Category Archives: Organik

Contoh Cara Pembuatan Kompos dari Sampah Organik Rumah Tangga 4

Video YouTube di atas adalah salah satu contoh komposter untuk membuat kompos dari sampah organik rumah tangga. Video ini merupakan satu dari beberapa video yang saya kumpulkan dari YouTube dari berbagai belahan dunia.

Cara pengomposan sampah organik rumah tangga, seperti sampah sisa sayuran, buah-buahan, kertas dan lain-lain, pada prinsipnya hampir sama. Pertama, memisahkan sampah organik dari sampah anorganik. Sampah organik dikomposkan di dalam tempat pengomposan. Proses pengomposan sampah organik ini menggunakan inokulum. Sumber inokulum untuk pengomposan bisa memanfaatkan inokulum dari kompos yang sudah matang atau menggunakan aktivator pengomposan, seperti Promi.

Dengan melihat contoh-contoh dari video ini, saya berhadap bisa memberikan inspirasi bagi Anda pengunjung blog ini untuk mengolah sampah organik rumah tangga menjadi kompos dan pupuk organik.

Kompos dari sampah organik ini bisa dimanfaatkan sendiri untuk memupuk tanaman pekarangan, tanaman bunga dan buah, atau bisa juga dimanfaatkan untuk menanam sayuran di pekarang rumah sendiri.

Contoh Cara Pembuatan Kompos dari Sampah Organik Rumah Tangga 3

Ini adalah video ketiga yang saya kumpulkan dari YouTube tentang cara pembuatan kompos dari sampah rumah tangga yang lakukan oleh orang luar negeri. Cara pembuatan komposnya tidak jauh berbeda dengan cara-cara sebelumnya dan bisa diterapkan di Indonesia dengan sedikit modifikasi. Saya biasanya menggunakan aktivator Promi untuk mempercepat proses pembuatan kompos dari sampah organik rumah tangga.

Contoh Cara Pembuatan Kompos dari Sampah Organik Rumah Tangga 2

Ini adalah video lain tentang cara pembuatan kompos dari sampah organik rumah tangga yang sederhana dan mudah. Seperti yang sudah sampaikan di posting sebelumnya, bahwa kharakteristik dan kebiasaan masyarakat di Indonesia berbeda dengan yang ada di luar negeri. Jadi, teknik dan cara pembuatan kompos ini perlu dimodifikasi dan disesuaikan dengan karakteristik dan kebiasaan masyarakat Indonesia. Salah satu yang agak susah misalnya adalah kebiasaan untuk memisahkan antara sampah organik dengan sampah anorganik. Masyarakat kita masih agak sulit untuk melakukannya.

Pembuatan kompos dari sampah organik yang saya lakukan menggunakan aktivator Promi.

Contoh Cara Pembuatan Kompos dari Sampah Organik Rumah Tangga

Saya mengumpulkan beberapa video dari Youtube tentang cara pembuatan kompos dari sampah organik yang dilakukan organg di berbagai belahan dunia. Sengaja saya kumpulkan cara pembuatan kompos skala rumah tangga atau skala kecil. Ada berbacam-macam cara. Tetapi secara umum caranya hampir sama. Yang perlu diperhatikan adalah bahwa kharakteristik dan kebiasaan masyarakat di Indonesia dan di luar negeri kemungkinan berbeda. Jadi, tidak selalu cara pembuatan kompos yang disampaikan di dalam video ini bisa begitu saja dicontoh dan diterapkan di Indonesia. Namun, minimal cara pembuatan kompos yang ditampilkan dalam video ini bisa memberi inspirasi pada kita tentang teknik-teknik pembuatan kompos dari sampah rumah tangga. Silahkan menonton.

Pembuatan kompos dari sampah organik yang saya lakukan menggunakan aktivator Promi.

Inspirasi Bercocok Tanam di Rumah dengan Pupuk Kompos dari Sampah Organik

Saya sedang mencari-cari inspirasi bercocok tanam di rumah yang lahannya terbatas dengan pupuk kompos yang dibuat dari sampah organik rumah tangga. Ada banyak foto-foto yang menarik dan bisa dijadikan sumber inspirasi. Foto-foto ini memang dari negeri ‘seberang’, tapi setidaknya bisa dijadikan contoh dengan sedikit penyesuaian dan modifikasi.

Pupuk kompos dari sampah rumah tangga bisa dibuat dengan menggunakan komposter sederhana seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya: Komposter Sederhana. Aktivator untuk pembuatan kompos menggunakan PROMI.

Semoga bermanfaat.

1374052_548249208665317_3130970669471500825_n

1509314_548249188665319_1292003698389376383_n

1653903_548249275331977_2483448968597676405_n

10846113_548247425332162_7668363682392743394_n (1)
Continue reading

Penjelasan Pengomposan Jerami versi Video YouTube

Presentasi Cara Membuat Kompos Sampah Organik Rumah Tangga

Ini adalah slide presentasi yang saya buat tentang pengelolaan sampah, salah satunya adalah cara membuat kompos dari sampah organik rumah tangga dan sampah-sampah organik lainnya. Cara pengomposan sampah organik yang saya buat ini merupakah kumpulan dari berbagai pengalaman saya melakukan pengomposan sampah organik dengan menggunakan aktivator Promi.

Sampah organik yang berbeda memerlukan penanganan dan cara pengomposan yang sedikit berbeda. Misalnya saja, sampah organik rumah tangga yang dibuat dengan skala lebil kecil untuk satu rumah cara pengomposannya akan berbeda dengan cara pengomposan di TPS atau di TPA (Tempat Pembuangan Akhir Sampah).

Saya mengembangan cara pengomposan yang sesederhana mungkin dengan menggunakan Promi. Promi berisi tiga macam mikroba dan sudah digunakan untuk pengomposan sampah organik rumah tangga, seresah daun, kotoran hewan (kohe) sampi, kambing, domba, ayam, limbah perkebunan dan limbah industri kayu.

Komposter Sederhana untuk Sampah Organik Rumah Tangga

Project sederhana keluarga kami, yaitu membuat pupuk kompos dari sampah organik rumah kami sendiri. Kami ingin membuat sebuah tempat pengomposan yang sederhana, mudah dipakai dan bisa dibuat dari bahan-bahan yang tidak mahal. Setelah mencari-cari dan mencoba-coba beberapa ide, akhirnya kami membuat tempat pengomposan dari bekas tempat cat tembok 25 kg. Desain dan cara membuatnya seperti berikut ini. Desain ini terinspirasi dari aktivitas Posyantek Kendal ketika saya berbagi pengalaman tentang pengomposan sampah.

Baca juga artikel saya sebelumnya: Mengolah sampah rumah tangga |

Bahan-bahan yang dipergunakan:

– 2 buah bekas tempat cat tembok 25 kg.

Peralatan yang diperlukan:

– paku besar atau besi untuk membuat lubang
– paku atau besi atau bambu yang dibuat seperti stik/tangkai kecil

Cara membuatnya:

  1. Cuci bersih bekas cat tersebut untuk menghilangkan bekas cat dan kotoran-kotoran yang lain.
  2. Salah satu tempat bekas cat, dideri lubang di bagian atas dengan paku/besi yang dipanaskan atau dengan bor. Lubang-lubang ini untuk mengalirkan air yang ada di dalam sampah organik rumah.
  3. Buat juga lubang-lubang di sisi samping tempat bekas cat hingga kira-kira 20 cm dari sisi atas.
  4. Beri lubang paku/besi/bambu untuk penjangga. Jaraknya kurang lebih 20cm dari sisi atas.
  5. Lubang-lubang ini hanya dibuat di salam satu tempat bekas cat.
  6. Tempat cat yang berlubang-lubang ini ditumpukkan di atas tempat bekas cat yang satunya lagi.
  7. Komposter ini siap dipergunakan.

Mudah sekali kan cara membuatnya.

Komposter sampah rumah tangga sederhana

Komposter sampah rumah tangga sederhana dibuat dari dua tempas bekas cat tembok 25 kg.


Continue reading

Uniknya Cabe di Indonesia

Cabe (foto dari BP4K Gresik)

Cabe (foto dari BP4K Gresik)

Kemarin saya bertemu dengan kenalan baru yang menekuni percabaian. Kebetulan rumahnya tidak jauh dari rumah saya. Malam-malam saya berkunjung ke rumahnya. Karena baru kenal, kami basa-basi seperlunya. Kemudian mulai dia cerita tentang percabaian. Boleh dibilang teman saya ini adalah kolektor bibit/benih cabe dan mulai bercocok tanam hidroponik.

Koleksinya tidak terlalu banyak dan tempatnya pun tidak terlalu besar. Ada sebuah Green House (GH) sederhana di depan rumahnya dan ada juga banyak bibit-bibit cabe yang baru ditanam dengan sistem hidroponik. Ada cukup banyak gelas-gelas bekas minuman yang dijadikan sebagi tempat menanam hidroponik. Menarik.

Saya jadi inggat, mungkin 25 tahun yang lalu, ketika itu masih SMA. Saya membeli sebuah buku hidroponik terjemahan. Sampul bukunya putih dan ada tulisannya Hidroponik. Saya tertarik membeli buku itu karena penasaran dengan pengantarnya, menanam tanaman dengan air. Kendala waktu itu adalah sarana dan prasarananya tidak banyak tersedia seperti sekarang ini. Saya paling sulit mendapatkan bahan-bahan kimia untuk media tanamanya. Alhasil, saya menyerah dengan sendirinya. Entah ke mana buku hidroponik itu sekarang.

Kami cerita ke mana-mana, ngalor-ngidul. Mulai dari pertanian, kondisi ekonomi kita, politik pertanian, tilang polisi dan tentunya tentang cabe. Nah, yang menarik adalah alasan kenapa dia tertarik menekuni cabe. Awalnya dia pernah mencoba menanam bermacam-macam tanaman. Mulai dari tanaman kehutanan, tanaman hortikultura, buah-buahan dan akhirnya cabai. Alasanya, karena cabe adalah komoditas yang unik di Indonesia. Harga cabe bisa gila-gilaan. Harga cabe bisa lebih mahal dari harga daging sapi di pasaran. Bahkan, ekonomi Indonesia pun bisa goyah kalau harga cabe memumbung tinggi.

Orang Indonesia memang seperti tidak bisa dipisahkan dengan cabe. Cabe memang bukan makanan pokok, tapi mayoritas orang Indonesia hampir selalu makan dengan cabe setiap hari. Masakan Indonesia hampir semua ada citarasa pedasnya. Bisa dibayangngkan jika cabe menghilang dari pasaran bagaimana rasanya masakan warung padang. Aneh sekali kan?

Harga cabe memang berfluktuasi mulai dari belasan ribu per kg sampai lebih dari seratus ribu per kilo. Menanam cabe juga tidak mudah, apalagi di musim penghujan. Cabe rentan penyakit dan hama. Cabe tanaman yang manja, harus diberi perhatian penuh. Kalau tidak bisa tidak panen.

Konon, ini menurut cerita dia, Indonesia juga kaya akan plasma nutfah cabe. Di Indonesia tumbuh tanaman cabe asli Indonesia dan ada juga yang cabe purba. Misalnya saja cabe jawa yang biasanya untuk jamu di Magelang. Termasuk tanaman cabe asli Indonesia, katanya. Masih banyak jenis-jenis cabe asli Indonesia yang perlu dilestarikan dan dikembangkan.

Menarik.

Berbicara dengan Tanaman

yusuf dan tanaman beringin karet

Yusuf dan beringin karet kesayangannya.

Agak aneh dan mungkin ada yang mengagapnya gila; kalau ada yang berbicara dengan tanaman. Tanaman seperti halnya mahluk Allah yang lain, tanaman juga punya ‘perasaan’ dan bisa merespon rangsangan dari mahluk2 di sekitarnya. Kalau kita menyayangi tanaman, tanaman pun akan menyayangi kita juga. Kalau kita acuh tidak acuh dengan tanaman, tanaman pun akan ‘merana’.


Bukti ilmiah tanaman bisa ‘mendengar’, ‘merasa’, ‘melihat’ dan memberikan respon: Tanaman juga punya perasaan.


Ada seorang ibu-ibu pecinta bunga anggrek yang bercerita dengan saya, kalau tanaman anggreknya malas berbunga. Tanaman anggrek ini berbeda dengan tanaman-tanamannya yang lain, kalau tanaman yang lain sudah mulai berbunga, tanaman satu ini seperti tidak mau berbunga. Kemudian si Ibu itu menyirami tanaman sambil berbicara dengan tanamannya. Intinya merayu tanaman anggrek itu agar mau berbunga. Sekali-kali dia juga mengancam, kalau tidak mau berbungga aggrek itu akan dibuang saja. Aneh bin ajaib. Tidak berselang lama, tanaman anggrek itu pun berbunga indah.
Continue reading