Category Archives: Tanaman

Semua postingan tentang tanaman

Ulasan Beberapa Literatur Aplikasi Paclobutrazol untuk Durian

Hormon Paclobutrazol

Hormon Paclobutrazol

Aplikasi hormon retardan Paclobutrazol untuk merangsang pembungaan dan buah pada tanaman durian sudah dilakukan sejak lama. Beberapa penelitian ilmiah sudah dilakukan sejak tahun 80-an. Aplikasi hormon paclobutrazol untuk merangsang bunga dan buah durian sudah menjadi prosedur rutin di Thailand, negara produsen dan peneksport durian terbesar di dunia. Aplikasi paclobutrazol juga dilakukan di Vietnam dan Indonesia. Petani buah durian di Thailand, Vietnam menggunakan hormon Paclobutrazol untuk mengatur produksi buah, terutama agar buah bisa dipanen di luar puncak panen dan mendapatkan harga yang bagus. Di Indonesia, saya tidak tahu apakah petani-petani buah durian sudah menggunakan hormon paclobutrazol atau tidak. Rasanya sih masih jarang.

Saya mencoba mengumpulkan beberapa literatur ilmiah yang menulis tentang aplikasi hormon paclobutrazol khususnya untuk buah durian. Sebagian besar memang literatur ini ditulis oleh orang Thailand, Malaysia dan Vietnam. Ada beberapa yang ditulis oleh peneliti di Indonesia. Saya coba merangkumnya terutama untuk tujuan praktis agar bisa menjadi panduan petani durian untuk mengaplikasikan hormon paclobutrazol.

Tanaman Sudah Dewasa atau Tanaman Menghasilkan

Seperti halnya manusia, tanaman juga ada masa-masa siap bereproduksi. Maksudnya sudah cukup umur. Tanaman durian yang akan dirangsang agar segera berbunga dan berbuah adalah tanaman durian yang sudah dewasa secara fisiologis. Tanaman durian yang berasal dari biji dan varietas lokal biasanya siap berberbuah pada umur 5 tahun. Tanaman durian yang berasal dari cangkok atau sambung (klonal) bisa mulai berbunga pada umur 3 tahun.  Jadi tanaman durian yang boleh dan bisa dirangsang untuk segera berbunga dan berbuah adalah tanaman yang sudah dewasa.

Di dunia perkebunan, tanaman yang masih mudah dan belum siap untuk berbuah dinamakan TBM = Tanaman Belum Menghasilkan, sedangkan tanaman yang sudah mulai berproduksi/berbuah istilahnya TM = Tanaman Menghasilkan. Kalau ada tulisan TBM 1, maksudnya adalah tanaman belum menghasilkan umur 1 tahun. TM 1 maksudnya adalah tanaman menghasilkan tahun pertama, umurnya bisa 4 tahun. Kadang-kadang ada tanaman TBM yang muncul bunga-nya. Jika tanaman belum dewasa, bunga ini dipotong saja/dikatrasi. Meskipun bisa berbuah, biasanya buahnya tidak maksimal dan kualtiasnya kurang bagus. Selain itu akan mengganggu pertumbuhan vegetatifnya. 

Tanaman Sehat, Bebas Hama dan Penyakit

Selain tanaman duriannya harus sudah ‘cukup umur’, tanaman juga harus sehat. Tanaman duriannya tumbuh bagus, percabangan sudah cukup kuat, diameter batang utama sudah cukup besar, demikian pula cabang produktif-nya juga sudah cukup untuk nenopang buah durian. Buah durian Musang King atau Montong bisa beratnya sampai >10kg. Kalau batangnya masih kecil bisa patah. 

Tanaman yang kuntet, kurang gizi, kerdil, meskipun sudah cukup umur tidak bisa dirangsang untuk berbunga. Andaikan bisa berbunga pun tidak akan bagus hasilnya. Tanaman yang kurang gizi dan kerdil harus disehatkan terlebih dahulu sebelum dirangsang dengan Paclobutrazol untuk berbunga dan berbuah. Penyehatan tanaman bisa dengan aplikasi pupuk organik dari kotoran hewan dengan Promi, aplikasi pupuk kimia atau aplikasi Pupuk Organik Cair (POC). Penyehatan tanaman memerlukan waktu, tergantung pada tingkat keparahan tanaman duriannya. Tanaman yang kuntet parah bisa memerlukan waktu hingga satu tahun baru bisa diberi aplikasi paclobutrazol.

Tanaman yang penyakitan, terserang hama dan penyakit, juga tidak bisa dipaksa untuk berbunga. Ibaratnya orang yang sedang sakit-sakitan dipaksa untuk berproduksi. Yah…..semakin parah lah sakitnya. Tanaman sakit harus disehatkan terlebih dahulu sebelum diaplikasikan dengan Paclobutrazol. Misalnya saja dengan aplikasi fungisida atau pestisida. Setelah tanaman mulai menunjukkan pertumbuhan yang normal dan sehat, tanaman bisa mulai diberi hormon paclobutrazol.

Dosis Aplikasi Hormon Paclobutrazol

Hormon Paclobutrazol bisa diaplikasikan dengan cara suntik, infus atau disemprotkan ke daun dan batang. Aplikasi dengan cara suntik dan infus membutuhkan volume yang sedikit. Satu pohon cukup 10-20 cc. Tapi aplikasinya yang ribet. Karena harus membuat lubang atau menggali dan mencari akar yang sehat. Cara semprot lebih mudah, tetapi memerlukan volume hormon yang lebih banyak. Satu pohon bisa membutuhkan 500-1000 cc.

Konsentrasi hormon untuk aplikasi dengan cara disuntik dan infus yang biasa dipakai adalah 10-50 ppm. Jadi kalau menggunakan hormon paclobutrazol pekat dengan konsentrasi 10.000 ppm vol 100ml, diencerkan dulu menjadi 50 ppm. Volume hormon paclobutrazol 10 ppm adalah 20 liter. Jadi kalau 1 pohon membutuhkan 20 cc, 1 botol hormon pekat Paclobutrazol bisa untuk 1000 pohon atau 1000 aplikasi. Cukup murah kan. Nah kalau pakai yang hormon paclobutrazol encer 1 botol bisa untuk 100 aplikasi. Cara suntik diaplikasikan 2-3 tiga kali.

Nah, kalau aplikasi dengan cara disemprot membutuhkan konsentrasi hormon yang lebih tinggi lagi. Kalau diliteratur antara 500 ppm s/d 1000 ppm. Pekat banget ya. Disemprotnya ke kanopi dan sampai ke batangnya juga. Jadi kalau menggunakan hormon paclobutrazol pekat konsentrasi 10.000 ppm vol 100ml, satu botol diencerkan menjadi 5000 ml atau 5 liter. Penyemprotan kabut ke seluruh kanopi. 5 liter cukup untuk 50-100 pohon. Kalau dihitung biayanya murah juga. Aplikasi hormon paclobutrazol dengan cara disemprotkan sekali saja.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk aplikasi hormon paclobutrazol dengan cara disemprotkan:

  1. Efektif jika tidak hujan minimal 3 jam setelah aplikasi hormon paclobutrazol. Jika sebelum 3 jam hujan, maka aplikasi harus diulang lagi. 
  2. Dilakukan pagi hari sebelum jam 9 ketika stomata daun terbuka sempurna dan matahari tidak terik. 

Lama Waktu Muncul Bunga

Lama waktu munculnya bunga sejak dari awal aplikasi hormon paclobutrazol bervariasi. Untuk aplikasi dengan cara diinfus dengan konsentrasi 10-50 ppm mulai berbunga dalam waktu 1 bulan lebih. Saya dengar bahkan ada yang sampai setengah tahun. 

Nah, yang aplikasi hormon paclobutrazol konsentrasi sangat tinggi dengan cara disemprot ke daun sudah mulai berbunga hanya dalam beberapa minggu s/d 35 hari. 

Lama Buah Durian Bisa Dipanen

Bunga sejak dari tunas bunga yang kecil sampai bunga dewasa membutuhkan waktu kurang lebih 8 minggu. Lama juga kan. Setelah bunga mekar sempurna, bunga siap untuk polinasi. Polinasi yang berhasil akan membentuk bakal buah, orang jawa bilang ‘pentil’. Dari pentil sampai buah durian siap di panen membutuhkan waktu sekitar 4-5 bulan.  Setiap verietas durian mungkin ada variasi waktu pembungaan dan pemasakan buah.

Perkiraan waktu pembungaan dan pemasakan buah bisa menjadi pertimbangan untuk mengatur waktu panen. Waktu aplikasi hormon paclobutrazol dihitung mundur dari target panennya. Jadi misalnya waktu pemasakan buah 5 bulan ditambah dengan waktu pembungaan 2 bulan, totalnya 7 bulan. Misalnya, kita ingin waktu panen durian bulan Agustus. Maka aplikasi hormon paclobutrazolnya adalah bulan Januari-februari.

Literatur Ilmiah:

  1. Chandraparnik, S., et al. “Paclobutrazol influences flower induction in durian, Durio zibethinus Murr.” Frontier in Tropical Fruit Research 321 (1991): 282-290.
  2. Subhadrabandhu, Suranant, and Kittipoom Kaiviparkbunyay. “Effect of paclobutrazol on flowering, fruit setting and fruit quality of durian (Durio zibethinus Murr.) cv. Chanee.” Kasetsart J.(Nat. Sci.) 32 (1998): 73-83.
  3. Hasan, M., and M. Z. Karim. “Application of paclobutrazol to lengthen fruiting season in durian (Durio zibethinus).” Off-season production of horticultural crops: Proceedings of the international seminar “Off-season production of horticultural crops”. Food and Fertilizer Technology Center for the Asian and Pacific Region (Taipei). 1990.
  4. Van TRI, Mai, et al. “Paclobutrazol application for early fruit production of durian in Vietnam.” Tropical Agriculture and Development 55.3 (2011): 122-126.
  5. Poerwanto, Roedhy, et al. “Off-season production of tropical fruits.” XXVII International Horticultural Congress-IHC2006: International Symposium on Enhancing Economic and Environmental 772. 2006.
  6. Subhadrabandhu, Suranant, and Makoto Shodal. “Effect of Time and Degree of Flower Thinning on Fruit set, Fruit Growth, Fruit Characters and Yield of Durian.” Kasetsart J.(Nat. Sci.) 31 (1997): 218-222.
  7. Kittichontawat, Adisai. “Effect of paclobutrazol on vegetative growth of durian (Durio zibethinus L.) cv. Chanee.” (1988).
  8. KOZAI, Naoko, Hirokazu HIGUCHI, and Yoshimi YONEMOTO. “Determination of the Crucial Floral Morphogenesis Stage Leading to Early Flowering with Paclobutrazol Treatment in Durian (Durio zibethinus Murr.).” Tropical Agriculture and Development 56.1 (2012): 35-37.
  9. Chandraparnik, Sookwat, et al. “Effects of paclobutrazol and environmental factors on early flowering, fruit setting and quality of durian.” Warasan Wichakan Kaset (1993).
  10. Rahmi, D. W. “Pengaruh Aplikasi Paklobutrazol dan KNO3 Terhadap Pertumbuhan dan Pembungaan Durian (Durio zibethinus Murr.) cv.” Monthong.[Skripsi]. Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Bogor (2005).
  11. Wahyuni, D. R. “Pengaruh aplikasi paclobutrazol dan KNO3 terhadap pertumbuhan dan pembungaan durian (Durio zibethinus Murr.) cv. monthong.[skripsi].” Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor (2005).
  12. Suprianto, Ricip. INDUKSI PEMBUNGAAN DURIAN (DuriozibethinusMurr) DILUAR MUSIM MENGGUNAKAN PAKLOBUTRAZOL DAN KNO3. Diss. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, 2015.
  13. Safri, M. Tri. INDUKSI PEMBUNGAAN DURIAN (DuriozibethinusMurr) DILUAR MUSIM MENGGUNAKAN PAKLOBUTRAZOL. Diss. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, 2015.
Advertisements

Anggrek Spesies Indonesia Bulbphyllum echinolabium

Bulbophyllum echinolabium

Anggrek spesies yang unik ini nama ilmiahnya Bulbophyllum echinolabium. Anggrek unik ini adalah anggrek endemik Sulawesi dan ditemukan di dekat Dongala dan didiskripsikan oleh Pak Johannes Jacobus Smith pada tahun 1934. Bunga anggrek Bulbophyllum echinolabium berukuran sangat besar. Panjangnya bisa sampai 40 cm. Konon adalah bunga anggrek bulbo terbesar di kelasnya.

Keunikan anggrek spesies Bulbophyllum echinolabium ini adalah bentuk bibirnya yang menjuntai panjang dan bisa bergerak-gerak jika terkena angin. Bunga anggrek Bulbophyllum echinolabium juga mengeluarkan bau yang menyengat seperti bau bangkai binatang. Fungsinya adalah untuk menarik serangga penyerbuk.

Dalam satu tangkai bunga bisa mengeluarkan bunga hingga beberapa kali secara bergantian. Ketika bunga yang lama tanggal, dibelakangnya akan muncul knop dan bunga baru.

Perawatan anggrek spesies Bulbphyllum echinolabium ini cukup mudah. Ukuran daunnya yang lebar dan besar mengindikasikan kalau anggrek ini suka di tempat yang teduh. Memerlukan kelembaban yang cukup agar bisa tumbuh subur dan berbunga.

Anggrek spesies Indonesia Bulbophyllum echinolabium dari Maluku

Anggrek spesies Indonesia Bulbophyllum echinolabium dari Maluku

Anggrek spesies Indonesia Bulbophyllum echinolabium dari Maluku

Anggrek spesies Indonesia Bulbophyllum echinolabium dari Maluku

Pestisida Bubur California

Bubur California adalah salah satu pestisida klasik yang bisa dibuat sendiri. Pestisida ini bahan-bahannya sangat mudah didapat dan car pembuatannya pun sangat sederhana.

Bahan-bahan untuk pembuatan bubur California adalah:

  • 1 kg belerang
  • 2 kg kapur tohor
  • 10 kg air

Bahan-bahan ini bisa dibeli di toko bahan bangunan dan toko kimia.

Cara pembuatan:

  • panaskan 5 liter air, masukkan 2 kg belerang. Aduk sampai mendidih.
  • setelah mendidih, masukkan sisa kapur sedikit demi sedikit sampai seluruh kapur tohor tercampur merata.
  • aduk terus dan air ditambahkan sedikit demi sedikit.
  • setelah semua bahan tercampur merata, bubur didinginkan dan disimpan dalam jerigen tertutup.
  • pestisida bubur California siap digunakan.

Aplikasi Pestisida Bubur California;

A. Aplikasi Pelaburan Batang

Batang pohon/tanaman yang akan diaplikasi dibersihkan. Bubur california diaduk agar tercampur merata. Bubur California dicat/diulaskan ke batang tanaman. Lakukan pada saat hari sedang tidak hujan. Perlakuan bisa diberikan dua kali setahun

B. Semprot ke Daun

Aplikasi ke daun digunakan untuk pengendalian jamur yang menyerang daun. Bubur California yang mengendap, ambil bagian atas yang jernih. Satu liter diencerkan dengan 14 liter air. Semprotkan secara merata ke daun tanaman.

Pengalaman Buruk Menanam Anggrek

hama penyakit anggrek

Anggrek yang mati karena kena busuk jamur dan dimakan siput


Harus saya akui, kalau akhir-akhir ini saya lebih banyak menulis dan memotret anggrek. Harap maklum. Masih pemula, jadi masih banyak belajar.


Kali ini saya ingin berbagi pengalaman buruk menanam anggrek, khususnya anggrek spesies. Pengalaman buruk ini adalah pelajaran berharga untuk lebih baik lagi. Pengalaman buruknya adalah anggrek yang dipelihara ‘mati’ alias wassalam. Ada banyak sebabnya. Salah satunya karena dimakan siput dan busuk akar.

Bogor adalah kota hujan, meski hujannya sudah tidak sesering dulu. Karena sering hujan menyebabkan kelembaban sangat tinggi. Nah, musuh anggrekd di musim hujan adalah siput dan busuk pangkal batang ini.

Siput

Hama tanaman anggrek siput

Hama tanaman anggrek siput

Hewan Nokturnal

Ada dua macam siput yang sering mengganggu tanaman anggrek, yaitu siput bercangkang dan siput tidak bercangkang. Siput tidak bercangkang bentuknya mirip lintah, bedanya siput ini punya tangkai mata yang seperti antena. Antena mata ini tidak panjang cuma beberapa centi saja.

Siput adalah binatang nokturnal, artinya binatang yang aktifnya di malam hari. Siput suka makan bagian tanaman yang lunak-lunak. Kalau siang hari siput akan bersembunyi di balik batu, di sela-sela batang kayu atau di balik arang di dalam pot anggrek. Ketika malam tiba, siput akan merayap mencari makan. Meskipun terkesan lamban, tapi siput bisa merayap naik sampai tinggi sekali. Post saya yang digantung di pohon pernah dimakan siput Sekali makan siput bisa menghabiskan beberapa daun dan batang/bulbo anggrek. Bahaya kan…??!!

Nah… gara-gara siput ini beberapa tanaman anggrek saya sudah jadi korban. Awalnya, pagi hari ketika sedang menyiram tanaman saya lihat ada pot yang gundul. Waduh…kenapa nih anggrek, pikir saya. Daunnya habis semua, tinggal sisa sedikit pangkal batangnya. Bekasnya seperti dimakan binatang. Saya coba cari-cari binatangnya tidak ketemu. Kejadian ini terjadi beberapa kali. Anggrek yang habis dimakan hampir semuanya tidak bisa diselamatkan lagi; wassalam.

Saya curiga mungkin binatangnya makan di malam hari. Habis isya’ saya bawa senter dan clingak-clinguk di antara pot-pot anggrek. Ternyata eh…ternyata… ada sepotong binatang lunak yang sedang lahap memakan daun anggrek. Ketahuan dah… Saya ambil siput itu dan saya gencet sampai mati.

Mengatasi Hama Siput

Patroli Malam Hari

Untuk mengatasi masalah ini, saya jadi lebih sering untuk patroli malam hari, khususnya setelah turun hujan. Cek satu per satu pot atau anggrek yang digantung. Perhatikan dengan lebih seksama, karena warna siput sangat mirip dengan warna tanah, kalau malam hampir-hampit tidak terlihat.

Nah..
Continue reading

Oncidium Golden Shower

Oncidium Golden Shower

Oncidium Golden Shower

Anggrek ini saya dapatkan mungkin setahun yang lalu. Minta dari teman dalam kondisi merana dan tidak terawat. Saya ambil satu rumpun, saya pecah-pecah dan saya tanam. Salah satu rumpun yang saya tanam mengeluarkan bunga. Ini lah bunganya. Setelah cek di buku dan searching di internet, namanya adalah Oncidium Golden Shower.

Ketika pertama kali saya dapatkan, si anggrek ini kondisinya memprihatinkan. Anggrek ini milik teman, saya melihatnya ketika berkunjung ke rumahnya. Anggrek ini menempel di pohon mangga dengan sangat rimbun. Waktu itu sedang musim kemarau, jadi sangat jarang hujan. Bulb-nya kering dan menguning. Saya minta ijin ke teman untuk meminta beberapa rumpun. Ada dua atau tiga jenis anggrek di situ. Saya ambil masing-masing satu rumpun. Terus terang waktu itu saya tidak tahu apa nama anggrek ini.

Sampai di rumah, rumpun anggrek ini saya bagi tiga. Satu rumpun saya tempelkan di atas pohon rambutan dan saya ikat dengan tali rafia. Satu rumpun saya tanam di pot dengan media arang. Satu rumpun lagi saya tempelkan di papan pakis. Lalu saya rawat. Awalnya semuanya kena banyak sinar matahari, terutama pagi hari. Anggrek ini mulai tumbuh. Bulb-nya mulai berubah dari kuning menjadi hijau. Lalu akar-akarnya mulai tumbuh banyak dan rimbun. Beberapa mulai keluar daun-daun baru. Saya senang sekali.

Karena sesuatu hal, anggrek yang menempel di papan pakis saya pindahkan agak ke bagian dalam yang lebih teduh. Beberapa saat kemudian, ternyata anggrek ini mulai keluar knop-nya. Tangkai bunganya menjuntai dan semakin memanjang bercabang. Setelah beberapa lama mekarlah bungga anggrek kecil berwarna kuning dengan lidah yang lebar.

Saya cek di buku anggrek yang saya punya, anggrek jenis ini dari genus Oncidium dan kemungkinan adalah Oncidium golden shower. Saya tidak tahu anggrek ini sudah hibrida atau masih species. Entah.

Meski bunganya kecil-kecil, tetapi kalau rumpunnya banyak dan rimbun, anggrek ini akan terlihat lebih indah dan menarik.
Saya semakin bersemangat memeliharanya.

Anggrek Spesies Indonesia Bulbophylum arfakianum

Anggrek spesies Indonesia Bulbophylum arfakianum

Anggrek spesies Indonesia Bulbophylum arfakianum

Anggrek spesies Indonesia Bulbophylum arfakianum

Anggrek spesies Indonesia Bulbophylum arfakianum

Anggrek Kantong Spesies Paphiopedilum tonsum

Anggrek kantong spesies Indonesia Paphiopedilum tonsum

Anggrek kantong spesies Indonesia Paphiopedilum tonsum

Anggrek kantong spesies Indonesia Paphiopedilum tonsum

Anggrek kantong spesies Indonesia Paphiopedilum tonsum

Anggrek kantong spesies Indonesia Paphiopedilum tonsum

Anggrek kantong spesies Indonesia Paphiopedilum tonsum

Anggrek kantong spesies Indonesia Paphiopedilum tonsum

Anggrek kantong spesies Indonesia Paphiopedilum tonsum

Dua Anggrek Kantong Spesies dari Bumi Pertiwi Paphiopedilum lunatum dan Paphiopedilum bungebelangi

Anggrek kantong spesies paphiopedilum lunatum

Anggrek kantong spesies paphiopedilum lunatum

Sumber:
https://search.proquest.com/docview/1910403942/fulltextPDF/4C1E0485D9C04E53PQ/1?accountid=38628

Anggrek kantong spesies paphiopedilum lunatum

Anggrek kantong spesies paphiopedilum lunatum

Anggrek kantong spesies paphiopedilum lunatum

Anggrek kantong spesies paphiopedilum lunatum

anggrek kantong spesies paphiopedilum lunatum

anggrek kantong spesies paphiopedilum lunatum

Spesies Anggrek Kantong Baru dari Bumi Pertiwi Paphiopedilum nataschae

Anggrek Bulan Phalaenopsis amabilis

Bunga Anggrek Bulan Phalaenopsis amabilis

Bunga Anggrek Bulan Phalaenopsis amabilis

PHALAENOPSIS AMABILIS

Oleh: F. Rahardi

Tahun 1752, seorang peneliti botani dari Swedia bernama Pehr Osbeck (1723 – 1805), singgah di pelabuhan Banten, dalam perjalanan pulang menuju Eropa. Ia baru saja meneliti flora, fauna, dan masyarakat di Kanton, China, selama sekitar empat bulan. Kapal yang ditumpangi Osbeck dari China cukup besar, hingga tidak bisa merapat di dermaga Banten.

Maka untuk menuju pantai, dalam cuaca gerimis, ia harus dipanggul oleh seorang tenaga pribumi dari kapal tersebut. Di Banten ia bermalam di sebuah penginapan sederhana di dekat pelabuhan. Selain dipenuhi tumbuhan mangrove, pantai teluk Banten ketika itu masih banyak ditumbuhi pohon nyamplung, keben, ketapang dan waru laut, yang sebagian cabangnya menjorok ke laut. Di kamarnya yang sempit itu, telinga Osbeck sangat terganggu oleh bunyi tonggeret yang berisik terus-menerus berkepanjangan. Sore itu dalam suasana bete dari jendela kamarnya, Osbeck melihat ada kerumunan kupu-kupu putih di sebuah “ranting pohon tropis” yang menjorok ke pantai. Setelah mendekat, yang ia sangka kupu-kupu itu, ternyata untaian tangkai anggrek, yang dipenuhi oleh kuntum bunga berwarna putih. Ia lalu memetik satu, dan ditaruh diantara dua lipatan kertas halaman bukunya.
Setiba di Eropa, spesimen kuntum bunga anggrek itu ia serahkan ke sahabatnya Carl Linnaeus (1707 – 1778), seorang ahli botani yang juga berasal dari Swedia. Tahun 1753, Linnaeus mengumumkan spesimen bunga anggrek oleh-oleh Osbeck ini sebagai Epidendrum amabile. Baik Pehr Osbeck, maupun Carl Linnaeus sama sekali tidak tahu, bahwa hampir 100 tahun sebelumnya seorang ahli botani Jerman bernama Georg Eberhard Rumphius (1627 – 1702), telah menemukan anggrek yang sama, dan baru pada tahun 1750, hampir 50 tahun setelah Rumphius meninggal, anggrek ini diberi nama Angraecum album majus. Setelah berganti-ganti nama, akhirnya pada tahun 1825, anggrek temuan Osbeck dan Rumphius ini diberi nama Phalaenopsis amabilis oleh Karl Ludwig von Blume (1796 – 1862), seorang ahli botani berdarah Jerman Belanda. Sampai sekarang nama pemberian Blume itulah yang terus dipakai untuk spesies anggrek, yang dalam Bahasa Indonesia kita kenal sebagai anggrek bulan putih.

Continue reading