Tag Archives: padi

Video Pembuatan Pupuk Kompos Jerami (YouTube.com)

Saya yakin petani bisa memenuhi kebutuhan pupuk petani. Saya pernah coba komunikasikan ini ke pemerintah juga (klik di Kompos Jerami). Kalau petani bisa memenuhi kebutuhan pupuknya sendiri, atau minimal memenuhi sebagian dari kebutuhan pupuknya, akan banyak yang bisa dihemat. Petani tidak perlu pusing dengan kenaikan harga pupuk. Subsidi pemerintah untuk pupuk pun bisa dikurangi dan digunakan untuk kebutuhan rakyat yang lain.

Saya buat video ini beberapa tahun yang lalu. Awalnya saya hosting di Google Video, karena waktu itu masih baru. Tak tahunya Google video kolaps, jadi saya pindah penyimpanannya di YouTube. Silahkan disaksikan, semoga bermanfaat.

Baca juga: Pestisida Nabati untuk Pertanian

Pengomposan Jerami oleh Pak Haji Zakaria, Gapoktan Silih Asih, Cigombong, Bogor.


Bagian 1.


Continue reading

Buku & Situs tentang Pestisida Nabati/Pestisida Organik

hormon tanaman giberelin auksin sitokinin

Pestisida nabati menjadi pilihan alternatif mengatasi hama & penyakit tanaman. Meskipun memiliki beberapa kelemahan, pestisida memiliki beberapa keunggulan.

Info lengkap Pestisida Nabati/pestisida organik kli di sini: Pestisida Nabati

Ada beberapa buku tentang pestisida nabati yang menurut saya bagus isinya.

1. Pengendalian Hama & Penyakit Tanaman Secara Organik. Ir. Pracaya, Penerbit Kanisius.

Ir. Pracaya banyak menulis buku tentang pertanian & diterbitkan oleh penerbit pertanian terkemuka, seperti Penebar Swadaya, Agromedia, dan Kanisius. Di buku ini dijelaskan tentang hama & penyakit tanaman, mulai dari padi, sayuran, dan kemudian tanaman-tanaman yang bisa digunakan untuk pestisida nabati. Dijelaskan juga contoh-contoh resep pestisida nabati yang bisa dibuat.
Yang menarik dari buku ini adalah, Ir Pracaya menyampaikan tanaman pestisida nabati dan hama yang sasarannya. Data semacam ini jarang di buku-buku yang lain.
Saya merekomendasikan buku ini untuk siapa saja yang akan membuat pestisida nabati & akan melakukan budidaya pertanian organik.

2. Pestisida Nabati: Pembuatan & Pemanfaatannya, Subiyakto Sudarmo, Penerbit Kanisius.

pestisida nabatiBuku dari seri teknologi tepat guna ini sangat bagus dan berbeda dengan buku-buku yang lain. Bukunya tipis dan harganya sangat murah. Waktu aku beli cuma Rp. 13rb. Isi buku ini sebenarnya sederhana saja. Buku ini menyajikan cara pembuatan pestisida nabati untuk beberapa tanaman/bahan.

Namun ada bab yang tidak ada dibuku-buku lain, yaitu tentang pengujian pestisida nabati. Buku ini menguraikan secara jelas dan sederhana bagaimana menguji pestisida nabati yang kita buat. Apakah pestisida nabatinya termasuk racun kontak, racun perut, atau repelan.

Di bagian akhir disebutkan salah satu produk pestisida nabati yang dibuat dari biji mimba. Penjelasannya cukup lengkap, mulai dari pembuatan, pengemasan, dan ujicobanya. Jika dilengkapi dengan buku Budidaya Mimba, bisa menjadi panduan yang cukup lengkap untuk usaha pembuatan pestisida nabati dari tanaman mimba. Seperti yang sudah saya sampaikan diposting yang lain, bagian tanaman mimba yang bisa dibuat pestisida tidak hanya bijinya saja, tetapi daun dan kulit kayunya juga bisa dimanfaatkan.

Buku ini bisa melengkapi buku yang pertama, terutama di bagian pengujian pestisida nabati. Buku ini saya rekomendasikan untuk temen2 yang akan membuat dan memproduksi pestisida nabati.

3. Budidaya Pertanian Organik dalam Polybag, Ir. Pracaya,

Buku lain karangan Ir. Pracaya. Kakek yang sudah berumur ini memang sangat produktif sekali. Buku ini memang tidak secara khusus membahas tentang pestisida nabati, tetapi di bagian akhirnya ditulis daftar tanaman pestisida nabati. Dijelaskan juga cara membuat pestisida nabati dari beberapa versi.

Pak Pracaya sepertinya ingin memberikan sesuatu yang berbeda dari buku yang pertama. Kalau di buku yang sebelumnya dijelaskan dengan sangat detail. Di buku ini penjelaskan lebih singkat dan praktis. Pembaca bisa mempraktekkan langsung contoh-contoh pestisida nabati yang ada dan mencobanya sendiri.

4. Pembuatan Pestisida Organik, Meidiantie dkk. AgroMedia.

buku pestisida nabatiBuku ini menjelaskan tentang pembuatan pestisida organik yang meliputi pestisida dari mikroba atau biopestisida dan pestisida dari tanaman atau pestisida nabati. Isinya cukup ringkas dan uraiannya tidak terlalu banyak. Mungkin karena materinya sebenarnya agak berat, tetapi ditulis singkat. Jadi terlihat ada sedikit bolong-bolong di beberapa tempat. Namun, demikian buku ini cukup memberikan gambaran tentang pestisida nabati. Beberapa tanaman yang bermanfaat untuk pembuatan pestisida nabati dijelaskan. Dijelaskan juga beberapa resep pembuatan pestisida nabati.
Buku ini juga sedikit menjelaskan tentang biopestisida dari mikroba. Kebetulan lab saya juga memproduksi biopestisida. Pekerjaan sebenarnya tidak sesederhana yang dijelaskan buku ini. Perlu ketrampilan khusus dan pengetahuan yang cukup agar bisa membuat biopestisida dari mikroba. Saya rasa kalau akan dicoba oleh petani akan banyak gagalnya.Yang menarik dari sisi ini sebenarnya adalah mau memberikan contoh bahwa pestisida biologi (biopestisida) juga bisa dibuat secara rumahan, dengan perlengkapan yang sederhana.

5. Budidaya Tanaman Mimba, Penerbit Kanisius.

Buku kecil sederhana dan murah. Buku ini membahas salah satu tanaman pestisida nabati yang sangat kuat daya racunnya, yaitu mimba atau mimbo. Kata temen racun dari biji mimba hampir seperti DDT. Andaikan racun ini tidak bertahan lama di alam dan sulit didegradasi akan sama bahayanya dengan DDT. Untungnya racun mimba tidak menumpuk di alam, jadi lebih ramah lingkungan.
Buku ini dengan gamblang menguraikan bagiamana cara budidaya tanaman mimba, sehingga bisa memberikan keuntungan yang banyak. Tanaman mimba umumnya hanya berupa tanaman liar di pinggir-pinggir hutan atau dilereng-lereng. Tetapi dengan dibudidayakan yang tepat, produktivitasnya bisa meningkat. Daun dan bijinya bisa dimanfaatkan untuk pembuatan pestisida nabati.

Meskipun singkat, sederhana, dan hanya membahas tentang mimba, tetepi buku ini sangat bermanfaat sekali.

Informasi lain tentang pestisida nabati.

1. Pestisida nabati ala H Zaka.

Pak Haji Zaka punya resep pestisida nabati yang dikembangkan sendiri. Umumnya lebih diperuntukkan untuk tanaman padi.

2. Pestisida Nabati ala Padi SRI

Saya juga mendapatkan makalah/dokumen tentang budidaya Padi SRI. Ada beberapa contoh pembuatan pestisida organik.

3. Laporan Penelitian & Prosiding dari BALITRO BOGOR

BALITRO banyak melakukan penelitian tentang pestisida nabati. Meskipun dokumen ini lebih bersifat teknis dan ilmiah, jadi agak kurang nyaman dibaca oleh orang umum. Tetapi informasinya bisa sangat bermanfaat sekalo. Terutama untuk cara ekstraksi, bahan aktif, dan hama sasarannya.

4. Resep dari Pustaka Depatan

Contoh resep pembuatan pestida nabati.

Semoga bermanfaat.
Catatan: foto, scan buku, dan link menyusul. Belum sempat nyarinya, karena nulisnya dlperjalanan.

Posted from WordPress for Android

Tanaman Pestisida Nabati: Mindi (Melia azedarah L.)

hormon tanaman giberelin auksin sitokinin

Mindi (Melia azedarah L.)

Klasifikasi:

Kingdom : Plantae – Plants
Subkingdom : Tracheobionta – Vascular plants
Superdivision : Spermatophyta – Seed plants
Division : Magnoliophyta – Flowering plants
Class : Magnoliopsida – Dicotyledons
Subclass : Rosidae
Order : Sapindales
Family : Meliaceae – Mahogany family
Genus : Melia L. – melia
Species : Melia azedarach L. – Chinaberrytree

Resource: http://plants.usda.gov/java/profile?symbol=MEAZ

Ekstrak biji dan daun mindi lihat di link berikut ini: https://isroi.wordpress.com/2010/08/13/pestisida-nabati-esktrak-mindi/

Info lengkap pestisida nabati klik di sini: Pestisida Nabati

daun mindi


Info pestisida nabati dan pestisida organik yang lain: Klik di sini


Continue reading

Pupuk Kompos Jerami untuk Solusi Kebutuhan Pupuk Petani: Murah, Mudah, & Cepat


Haji Ahmad Zakaria atau biasa dipanggil Pak Haji Zaka adalah KTNA Jawa Barat dan Ketua Gapoktan Sulih Asih Kab. Bogor. Sebagian besar yang saya sampaikan di sini adalah hasil menimba ilmu pertanian dari Beliau. Terima kasih Pak Haji.
Artikel terkait: Presentasi Pupuk Kompos Jerami | File MS PowerPoint Kompos Jerami | Video Pengomposan Jerami | Sejarah PROMI | Informasi Pembelian PROMI
[isroi]

Daftar Isi:

  1. Dari Tanah Kembali ke Tanah
  2. Cara Pembuatan Pupuk Kompos Jerami
  3. Mengatasi Permasalahan Pengomposan Jerami
  4. Panen dan Aplikasi
  5. Video Pengomposan Jerami
  6. Nilai Hara Pupuk Kompos Jerami

Silahkan lihat cara pembuatannya di Youtube:

Penelitian yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Tanah menemukan bahwa kandungan bahan organik di sebagian besar sawah di P Jawa menurun hingga 1% saja. Padahal kandungan bahan organik yang ideal adalah sekitar 5%. Kondisi miskin bahan organik ini menimbulkan banyak masalah, antara lain: efisiensi pupuk yang rendah, aktivitas mikroba tanah yang rendah, dan struktur tanah yang kurang baik. Akibatnya produksi padi cenderung turun dan kebutuhan pupuk terus meningkat. Solusi mengatasi permasalah ini adalah dengan menambahkan bahan organik/kompos ke lahan-lahan sawah. komposharus ditambahkan dalam jumlah yang cukup hingga kandungan bahan organik kembali ideal seperti semula.

Praktek pembuatan kompos jerami oleh H Zaka, Ket. Gapoktan Sulih Asih, Cigombong, Bogor

Lihat lanjuta video ini di bagian bawah posting ini atau lihat di Video Praktek Pengomposan Jerami

Dari Tanah Kembali ke Tanah

Padi atau tanaman menyerap unsur hara dari dalam tanah. Dengan bantuan energi dari sinar matahari, hara dari dalam tanah ditambah dengan CO2 dari udara ini diubah menjadi senyawa komplek untuk membentuk batang, daun, dan bulir-bulir padi/beras. Padi/beras akan dipanen dan dibawa ke tempat lain, sedangkan jerami sisa-sisa panen umumnya dibakar.

Proses ini berlangsung lama. Unsur hara dan bahan organik tanah semakin lama akan semakin habis. Selama ini unsur hara lebih banyak dipenuhi dengan menambahkan pupuk-pupuk kimia anorganik. Bahan-bahan organik yang ada di dalam tanah tidak mendapat perhatian dan kandungannya di dalam tanah semakin menipis.

jerami
Gambar 1. Jerami dari sisa panen padi

Jerami yang dihasilkan dari sisa-sisa panen sebaiknya jangan dibakar, tetapi diolah menjadi kompos dan dikembalikan lagi ke tanah. Kompos jerami ini secara bertahap dapat menambah kandungan bahan organik tanah, dan lambat laun akan mengembalikan kesuburan tanah.

jerami dari sisa panen padi
jerami dari sisa panen padi
Gambar 2. Seresah dan sisa-sisa daun dapat juga dibuat pupuk kompos

Kompos selain dibuat dari jerami dapat juga dibuat dari seresah atau sisa-sisa tanaman lain. Rumput-rumputan, sisa-sisa daun dan batang pisang, atan daun-daun tanaman dapat juga dibuat kompos. Pada prinsipnya semua limbah organik dapat dijadikan kompos.

Batang kayu, bambu, ranting-ranting pohon, atau tulang juga termasuk bahan organik tetapi sebaiknya tidak ikut dikomposkan dengan jerami. Limbah-limbah ini termasuk limbah organik keras. Meskinpun dapat juga dibuat kompos, namun bahan-bahan ini memerlukan waktu yang lama untuk terdekomposisi.
Continue reading

Orok-orok Tanaman Antara Kaya Hara

Ilmu dan Pengalaman dari Petani

orok-orok pupuk N organik

Benih orok-orok, tanaman yang kaya N

Ilmu bisa diperoleh dari mana saja dan siapa saja, kadang-kadang dari sumber yang tidak terduga. Kemarin ketika sedang jalan-jalan di pasar saya bertemu dengan petani. Dia membawa biji-bijian yang belum pernah saya lihat. Saya tergelitik untuk bertanya pada Beliau.

“Nopo niku, Pak?” tanya saya.
“Niki winih orok-orok“, jawabnya.
Nama benih yang asing, Orok-orok, kalau orok saya tahu, tapi kalau orok-orok belum tahu. Rasa ingin tahu saya mejadi tergelitik.

“Lha…Orok-orok niku kangge nopo, tho?”
“Niki kangge lemi, rabuk”

Lemi (huruf ‘e’ dibaca seperti ‘e’ pada kata lem) atau rabuk atau bahasa indonesianya pupuk, ilmu yang saya geluti. Ngak pernah denger ada rabuk namanya orok-orok. Rasa ingin tahu semakin saya semakin mengebu. Lha wong saya ini berkecimpung di dunia perpupukkan organik, tetapi baru kali ini saya denger ada rabuk dari tanaman orok-orok.

Selintas kemudian saya kembali mengorek-ngorek keterangan dari Pak Tani ini tentang orok-orok. Sebuah kearifan lokal yang perlu dicontoh. Semoga ada manfaatnya untuk yang lain, terutama temen-temen yang menanam dengan budidaya organik.
Continue reading

MOL dari Gedebok Pisang

Ada satu resep MOL yang perlu dicoba, yaitu MOL dari Gedebok (batang) pisang. Resepnya sederhana dan mudah membuatnya.

Bahan-bahan:
Perbandingan bahan adalah 1:1, seperti contoh di bawah ini
1. Batang pisang 1 kg
2. Nira 1 liter atau bisa diganti dengan gula jawa 1,5 ons.

Untu produksi yang lebih banyak tinggal dikalikan kelipatannya.

Cara pembuatan:
1. Batang pisang dipotong-potong. Jangan diparut/ditumbuk/dicincang.
2. Campurkan batang pisang dengan 3/4 nira.
3. Masukkan ke dalam baskom dan atur agar memadat.
4. Tambahkan sisa nira lagi.
5. Tutup rapat dan dibiarkan selama dua minggu.
6. Setelah dua minggu diperas dan diambil airnya.

Pemakaian:
1. Untuk pupuk daun MOL diencerkan dengan perbandingan 1:1000.
2. Disemprotkan ke seluruh bagian tanaman di pagi hari atau sore hari.

Selamat mencoba.

Posted from WordPress for Android

Azolla: Sumber Hara Nitrogen yang Terlupakan

Tanaman air yang kecil-kecil banget

azolla
[http://www.geo.uu.nl/]

Dulu waktu aku masih kecil, aku & teman-temanku sering main di sawah di belakang rumah. Mungkin jarang aku perhatikan, di sawah banyak sekali tanaman yang mengambang di permukaan air. Ada beberapa jenisnya. Setelah aku kuliah baru aku tahu kalau salah satu tanaman air ini sangat bermanfaat untuk padi, yaitu Azolla.

Azolla adalah tanaman air yang berdaun kecil-kecil dan pada saat-saat tertentu tumbuh sangat banyak. Warna daunnya bisa sangat hijau dan tebal.

azolla
[http://www.habitas.org.uk/]
Continue reading

Keong Mas alias Keong Murbey

Salah satu hama yang berbahaya bagi petani adalah Keong Mas. Keong dinamakan keong mas karena warna cangkangnya yang kuning keemasan. Keong ini juga sering disebut keong murbey karena telurnya bergerombol merah seperti buah arbey/murbey. Keong ini berbahaya karena memakan batang padi, terutama yang masih muda. Padi yang baru ditanam bisa dihabiskan dalam waktu singkat.

Keong Mas

Keong Mas sedang makan padi yang baru ditanam

Continue reading

MOL Buah-buahan

Buah-buahan busuk yang sudah tidak bisa dimakan lagi bisa dimanfaatkan untuk sebagai MOL (Mikro Organisme Lokal). MOL yang dibuat dari buah-buahan busuk ini bisa digunakan untuk pengomposan maupun untuk disemprotkan ke tanaman. Cara pembuatannya sangat mudah dengan menggunakan bahan-bahan yang ada di sekitar kita.

Bahan-bahan:

  1. Buah-buahan yang sudah busuk. Bisa buah apa saja: pepaya, pisang, mangga, apel, salak, dll. Sebanyak 5 kg
  2. Air kelapa 10 butir.
  3. Gula jawa 1 kg.

Cara Pembuatan:

  1. Limbah buah-buahan dihaluskan. Bisa dengan cara ditumbuk atau diparut.
  2. Masukkan ke dalam dalam tempat (drum)
  3. Tambahkan air kelapa.
  4. Tambahkan gula.
  5. Semua bahan diaduk sampai tercampur merata.
  6. Tutup drum dengan penutu. Beri lubang untuk aerasi. Lubang aerasi ini bisa menggunakan selang agar tidak dimasukki oleh lalat atau serangga lain.
  7. Semua bahan kemudian difermentasi selama 2 minggu sebelum digunakan.

Penggunaan:

MOL ini bisa digunakan untuk pengomposan maupun untuk penyemprotan ke tanaman.
Untuk pengomposan: encerkan larutan fermentasi sebayak 5 xnya. Kemudian disemprotkan ke bahan-bahan yang akan dikomposkan.
Untuk penyemprotan tanaman: larutkan larutan fermentasi sebanyak 30 kali. Penyemprotan dilakukan pada pagi hari atau sore hari ke permukaan daun. Penyemprotan dilakukan berselang 2 minggu.

Cara Pembuatan Pestisida Nabati untuk Wereng Coklat

wereng coklat
Sumber: http://www.insectimages.org/

Info lengkap pestisida nabati dan pestisida organik klik di sini: Pestisida Nabati

hormon tanaman giberelin auksin sitokinin

Resep 1

Bahan: Serbuk gergaji kayu pinus (Pinus merkusii)
Cara Pembuatan & Pemakaian:

  1. Serbuk gergaji kayu pinus dikeringkan di bawah sinar matahari.
  2. Sebarkan di area sawah yang terkena serangan wereng coklat.

Serbuk kayu pinus dapat menghambat penetasan telur wereng coklat.

Resep 2


Bahan baku:
5 kg daun tembakau (daun tembakau yang sudah dirajang dan dikeringkan)
Cara pembuatan & Pemakaian:

  1. Daun tembakau disiram dengan air panas sebanyak 5 liter dan didiamkan sampai dingin.
  2. Air rendaman disaring.
  3. Larutkan dengan air dengan air sebanyak 250 kali. Atau untuk setiap 15 L ditambahkan 60 cc rendaman air tembakau.
  4. Semprotkan secara merata pada tanaman padi yang terserang hama.

Kegunaan lain: resep ini juga bisa untuk mengatasi serangan aphis dan pengerek batang.