Hari kedua setalah menghirup segarnya udara Göteborg, kami langsung ke kampus-Chalmers University of Technology. Beruntung saya dapat apartemen di Västra Frölunda. Persis di samping halte tram Frölunda torg (bacanya: frolunda tori). Kalau mau ke kampus tinggal turun, lalu naik Tram No. 7 atau No. 8. Sekali jalan, kira-kira 25-30 menit sudah sampai di depan halte Chalmers.
Saya naik tram di gerbong belakang, jadi turunnya dekat ujung halte. Waktu saya turun, sekilas saya lihat ada sepeda di parkir di ujung dekat pagar, sepeda warna kuning.
Sepeda merupakan salah satu sarana transpotasi yang digemari Göteborg. Meskipun sarana transportasi publik sangat bagus di Göteborg, sepeda banyak pengemarnya. Salah satu alasannya adalah untuk olah raga. Sepeda memaksa mereka melakukan gerakan otot yang membuat tubuh mereka jadi sehat. Prof Anders, salah satu dosen di kemi setiap hari selalu naik sepeda dari rumahnya yang jaraknya sekitar 5 km.
Alasan lain adalah karena sepeda lebih ramah lingkungan. Orang Swedia sangan memperhatikan enviroment suistainability . Dengan menggunakan sepeda, berarti membantu mengurangi pencemaran lingkungan. Karena alasan ini pemerintah kota Göteborg juga menyediakan penyewaan sepeda di sekitar kota.
Empat orang petugas sedang memperbaiki jalan Gilbaltargatan.
Daya penciuman Aziz ternyata sangat tajam, mungkin lebih tajam dari anjing anggota Brimop atau aparat bea cukai (sorry…Ziz…). Dia mencium bau aspal di departemen Kemi. Padahal tidak ada yang kerja dengan aspal di lantai ini.
Saya baru tahu kalau ada petugas yang sedang memperbaiki jalan setelah keluar untuk mencari makan siang. Di jalan Gibaltargatan yang jaraknya sekitar 10 menit jalan dari departemen Kemi. Ada empat orang petugas yang sedang memperbaiki jalan. Lebar jalan yang diperbaiki kira-kira 5 m x 15 m. Saya tidak tahu pasti. Waktu kami lewat mereka baru mengaspal sebagian ujung jalan.
Mereka mengerjakannya dengan menggunakan ‘slender kecil’, pengeras jalan manual, dan truk aspal yang digerakkan dengan remot. Sambil jalan saya perhatikan mereka kerja. Kerja mereka rapi dan cermat.
MOL atau singkatan Mikro Organisme Lokal sering dimanfaatkan untuk budidaya pertanian organik atau semi organik. MOL memiliki banyak kegunaan, seperti:
1. Dimanfaatkan sebagai POC (Pupuk Organik Cair)
2. Dimanfaatkan sebagai dekomposer atau biang kompos untuk pembuatan kompos
3. Dimanfaatkan untuk pestisida nabati untuk mengusir hama tanaman
Ada banyak sekali resep MOL, banyak petani di daerah-daerah mengembangkan MOL nya sendiri dengan berbagai variasi. Saya banyak menemukan resep MOL ketika berinteraksi dengan petani. Kadang-kadang MOL dikembangkan juga oleh kelompok-kelompok petani organik. Berikut ini beberapa resep MOL yang sempat saya kumpulkan dari berbagai sumber. Resep ini sudah saya kumpulkan sejak tahun 2006-an. Beberapa resep saya dapatkan lebih lama lagi, ketika saya sedang mendapatkan tugas untuk ke desa-desa. Saya cantumkan sumbernya sebagian yang saya ingat, tetapi sebagian saya lupa mendapatkannya dari mana. Semoga bermanfaat.
Daftar bahan lain yang bisa didownload: Download Di Sini Cara mendownload: Klik dua kali pada link yang akan didownload. Kemudian ikuti perintah selanjutnya. Kalau ada iklan yang muncul, klik aja iklannya atau langsung ke SKIP ADD yang ada di pojok kanan atas.
“Var så god och ta” kalau diindonesiakan artinya kurang lebih ‘Silahkan diambil’. Tulisan itu tertera di karpet yang ditinggal pemiliknya di dalam lift apartemen. Barang itu sudah tidak dipakai oleh pemiliknya, dan ditinggalkan untuk dipakai siapa saja yang mau memakainya. Jangan dibayangkan kalau barang ditinggal ini sudah rusak atau jelek atau ‘layak buang’. Barangnya masih bagus. Masih sangat layak dipakai, cuma kelihatan agak kotor, dan seringkali belum ada cacatnya.
Orang Swedia memiliki kebiasaan yang baik untuk barang-barang yang sudah tidak mereka perlukan lagi tetapi masih bagus dan bisa dimanfaatkan. Orang Swedia meletakkan barang tersebut di tempat umum dan menyilahkan siapa saja yang mau untuk mengambilnya. Pernah saya lihat di depan kamar apartemen tergeletak sebuah monitor 19″ & keyboard. Di dekatnya ada tulisan ‘ FOR FREE, PLEASE TAKE ANYTHING YOU NEED’. Kata temen sudah beberapa hari ada di tempat itu & belum ada yang mengambilnya.
Di kampus, di ujung koridor ada yang meletakkan file box di dalam kardus besar. Ada beberapa filebox. Di situ tertulis ‘Please, take me if you want’. Harga filebox baru lumayan mahal untuk ukuran Indonesia, harganya bisa 30-40 kron atau hampir Rp. 50 ribuan. Orang yang meletakkan barang ini mungkin mahasiswa yang sudah lulus dan tidak membutuhkannya lagi. Pernah juga saya lihat di depan sebuah rumah, ada sebuah TV besar, ukurannya saya rasa > 21″. Mungkin pemiliknya sudah punya TV baru dan TV lamanya diberikan ke orang lain.
Barang-barang yang “dibuang” ini tidak hanya itu saja. Meubeler, almari, kursi dll pun sering dijumpai. Di setiap apartemen ada tempat khusus untuk menaruh meja, kursi, atau barang-barang yang ukurannya cukup besar. Setiap orang boleh mengambil & memanfaatkan barang-barang yang diletakkan di tempat itu. Temen saya beuntung mendapatkan kursi belajar/kerja yang masih bagus dan sebuah lampu hias rumah.
Lignin peroksidase (LiP) adalah salah satu enzim yang dapat memecah lignin. Enzim ini umumnya dihasilkan oleh jamur pelapuk putih. Berikut ini model struktur lignin peroksidase.
Lignin merupakan salah satu komponen lignoselulosa yang banyak diteliti. Beberapa usulan model struktur kimia lignin telah dikembangkan oleh beberapa ahli. Berikut ini struktur lignin yang pernah diusulkan.
Freudenberg (1965)
Glasser and Glasser (1974)
Alder (1977)
Brunow et al. (1998)
Vanholme R. et.al. Plant Physiol. 2010:153:895-905
Usulan struktur model lignin yang terbaru dari Vanholme 2010
JANGAN TERUSKAN MEMBACA KALAU PENAKUT, PUNYA SAKIT JANTUNG, LEMAH JANTUNG, DAN DARAH TINGGI. ANDA SUDAH DIPERINGATKAN…!!!!!
Hantu, setan, memedi, jurik, ‘ghost’ atau yang semacamnya biasanya menarik diperbincangkan. Khususnya orang Indonesia yang suka dengan sesuatu yang berbau klenik.
Nah….ngemeng-ngemeng masalah hantu saya jadi ingat pengalamanku dengan ‘sesuatu’ yang katanya hantu (Klik di sini). Hantu-hantu yang terkenal di Indonesia antara lain: pocong, kuntilanak, tuyul, gendruwo, dan rekan-rekannya yang lain. Berhubung saya blm pernah melihat dengan mata kepala & mata kaki sendiri, saya jadi tergelitik untuk mencari info tentang makhluk ‘dunia lain’ di dunia maya’. Dan berikut ini beberapa yang aku temukan. Saya mencoba untuk menyeleksi informasi yang ada, hanya informasi yang menurut saya mendekati realita yang saya cantumkan – pertimbangan subjektif tentunya. Selamat bertakut ria.
Pocong
Banyak video, gambar, dan tayangan lain yang menampilkan sosok ‘pocongan’. Pocong adalah sebutan untuk orang mati yang dibungkus dengan kain kapan putih, diikat di ujung kepala, badan dan kaki. Ketika dikubur, bagian mukanya dibuka dan disentuhkan ke tanah. Poncongan berarti sesuatu yang menyerupai pocong.
Cerita, sinetron, bahkan film pun banyak yang memvisualisasikan pocongan. Saya mendapatkan video amatir yang berhasil menangkap sosok ‘pocong’. Sebagian sangat jelas & sebagian samar-samar. Video ini amatir & tidak direkayasa. Silahkan di klik tombol play-nya.
Pocong di SMP
Pocong ini menampakkan diri ketika matahari masih terang benderang. So, setan tidak selalu muncul di malam hari. Perhatikan wujud pocong ini, dia hanya anak yang membawa kamera yang menyadari kehadirannya. Sedangkan anak-anak yang lain asik dengan kesibukannya sendiri. Bahkan sepasang siswa-siswi itu pun tidak sadar kalau dibelakangnya ada pocong. Aku coba putar ulang video ini berkali-kali, sepertinya memang bukan rekayasa.
Lebih menyeramkan lagi, si pocong dapat menghilang dan berpindah ke tempat lain dengan cepat. Hi….seremmmm……!!!!! Jangan menoleh ke belakang, siapa tahu ada pocong di belakang Anda.
Kalau Pocong yang satu ini dilihat oleh banyak orang, nemenin orang yang sedang mancing. Sama seperti pocong sebelumnya, dia juga bisa berpindah dengan cepat.
Ini pocong gedongan. Kabarnya di sebuah gedung pencakar langit di jakarta. Meskipun tampaknya samar-samar, mungkin karena pakai kamera HP. Dia juga berpindah dengan cepat dari satu tempat ke tampat lain. Rasanya mustahil direkayasa. Pocong ini muncul di malam hari.
Ini pocong-pocong yang nampak hanya sekilas, tetapi cukup menyeramkan juga.
Ini pocong yang paling jelas dan paling menyeramkam menurut saya. Diambil oleh anak-anak yang kurang kerjaan. Kalau dilihat dari bahasa dan logatnya, seperti di daerah banyumas dan sekitarnya. Kalau sudah mulai takut jangan diklik tombol PLAYnya.
Video pocong yang lain:
Videonya tanpak nyata dan tanpa rekayasa. Tidak ada jeda yang jelas pada saat pocong muncul atau menghilang. Pocong ini malah ngincengin kamera. Bener nggak ya…????!!!!!
Pocong juga suka ngenet, kaya loe…..!!!!! Pocong juga suka ngenet, main FB, update status, mungkin juga sedang chating atau nyari-nyari pilem blue….???? Dasar setan…..
Pocong ini sepertinya banyak ditemukan di wilayah Indonesia dan Malaysia. Di belahan dunia lain sepertinya dia tidak suka.
Kuntilanak
Kuntilanak, wewe gombel atau sundel bolong, mungkin sama saja. Sosoknya perempuan berambut panjang dan pakai baju putih. Berikut ini kenampakan yang paling jelas tertangkap kamera dalam waktu lama.
Si Kunti ini nampak jelas terlihat. Dia menghilang dan tahu-tahu sudah pindah ke atas lemari. Entah bagaimana caranya. Ketiga wanita ini bisa melihatnya semua, bahkan sampai jejeritan.
Kunti ini menampakkan diri di siang hari bolong. Meskipun hanya sekilas, tetapi sangat nyata terlihat.
Video kunti berbaju merah di Sukabumi
Kunti tidak selalu hadir di tempat yang sepi-sepi, bahkan di tempat hura-hura pun dia hadir.
Ini dari tayangan di televisi, ngak yakin asli atau rekayasa.
Si kunti hanya terlihat sepintas pada detik ke 0.04-0.06. Coba putar sekali lagi kalau tidak berhasil melihatnya.
Ternyata kunti bule pun hampir sama kenampakannya. Lihat video di bawah ini. Dia hanya muncul sekilas, kalau Anda tidak melihatnya coba diputer ulang. Kunti terlihat pada detik ke 1.55. Seperti terbang dan tidak terlihat kakinya.
Dari video lain yang tertangkap kurang jelas.
Yang membuat saya agak aneh, kok tidak ada yang rambutnya dipotong pendek seperti Demi Moore. Rambut panjang itu untuk menutupi sebagian wajahnya. Juga kok tidak ada yang pakai baju selain putih. Merah kek atau hijau gitu..biar sedikit modis.
Coba perhatikaan film-film horor dari jepang, sosoknya mirip si kunti ini. Cuma kalau Kunti Jepang jalannya merangkak. Masih lebih canggih kunti Indonesia, bisa menghilang dan terbang. Cie….
Tuyul
Konon kabarnya tuyul berwujud anak kecil, botak, plontos, pakai cawat kain putih dan suka mencuri uang. Di TV-TV sering ada demonstrasi menangkap tuyul, tapi sosok tuyulnya tidak pernah jelas kelihatan.
Hanya video ini yang menujukkan wujud tuyul dengan jelas.
Jalannya merangkak dan mirip Seagol yang di filmnya ‘Lord of the Ring’. Perhatikan gerakannya, rasanya bukan manusia. Makanya jangan suka bergadang.
Hantu anak-anak
Kalau ini sepintas tidak seperti hantu, karena mirip anak-anak yang sedang bermain. Saya juga tidak yakin ini rekayasa atau bukan. Tetapi kalau saya yang mengalaminya sendiri, bisa ketakutan setengah hidup.
Gendruwo
Gendruwo wujudnya raksasa jelek. Klo warnanya hijau disebut Buto Iji (Buto=raksasa, Ijo=hijau). Kalau di ‘Barat’ namanya keren: HULK, si raksasa hijau. Sayang saya tidak mendapatkan banyak gambar atau tayangan yang menampakkan si gendruwo ini.
***
Saya percaya dengan mahluk Allah ‘yang lain’, seperti Setan (Syaithon), jin, malaikat, atau makhluk ghoib lain yang tidak disampaikan ke manusia. Tapi, saya tidak percaya dengan orang yang sudah mati kemudian ‘roh’-nya gentanyangan. Orang yang sudah mati tidak akan pernah bisa kembali ke dunia lagi (baca QS. : ). Saya belum tahu kenapa ada pandangan semacam itu di kalangan orang Indonesia.
Video atau gambar yang saya camtumkan di atas mungkin saja bener, tapi mungkin saja juga tidak bener. Itulah faktanya. Anda boleh percaya boleh tidak.
Saat ini saya sedang belajar tentang biomassa dan konversinya menjadi bioetanol. Saya mesti belajar banyak tentang biomassa dan faktor-faktor yang menghambat konversi selulosa menjadi gula dan etanol. Saya belajar dari beberapa buku dan jurnal penelitian. Tulisan ini merupakan seri catatanku ketika mengikuti kuliah & belajar Biomass Recalcitrane. Saya akan menuliskan seri catatan singkat tentang topik itu. Semoga bermanfaat.
Tantangan Pemahaman Mendalam Tentang Rekalsitrane dan Konversi Biomassa
Biorefinari Lignoselulosa Modern
Ketersediaan energi menjadi topik yang sangat hangat beberapa tahun terakhir ini. Kesadaran akan menipisnya cadangan minyak bumi dan tuntutan untuk mencari sumber energi alternatif menjadi pendorong utamanya. Salah satu sumber energi alternatif yang banyak dikembangkan adalah konversi biomassa menjadi biofuel. Upaya untuk merubah biomassa lignoselulosa seperti kayu menjadi biofuel sudah dimulai sejak jaman baheula. Saya menemukan sebuah paten kuno tentang tentang konversi kayu menjadi alkohol (etanol). Topik ini menjadi semakin hangat diteliti sejak dua dekade terakhir. Bahkan beberapa tahun ini memenuhi isi jurnal-jurnal ilmiah international. Artinya, penelitian tentang topik ini banyak dilakukan orang.
Teknologi ini belum sepenuhnya ‘matang’ dan sedang dalam proses pengembangan. Saat ini semua sedang mencoba membuat teknologi ini menjadi ekonomis dan bisa dilakukan dalam skala yang cukup besar. Pengembangan proses yang lebih efisien terus dilakukan. Topik yang mendesak untuk segera diselesaikan adalah pengembangan proses pretreatment yang dapat meningkatkan gula hasil hidrolisis, tetapi sedikit menghasilkan senyawa berbahaya untuk fermentasi, enzim selulase yang murah dan dapat menghidrolisis selulosa kristalin, pengembangan mikroba yang efisien untuk fermentasi gula hasil hidrolisis menjadi etanol.
Biaya/Cost bahan baku juga merupakan faktor yang sangat penting, namun yang lebih penting adalah bagaimana meningkatkan gula hasil hidrolisis. Masalah yield/hasil ini sangat krusial sekali karena menyangkut banyak hal, seperti: pengecilan ukuran bahan baku, pretreatment, detoksifikasi (jika menggunakan asam), pemisahan padatan dengan cairan, hidrolisis enzimatik, dan fermentasi gula menjadi produk.
Tak kalah penting juga adalah tuntutan untuk mengkonsolidasikan semua teknologi yang dikembangkan menjadi sebuah satu kesatuan proses. Beberapa penelitian dikembangkan secara terpisah dan membutuhkan konsolidasi dan penyesuaian dengan teknologi yang lain. Teknologi ini tidak bisa berdiri sendiri, mesti menjadi sebuah satu kesatuan. Beberapa skenario tambahan juga perlu dipertimbangkan, seperti rekayasa mikroba yang bisa menghasilkan enzim dan sekaligus melepaskan gula. Mikroba semacam ini saat ini belum ada, tetapi dengan perkembangan ilmu dan pengetahuan, mikroba ini bukan mustahil untuk diwujudkan. Tentu saja ini bukan pekerjaan yang mudah, sebuah pekerjaan besar yang memerlukan kolaborasi dari berbagai disiplin ilmu dan keahlian.
 ,
Dayatahan Biomassa terhadap Dekonstruksi
Recalsitran Biomassa (mudahnya saya sebut saja daya tahan, meskipun artinya mungkin kurang pas) adalah sekelompok pertahanan diri dari tanaman atau bagian tanaman terhadap serangan mikroba dan enzim. Kemampuan ini dikembangkan oleh tanaman terestrial selama proses pematangan evolusi sebagai konsekuensi perpindahan dari air ke daratan.
Tanaman modern memiliki berbagai macam sistem perlindungan. Perlindungan pertama dari sebagian tanaman adalah jaringan edidermis, lapisan paling luar dari jaringan tanaman. Pada tanaman rumput-rumputan, lapisan paling luar terdiri dari sel-sel yang padat dan berdinding tipis, dan terspesialisasi untuk menghasilkan lilin atau meterial minyak.. Pada tanaman besar (pohon), lapisan gabus, menjadi bentuk perlindungan terhadap serangan fisik dan kimia.
Sistem pertahanan tanaman meliputi struktur dan organisasi jaringan vasular dan juga pada dinding sel tanaman. Serabut elemental terbenam di dalam dinding sel dan menutupi pori-pori selulosa. Penghalang nyata enzim selulase pada biomassa tanaman adalah susunan rapat dan karakteristik menolak air dari selulosa kristalin. Mikrofibril dinding sel diselubungi oleh hemiselosa yang secara kovalen terikat pada lignin. Matrik heteropolimer di mana selulosa terbenam di dalamnya menjadi salah satu sebab kenapa biomassa tanaman resisten terhadap bahan kimia yang harganya murah dan teknik perlakuan enzimatik lainnya.
Perkembangan Tanaman untuk Menahan Serangan Mikroba dan Enzim
Apakah enzim pendegradasi biomassa sudah berfungsi maksimal
Perlakuan Kimia masih diperlukan untuk membuka selulosa pada dinding sel
Fermentasi gula dari diding sel: tahapan untuk mengeset sistem biologi
Referensi yang berkaitan: Posted from WordPress for Android
Hari ini saya mendapatkan email dari Bali, seperti ini isi emailnya:
Dear Pak Isro,i pertama tama saya ucapkan minal aidin walfaidzin, Selamat Hari Raya idul fitri 1 syawal 1431 H, pak sudah lama saya ingin konsultasi kepada bapak, saya sudah lama membuat pupuk organik cair, saya tidak belajar secara akademis, saya hanya mencoba coba , ceritanya ceritanya panjang pak kenapa saya ingin bertanam organik, 10 tahun yang lalu saya di fonis sakit yang ada hubungannya dengan terlalu banyak mengkonsumsi makanan berpengawet, makanan siap saji dan yang terkontaminasi oleh bahan bahan kimia termasuk pestisida dan pupuk kimia, waktu itu Dokter menyarankan saya untuk operasi, saya takut sekali lalu saya mencoba berobat ke alternatif yaitu pengobatan herbal, nah saya rutin minum obat obatan herbal, dan juga mengkonsumsi makan makanan organik dari beras sayur telur dll, sejak saat saya belajar bagaimana menanam secara organik, karena sayur sayuran dan beras organik lumayan mahal, Alhamdulillah sejak 10 tahun sampai sekarang ini saya Alhamdulillah masih sehat penyakit bikan hilang tapi berkurang alias tidak mengganas.
Sebelumnya terimakasih
Wassalam
Faizah
Ini pengalaman seseorang yang kena penyakit karena terlalu banyak mengkonsumsi sayuran/bahan pangan yang terlalu banyak pestisida dan/atau pupuk kimia secara berlebihan. Seperti yang sudah saya tuliskan di posting ini: Pestisida Kimia, sebagian besar sayuran kita mengandung residu pestisida kimia yang tinggi, di atas ambang yang diperbolehkan. Mungkin ini bisa menjadi salah satu penjelas, kenapa orang Indonesia saat ini banyak terkena penyakit yang ‘aneh-aneh’.
Bu Faizah ini bisa sembuh dari penyakitnya setelah mengkonsumsi secara rutih sayuran-sayuran organik yang ditanam sendiri. Luar biasa.
Masih ragu dengan budiaya sayuran organik…?????!!!!!
Kalau pun belum bisa sepenuhnya beralih ke pupuk organik/kompos/petisida organik, minimal mulai dikurangi penggunaan pupuk kimia dan pestisida kimia. Sayangi kesehatan Anda dan anak cucu Anda. Sehat itu mahal sekali di Indonesia.
Harga: Rp. 65.000/botol @100ml
Kandungan bahan aktif : 100 mg per 100 ml
Kegunaan:
Hormon colcicin berguna untuk cultur jaringan, membuat tanaman tetraploid, membuat tanaman hias menjadi varegata dan tanaman buah, padi, melon, sawit, dan lain lain, buahnya menjadi lebih besar dan lebat.
Pemakaian:
Hormon colcicin untuk membuat tanaman menjadi varegata, rendam akar tanaman ke dalam hormon yang sudah dicampur air selama 20 menit.
Tanam ke media tanam
Sisa hormon disemprotkan ke media kea rah akar hingga merata.
Lakukan 3-4 hari sekali sampai muncul varegata, kemujdian teruskan sampai seperti yang diinginkan.
Untuk tanaman sawit, padi, melon, rendam bibit selama 24 jam, kemudian bibit langsung disemaikan.
Perhatian: Colchisine bersifat karsinogenik. Selalu gunakan sarung tangan karet dan masker ketika menggunakan colchisine.
Kalau Anda tertarik dengan tulisan di blog ini dan berniat untuk meng-copy-nya serta menyebarluaskannya. Jangan malu-malu, copy aja langsung atau save as lewat menu bar. Boleh diubah, dimodifikasi, dan diperkaya, asal tetap mencantumkan credit-nya dan alamat URL-nya. Diperbolehkan selama untuk tujuan kebaikan, tidak melanggar hukum, norma-norma etika dan kesulilaan, tidak menyinggung SARA, dan BUKAN UNTUK TUJUAN KOMERSIAL. Yang terakhir ini harus bayar Royalti ;). Jika Anda memiliki sesuatu yang ingin ditambahkan, koreksian, komplain, bantahan, protes, gugatan, atau yang lainnya, silahkan masukkan di kolom komentar. Kalau Anda merasa bahwa isi blog bermanfaat, silahkan berbagi dengan yang lain. Silahkan klik icon-icon berbagi yang ada di bawah setiap artikel.