Category Archives: Kompos

artikel dan posting tentang kompos, pengomposan, pembuatan kompos, dan pertanian organik

Memisahkan Sampah Organik – Non Organik Mulai dari Rumah Sendiri

Seperti yang sudah aku sampaikan pada posting-posting sebelumnya bahwa sortasi sampah warga adalah pekerjaan paling menyusahkan(coba lihat di sini). Oleh karena itu cara terbaik yang mudah dilakukan adalah dengan memisahkan sampah sejak pertama kali sesuatu berubah menjadi sampah. Jadi sampah organik dibuang ditempat sampah organik, sampah plastik dibuang di tempat sampah plastik, sampah kertas dibuang di tempat sampah kertas, demikian seterusnya. Upaya ini bukanlah sesuatu yang mudah. Sebenarnya apa sih susahnya membuang sampah sesuai tempatnya. Mudah. Yang susah adalah membiasakan diri atau lebih tepatnya memaksakan diri untuk melakukan hal itu.


Link terkait: Mengelola Sampah Warga



Sampah bukan MASALAH, SAMPAH ADALAH BERKAH.
Info lengkap pelatihan pengelolaan sampah klik disini: BERKAH DARI SAMPAH


Aku mencoba mulai dari diriku sendiri. Dalam Islam dikenal dengan ibda’ bi nafsi, mulai dari diri sendiri. Lalu orang-orang di sekitarku, keluargaku sendiri. Awalnya agak sulit juga meyakinkan istriku untuk memisahkan sampah menjadi dua kelompok saja: organik – non organik. Lama-lama bisa juga. Kemudian mengajari anak-anakku. Ini lebih mudah daripada meyakinkan istriku, karena aku bisa menggunakan ‘power’-ku sebagai ‘Abi’. Aku bilang, sampah ini dibuang di sini, maka anak-anak akan menurutinya. Mula-mula harus diberi tahu terus, tetapi lama-lama menjadi kebiasaan dan mereka sudah pada tahu sendiri. (lihat di sini). Aku belum mengolah sampah organikku sendiri, baru memisahkannya saja. Ini pun masih banyak yang harus dibenahi di rumahku sendiri. Tidak mengapa, paling tidak ini sudah merupakan awal yang bagus.

pisah sampah

Continue reading

Pasar Gede Magelang: Bersih, Rapi, dan ‘Pepak’. Bagian 1

Pasar tradisional biasanya terkesan kumuh, bau, kotor dan kampungan. Tetapi tidak semua pasar seperti itu, contohnya Pasar Gede Magelang. Kalau masuk ke pasar ini akan terkesan rapi, bersih dari sampah, tidak bau, bahkan lalat pun jarang lho… Dan lengkap lagi. Makanya ngak heran kalau kota Magelang selalu jadi langganan Adipura.


Pasar Rejowinangun tinggal kenangan. Kamis malam, 26 Juni 2008, pasar ini kebakaran. Lihat link-nya di sini: Mashanafi | Liputan 6
Pasar Rejowinangun Kebakaran



Tugu Adipura di depan Pasar Rejowinangun kebanggan warga Magelang


Baca ini juga: Pasar yang Bersih Tanpa Lalat | Makanan Khas Magelang | Toko Benih Pertanian


Continue reading

Membantu Petani di Sukabumi

Hari jum’at, 6 Juni 2008, aku diminta oleh seorang teman untuk menjelaskan kepada petani tentang pentingnya pupuk organik dan pupuk hayati. Kebetulan teman ini mempunyai keinginan untuk membantu petani di sukabumi, desa tepatnya saya lupa, tetapi disekitar Cicurug. Teman ini mengumpulkan beberapa kelompok tani, kira-kira ada 8 kelompok tani dan beberapa petani disekitar Rice Mill. Jumlah mereka tidak banyak, karena ini baru pertemuan awal saja.

 

Para ketua kelompok tani dan petani yang mengikuti pertemuan

Continue reading

Sampah Plastik yang Bisa Didaur Ulang

Akhir-akhir ini banyak yang berdiskusi denganku tentang pengelolaan sampah. Awalnya hanya tentang bagaimana mengomposkan sampah-sampah organik. Tetapi setelah aku dalami lebih jauh, ternyata pengomposan saja tidak cukup untuk mengatasi permasalahan sampah (lihat diposting ini). Ada banyak macam dan kategori sampah. Kompos hanyalah satu cara untuk mengatasi sebagian kecil dari sampah-sampah itu.

Sampah plastik
Sampah Plastik yang bisa di daur ulang


Sampah bukan MASALAH, SAMPAH ADALAH BERKAH.
Info lengkap pelatihan pengelolaan sampah klik disini: BERKAH DARI SAMPAH


Continue reading

Ibu Kabulog Mampir ke Pak Haji Zaka

Hari sabtu ini ada sedikit yang istimewa. Dr. Darmono mengajak aku untuk menemani beliau ke tempat Pak Haji Zaka. Kebetulan Ibu Kabulog, Ibu Mustofa Abubakar, sedang ‘jalan-jalan’ ke sukabumi dan kepingin lihat sawah yang sudah menerapkan pertanian organik. Jadilah beliau mampir ke tempat Pak Haji Zaka, kebetulan desa Cigombong satu arah dengan Sukabumi.

Continue reading

Kompos bukan Solusi Sampah

Banyak yang tanya atau datang padaku tentang teknologi kompos untuk sampah. Dalam pikiran mereka, kompos atau teknologi pengomposan adalah sejata paling ampuh untuk berperang melawan sampah. Pikiran mereka benar-benar keliru. Coba baca posting ini: Cerita Sampah, Masalah, dan Solusinya Bagian 5.
Karena kompos bukan solusi untuk sampah.


Sampah bukan MASALAH, SAMPAH ADALAH BERKAH.
Info lengkap pelatihan pengelolaan sampah klik disini: BERKAH DARI SAMPAH


Continue reading

Cerita Sampah, Masalah dan Solusinya Bagian 5

sampah


Baca ini juga: Cerita Sampah, Masalah, dan Solusinya Bagian 1 | Bagian 2 | Bagian 3 | Bagian 4 | Bagian 5 | 3 Fokus pengelolaan sampah | Pengomposan Sampah | UU No. 18 th 08 tentang Sampah



Sampah bukan MASALAH, SAMPAH ADALAH BERKAH.
Info lengkap pelatihan pengelolaan sampah klik disini: BERKAH DARI SAMPAH


Sampah adalah Kawan, Bukan Lawan

Dulu aku berpikir sampah adalah biang keladi masalah, sumber penyakit, kumuh, bau, dan jorok. Ngak ada rasa simpati sama sekali terhadap para sampah ini. Ngak ada sama sekali dalam kamusku bahwa sampah itu ada kebaikannya. Semua stigma-stigma negatif bin jelek tertuju padanya. Semua sampah adalah musuh yang harus diperangi bersama.

Continue reading

Cerita Sampah, Masalah, dan Solusinya Bagian 4

sampah

Dari Tanah Kembali ke Tanah


Baca ini juga: Cerita Sampah, Masalah, dan Solusinya Bagian 1 | Bagian 2 | Bagian 3 | Bagian 4 | Bagian 5 | 3 Fokus pengelolaan sampah



Sampah bukan MASALAH, SAMPAH ADALAH BERKAH.
Info lengkap pelatihan pengelolaan sampah klik disini: BERKAH DARI SAMPAH


Banyak sekali macam-macam sampah. Aku hanya kenal sebagian dari mereka. Jadi aku akan ceritakan yang aku tahu saja. Cerita sampah yang lain, akan aku ceritakan kalau sudah tahu. Atau biar orang lain saja yang bercerita.
Continue reading

Cerita Sampah, Masalah, dan Solusinya Bagian 3

Sampah yang menumpuk di kali

Sampah yang menumpuk di kali


Sampah bukan MASALAH, SAMPAH ADALAH BERKAH.
Info lengkap pelatihan pengelolaan sampah klik disini: BERKAH DARI SAMPAH


Mengapa Para Sampah Berkumpul


Baca ini juga: Cerita Sampah, Masalah, dan Solusinya Bagian 1 | Bagian 2 | Bagian 3 | Bagian 4 | Bagian 5 | 3 Fokus pengelolaan sampah | Pengomposan Sampah | UU No. 18 th 08 tentang Sampah


Sampah bermasalah karena mereka berkumpul. Pertanyaan berikutnya adalah KENAPA dan BAGAIMANA MEREKA BERKUMPUL. Yang paling bisa menjawabnya adalah para sampah-sampah itu sendiri. Andaikan mereka punya mulut, pasti akan mengatakannya dengan jujur. Atau andaikan kita mengerti bahasa mereka, kita pun akan tahu. Tetapi sayangnya, mereka tidak punya mulut untuk berbicara atau kita yang tidak bisa mengerti bahasa mereka.
Continue reading

Cerita Sampah, Masalah, dan Solusinya Bagian 2

sampah plastik tpa

Sampah plastik yang memiliki nilai jual


Baca ini juga: Cerita Sampah, Masalah, dan Solusinya Bagian 1 | Bagian 2 | Bagian 3 | Bagian 4 | Bagian 5 | 3 Fokus pengelolaan sampah | Pengomposan Sampah | UU No. 18 th 08 tentang Sampah



Sampah bukan MASALAH, SAMPAH ADALAH BERKAH.
Info lengkap pelatihan pengelolaan sampah klik disini: BERKAH DARI SAMPAH


Kelompok Sampah

Namun, kalau dicermati lebih dalam lagi. Sampah bisa dibagi-bagi. Ada yang bener-benar sampah alias sampah sejati, ada yang setengah sampah, ada juga yang sebenarnya bukan sampah. Mudahnya begini:

1. Geng Sampah sejati.
Geng sampah pertama adalah sampah sejati, sampah tulen, dan barang-barang yang sudah tidak berguna dan tidak bisa dimanfaatkan lagi.

2. Geng Setengah Sampah.
Geng ini adalah geng barang yang sudah dicampakkan orang karena dianggap tidak berguna lagi. Padahal sebenarnya dia masih berguna, masih memiliki manfaat atau dimanfaatkan. Tetapi agar barang ini bisa dimanfaatkan, barang ini harus diolah dulu atau harus diubah dulu menjadi bentuk lain untuk manfaat lain, atau istilah kerennya ‘recycle’ alias ‘daur ulang’. Kata kebanyakan orang geng ini adalah sampah, tetapi kalau menurutku ini bukan sampah, ini ‘duit’. Ngak percaya??? Coba tanya pada para pemulung-pemulung itu.

Continue reading