Monthly Archives: September 2010

Probiotik Tanah

probiotik tanah

Probiotik Tanah

Kembali ke Jualanku | Probiotik Tanah
Cara Pemesanan & Pembayaran | Informasi : Manto 085643907204| Email: isroi93@gmail.com

Harga: Rp. 60.000/botol @ 100ml

Satu botol (@100ml) bisa digunakan untuk 400 L air. Jadi biaya per liter air yang disiramkan hanya Rp. 15. Sangat murah sekali.

Bahan Aktif:
Mengadung mikroba/bakteri Lactobacillus, Actinomycetes, Pseudomonas, Streptomyces, Saccaromyces, dan mikroba pelarut fosfat.

Manfaat:
Sebagai amelioran tanah yang bisa memperbaiki kondisi tanah yang rusak akibat pemakaian pupuk kimia secara belebihan dalam waktu yang lama. Probiotik Tanah akan mengembalikan aktivitas mikro-biota tanah, sehingga tanah kembali subur.

Pemakaian:

  1. 100 ml Probiotik Tanah diencerkan dengan 1 liter air.
  2. Kemudian jika akan digunakan setiap 2.5 ml larutan Probiotik Tanah diencerkan dengan 1 Liter air.
  3. Buat parik kecil di sekitar pokok tanaman.
  4. Siramkan di parit yang telah kita buat tadi. Setelah disiramkan, parit ditutup lagi dengan tanah. Penutupan ini untuk melindungi mikroba dari sinar matahari.
  5. Penyiraman dilakukan 2 x seminggu hingga tanah terlihat kembali gembur.

Biang POC (Pupuk Organik Cair)

biang POC pupuk organik cair

Biang POC(Pupuk Organik Cair)

Kembali ke Jualanku | Biang POC
Cara Pemesanan & Pembayaran | Informasi : Manto 085643907204| Email: isroi93@gmail.com

Harga: Rp. 100.000/L )*
Kemasan: 1 Liter, 5 Liter, 10 Liter, & 25 Liter
*)Harga belum termasuk ongkos kirim
Baca artikelnya: Membuat POC Sendiri dengan Biang POC

Catatan:

  • Tidak ada merek
  • Tidak ada ijin Deptan

Silahkan diberi merek sendiri-sendiri. Kalau mau mengajukan ijinnya, silahkan diajukan sendiri-sendiri juga. Tetapi, kalau perlu bantuan untuk mengajukan ijin, bisa saja kita bantu. Formula POC ini akan selalu diperbaiki dan ditingkatkan. Insya Allah.

Pembuatan POC dengan Biang POC:
Biang POC digunakan untuk membuat pupuk organik cair siap pakai dengan penambahan beberapa bahan yang mudah didapat.
Biang POC diencerkan 20 kali untuk membuat POC siap pakai. Atau 1 liter biang POC digunakan untuk membuat 20 liter POC siap pakai/jual.

Pemakaian POC ke tanaman:
Catatan: POC yang dibuat dari Biang POC, bukan Biang POC-nya.

  1. 5 ml POC diencerkan dengan 1 liter air.
  2. Disemprotkan ke daun atau seluruh permukaan tanaman.
  3. Penyemprotan dilakukan pagi hari atau sore hari.
  4. Penyemprotan dilakukan setiap 2 minggu sekali.

Tambahan:
Untuk membuat POC yang berkualitas, dalam pembuatan POC bisa ditambahkan dengan hormon tanaman (auksin, sitokinin, giberelin) dan/atau asam humat. Banyaknya penambahan disesuaikan dengan kebutuhan atau target tanamannya.


Baca juga artikel tentang kiat membuat pupuk organik cair (POC): Bagian 1 | Bagian 2 | Bagian 3 | Bagian 4

DOWNLOAD PROSEDUR PEMBUATAN POC DENGAN BIANG POC | Pupuk Organik Cair – Google Drive |ZIDDU | SCIBD | Contoh perhitungan bahan baku | Formula POC untuk Berbagai Macam Tanaman

Revisi Petunjuk Pembuatan POC dengan Biang POC: Dokumen awal | Revisi 1 | Revisi 2
Download: Petunjuk Pemakaian Langsung Hormon Tanaman.

Panduan Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dengan Biang POC – GRATIS

Buku Kompos
Klik di sini untuk menddownload buku ini.


Asam Humat

biang POC pupuk organik cair

Asam Humat

Kembali ke Jualanku | Asam Humat
Cara Pemesanan & Pembayaran | Informasi : Ummi Happy +62 82325489277 | Manto 085643907204| Email: isroi93@gmail.com

Kandungan:
Asam humat: 25% – 30%
Kandungan Hara: N 5%; P2O5 4,25%; K2O 5%, C-organik 4%, Zn 4,1 ppm, Cu 8,4ppm; Mn 2,4 ppm; Co 2,5 ppm; Fe 0,45 ppm; Ca 0,5%; Mg 16,88ppm;Al 6,38 ppm; pH 9,5

Harga: Rp. 40.000/liter
Harga belum termasuk ongkos kirim.

Kegunaan:

  1. Merangsang pertumbuhan perakaran.
  2. Memacu pertumbuhan tanaman.
  3. Dalam konsentrasi tinggi bisa digunakan untuk herbisida organik.
  4. Meningkatkan/menetralkan pH tanah.

Pemakaian langsung:
Larutkan 4ml asam humat ke dalam satu liter air. Aduk secara merata. Semprotkan ke seluruh bagian tanaman terutama bagian bawah daun dan tanah sekitar perakaran. Penyemprotan dilakukan pagi hari atau sore hari. Penyemprotan dapat diulang setiap minggu sekali. Aplikasi asamb humat bisa dicampurkan dengan insektisida atau fungisida.

Download buku Asam Humat

Hormon Tanaman: Giberelin

giberelin

Silahkan klik di sini: Giberelin untuk informasi pemakaian dan pembelian Hormon Giberelin.

Sejarah Singkat Giberelin

Sejarah giberelin sedikit unik. Awal mulanya giberelin ditemukan oleh Eiichi Kurowasa, orang Jepang, pada tahun 1926. Pada tahun itu Pagerang Diponegoro sedang giat-giatnya berperang melawan penjajah londo. Kurosawa sebenarnya sedang meneliti tentang penyakit aneh pada padi yang disebut ‘bakane’. Padi yang terserang penyakit ini tumbuh membesar tidak normal. Batang dan daunnya membesar dan memanjang. Kurosawa berhasil mengisolasi jamur penyebab penyakit ini yang dinamakan Giberrella fujikori. Ketika jamur ini diinfeksikan ke tanaman yang sehat, tanaman yang sehat memperlihatkan gejala itu. Ya…mengikuti postulat Koch yang terkenal itu.

Kurang lebih satu dasawarsa kemudian penelitian ini dilanjutkan oleh Yabuta dan Hayashi tahun 1939. Kedua orang jepang ini melangkah lebih maju dan berhasil mengisolasi kristal protein yang dihasilkan oleh Giberrella fujikori. Kristal ini bisa menstimulasi pertumbuhan akar kecambah.

Setelah perang dunia ke dua, pada tahun 1951 Stodola dan teman-temannya melanjutkan penelitian ini dan menemukan ‘Giberelin A’ dan ‘Giberelin X’. Hasil penelitian selanjutnya ditemukan varian dari giberelin, yaitu GA1, GA2, dan GA3. Pada saat yang hampir bersamaan dilakukan penelitian juga di Laboratory of the Imperial Chemical Industries di Inggris. Dari penelitian ini juga ditemukan GA3. Selanjutnya nama Gibberellic acid disepakati oleh kelompok peneliti itu dan populer hingga jaman sekarang.

Saat ini telah ditemukan tidak kurang dari 126 macam giberelin. Giberelin diberi nama dengan GAn….., diurutkan berdasarkan urutan ditemukannya senyawa giberlin tersebut. Giberelin yang ditemukan pertama kali adalah GA3.

Karakteristik Kimia Giberelin

Semua giberelin yang ditemukan adalah senyawa diterpenoid. Semua kelompok terpinoid terbentuk dari unit isoprene yang memiliki 5 atom karbon (C). Unit-unit isoprene ini dapat bergabung menghasilkan monoterpene (C-10), sesqueterpene (C-15), diterpene (C-20), dan triterpene (C-30). Asam diterpenoid disintesis melalui jalur terpenoid dan dimodifikasi di dalam retikulum endoplasma dan sitosol sampai menjadi senyawa yang aktif.

Semua molekul giberelin mengandung ‘Gibban Skeleton’. Giberelin dapat dikelompokkan mejadi dua kelompok berdasarkan jumlah atom C, yaitu yang mengandung 19 atom C dan 20 atom C. Sedangkan berdasarkan posisi gugus hydroksil dapat dibedakan menjadi gugu hidroksil yang berada di atom C nomor 3 dan nomor 13.

Penelitian lebih lanjut juga menemukan beberapa senyawa lain yang memiliki fungsi seperti giberelin tetapi tidak memiliki ‘Gibban Skeleton’.

giberelin GA1
Struktur GA1 (sumber: wikipedia)

asam giberelin
Struktur GA3 (sumber: wikipedia)

ent-gibberellane
Struktur Ent-Gibberellane (gibbal skeleton) (sumber: wikipedia)

Fungsi Fisiologis Giberelin

Cara kerja giberelin pada tanaman sangat banyak dan tergantung pada jenis giberelin yang ada di dalam tanaman tersebut. Beberapa proses fisiologi yang dirangsang oleh giberelin antara lain adalah seperti di bawah ini(Davies, 1995; Mauseth, 1991; Raven, 1992; Salisbury dan Ross, 1992).

  • Merangsang batang dengan merangsang pembelahan sel dan perpanjangan.
  • Merangsang lari / berbunga dalam menanggapi hari panjang.
  • Breaks dormansi benih di beberapa tanaman yang memerlukan stratifikasi atau cahaya untuk menginduksi perkecambahan.
  • Merangsang produksi enzim (a-amilase) di germinating butir serealia untuk mobilisasi cadangan benih.
  • Menginduksi maleness di bunga dioecious (ekspresi seksual).
  • Dapat menyebabkan parthenocarpic (tanpa biji) pengembangan buah.
  • Dapatkah penundaan penuaan dalam daun dan buah jeruk.
  • Genetik Dwarsfism

Penjelasan singkat dari masing-masing cara kerja giberelin atau fungsi fisiologis giberelin diuraikan di bawah ini.

Pembungaan
Peranan giberelin terhadap pembungaan telah dibuktikan oleh banyak penelitian. Misalnya penelitian yang dilakukan oleh Henny (1981), pemberian GA3 pada tanaman Spathiphyllum mauna. Ternyata pemberian GA3 meningkatkan pembungaan setelah beberapa minggu perlakuan.

Genetik Dwarsfism
Genetik Dwarsfism adalah suatu gejala kerdil yang disebabkan oleh adanya mutasi genetik. Penyemprotan giberelin pada tanaman yang kerdil bisa mengubah tanaman kerdil menjadi tinggi. Sel-sel pada tanaman keril mengalami perpanjangan (elongation) karena pengaruh giberelin. Giberelin mendukung perkembangan dinding sel menjadi memanjang. Penelitian lain juga menemukan bahwa pemberian giberelin merangsang pembentukan enzim proteolitik yang akan membebaskan tryptophan (senyawa asal auksin). Hal ini menjelaskan fonomena peningkatan kandungan auksik karena pemberian giberelin.

Pematangan Buah
Proses pematangan ditandai dengan perubahan tekture, warna, rasa, dan aroma. Pemberian giberelin dapat memperlambat pematangan buah. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa aplikasi giberelin pada buah tomat dapat memperlambat pematangan buah. Pengaruh ini juga terlihat pada buah pisang matang yang diberi aplikasi giberelin.

Perkecambahan
Biji/benih tanaman terdiri dari embrio dan endosperm. Di dalam endoperm terdapat pati yang dikelilingi oleh lapisan yang dinamakan ‘aleuron’. Pertumbuhan embrio tergantung pada ketersediaan nutrisi untuk tumbuh. Giberelin meningkatkan/merangsang aktivitas enzim amilase yang akan merubah pati menjadi gula sehingga dapat dimanfaatkan oleh embrio.

Stimulasi aktivitas kambium dan xylem
Beberapa penelitian membuktikan bahwa aplikasi giberelin mempengaruhi aktivitas kambium dan xylem. Pemberian giberelin memicu terjadinya differensiasi xylem pada pucuk tanaman. Kombinasi pemberian giberelin + auksin menunjukkan pengaruh sinergistik pada xylem. sedangkan pemberian auksin saja tidak memberikan pengaruh pad xylem.

Dormansi
Dormansi dapat diistilahkan sebagai masa istirahan pada tanaman. Proses dormansi merupakan proses yang komplek dan dipengaruhi banyak faktor. Penelitian yang dilakukan oleh Warner menunjukkan bahwa aplikasi giberelin menstimulasi sintesis ribonuklease, amulase, dan proteasi pada endosperm biji. Fase akhir dormansi adalah fase perkecambahan, giberelin perperan dalam fase perkecambahan ini seperti yang telah dijelaskan di atas.

Sumber: http://www.plant-hormones.info/, Wikipedia, dll

Info hormon tanaman hubungi Ummi Happy:
082325489277 atau Manto: 085643907204 atau klik di sini Giberelin

Melarutkan Hormon Giberelin

Download Metode Penelitian Biomassa Lignosellulosa

CARA MENDOWNLOAD

Klik dua kali pada dokumen yang akan didownload. Kemudian ikuti perintah selanjutnya. Kalau ada iklan yang muncul, klik aja iklannya atau langsung ke SKIP ADD yang ada di pojok kanan atas.
Ok. Semoga sukses presentasinya.

Download buku yang lebih lengkap silahkan klik di sini: Daftar Buku Gratis.

Untuk sementara link-link di bawah ini tidak berfungsi, silahkan gunakan link yang ada di atas, mulai nomor urut ke-30.


Berikut ini beberapa dokumen penting untuk penelitian biomassa lignosellulosa. Dokumen ini dari NREL (National Renewable Energy Laboratory) Paklik Sam, USA. Silahkan didownload bin sedot gratis.

  1. Summative Mass Closure — Laboratory Analytical Procedure Review and Integration: Feedstocks, April 2010
  2. Determination of Structural Carbohydrates and Lignin in Biomass, April 2008
  3. Determination of Extractives in Biomass, July 2005
  4. Preparation of Samples for Compositional Analysis, August 2008
  5. Determination of Total Solids in Biomass and Total Dissolved Solids in Liquid Process Samples, March 2008
  6. Determination of Ash in Biomass, July 2005
  7. Determination of Sugars, Byproducts, and Degradation Products in Liquid Fraction Process Samples, December 2006
  8. Determination of Protein Content in Biomass, May 2008
  9. Rounding and Significant Figures, July 2005
  10. Determination of Insoluble Solids in Pretreated Biomass Material, March 2008
  11. Measurement of Cellulase Activities, August 1996
  12. Enzymatic Saccharification of Lignocellulosic Biomass, March 2008
  13. SSF Experimental Protocols: Lignocellulosic Biomass Hydrolysis and Fermentation, October 2001

Prosedur analisa di atas sangat diperlukan oleh temen-temen yang sedang penelitian tentang renewable energi dari biomassa lignoselulosa, terutama bioetanol generasi kedua.
Semoga bermanfaat.

Download buku dan referensi lain: Klik Di Sini.


Referensi yang berkaitan:
cellulosic cell wall
Posted from WordPress for Android