Yearly Archives: 2012

Andi, Apache Barber Shop

Andi, Apache Barber Shop

Namanya Andi, owner merangkap tukang cukur dari tempat Potong Rambut APACHE. Lokasinya njlempit di gg Jetis Magersari, Magelang. Luas tempatnya hanya 1 x 2 meter, nempel di rumah orang. Tempat cukur ini dihiasi pernak-pernik indian Apache. Maklum si empunya tempat cukur ngefans berat sama suku Indian ini. Pagar depan dibuat dari belahan-belahan kayu dan diatur sangat artistik. Menambah kesan kuat nuansa indiannya. Saking ngefannya, motor vespa kesayangannya pun dihias bak motor Indian. Tengkorak sapi besar bertengger seram di muka vespa yang sudah di-modif habis-habisan itu.

Di depan kios mungil ini juga dihiasi dengan tulisan-tulisan religius. Tulisan-tulisan tentang kematian, neraka, dan dosa. Tuisan-tulisan yang mengingatkan dan menyadarkan orang-orang yang membacanya akan akhir kehidupan ini. Ada juga , foto-foto dari potongan majalah dan komik religi. Selain itu, cukur di tempat ini diiringi dengan alunan sholawat dari Sulis dan lagu-lagu religi lainnya.

Meskipun tempatnya njlempit, tapi langganan tempat cukur ini banyak. Rasanya tempat ini tidak pernah sepi pelanggan. Selain karena nuansanya yang unik, hasil cukuran Andi rapi. Pelanggan puas dengan hasil ketrampilan tanggannya. Selain itu ongkos cukur tempat ini sangat-sangat murah. HANYA RP 4000. Harga ini tidak berubah sejak 5 atau 6 tahun yang lalu. Bisa dibandingkan dengan ongkos cukur di tempat lain. Ongkos cukur di tempat lain Rp. 8000 – Rp. 15.000, klo di salon jauh lebih tinggi lagi. Apalagi kalau dibandingkan dengan di luar negeri….jauh banget. Ongkos klippning (cukur) di tempat cukur dekat apartemen saya paling murah > Rp. 100rb.

Dua belas tahun

12 Tahun
Terima kasih sayang sudah menemaniku selama 12 tahun ini
Terima kasih sayang atas kesabaranmu selama 12 tahun ini
Terima kasih sayang kau beri tiga jagoan pemberani

Jauh dan beratnya perjalanan ini tak terasa karena kau di sisiku
topan badai petir dan salju tak akan menyurutkan langkahku
karena dirimu selalu mendorong di belakangku
api semangatku berkobar-kobar karena engkau isi dengan bara cintamu

Ajarkan kepada tiga jagoan kita kelembutan dan kasih sayang
agar hati mereka tidak terkontaminasi kebencian dan kedengkian
akan ku ajarkan kepada mereka keperkasaan dan ketabahan
buat bekal mereka mengarungi keras dan kejamnya kehidupan

Perjalanan ini masih panjang
Kita arungi dengan riang
Aku dirimu dan tiga jogoan

Magelang, 12 November 2012

Alhamdulillah, akhirnya kami punya rumah sendiri

Royan dan Ummi

Royan dan Umminya di depan rumah kontrakan pertama kami

Sebagai karyawan honorer waktu itu gaji saya masih sangat kecil. Uang gaji saya hanya cukup untuk makan dan bayar kontrakan saja. Saya bekerja sambil melanjutkan kuliah S2 di IPB Bogor. Meskipun gaji saya pas-pasan, saya memberanikan diri untuk segera memenuhi separo agama; menikah. Dihitung pakai calculator apa pun, uang gaji saya tidak pernah cukup untuk menghidupi anak orang. Saya mengakhiri masa lajang dengan modal 1% keberanian dan 99% nekad. Saya percaya rizqi Allah yang mengatur. Alhamdulillah, meskipun rizqi pas-pasan, saya dan istri tidak pernah sampai kelaparan.

Setelah menikah kami mengontrak rumah petak berukuran kira-kira 6 x 6 m terpotong. Rumah itu berada paling pojok, dibangun di atas bekas empang kecil, dan bentuk tanahnya miring seperti trapesium. Di rumah itu hanya ada satu kamar tidur, ruang tamu, dan dapur yang menyatu dengan kamar mandi. Di samping rumah masih ada sedikit kolam ikan yang disisakan dan tepat di teras rumah masih ada lubang sumurnya. Meskipun kami tinggal di rumah yang boleh dibilang RSSSS (Rumah Sangat-Sangat Sederhana Sekali), kami tinggal dengan tentram, senang, dan bahagia. Di rumah mungil ini, alhadulillah, setahun kemudian anak pertama kami lahir; Arroyan.

Untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang semakin meningkat, selain kerja honorer, saya mencoba untuk berusaha dan berkerja apa saja. Menjelang hari raya qurban biasanya saya berjualan hewan qurban domba dan sapi. Penjualan hewan qurban cukup laris, omzetnya pernah mencapai 210 ekor domba plus 10 ekor sapi. Sampai-sampai teman-teman saya menjuluki saya JURKAM (Juragan Kambing). Saya juga pernah berjualan komputer bekas ex luar negeri. Dari usaha kecil-kecilan itu Allah memberikan rizqi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Saya masih bisa bershodaqoh dan menambung dari sisa rizqi yang ada. Alhamdulillah.
Continue reading

Tantangan memotret dalam kondisi low light

Fotografi asik dengan kamera saku

Tip dan trik memotret dengan kamera saku.

Fotografi sering diibaratkan melukis dengan cahaya. Cahaya sebagai media, seperti halnya cat minyak, atau cat air. Nah, kalau cahayanya kurang, ibarat pelukit kehabisan cat. Seperti dalam kondisi pencahayaan yang ‘low light’, fotografer harus bisa ‘melukis’ dengan cahaya seadanya. Inilah tantangannya.

Kondisi ‘low light’ bisa dibuat, seperti di ruangan yang gelap dengan hanya diterangi lilin atau lampu kecil. Kadang-kadang fotografer menemukan objek foto yang memang berada di tempat yang low light. Saya lebih banyak berada dalam kondisi yang kedua. Sangat jarang saya sengaja memotret di tempat yang gelap. Memang ada beberapa foto seperti itu, ketika saya sedang belajar memotret low light. Saya masih ingat beberapa tahun yang lalu, ketika jamannnya masih pakai film selluloid. Saya pingin banget memotret lilin. Habis satu rol film, hanya satu foto yang jadi. Bisa dibayangkan kan, jaman dulu memotret pakai film. Apes deh……

Cahaya Lilin

Cahaya Lilin

Pengalaman itu membuat saya jadi agak malas menciptakan kondisi low light untuk memotret. Selain itu foto-foto seperti itu terkesan ‘klise’. Kalau saya tidak menemuka ide yang cukup menarik, saya malas memotret seperti itu.

Continue reading

Yusuf Berenang

Oldig: high key atau low key

Salah satu kelebihan fotografi digital saat ini adalah pengolahan foto secara digital (oldig). Foto asli hasil jepretan kamera bisa diolah sesuai keinginan fotografernya hanya dengan menggunakan komputer. Misalnya saja mengolah foto menjadi foto high key atau low key. Sebagai contoh foto bunga dahlia yang foto aslinya seperti foto di bawah ini.

Foto asli bunga dahlia sebelum diolah

Foto asli bunga dahlia sebelum diolah

Bunga dahlia ini saya foto dihari yang cerah dengan cukup cahaya. Ketika saya foto, saya turunkan sedikit exposurenya, sehingga sedikit ‘under exposure’. Saya lakukan ini, karena saya bisa dapatkan detail di bagian yang cerah dan cukup mudah untuk meningkatkan exposure dengan Photoshop. Sayangnya bunga dahlia sedikit terpotong di bagian atas. Selain itu komposisinya juga kurang bagus. Namun, saya suka dengan bunga dahlia ini.
Continue reading

Foto Low Key: Kegelapan yang diselimuti misteri

Fotografi asik dengan kamera saku

Buku Fotografi Asik dengan Kamera Saku

Foto low key adalah kebalikan dari foto high key. Kalau foto high key cahaya berlebih, foto low key pencahayaannya kurang. Kalau dilihat dari histogramnya, grafik histogram condong ke kiri. Namun, tidak ada yang ‘clipping’ di bagian gelapnya. Jadi bagian low tone-nya yang tinggi, sedangkan middle tone dan high tone-nya rendah.

Foto low key bernuansa gelap. Gelap melambangkan kesedihan, misteri, rahasia, dan elegan. Ketika melihat foto-foto low key, kita seperti masuk ke dunia kegelapan yang penuh misteri. Foto-foto low key sebagian besar saya ambil ketika malam hari atau di ruangan yang sedikit cahaya. Saya tidak menggunakan tambahan lampu kilat atau lighting. Maklum belum punya peralatan lighting.

Berikut ini beberapa foto low key yang saya buat. Selamat menikmati. Seperti biasa, sampaikan saran, kritik, dan masukannya.

Mas Susanto

Dahlian in darkness
Continue reading

Foto high key: Memotret Mimpi

Fotografi asik dengan kamera saku

Buku Fotografi Asik dengan Kamera Saku

Ada banyak sekali yang menarik bagi saya tentang fotografi. Salah satunya adalah foto-foto ‘high key’. Ketika saya melihat foto ‘high key’ saya seperti melihat mimpi. Warna-warna yang dominan putih, kontras yang rendah, dan cahaya-cahaya yang menyilaukan. Foto-foto high key memiliki ‘tone’ yang condong ke kanan pada grafik histogram. ‘Middle tone’ dan ‘low tone’ rendah, tetapi tidak ada ‘clipping’ pada ‘highlight’.

Kebanyakan foto-foto ‘high key’ yang saya buat adalah foto-foto ketika musim dingin (winter). Hamparan salju yang putih seperti di dunia mimpi. Foto-foto yang lain saya ambil ketika kabut menutupi pandangan, atau ketika cahaya menyilaukan.

Saya terus berusaha belajar membuat foto ‘high key’. Berikut ini beberapa foto ‘high key’ saya. Silahkan dinikmati. Sampaikan kritik, saran, dan komentar Anda, agar saya bisa lebih banyak belajar lagi.

Pink Rose in My Dream

Winter at Vaderlisgatan

Pink Rose in My Dream

Pink Rose in My Dream

Pink Rose in My Dream

Vaderlisgatan

Pink Rose in My Dream

Pink Rose in My Dream

Winter Time

Winter Time

A bud of a rose

Dahlia

Bud of a rose

Bud of a rose

Crossing

Crossing

Lost

Lost

Light of a dream

Light of a dream

Sakura

Sakura

Old Gothenburg Harbour

Old Gothenburg Harbour

Winter

Winter

Svartemosse in Winter

Svartemosse in Winter

Svartemosse in Winter

Railway

Svartemosse in Winter

A Mist

Distilator Bioetanol Kapasitas 3000 Liter per Hari

Gallery

[GoVlog-Extra Joss] Dusun Kembang 2; dusun kecil yang bersahaja.

This gallery contains 36 photos.

Mohon dukungan JEMPOLnya agar dususn kembang bisa mendapatkan qurban sapi dari ExtraJoss. Caranya dengan memberikan LIKE pada foto yang ada di link ini: Dusun Kembang. Namanya dusun Kembang 2. Sebenarnya dulu namanya adalah dusun Kaliwunglong. Namun, karena naman itu dianggap … Continue reading