Category Archives: MyFamily

Foto Diri Dari masa ke masa

Hidup melalui masa demi masa. Sejak di alam barzah kemudian lahir ke alam dunia. Dari kecil hingga menginjak dewasa dan menjadi tua. Setiap masa itu memiliki kenangan sendiri-sendiri. Kadang-kadang jika aku mengingat masa-masa itu aku sering tertawa sendiri. Ingat ketika masih kecil. Ingat teman-teman dulu. Mengingat masa lalu juga bisa dijadikan sebagai sarana untuk mengevaluasi diri (mukhasabah). Dan mencoba merumuskan kembali apa tujuan hidup kita ini.

Ada banyak cara untuk mengenang masa-masa itu. Salah satunya adalah dengan melihat foto-foto dulu. Foto-foto yang membawa kenangan-kenangan masa. Mungkin saja foto-foto itu sudah kusam atau sudah kabur. Tetapi dengan melihat kembali foto-foto itu akan menggugah ingatan-ingatan yang terpendam. Aku tidak banyak memiliki foto-foto. Maklum aku dibesarkan dikeluarga yang biasa-biasa saja, jadi foto masih merupakan barang mewah bagi kami. Berikut ini beberapa foto yang masih ada dan masih sempat aku digitalkan.

Continue reading

Muhammad Ibrahim

Muhammad Ibrahim

Rasanya di dunia ini tidak ada yang benar-benar sama, meskipun dicetak dari cetakan yang sama. Aku punya dua anak, meskipun dibuat dari ‘cetakan’ yang sama, keduanya berbeda. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Dalam beberapa hal Ibrahim bertolak belakang dari kakaknya, Ar Royan.

Ibrahim lebih sensitive perasaannya dari pada Ar Royan. Dia lebih mudah tersinggung, lebih mudah cemburu, dan lebih cari perhatian dari pada kakaknya. Misalnya saja kalau Ibrahim aku goda, dia akan cepat marah dan segera mencakar-cakar aku. Atau jika aku lebih memperhatikan mas Royan, dia akan mulai berulah untuk mencari perhatian kami.


Link Terkait:
Muhammad Ibrahim 1 | Abi….Bangun Sudah Adzan Subuh.. | Ajarkan Anak Anda Mencintai Buku Sejak Dini | Royan dan Mobil-mobilannya | Mas Royan Keluar Lewat Mana…???? | ALLAH RAKSASA | KAPAN MAS ROYAN MENINGGAL??? | Asad Muhyidin Ar Royan – 2 | Asad Muhyidin Ar Royan – 1


Continue reading

Melihat VCD Sang Murabbi

Ada banyak cara mengenang orang yang sudah tiada. Salah satunya dengan mengabadikannya dalam bentuk cerita atau bahkan film documenter. Tetapi ini biasanya dilakukan setelah orang itu bertahu-tahun tiada. Atau setelah jaman berganti dan orang baru sadar akan ‘kepahlawanannya’. Namun ada VCD yang mengisahkan orang yang belum lama tiada, bahkan aku pun sempat melayat waktu beliau wafat, yaitu Ust. Rahmat Abdullah yang dikisahkan dalam film yang berjudul Sang Murabbi.

Continue reading

Pamenang Akhirnya Mengakhiri Masa Lajangnya

Tepat dua hari sebelum mulai puasa Ramadhan 1429 H atau tanggal 30 Agustus 2008 Sri Pamenang mengakhiri masa lajangnya. Seperti yang Pamenang deklarasikan di blog ini beberapa waktu yang lalu (lihat di sini). Sebulan sebelum melangsungkan pernikahan tersebut Sri Pamenang ‘sungkem’ ke rumah. Saya coba korek tentang calon istrinya dan bagaimana bisa ketemu calon istrinya tersebut. Rupanya Nanang suka berteka-teki, tidak mau menjawab dengan jujur dan terbuka. Jadi bagi saya ‘au ah gelap’. Padahal pingin banget cerita Nanang ini aku jadikan tulisan berseri di sini.
Continue reading

Mengenalkan Komputer pada Anak

Pengenalan Sejak Dini

Belajar Komputer Sejak Dini

Belajar Komputer Sejak Dini

Dalam sebuah puisinya Khalil Gibran mengatakan bahwa: anak-anak kita bukanlah anak kita, tetapi anak jamanya sendiri. Artinya anak-anak kita harus dipersiapkan untuk menghadapi jamannya sendiri. Salah satunya adalah mengenalkan dunia komputer pada Anak.

Kalau dulu jaman saya, saya mengenal komputer di tahun-tahun pertama kuliah. Itu saja layarnya masih ‘biru’. Sekarang OS sudah canggih sekali, fiturnya pun luar biasanya banyaknya. Komputer pun sudah masuk hampir ke semua bidang. Anak-anak kita sebaiknya diperkenalkan dengan komputer sedini mungkin.

Continue reading

Bertemu Kembali dengan Teman-teman Fabio 93


Buku Angkatan 93


Buku angkatan yang aku ubah menjadi halaman blog (lihat di sini) rupanya banyak manfaatnya. Banyak teman-teman Biologi 93 yang mampir dan kumpul-kumpul lagi. Dari satu teman, lalu menjalar ke teman-teman yang lain. Sebut jada Khamidah. Dari khamidah tersambunglah ke Ubed, kakaknya. Lalu ada Yulianto yang tinggal di Bekasi, ada Rosha Kurnia yang masih di Babel. Datang juga Dwi Esti Anggorowati. Lalu Sri Pamenang, yang nyambung ke Kang Warso (Suwarsono). Sri Pamenang sempat nginap di Bogor semalam. Terus menjalar ke Arif Subagyo yang jadi PNS di Banjarnegara. Datang juga Edi Swasono yang jadi guru di Temanggung. Ketemu juga dengan Hastini yang jadi guru di pedalaman Kalimantan. Dari Hastini dapat nomor teman-teman lama yang banyak sekali. Nyambung juga dengan Enik Ekowati plus suaminya Najemudin. Enik akan berangkat ke Jepang bulan September 2008 ini. Ketemu juga dengan Yuli Susiyanti yang jadi guru di Slawi. Nyambung juga dengan Hendriyanto yang sekarang tinggal di Lampung. Minggu ini aku ketemu dengan Muh “Memet” amat. Memet sedang menyelesaikan pendidikan S2 di FaBio UGM. Sudah punya momongan satu. Istrinya juga sedang mengambil S2 di Fak. Sastra UGM. Memet menjadi dosen di Univ. Lambung Mangkurat Kalimantan.  Ketemu juga dengan Kang Narno yang sekarang sudah subur makmur loh jinawi.  Seniman yang satu ini sungguh luar biasa, semoga sukses always.

Continue reading

PERSIMPANGAN LIMA PULUH DAN PAL LIMO

Nama suatu tempat memiliki sejarah dan kadang-kadang memiliki arti tertentu. Kadang-kadang nama itu berkaitan dengan nama sungai, seperti Ci di Jawa Barat atau Sei di Sumatera. Namun demikian, jarang nama desa yang berupa angka atau bilangan.

Salah satu desa yang namanya menggunakan bilangan atau angka adalah desa Lima Puluh di Kab. Batubara, Sumatera Selatan. Kalau Anda berpergi dari Kota Tebing Tinggi ke arah Kisaran akan melewati desa ini. Dari arah Tebing Tinggi setelah berjalan kurang lebih 50 km akan sampai di pertigaan yang cukup ramai. Jalan lurus ke arah Kisaran sedangkan kalau membelok ke kanan ke arah Perdagangan, Simalungun.

Continue reading

Wolon

Setiap tempat memiliki budaya kerja sendiri-sendiri. Kadang-kadang budaya ini sudah diwarisi sejak jaman kolonial dan masih bertahan hingga saat ini. Salah satunya adalah budaya kerja di perusahaan perkebunan warisan Belanda.

Beberapa waktu yang lalu saya berkesempatan untuk mengunjungi salah satu perusahaan perkebunan ex-Belanda di Sumatera Utara. Kami bekerja dengan kebiasaan kami di Bogor, mulai bekerja kira-kira jam 8 pagi. Sesampai di lokasi ternyata para karyawan sudah asik bekerja. Kami segera berkoordinasi dengan mandor tentang tahapan-tahapan pekerjaan. Kira-kira satu jam lebih kami berdiskusi. Agar pekerjaan cepat selesai, saya menyarankan untuk segera di mulai saja. Tetapi Pak mandor menyarankan untuk nanti saja, karena para pekerja mau WOLON dulu. Wolon.., apa itu ..? Pikirku dalam hati. Pak Mandor menyarankan untuk dimulai kira-kira jam 10.30 saja. Karena ini baru pertama kali bagi kami, kami tidak banyak berkomentar. Tak beberapa lama lagi terlihat para pekerja mengentikan pekerjaan. Ada yang duduk-duduk istirahat dan sebagian lagi pergi dengan menggunakan sepeda motor masing-masing.

Continue reading

Pengalaman Bertemu dengan Hantu

kuntilanak hantu ghost
Ilustrasi Hantu yang ada di sebuah video Youtube

Melihat tayangan tivi yang senang menampilkan hantu, meski tak bermutu; jadi ingat pengalamanku dengan mahluk yang satu ini. Boleh percaya boleh tidak, terserah Anda saja.

Baca juga : VIDEO NYATA HANTU

Perkenalanku dengan hantu pertama kali ketika aku masih balita. Ketika masih kecil aku sering nginap di rumah kakekku di desa. Waktu kecil aku agak bandel dan sering rewel. Kalau lagi rewel aku susah banget dikendalikan. Suatu malam aku rewel, sudah diapa-apain tetap saja rewel. Lalu simbah membawaku ke luar rumah yang gelap. Rumah kakekku dibuat dari papan dan bilik bambu. Waktu itu belum ada listrik di desa, lampu hanya pake lampu teplok atau lampu tempel saja.

Kenampakan hantu di sebuah video yang diupload di YouTube.

Continue reading

Jalan yang Awet di Kota Perdagangan, Simalungun

Kalau Anda pergi menyusuri pulau Sumatera lewat jalan mana saja, Jalintim (jalur lintas timur), selatan, atau pun tengah, pasti Anda akan tahu bagaimana parahnya kondisi jalan di semua jalur lintas itu. Beberapa kali aku pergi ke Lampung, Riau, dan S umUt kondisinya semakin parah saja. Perutku mual dan rasanya mau muntah-muntah, kalau tidak malu pada pengantarku mungkin sudah kutumpahkan isi perutku. Malu kan kalau isi perut ini mengotori jok mobil Toyota Land Cruizer yang kutumpangi, atau Mitsubishi Strada, atau Ford, (atau seringnya kijang kapsul dan Mitsubishi Hiline). Masak naik mobil mewah ‘mabok darat’.

jalan perdagangan
Jalan menuju Perdagangan, Simalungun SumUt. Jalan yang lurus, mulus, dan tidak berlubang-lubang.
Continue reading