Tag Archives: JPP

Perubahan Struktur dan Peningkatan Digestibilitas Tandan Kosong Kelapa Sawit oleh Pleurotus floridanus dan Asam Fosfat

Ringkasan Disertasi

Advertisements

Slide Microsoft Office PowerPoint – Perubahan Struktur dan Peningkatan Digestibilitas Tandan Kosong Kelapa Sawit

Daftar Jamur Pelapuk Putih dan Manfaatnya

Jamur Pelapuk Putih (JPP) banyak sekali spesiesnya dan memiliki manfaat yang bermacam-macam. Berikut ini daftar jamur pelapuk putih dan manfaatnya yang sempat saya kumpulkan dari berbagai jurnal. Semoga bermanfaat.


Artikel saya tentang pemanfaatan jamur pelapuk putih:
BIOLOGICAL PRETREATMENT OF LIGNOCELLULOSES WITH WHITE-ROT FUNGI AND ITS APPLICATIONS: A REVIEW


Purpose

White-rot fungus 

Substrates 

References 

Enzymatic Hydrolysis 

Phanerochaete chrysosporium,

Pleurotus ostreatus,

Ceriporiopsis subvermispora,

Coriolus versicolor,

Cyathus stercoreus,

Irpex lacteus,

Ceriporia lacerata, Stereum hirsutum, and Polyporus brumalis

cotton stalks, corn stover,

rice straw,

Bamboo,

corn stover,

leafs of Achras zapota, Bamboo

Japanese rep pine

[Rodríguez et al. 1997]

[Shi,Chinn & Sharma-Shivappa 2008b]

[Taniguchi et al. 2005]

[Zhang,Xu & Wang 2007]

[Ganesh Kumar,Sekaran & Krishnamoorthy 2006]

[Hatakka 1983]

[Dias et al. In Press]

[Lee et al. 2007]

Biopulping 

Ceriporiopsis subvermispora,

Trametes hirsute,

Phanerochaete chrysosporium,

Panus cochatus,

Bjerkandera sp.

Physisporinus rivulosus

Phanerochaete chrysosporium ME446,

Wood chips,

wood chips,

rice straw,

hemp stemwood

softwood

Wheat straw

[Akhtar et al. 1992]

[Yaghoubi,Pazouki & Shojaosadati 2008]

[de Jong,Chandra & Saddler 1997]

[Chen,Xu & Li 2002]

[de Jong,Chandra & Saddler 1997]

[Mosai et al. 1999]

[Yu et al. 1994]

[Rodríguez et al. 2008a]

[Maijala et al. 2008]

[Qin et al. 2009]

Biobleaching 

Tremetes versicolor,

Ceriporiopsis subvermispora,

Phanerochaete sordida,

Phlebia radiata,

Stereum hirsutum

Bjerkandera sp.

Kraft pulp

pulp

[Archibald et al. 1997] [Moreira et al. 1998]

[Christov,Akhtar & Prior 1996]

Animal Feed

Trametes versicolor

Bjerkandera adusta

Fomes fomentarius,

Pleurotus ostreatus,

Cyathus stercoreus,

Dichomitus squalens,

Ceriporiopsis subvermispora,

Phanerochaete chrysosporium,

Pycnoporus cinnabarinus,

Sporotrichum pulverulenturn,

Bjerkandera adusta,

Dichomitus squalens

Stropbaria rugosoannulata

Pleurotus sp. Florida

Pleurotus cornucopiae

Agrocybe aegerita

Pleurotus eryngii

wheat straw

straw

plant residue

wheat straw

beech sawdust

reed

rape

sunflower straw

rice husks

baggase

bamboo

 

 


 

[Rodríguez et al. 2008b]

[Akin et al. 1996]

[Valmaseda,Martinez & Martinez 1991]

[Agosin & Odier 1985]

[Basu et al. 2002]

[Zadražil 1980]

[Graminha et al. 2008]

[Kamara & Zadrazil 1988]

[Okano et al. 2007]

[Okano et al. 2009]

[Ortega et al. 1992]

 

Enzymes production 

Trametes hirsuta

Pleurotus ostreatus

Phanerochaete chrysosporium

Pleurotus sajor-caju

Panus tigrinus

Phlebia radiata

Nematoloma (Hypholoma) frowardii

Clitocybula dusenii

Trametes versicolor


Cerrena unicolor

C. unicolor 

Grape seed

wheat straw

corn cob

bagase

olive-mill wastewater

rice husk

oat husk

paper sludge


 

[Membrillo et al. 2008]

[Rodríguez et al. 1997]

[Couto & Toca-Herrera 2007]

[Rivela,Couto & Sanromán 2000]

[Camassola & Dillon 2008]

[Couto et al. 2002]

[Fenice et al. 2003]

 

Bioremediation 

Several species of white-rot fungi

Coriolus versicolor, Hypholoma fasciculare Stereum hirsutum

Pleurotu sajor-caju

Geotrichum candidum, Coriolus versicolor, Phanerochaete chrysosporium and Mycelia sterilia


Ganoderma applanatum

Pycnoporus sanguineus,

Coriolus pubescens and Trametes sp

Pestiside

Cadmiun (heavi metal)

Spent Wash

olive mill wastewater

lignosulphonate

[Pointing 2001]

[Bending,Friloux & Walker 2002]

[Cihangir & Saglam 1999]

[Fitzgibbon et al. 1995]

[Matos,Bezerra & Dias 2007]

[Eugenio et al. 2008]

Ohters 

Phanerochaete chrysosporium

Pleurotus sajor-caju

Pleurotus spp

Agricultural waste

Olive-mill Wastewater

Cadmium

[Zeng et al. 2009]

[Taccari et al. 2009]

[Cihangir & Saglam 1999]

[Hadar et al. 1992]

 

Jamur Pelapuk Putih Kesayanganku

Hari-hariku terakhir ini kutumpahkan untuk makhluk yang namanya Jamur Pelapuk Putih (JPP). Dengan terpaksa aku lupakan yang lain demi JPP-ku. Mau ngak mau, dalam beberapa hal, masa depanku kupertaruhkan untuk JPP. Perhatianku, waktuku, pikiranku, dan tenagaku untuk sementara ini untuk JPP saja.

Jamur Pelapuk Putih

JPP tumbuh subur di atas TKKS tanpa sterilisasi


Continue reading

Kultur JPP Tanpa Sterilisasi Media (Lanjutan)

Di posting sebelumnya saya sudah bisa menanam jamur pelapuk putih (JPP) tanpa sterilisasi substratnya. Karena terdesak keadaan. Sekarang, saya mencoba mengulang metode ini dengan skala yang lebih kecil, sekitar beberapa puluh gram saja. Ada sekitar 8 isolat JPP yang aku coba, dan untuk substratnya menggunakan tandan kosong kelapa sawit (TKKS). Untuk ‘fermentor’-nya masih menggunakan plastik. Fermentor ini saya pilih karena lebih mudah di dapat dan murah.

Kultur JPP tanpa sterilisasi substrat


Continue reading

Nanam JPP Tanpa Sterilisasi Media

Menumbuhkan JPP Tanpa Sterilisasi Media

Penelitianku bertumpu pada isolat Jamur Pelapuk Putih (JPP). Ada beberapa isolat yang aku pakai, sebagian koleksi laboratoriumku, sebagian mendapatkan dari temen, dan sebagian dapat dari pasaran..

Dalam penelitian mikrobiologi, sterilisasi media seperti ‘wajib’ hukumnya. Media, alat-alat, bahan-bahan harus disterilkan terlebih dahulu sebelum dipakai. Kerjanya pun juga wajib aseptis bin higienis. Kalau tidak bisa terkontaminasi semua oleh mikroba-mikroba lain yang ‘tidak diundang’. Untuk sterilisasi ini alat yang digunakan adalah autoclave. Tanpa autoclave atau misalnya autoclave-nya ngadat, bisa molor semua kerjaan.

Ternyata musibah autoclave ngadat benar-benar terjadi. Entah mengapa, autoclave yang biasa kami pakai tiba-tiba bermasalah. Semua pekerjaan yang kami lakukan selalu terkontaminasi. Semua prosedur sudah dievaluasi ulang, sesuai SOP atau tidak. Setelah diselidiki dan disidik berhari-hari, kecurigaan kami tertuju pada Sang Autoclave ini. Kami jadi curiga kalau autoclave-nya tidak bekerja sebagaimana mestinya. Harusnya men-sterilkan media & alat, kenyataanya tidak bisa steril. Pusing……!!!!!!

Continue reading

Bio-modifikasi Chemitermo-mechanical pulp oleh beberapa fungi pelapuk putih

Yang, Q.; Zhan, H.; Wang, S.; Fu, S. & jun, K. L. Bio-Modification of Eucaluptus Chemithermo-Mechanical Pulp With White-rot Fungi BioResources, 2007, 2(4), 682-692


Download literatur pdf


Pleurotus sp

Photographs of Pleurotus sp.

pleurotus ostreatus JPP white-rot fungi

pleurotus ostreatus JPP white-rot fungi

Kehebatan Jamur Pelapuk Putih

JPP cawan

Phanerochaete chrysosporium

Salah satu keistimewaan jamur pelapuk putih (JPP) adalah kemampuannya dalam mendegradasi lignin secara total menjadi CO2 dan H2O. Kemampuan ini tidak dimiliki oleh mikroorganisme lain. Percobaan-percobaan di laboratorium yang dilaporkan di jurnal-jurnal ilmiah internasional membuktikan hal ini.

JPP memiliki enzim-enzim yang dapat mendegradasi lignin, antara lain adalah: laccase, lignin peroksidase, dan Mn peroksidase. Enzim-enzim ini adalah oksidator yang sangat kuat. Enzim ini dapat memecah lignin. Seperti yang kita tahu lignin adalah makromolekul yang sangat komplek dan sangat kuat. Lignin adalah senyawa pelindung, sehingga sangat kuat dan sangat resisten.

Kemampuan unik JPP ini bisa dimanfaatkan untuk banyak hal. Misalnya saja yang sudah luama zekali dilakukan adalah untuk mendekomposisi bahan organik yang banyak mengandung lignin. Kemudian digunakan untuk biopulping, biobleaching, dan mendegradasi bahan-bahan pencemar berbahaya.
Continue reading

Step-step itu

Ini cerita tentang penelitianku.

Aku berusaha untuk tetap fokus pada penelitianku. Banyak amanah yang aku emban, entah dengan sukarela, terpaksa, atau korban rekayasa. Secuil waktu yang kumiliki semakin terbagi-bagi. Salah satu yang jadi korbanya adalah waktu untuk nge-lab. Mau ngak mau, suka ngak suka, rela tidak rela, lab hanya aku singgahi sebentar saja.

Aku berusaha untuk tetap fokus pada penelitianku. Setiap malam meskipun sejenak aku coba untuk merangkai kembali ‘mimpi-mimpi’ dan membangun kembali langkah-langkah itu. Aku coba sempatkan untuk membaca jurnal-jurnal yang numpuk di sudut-sudut mejaku. Atau sekedar browsing untuk melihat perkembangan-perkembangan baru.
Continue reading