Monthly Archives: March 2008

Lukisan

Lukisan ini hanya sampai di sini
Dan dengan warna hitam putih saja
Sudah dapat ku gambarkan redup sinar bulan
Dengan garis yang tidak teratur
Semua tergores tanpa terasa
Lukisan ini jangan disimpan
Berilah pigura dengan kertas putih bersih
Lalu tempelkan di dinding
dekat jendela
Dan biarlah tergantung
menoreh sukma

Magelang, Feb 90
isroi

Kolam Itu

Jantungku jatuh di tengah kolam
airnya jadi keruh
Kemudian nadiku jatuh juga
airnya jadi merah
Kemudian mukaku jatuh juga
airnya jadi hitam
Kemudian aku mandi di dalamnya
aku jadi hilang

Magelang, Des 89
isroi

Aku Memang Punya

Aku memang punya kekuatan
tapi bukan untuk berperang
Aku memang punya ilmu silat
tapi bukan untuk berkelahi
Aku memang punya pedang
tapi bukan untuk membunuh orang
untuk membabat rumput ilalang
semak belukar
Agar terbentuk sebuah jalan
yang panjang
yang lurus
sampai tujuan

Magelang, Juli 1989
isroi

———–

Hidup ini adalah air yang mengalir
Dari tebing-tebing………….
………….gemericik………..
Menyusuri batu-batu terjal
Merayap
Meliuk-liuk bagai ular
Menuju laut………..
Dua dunia yang jelas batas-batasnya
Asin dan Tawar

Purwokerto, November 94
isroi

Pengalaman PROMI 7

Pupuk organik diperkaya dari limbah pertanian untuk budidaya padi di Desa Pudi, Kotabaru, Kalimantan Selatan

Bpk Nasir, petani padi, Desa Pudi, Kotabaru, Kalimantan Selatan

Komentar: “Saya sekarang mantap mau nanam padi dengan pupuk buatan sendiri, daripada beli pupuk mahal”.
Continue reading

Pengalaman PROMI 5

Pupuk organik diperkaya dari jerami untuk budidaya padi semi organik di Gapoktan Sulih Asih, Ciburuy, Bogor, Jawa Barat

haji zakaBpk H. Ahmad Zakaria, Ketua Gapoktan Sulih Asih, Bogor
Komentar: “Untuk pengomposan jerami dengan Promi saya hanya perlu Promi dan air saja, dan yang lebih penting jerami tidak perlu dibalik. Mikroba yang terkandung dalam Promi ini ibaratnya preman atau anak jalanan karena tidak seperti mikroba pengomposan lain yang memerlukan molase, urea, dedak, kotoran hewan, dll untuk memulai hidupnya”.

Continue reading

Pengalaman PROMI 6

Pupuk organik diperkaya dari limbah pertanian untuk budidaya caisim di Desa Geronggang, Kotabaru, Kalimantan Selatan

Bpk Sulaiman, petani sayuran, Desa Geronggang, Kotabaru, Kalimantan Selatan

Komentar: “Dengan menggunakan pupuk organik dari limbah pertanian yang dibuat dengan Promi, tanaman caisim saya tumbuh lebih cepat, daun tebal sehingga tidak robek kalau kena hujan, dibanding kalau dipupuk dengan pupuk yang dibuat dengan bahan pengompos lain”.

Continue reading

Pengalaman PROMI 4

Pupuk organik diperkaya dari kotoran sapi untuk budidaya tanaman hortikultura di Banguntapan, Bantul, DI Jogjakarta

Bpk Prasetyo, Banguntapan, Bantul, DI Jogjakarta

Komentar: “Pembuatan pupuk organik dari kotoran ternak dengan Promi sangat sederhana dan sangat murah, sehingga saya dapat menekan harga produksi secara nyata”.
Continue reading

Asad Muhyidin Ar Royan – 2

Kidal – Selalu dari Sisi Kiri

royan lagi manyunAda satu lagi yang unik dari Royan, anak ini kidal.  Tadinya aku kurang memperhatikannya.  Dulu waktu masih bayi, Royan lebih suka menggunakan tangan kiri daripada tangan kanan.  Kalau makan, sendok dipegang dengan tangan kiri.  Kalau kami ajari untuk pindah ke tangan kanan, Royan marah dan lebih memilih menggunakan tangan kiri.  Trus… kalau diajari menulis atau mencoret-coret dengan pensil/spidol.  Royan juga lebih sering menggunakan tangan kiri daripada tangan kanan.  Sama juga, kalau kami coba untuk memindahkan pensil ke tangan kanannya Royan juga marah dan tidak mau.  Tadinya kami pikir karena Royan masih kecil dan dia belum tahu membedakan tangan kanan dan tangan kiri.  Namun, lambat-laun aku mulai curiga.  Kami melakukan test kecil ke Royan.  Misalnya melihat bagaimana Royan menggunakan tangan kanan dan tangan kirinya.  Sampai akhirnya, kami menduga kalau Royan itu kidal.

Continue reading

Asad Muhyidin Ar Royan – 1

Anak Pertama

Royan dan UmmiAsad Muhyidin Ar Royan atau sering dipanggil Ar Royan atau Mas Royan adalah anak pertamaku.  Lahir pada hari Sabtu, 17 Ramadhan 1422 H atau 3 Desember 2001. Lahir di Pati, kota kelahiran Istriku, di Rumah Sakit Umum Pati ya…. kira-kira tengah malam.  Waktu Royan lahir aku tidak menungguinya, karena aku masih di Bogor.  Sebenarnya waktu itu pagi-pagi istriku sudah menelepon kalau perutnya sudah mulai terasa mual, sakit dan sepertinya Royan akan segera keluar.  Tapi waktu itu belum ada tanda-tanda “pembukaan” jadi mungkin masih beberapa hari lagi pikirku. Ternyata sore hari sudah tidak kuat dan rasanya akan segera lahir. Waktu itu aku belum punya HP (hand phone) jadi tidak bisa langsung menghubungi aku, tetapi lewat Bu Harry, pemilik rumah yang kami kontrak.

Continue reading