Berikut ini video pengomposan TKKS dengan Promi.
Klik di sini
Untuk lihat bisa klik di sini.
Pengomposan TKKS ini menggunakan Promi. Informasi lebih lanjut tentang Promi klik di sini atau di sini.
Berikut ini video pengomposan TKKS dengan Promi.
Klik di sini
Untuk lihat bisa klik di sini.
Pengomposan TKKS ini menggunakan Promi. Informasi lebih lanjut tentang Promi klik di sini atau di sini.
Posted in Biodecomposer, Kompos, Limbah Perkebunan, Organik, PROMI, Pupuk, Pupuk Organik Granul
Pupuk organik granul (POG) berbahan baku utama bahan organik yang sudah melapuk. Bahan baku utama POG yang paling banyak digunakan adalah pupuk kandang atau kotoran hewan. Dengan banyaknya permintaan POG, maka meningkat pula permintaan akan bahan baku POG ini. Akibatnya kohe menjadi langka, hargnya naik, dan mulai banyak penipuan dan manipulasi.
Para produsen POG perlu mulai melakukan diversifikasi bahan baku agar produksi POG-nya aman. Ada banyak bahan-bahan organik yang bisa dimanfaatkan. Beberapa bahan organik yang bisa dimanfaatkan untuk bahan baku utama POG antara lain adalah:

Kohe (kotoran hewan) sapi.
Kohe dari sapi umumnya berwarna coklat terang sampai kehitam-hitaman. Continue reading
Posted in Kompos, Organik, Pupuk, Pupuk Organik Granul
Tagged bahan baku, granul, kohe, kotoran hewan, Organik, POG, pukan, Pupuk, pupuk kandang
Efisiensi pengeringan yang saya maksud di sini adalah banyaknya POG kering yang diproduksi berdasarkan biaya yang dibutuhkan. Biaya di sini adalah biaya bahan bakar/energi. Misalkan saja biaya pengeringannya Rp. 100/kg. Andaikan saja kita bisa mengurangi biaya ini menjadi Rp. 80/kg atau bahkan bisa Rp. 50/kg, berarti efisiensi pengeringannya meningkat.
Posted in Biodecomposer, Biofertilizer, Kompos, Pupuk, Pupuk Organik Granul
Tagged efisiensi, granul, kohe, Kompos, Organik, pan granulator, pengeringa, POG, pukan, Pupuk, rotary dryer
Membuat pupuk organik granul (POG) gampang-gampang susah. Apalagi menggunakan pan granulator, membuat POG sebenarnya sangat mudah. Namun, demikian membuat granul dengan pan granulator perlu keahlian plus perasaan.
POG yang baik seharusnya ukurannya seragam dan bulat sempurna. Seringkali bentuk granul penjol-penjol dan banyak yang besar-besar. Tingkat kegagalan juga harus tinggi. Granul yang rejek yang baik di bawah 10%, yaitu granul yang terlalu besar atau granul yang terlalu kecil. Granul yang kecil-kecil bisa langsung dikembalikan ke pan granulator untuk dibuat granul kembali. Sedangkan granul yang besar-besar perlu dihaluskan kembali sebelum masuk ke dalam pan granulator.
Continue reading
Posted in Biodecomposer, Biofertilizer, Pupuk, Pupuk Organik Granul
Tagged granul, kohe, Organik, pan granulator, POG, pukan, Pupuk, Tips & Trik
POG yang banyak dipasaran saat ini umumnya kualitasnya kurang baik. Kasihan petani yang paling banyak dirugikan. Banyak petani yang kapok tidak mau menggunakan POG yang kualitasnya jelek. POG kualitas premium ini dibuat agar petani tidak dirugikan. Meskipun harganya relatif tinggi dibandingkan dengan POG-POG. Maklum menggunakan bahan-bahan yang dijaga kualitasnya.
Baca juga: Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC)

Mencampur bahan-bahan sebelum masuk ke pan granulator. Bahan-bahan dipilih dan dijaga kualitasnya.
Continue reading
Baca juga: Modus penipuan kohe/pukan
Artikel ini merupakan lanjutan dari artikel sebelumnya tentang pengujian kualitas kohe (kotoran hewan) dengan cara yang sangat sederhana. Artikel ini saya buat karena keprihatinan saya dengan kualitas kohe yang ada di pasaran saat ini. Banyak sekali kohe yang dicampur dengan tanah atau pasir. Saya berharap artikel ini bisa dijadikan sebagai panduan untuk para pengusaha POG (pupuk organik granul) agar tidak tertipu oleh suplier kohe. Atau para pengepul-pengepul kohe agar tidak ditipu oleh pemasok-pemasoknya.
Alat-alat yang dipergunakan (hanya):
Kebetulan saya sedang di pabrik POG dan ada beberapa suplier kohe yang datang. Mereka membawa beberapa contoh kohe ada juga contoh kompos. Saya menguji kurang lebih 6 contoh yang saya uji. Saya tampilkan di sini satu contoh kohe yang baik dan satu contoh kohe yang banyak campuran tanahnya.
Catatan: cara uji ini hanya secara visual saja. Uji yang lebih akurat harus melalui uji laboratorium. Namun, setidaknya uji ini bisa menjadi patokan awal sebelum uji laboratorium.
Posted in Biodecomposer, Kompos, Organik, Pupuk, Pupuk Organik Granul
Tagged kohe, kotoran hewan, Organik, pemasok, petani, POG, Pupuk, pupuk kandang, sederhana, uji
Tingginya permintaan pupuk organik granul (POG) mendorong permintaan bahan baku POG ini. Bahan baku utama POG adalah kompos, baik kompos dari sisa tanaman atau kotoran hewan (pupuk kandang). Permintaan kompos, terutama kohe sangatlah tinggi.
Andaikan saja, menurut bocoran (jangan dipercaya ya..), kebutuhan POG tahun depan mencapai ratusan ton. Taruhlah 500 ton saja. Proporsi pupuk kandang dalam POG kurang lebih 60%, jadi kebutuhan kohe mencapai 300 ton. Ini kohe kering (kadar airnya di bawah 10%), halus, dan sudah matang. Perkiraan jumlah kohe mentah yang diperlukan bisa mencapai 1000 ton. Permintaan yang luar biasa besar.
Continue reading
Posted in Biodecomposer, Biofertilizer, Kompos, MyResearch, Organik, PROMI, Pupuk Organik Granul
Tagged asli, aspal, broker, granul, kandang, kohe, Kompos, kotoran hewan, menguji, Organik, POG, Pupuk
Beberapa waktu yang lalu saya sempat main ke sebuah pabrik pupuk organik granul skala besar. Kapasitas per harinya bisa mencapai 200 ton POG. Pemilik pabriknya adalah Bapak Haji M. Bisri dan lokasinya di Secang Jawa Tengah.
Dengan kapasitas sebesar ini, rasanya pabrik ini adalah pabrik POG terbesar di Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi. Lebih besar dari yang di sragen, klaten, dan jogja.
Posted in Kompos, Organik, Pupuk, Pupuk Organik Granul

Baca juga: Video Membuat Pupuk Granul | membuat pupuk organik sendiri | Mesin Cacah Kompos | Pupuk Organik, Pupuk Kimia, dan Pupuk Hayati | Tata Letak Mesin Pabrik Pupuk Organik | Bagan Pabrik POG | Permentan No. 70/2011 tentang Pupuk Organik, Pupuk Hayati dan Pembenah Tanah | Lampiran 1 Permentan No. 70/2011 | Lampiran 1 Permentan No. 70/2011