Tag Archives: Jamur

Video Pertumbuhan Jamur Pleurotus ostreatus

Lagi surfing e…ketemu video ini. Menarik untuk disilihat:

Kunci Identifikasi Jamur Kelompok Pleurotus & Pholiota dan lain-lain

pleurotus

Berikut ini link untuk identifikasi jamur dari kelompok pleurotus.
http://www.svims.ca/council/Pleuro.htm

http://www.scielo.br/scielo.php?pid=S1516-89132010000200019&script=sci_arttext

Berikut ini link untuk identifikasi jamur dari kelompok pholiota.

Pholiota adiposa


Pholiota adiposa

http://www.svims.ca/council/Pholio.htm
http://www.mykoweb.com/Pholiota/index.html

Kunci identifikasi kelompok pholiota yang sangat lengkap, tetapi juga susah digunakan.
http://quod.lib.umich.edu/cgi/t/text/text-idx?sid=6ba307a81371d58b7b7daf85659d5871;c=fung1tc;idno=AGJ9559.0001.001

Kunci identifikasi jamur phanerochaete
http://www.fpl.fs.fed.us/documnts/pdf2005/fpl_2005_martinez001.pdf

Keys to the species of the Hericiales:
Hericiales

Website yang sangat usefull untuk pengenalan jamur di lapang:

ANALISA AKTIVITAS ENZIME LIGNINOLITIK (revised)

Download manual ini dalam format pdf: Metode Analisa Enzyme Ligninolitik
Lihat juga metode dari Sigma Aldrich : Peroxidase Assay

Download buku dan referensi lain: Klik Di Sini.


Baca metode penelitian dari jurnal kadang-kadang bisa membuat pening kepala. Apalagi ketika baru pertama mau mulai dan tidak punya dasar-dasarnya. Bisa tidak mudheng sama sekali. Sama seperti saya waktu pertama kali mau analisa enzyme, mesti buka-buka texbook dan catatan lama, plus tanya sana-sini. Setelah itu baru sedikit ngeh. Saya bagikan prosedur ini untuk temen-temen yang mungkin membutuhkannya. Metodenya tidak mesti persis sama seperti yang saya uraikan di sini, yang penting tahu apa yang dilakukan dan bisa menghitungnya. Semoga bermanfaat.


Catatan:

Beberapa hal yang perlu diperhatikan pengukuran aktivitas enzyme.
1. Ekstraksi enzyme dan analisa mesti dilakukan pada hari yang sama. Aktivitas enzyme bisa cepat berubah jika disimpan. Jika Anda akan mengukur aktivitas enzyme ligninolitik, mesti segera dilakukan setelah ekstraksi enzyme. Penyimpanan dalam lemari pendingin atau dibekukan akan menghasilkan aktivitas enzyme yang berbeda.

2. Resep di bawah ini bisa saja dimodifikasi dengan mengatur komposisinya agar absorbansinya di antara 0 dan 1. Jika absorbansinya lebih dari 1, encerkan larutan enzymenya.

3. Waktu jeda analisa juga bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Waktu bisa dikurangi atau ditambah hingga data absorbansinya cukup terbaca antara 0 dan 1.

A. Ekstrasi Enzyme

Ekstraksi Enzym dengan metode sentrifugasi (Gassara, Brar et al. 2010):
1. Satu gram sample dicampur dengan buffer phosphate 50mM pH 6,5 dengan perbandingan 10/1 (v/w).
2. Kemudian dishaker pada kecepatan 150 rpm selama 1 jam.
3. Setelah itu sampel disentrifugasi pada kecepatan 7000xg selama 20 menit.
4. Supernatan cair dipisahkan dan digunakan untuk analisa aktivitas enzyme.

Metode ini bisa dimodifikasi, langkah ke-2 diganti dengan digerus pada kondisi dingin. Pengerusan dilakukan dengan mortar dan letakan es disekitar mortar tersebut.Hasil gerusan kemudian disaring dan filtratnya disentrifugasi seperti cara di atas.

B. Pengukuran Aktivitas Enzyme

B.1. Laccase (Lac)

Pada cuvet masukkan:
– 0,5 buffer asetat pH5 0,5 M
– 0,1 ml ABTS 1 mM
– 0,4 ml filtrate enzim
Volume total 1 ml. Tabung/cuvet dikocok perlahan agar semua bahan tercampur.
Reaksi aktvitas enzyme dilakukan pada suhu 20±1 oC.
Absorbansi diukur pada waktu 0 dan beberapa menit (5 atau 10 menit, atau lebih lama lagi) pada panjang gelombang  420 nm.

Rumus perhitungan:

Aktivitas enzyme (U/ml) = (∆OD420 x Vtot (ml) x 10^9)/(εmax x d x Vol enzyme (ml) x t)

ε maks = absorpsivitas molar ABTS (36000 M-1 cm-1)
Continue reading

Jamurku Berhasil Muncul Tubuh Buahnya (tanpa sterilisasi media)

jamur tiram tanpa sterilisasi mediaDi posting yang lalu saya sudah menyampaikan tetang menanam jamur tanpa sterilisasi media. Silahkan lihat linknya di sini:

Saya coba nanam jamur tiram dalam skala menengah (ukuran badlog) dan kecil (tabung reaksi). Ternyata teknik ini berhasil diaplikasikan. Pertama saya coba di ukuran yang kecil-kecil, seperti di dalam tabung reaksi, erlenmeyer, dan botol. Dalam ukuran kecil miselia jamur bisa tumbuh dengan sangat baik. Kemudian di dalam plastik yang lebih besar, miselia jamur bisa tumbuh dengan baik juga. Saya coba hitung berapa populasi bakteri atau jamur kontaminan lain, ternyata tidak begitu besar, sekitar 3 x 10^8 untuk bakteri dan 2 x 10^6 untuk jamur.

jamur di dalam tabung
Menanam jamur tanpa sterilisasi di dalam tabung reaksi.
Continue reading

Video Jamur TKKS

Media untuk Pertumbuhan Jamur: Media Kentang

Media yang paling umum digunakan untuk menumbuhkan jamur/kapang/fungi adalah media PDA (Potato Dextrose Agar). Bahan baku utama media ini adalah ekstrak kentang dengan penambahan sumber karbon berupa dextrose. Saat ini sudah ada media PDA instant dari Merk, tetapi harganya selangit. Terakhir aku beli tahun lalu sudah di atas rp. 1 jt/kg. Membuat PDA sendiri cukup mudah, namun gula dextrose-nya yang harganya juga lumayan mahal. Untuk penggunaan rutin pemakaian PDA cukup memakan biaya.


Continue reading

Pleurotus sp

Photographs of Pleurotus sp.

pleurotus ostreatus JPP white-rot fungi

pleurotus ostreatus JPP white-rot fungi

Kehebatan Jamur Pelapuk Putih

JPP cawan

Phanerochaete chrysosporium

Salah satu keistimewaan jamur pelapuk putih (JPP) adalah kemampuannya dalam mendegradasi lignin secara total menjadi CO2 dan H2O. Kemampuan ini tidak dimiliki oleh mikroorganisme lain. Percobaan-percobaan di laboratorium yang dilaporkan di jurnal-jurnal ilmiah internasional membuktikan hal ini.

JPP memiliki enzim-enzim yang dapat mendegradasi lignin, antara lain adalah: laccase, lignin peroksidase, dan Mn peroksidase. Enzim-enzim ini adalah oksidator yang sangat kuat. Enzim ini dapat memecah lignin. Seperti yang kita tahu lignin adalah makromolekul yang sangat komplek dan sangat kuat. Lignin adalah senyawa pelindung, sehingga sangat kuat dan sangat resisten.

Kemampuan unik JPP ini bisa dimanfaatkan untuk banyak hal. Misalnya saja yang sudah luama zekali dilakukan adalah untuk mendekomposisi bahan organik yang banyak mengandung lignin. Kemudian digunakan untuk biopulping, biobleaching, dan mendegradasi bahan-bahan pencemar berbahaya.
Continue reading

Jamur Di Tumpukan TKKS

dsc_2910_bBeberapa waktu yang lalu saya jalan-jalan di salah satu perkebunan sawit di Palembang. Luas kebun sawit itu tidak terlalu luas, kurang lebih sekitar 8000 ha (kebun inti) dan 40000 ha (kebun plasma). Tandan buah segar (TBS) yang dipanen dari kebun tersebut kemudian diolah di pabrik kelapa sawit yang letakknya di salah satu ujung kebun. Kapasitas pengolahan pabrik saat ini kurang lebih 50 ton TBS/jam. Dari pengolahan TBS di hasilkan CPO (crude palm oil), limbah TKKS (tandan kosong kelapa sawit), dan limbah cair. Volume limbah TKKS cukup besar. Dalam satu hari bisa mencapai 150 ton.
Continue reading

Jamur Besar

Jamur sering tumbuh di tempat-tempat yang lembab dan banyak mengandung bahan organik. Kebetulan aku menemukan jamur yang tumbuh di bawah pohon. Jamur ini bisa tumbuh besar sekali. Ukuran batangnya bisa segeda lengan tangan orang dewasa.

jamur_besar