Saat ini aku sedang banyak membaca dan belajar. Pada awalnya aku berfikir bahwa bekal yang aku bawa selama ini sudah cukup banyak. Jadi aku tinggal belajar sedikit saja. Kemudian aku mencoba untuk mencari dan mencari lebih banyak lagi. Ketika aku mulai menyelaminya, aku seperti dikejutkan oleh suatu kenyataan: ilmu itu sungguh dalam dan luas sekali.
Muncul sebuah kesadaran baru padaku, bahwa apa yang aku pelajari selama ini baru sedikit sekali dibandingkan luasnya ilmu Allah. Rasanya tidak ada satu orang pun yang sanggup mempelajari semua ilmu. Sungguh Maha Benar Allah, ilmu Allah ibarat air di samudera luas. Ilmu yang dimiliki manusian ibarat sebuah jarum yang dicelupkan ke dalam samudera itu. Air yang tertinggal menempel di jarum itu lah ilmu yang dimiliki manusia.
Ibrahim suka dengan binatang. Hampir semua binantang dia suka. Ibrahim suka menangkap belalang, kupu-kupu, bahkan capung yang sulit ditangkap dia bisa menangkapnya. Dia juga tidak takut atau jijik dengan cacing, luwing (kaki seribu), dan kepiting. Ibrahim juga punya buku yang banyak sekali tentang binatang. Saat liburan sekolah, kami sempat bermain di Taman Reptil, Purbalingga. Ibrahim senang sekali. Di sini ada pengalaman yang menarik sekali, ternyata Ibrahim juga tidak takut dengan ular.
Mengukur kadar bioetanol dalam cairan fermentasi adalah salah satu hal penting yang harus kita ketahui, jika kita ingin membuat bioetanol. Ada banyak cara untuk mengukur bioetanol. Mulai dari cara yang paling mudah, rumit, dan paling canggih. Setiap metode pengukuran memiliki keunggulan dan kekurangannya sendiri-sendiri. Beberapa metode itu adalah analisis dengan GC (Gas Chromatography), HPLC (High Performance Liquid Chromatography), metode enzym, dan hydrometer. Tiga metode yang pertama sangat sensitif, dapat mengukur kadar bioethanol dalam konsentrasi yang sangat rendah, tetapi juga lebih rumit dan mahal. Metode enzym relatif lebih mudah dan murah dibandingkan dengan metode GC atah HPLC. Saat ini tersedia beberapa produk enzym kit untuk mengukur bioetanol. Tetapi metode ini masih cukup mahal untuk ukuran UKM atau rumahan. Metode terakhir adalah metode yang paling mudah, murah, tetapi juga kurang teliti. Meskipun begitu untuk ukuran UKM atau rumahan rasanya sudah cukup memadai.












