendiri | Mesin Cacah Kompos | Pupuk Organik, Pupuk Kimia, dan Pupuk Hayati | Tata Letak Mesin Pabrik Pupuk Organik | Bagan Pabrik POG | Permentan No. 70/2011 tentang Pupuk Organik, Pupuk Hayati dan Pembenah Tanah | Lampiran 1 Permentan No. 70/2011 | Lampiran 1 Permentan No. 70/2011

 


Tikus untuk Penelitian di Laboratorium


AddThis Feed Button

Tikus laboratorium adalah spesies tikus Rattus norvegicus yang dibesarkan dan disimpan untuk penelitian ilmiah. Tikus laboratorium telah digunakan sebagai model hewan yang penting untuk penelitian di bidang psikologi, kedokteran, dan bidang lainnya.


Tikus Jaya

1. Sejarah

sejarah tikusTikus liar yang digunakan dalam memancing tikus-akhirnya dibiakkan dalam negeri, menghasilkan albino tikus putih dikenal saat ini.[http://wapedia.mobi/ | Manto: 085643907204]
Continue reading