Suasana Seram Penguburan Jenazah di Malam Hari

Extraction and characterization of humic acid from plantation’s solid organic waste composts

Bioactivation of phosphate rocks by indigenous phosphate-solubilizing fungi

Characteristic of oil palm empty fruit bunch pretreated with Pleurotus floridanus

Read the paper on Jurnal Menara Perkebunan: Click here.

Serangga Sahabat Petani yang Memakan Serangga Hama

Tidak semua serangga menjadi hama untuk pertanian. Ada juga serangga yang menjadi predator bagi serangga-serangga hama yang lain. Salah satunya adalah lady bug atau kalau di jawa dinamakan Bapak Pucung. Serangga ini memakan telur-telur seranga hama dan membantu keseimbangan ekosistem agar tidak terjadi ledakan serangga hama yang bisa merugikan petani.

Penggunaan pestisida kimia secara berlebihan akan mematikan semua serangga, termasuk seranggga-serangga yang baik ini. Bijaklah dalam mengaplikasikan pestisida kimia. Gunakan cara-cara alami yang lebih ramah lingkungan.

Dalam ekosistem yang seimbang, maksudnya antara serangga hama dan serangga musuhnya dalam jumlah yang seimbang, serangga hama tidak akan membuat kerugian pada tanaman-tanaman budidaya. Serangga hama itu jumlahnya sedikit dan hanya menyerang tanaman secukupnya saja. Kerugian akan terjadi ketika jumlah dan populasi serangga hama sangat besar sehingga banyak menyerang tanaman budidaya.

Cara Pengendalian Serangga Hama dengan Umpan Alami

umpan serangga alami

Umpan serangga alami dari keong dan sabut kelapa.

Cara ini saya dapatkan dari Wall temen di FB, Mas Wiwit Setyoko. Petani kita dari jaman dulu punya cara sederhana untuk mengalihkan perhatian serangga hama agar tidak menyerang tanaman padi atau tanaman yang dibudidayakan. Umpan serangga ini dibuat dari keong sawah atau keong emas sawah yang juga menjadi hama di sawah. Caranya, keong dipecah cangkangnya, lalu diletakkan di atas sabut kelapa tua. Umpan ini dipasang di atas kayu atau bambu dan ditancapkan di sudut-sudut sawah.

Dengan umpan ini serangga-serangga hama akan tertarik untuk datang dan bertelur di tempat ini. Secara berkala umpan ini diganti/diperbaharui sesuai kebutuhan.

Baca juga artikel tentang pestisida organik di link ini: Pestisida Organik/Nabati.

umpan serangga alami

umpan serangga alami

Kembali Ke Jaman Batu

Batu Obi warna merah

Batu Obi warna merah yang cukup langka hadiah dari Pak Mansur ketika saya berkunjung ke Sofifi, Maluku Utara.

batu obi kuning langka

Batu Obi warna kuning, hadiah dari Pak Dr. Andriko

batu bacan doko

Batu bacan doko kembang. Mungkin dari bagian pingiran batu bacan. Ada pola warna kuning dan biru.

batu akik obi maluku

Batu obi warna putih leci asli dari pulau Obi, Maluku Utara. Pulau Obi itu dekatnya pulau Bacan.

fire opal wonogiri merah

Fire opal wonogiri warna merah.

fire opal wonogiri merah

Maca-macam varian fire opal wonogiri: orange, merah, kuning, hijau

Kalimaya solid galian sodong. Tidak tembus, full jarong (play colour).

Kalimaya solid galian sodong. Tidak tembus, full jarong (play colour).

Batu mizone aceh warna biru

Batu mizone aceh warna biru.

Batu mizone aceh warna biru

Batu mizone aceh warna biru in action

batu pancawarna garut

Pancawarna garut

Pancawarna dari Halmahera Selatan

Pancawarna dari Halmahera Selatan

Ruby cutting pigeon blood

Ruby cutting pigeon blood

Bacan

Bacan

Solar neon aceh

Solar neon aceh

bacan biru

Bacan biru

Batu akik solar neon aceh

Solar neon aceh

Batu pirus persia.

Batu pirus persia. Oleh-oleh waktu umroh. Beli di area gua hiro, jabal nur

Baturaja

Baturaja

Hasil Edit Foto dengan Lightroom di HP Smartphone

hasil adobe lightroom

Hasil olah foto dengan Adobe Lighroom di HP

Salah satu aplikasi untuk mengedit dan mengolah foto di HP Smartphone yang cukup handal adalah Adobe Lightroom CC. Aplikasi ini bisa digunakan untuk Smartphone berbasis Android maupun iOS Apple. Adobe sudah punya nama yang besar untuk aplikasi mengolah foto seperti Adobe Photoshop dan Adobe Lightroom. Saya salah satu pengguna setia Lightroom di dekstop dan laptop.

Adobe Lightroom CC menurut saya sangat handal untuk mengolah foto-foto dengan HP Smartphone. Cara penggunannya cukup mudah dan hasilnya juga sangat bagus. Berikut ini saya tunjukkan beberapa hasil foto-foto saya yang saya ambil dengan menggunakan HP Smartphone dan saya olah dengan Lightroom langsung di HP.

Baca juga: Adobe Lightroom

Foto yang diambil langsung dari HP Smartphone biasanya masih kurang bagus. Settingan di kamera HP tidak mencukupi untuk menghasilkan foto yang bagus. Apalagi jika pencahayaan kurang mendukung. Namun, dengan Lightroom CC ini ini foto yang kurang bagus bisa diolah menjadi foto yang lebih bagus lagi.

Bagaimana pun juga hasil edit foto dengan Lightroom sangat tergantung dengan kualitas foto asalnya. Jadi meski foto-nya akan diedit dan diolah lagi, pengambilan foto pertama harus dibuat sebagus mungkin. Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengambil foto/gambar dengan kamera HP Smartphone.

1. Atur komposisi sebaik mungkin. Komposisi foto harus dicari yang sebagus mungkin.
2. Fokus foto harus jelas dan benar-benar fokus. Foto yang blur dan tidak fokus tidak bisa dibuat fokud dengan aplikasi pengolah foto.
3. Perhatikan pencahayaan. Cari dan atur agar pencahayaan objek bisa sebaik mungkin, meski hanya mengandalkan cahaya matahari atau cahaya lampu saja.
4. Foto berkali-kali sampai mendapatkan foto yang bagus. Foto yang tidak bagus didelete saja.

Setelah mendapatkan foto yang diinginkan saatnya untuk mengolahnya dengan Lightroom. Saya tidak akan menjelaskan secara detail ‘how to’-nya di sini. Saya hanya ingin menyampaikan garis besar urutan kerjanya saja. Urutan kerja ini bisa disesuaikan menurut irama kerja masing-masing orang.

1. Atur komposisi foto. Pengaturan komposisi foto dilakukan dengan menu -cropping. Foto yang tidak lurus bisa diluruskan. Bagian-bagian foto yang tidak penting bisa dihilangkan.

2. Atur pencahayaan. Pengaturan pencahayaan termasuk kecarahan, kontras, bayangan, warna hitam, warna putih (highlight) dan lain-lain.

3. Atur pewarnaan. Pengaturan pewarnaan meliputi: white balance, saturasi, vibrasi warna.

4. Penambahan efek vignet dan detal.

Alur proses editing foto ini bisa balak-balik sampai diperoleh kualitas foto yang diinginkan.

Berikut ini beberapa contoh foto-foto yang saya olah dengan Adobe Lightroom CC.

mengedit foto dengan Lightroom di HP

Foto asli yang diambil dengan HP sebelum diedit dengan Adobe Lightroom CC.

mengedit foto dengan Lightroom di HP

Foto yang sudah diedit dengan Adobe Lightroom CC.

mengedit foto dengan Lightroom di HP

Foto asli yang diambil dengan HP sebelum diedit dengan Adobe Lightroom CC.

mengedit foto dengan Lightroom di HP

Foto yang sudah diedit dengan Adobe Lightroom CC.


Continue reading

Kisah Nyata LGBT; Kawan Sendiri

Cerita ini adalah kisah nyata yang saya tahu sendiri. Temen-temen saya masa kecil, tetangga dan temen SMA sebagian tahu tentang kisah ini. Kisah tentang temen2 kita yang lahir normal, tetapi kemudian mengindap LGBT.

Kisahnya Isro’i

Namanya persis banget dengan nama saya. Dia adalah karyawan Bapak yang membantu berjualan di warung. Ada empat orang karyawan Bapak; 2 laki2 dan 2 perempuan. Waktu itu saya masih SD, kalau tidak salah kelas 3-4 SD. Dua orang laki2 ini namanya Pandhil dan Isro’i. Mereka lama kerja dengan Bapak, tidur di rumah kami dan sudah seperti saudara sendiri. Saya tahu banget seyakin-yakin yakinnya kalau Isroi’i adalah lekaki normal tulen. Orientasi sex-nya normal. Suka pada perempuan dan suka mengoda karyawan kami yang wanita. Kalau libur sekolah, kadang2 saya ikut pulang ke desanya di Kaliangkrik.

Karena suatu sebab, Isro’i keluar kerja dan merantau ke Jakarta. Kabarnya dia bekerja di Jakarta selama beberapa bulan atau setahun. Saya tidak tahu persis di mana dan kerja apa. Kira2 setahun lebih Isro’i datang kembali ke rumah untuk minta kerja lagi. Bapak mengijinkan dia kerja di warung kami lagi.

Tapi kini Isro’i bukan seperti Isro’i yang dulu lagi. Bicaranya ‘kemayu’, bibirnya kalau ngomong mencang-mencong, dan kalai bicara badannya tidak diam. Sama Bapak dan tetangga, Isroi’i sering digodain karena ‘kemayuannya’.

Kalau dia tanya ke pelanggan, posisinya sok akrab dan tangannya sambil ‘jowal-jawil’ ke pelanggan. Apalagi kalau yang datang laki-laki ganteng atau orang2 Cina yang putih2, Isro’i semangat sekali. Kalau jalan kadang2 dengan sengaja dia menyenggol sedikit pelanggan2 yang duduk di bangku.

Perangainya sedikit ‘njijikki’, ‘ngilani’ tapi lucu. Isro’i sering digodain oleh pelanggan2 warung kami. Isro’i pun tidak marah, malah senang dan semakin ‘menthel’.

Ternyata Isroi’i AC DC, meski dia terlihat ‘kemayu’ dan suka laki2 ganteng. Isro’i juga masih mau dengan gadis2. Isro’i juga punya pacar. Setelah sekian lama kerja di kami, Isroi’i keluar dan menikah dengan pacarnya. Dia kembali ke desa dan menjadi petani. Isro’i punya anak. Sesekali kalau ke kota Isro’i mampir ke rumah.

Saya sudah lama sekali tidak bertemu dengannya. Terakhir ketemu Isro’i sudah terlihat tua dan tidak ‘sementhel’ dulu lagi.

Alhamdulillah

Kisahnya Si Bujangan

Waktu saya kecil, banyak anak2 yang seumuran dengan saya. Sebut saja; Bambang, Sholihin, Juju, Hari, Agus, Gotri, Wawan dan beberapa temen yang saya lupa namanya. Ada satu temen lagi namanya sebut saja ‘Si Bujangan’. Orang tuanya cukup berada dan mempunyai truk dan televisi. Sekampung hanya dia yang punya tipi. Kalau malam kami, tetanga2, nonton tipi dengan cara mengintip dari jendela nako. Kita nonton dari luar. Acaranya Aneka Safari, Dunia dalam Berita. Kalau hari minggu ada Si Unyil dan Pak Tino Sidin.

Si Bujangan seumur dengan saya. Anaknya pintar. Jadi kami sering main bareng. Ketika SMA kami masuk SMASA Mgl meski tidak sekelas. Waktu itu Si Bujangan punya motor bebek Honda 70 warna merah. Kalau minggu kita boncengan berdua main ke Kopeng, Sawangan, Curug Silawe, Curug Sekar Langit dan objek wisata seputaran Megelang. Akrab banget lah kita.

Saya yakin seyakin-yakinnya kalau sohib saya ini laki2 normal tulen. Tidak ada tanda2 dia LGBT. Di kampung saya ada juga yang seperti itu, kebetulan namanya sama. Tapi Si Bujangan normal.

Kelas dua SMA dia ke jurusan A3. Dan dia punya teman karib baru. Nama pangggilannya sama persis seperti nama sohib saya ini. Rumahnya di desa Nambangan. Kami jadi jarang main bareng lagi. Saking akrabnya sohib saya dan teman barunya ini sering menginap di rumahnya Si Bujangan. Kami melihatnya mereka sahabat karib sekali.

Si Bujangan kuliah di UGM dan saya di Unjedir alias UNSOED. Kami jadi sangat jarang ketemu. Ketika pulang ke rumah, teman di kampung memberi tahu kalau Si Bujangan sudah berubah. Desas-desus di kampung, persahabatan si Bujangan bukan persahabatan biasa dan normal seperti kami dulu. Orang tuanya dan keluarganya mengetahui ‘kisah kasih haram’ mereka. Akhirnya keluarganya mengusir kekasihnya itu dan melarang mereka bertemu. Bahkan si Bujangan di kurung di rumahnya. Meski demikian mereka tetap menjalin hubungan. Orang tuanya semakin jengkel, Si Bukangan diasingkan ke Jakarta.

‘Penyakit’ Si Bujangan semakin parah. Kalau menurut saya dia mengalami depresi berat. Ketika saya coba menenggok dia atas saran kakaknya. Dia tidak kenal saya lagi. Aneh.

Proteksi keras orang tuanya dan keluarganya tidak bisa menyembuhkannya justru membuat lebih parah dan ‘komplikasi’ sampai sekarang.

Terus terang, kami; temen2nya waktu kecil ikut sedih. Sedih bercampur jengkel dan marah. Tertama pada temen Kelas 2 Smansa-nya yang sudah menulari sahabat kami yang dulu normal menjadi ‘tidak normal’ lagi.

Apakah kalian, temen2 FB, mau dan rela jika ada saudara kita, temwn kita, sahabat kita, karib kita yang menjadi LGBT?????

Kisah “Si Babi Ganas”

(Aku pingin cerita tentang temen yang satu ini), tapi lain kali saja.

Dari ketiga temenku di atas, aku termasuk yang menyakini kalau LGBT itu semacam penyakit mental yang membuat orang normal menjadi ‘melenceng’ dari kodratnya. Dan aku juga yakin jika mereka ini sebenarnya bisa disembuhkan.

Raja Sate H.Subali Jalur Pantura Pekalongan

Kuliner Sate H. Subali Pekalongan Pantura

Sate H. Subali Pekalogan

#NotRecommended

Saya suka makan sate. Sate ayam suka apalagi sate kambing. Jadi kalau ketemu warung sate rasanya pingin makan. Salah satu warung sate yang sering saya lihat adalah Raja Sate H. Subali di jalur pantura. Sekian tahun saya lewat jalur ini belum pernah mampir sekalipun. Karena kalau lewat jalur ini bukan pas jam lapar.

Tapi kali ini saya lapar. Terkahir makan 8 jam yang lalu. Mampirlah kami di Raja Sate H. Subali. Warungnya lumayan ramai, jadi kami putuskan untuk mampir. Tadinya kami ini makan sate di Tegal, sate balibul.

Waktu lihat daftar menu dan harganya, kesan pertama MAHAL. 10 tusuk lebih mahal daripada sate yang biasa kita beli di Tegal, Pati dan Bogor. 10 tusuk Rp. 55rb. Kalau di Bogor sudah dapat 22tusuk plus nasi putih. Ini satenya doang.

Ketika hidangan datang, ternyata satenya tidak seistimewa harganya. Kecapnya biasa2 saja, bumbu nya sedikit, bawangnya sedikit, cabainya juga sangat sedikit.

Sate kambing paling enak dibakar setengah matang. Ini membakarnya matang sampai warnanya berubah semua. Ketika di gigit, rasanya biasa2 saja.

Terus terang, kami kapok dan menyesal. Lebih menyebalkan lagi mobil dicuci oleh preman parkir dan bayar. Capek deh.

Mendingan makan sate di Tegal. Sate balibul atau batibul. Lebih enak.