Cara Pengendalian Serangga Hama dengan Umpan Alami

umpan serangga alami

Umpan serangga alami dari keong dan sabut kelapa.

Cara ini saya dapatkan dari Wall temen di FB, Mas Wiwit Setyoko. Petani kita dari jaman dulu punya cara sederhana untuk mengalihkan perhatian serangga hama agar tidak menyerang tanaman padi atau tanaman yang dibudidayakan. Umpan serangga ini dibuat dari keong sawah atau keong emas sawah yang juga menjadi hama di sawah. Caranya, keong dipecah cangkangnya, lalu diletakkan di atas sabut kelapa tua. Umpan ini dipasang di atas kayu atau bambu dan ditancapkan di sudut-sudut sawah.

Dengan umpan ini serangga-serangga hama akan tertarik untuk datang dan bertelur di tempat ini. Secara berkala umpan ini diganti/diperbaharui sesuai kebutuhan.

Baca juga artikel tentang pestisida organik di link ini: Pestisida Organik/Nabati.

umpan serangga alami

umpan serangga alami

Kembali Ke Jaman Batu

Batu Obi warna merah

Batu Obi warna merah yang cukup langka hadiah dari Pak Mansur ketika saya berkunjung ke Sofifi, Maluku Utara.

batu obi kuning langka

Batu Obi warna kuning, hadiah dari Pak Dr. Andriko

batu bacan doko

Batu bacan doko kembang. Mungkin dari bagian pingiran batu bacan. Ada pola warna kuning dan biru.

batu akik obi maluku

Batu obi warna putih leci asli dari pulau Obi, Maluku Utara. Pulau Obi itu dekatnya pulau Bacan.

fire opal wonogiri merah

Fire opal wonogiri warna merah.

fire opal wonogiri merah

Maca-macam varian fire opal wonogiri: orange, merah, kuning, hijau

Kalimaya solid galian sodong. Tidak tembus, full jarong (play colour).

Kalimaya solid galian sodong. Tidak tembus, full jarong (play colour).

Batu mizone aceh warna biru

Batu mizone aceh warna biru.

Batu mizone aceh warna biru

Batu mizone aceh warna biru in action

batu pancawarna garut

Pancawarna garut

Pancawarna dari Halmahera Selatan

Pancawarna dari Halmahera Selatan

Ruby cutting pigeon blood

Ruby cutting pigeon blood

Bacan

Bacan

Solar neon aceh

Solar neon aceh

bacan biru

Bacan biru

Batu akik solar neon aceh

Solar neon aceh

Batu pirus persia.

Batu pirus persia. Oleh-oleh waktu umroh. Beli di area gua hiro, jabal nur

Baturaja

Baturaja

Hasil Edit Foto dengan Lightroom di HP Smartphone

hasil adobe lightroom

Hasil olah foto dengan Adobe Lighroom di HP

Salah satu aplikasi untuk mengedit dan mengolah foto di HP Smartphone yang cukup handal adalah Adobe Lightroom CC. Aplikasi ini bisa digunakan untuk Smartphone berbasis Android maupun iOS Apple. Adobe sudah punya nama yang besar untuk aplikasi mengolah foto seperti Adobe Photoshop dan Adobe Lightroom. Saya salah satu pengguna setia Lightroom di dekstop dan laptop.

Adobe Lightroom CC menurut saya sangat handal untuk mengolah foto-foto dengan HP Smartphone. Cara penggunannya cukup mudah dan hasilnya juga sangat bagus. Berikut ini saya tunjukkan beberapa hasil foto-foto saya yang saya ambil dengan menggunakan HP Smartphone dan saya olah dengan Lightroom langsung di HP.

Baca juga: Adobe Lightroom

Foto yang diambil langsung dari HP Smartphone biasanya masih kurang bagus. Settingan di kamera HP tidak mencukupi untuk menghasilkan foto yang bagus. Apalagi jika pencahayaan kurang mendukung. Namun, dengan Lightroom CC ini ini foto yang kurang bagus bisa diolah menjadi foto yang lebih bagus lagi.

Bagaimana pun juga hasil edit foto dengan Lightroom sangat tergantung dengan kualitas foto asalnya. Jadi meski foto-nya akan diedit dan diolah lagi, pengambilan foto pertama harus dibuat sebagus mungkin. Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengambil foto/gambar dengan kamera HP Smartphone.

1. Atur komposisi sebaik mungkin. Komposisi foto harus dicari yang sebagus mungkin.
2. Fokus foto harus jelas dan benar-benar fokus. Foto yang blur dan tidak fokus tidak bisa dibuat fokud dengan aplikasi pengolah foto.
3. Perhatikan pencahayaan. Cari dan atur agar pencahayaan objek bisa sebaik mungkin, meski hanya mengandalkan cahaya matahari atau cahaya lampu saja.
4. Foto berkali-kali sampai mendapatkan foto yang bagus. Foto yang tidak bagus didelete saja.

Setelah mendapatkan foto yang diinginkan saatnya untuk mengolahnya dengan Lightroom. Saya tidak akan menjelaskan secara detail ‘how to’-nya di sini. Saya hanya ingin menyampaikan garis besar urutan kerjanya saja. Urutan kerja ini bisa disesuaikan menurut irama kerja masing-masing orang.

1. Atur komposisi foto. Pengaturan komposisi foto dilakukan dengan menu -cropping. Foto yang tidak lurus bisa diluruskan. Bagian-bagian foto yang tidak penting bisa dihilangkan.

2. Atur pencahayaan. Pengaturan pencahayaan termasuk kecarahan, kontras, bayangan, warna hitam, warna putih (highlight) dan lain-lain.

3. Atur pewarnaan. Pengaturan pewarnaan meliputi: white balance, saturasi, vibrasi warna.

4. Penambahan efek vignet dan detal.

Alur proses editing foto ini bisa balak-balik sampai diperoleh kualitas foto yang diinginkan.

Berikut ini beberapa contoh foto-foto yang saya olah dengan Adobe Lightroom CC.

mengedit foto dengan Lightroom di HP

Foto asli yang diambil dengan HP sebelum diedit dengan Adobe Lightroom CC.

mengedit foto dengan Lightroom di HP

Foto yang sudah diedit dengan Adobe Lightroom CC.

mengedit foto dengan Lightroom di HP

Foto asli yang diambil dengan HP sebelum diedit dengan Adobe Lightroom CC.

mengedit foto dengan Lightroom di HP

Foto yang sudah diedit dengan Adobe Lightroom CC.


Continue reading

Kisah Nyata LGBT; Kawan Sendiri

Cerita ini adalah kisah nyata yang saya tahu sendiri. Temen-temen saya masa kecil, tetangga dan temen SMA sebagian tahu tentang kisah ini. Kisah tentang temen2 kita yang lahir normal, tetapi kemudian mengindap LGBT.

Kisahnya Isro’i

Namanya persis banget dengan nama saya. Dia adalah karyawan Bapak yang membantu berjualan di warung. Ada empat orang karyawan Bapak; 2 laki2 dan 2 perempuan. Waktu itu saya masih SD, kalau tidak salah kelas 3-4 SD. Dua orang laki2 ini namanya Pandhil dan Isro’i. Mereka lama kerja dengan Bapak, tidur di rumah kami dan sudah seperti saudara sendiri. Saya tahu banget seyakin-yakin yakinnya kalau Isroi’i adalah lekaki normal tulen. Orientasi sex-nya normal. Suka pada perempuan dan suka mengoda karyawan kami yang wanita. Kalau libur sekolah, kadang2 saya ikut pulang ke desanya di Kaliangkrik.

Karena suatu sebab, Isro’i keluar kerja dan merantau ke Jakarta. Kabarnya dia bekerja di Jakarta selama beberapa bulan atau setahun. Saya tidak tahu persis di mana dan kerja apa. Kira2 setahun lebih Isro’i datang kembali ke rumah untuk minta kerja lagi. Bapak mengijinkan dia kerja di warung kami lagi.

Tapi kini Isro’i bukan seperti Isro’i yang dulu lagi. Bicaranya ‘kemayu’, bibirnya kalau ngomong mencang-mencong, dan kalai bicara badannya tidak diam. Sama Bapak dan tetangga, Isroi’i sering digodain karena ‘kemayuannya’.

Kalau dia tanya ke pelanggan, posisinya sok akrab dan tangannya sambil ‘jowal-jawil’ ke pelanggan. Apalagi kalau yang datang laki-laki ganteng atau orang2 Cina yang putih2, Isro’i semangat sekali. Kalau jalan kadang2 dengan sengaja dia menyenggol sedikit pelanggan2 yang duduk di bangku.

Perangainya sedikit ‘njijikki’, ‘ngilani’ tapi lucu. Isro’i sering digodain oleh pelanggan2 warung kami. Isro’i pun tidak marah, malah senang dan semakin ‘menthel’.

Ternyata Isroi’i AC DC, meski dia terlihat ‘kemayu’ dan suka laki2 ganteng. Isro’i juga masih mau dengan gadis2. Isro’i juga punya pacar. Setelah sekian lama kerja di kami, Isroi’i keluar dan menikah dengan pacarnya. Dia kembali ke desa dan menjadi petani. Isro’i punya anak. Sesekali kalau ke kota Isro’i mampir ke rumah.

Saya sudah lama sekali tidak bertemu dengannya. Terakhir ketemu Isro’i sudah terlihat tua dan tidak ‘sementhel’ dulu lagi.

Alhamdulillah

Kisahnya Si Bujangan

Waktu saya kecil, banyak anak2 yang seumuran dengan saya. Sebut saja; Bambang, Sholihin, Juju, Hari, Agus, Gotri, Wawan dan beberapa temen yang saya lupa namanya. Ada satu temen lagi namanya sebut saja ‘Si Bujangan’. Orang tuanya cukup berada dan mempunyai truk dan televisi. Sekampung hanya dia yang punya tipi. Kalau malam kami, tetanga2, nonton tipi dengan cara mengintip dari jendela nako. Kita nonton dari luar. Acaranya Aneka Safari, Dunia dalam Berita. Kalau hari minggu ada Si Unyil dan Pak Tino Sidin.

Si Bujangan seumur dengan saya. Anaknya pintar. Jadi kami sering main bareng. Ketika SMA kami masuk SMASA Mgl meski tidak sekelas. Waktu itu Si Bujangan punya motor bebek Honda 70 warna merah. Kalau minggu kita boncengan berdua main ke Kopeng, Sawangan, Curug Silawe, Curug Sekar Langit dan objek wisata seputaran Megelang. Akrab banget lah kita.

Saya yakin seyakin-yakinnya kalau sohib saya ini laki2 normal tulen. Tidak ada tanda2 dia LGBT. Di kampung saya ada juga yang seperti itu, kebetulan namanya sama. Tapi Si Bujangan normal.

Kelas dua SMA dia ke jurusan A3. Dan dia punya teman karib baru. Nama pangggilannya sama persis seperti nama sohib saya ini. Rumahnya di desa Nambangan. Kami jadi jarang main bareng lagi. Saking akrabnya sohib saya dan teman barunya ini sering menginap di rumahnya Si Bujangan. Kami melihatnya mereka sahabat karib sekali.

Si Bujangan kuliah di UGM dan saya di Unjedir alias UNSOED. Kami jadi sangat jarang ketemu. Ketika pulang ke rumah, teman di kampung memberi tahu kalau Si Bujangan sudah berubah. Desas-desus di kampung, persahabatan si Bujangan bukan persahabatan biasa dan normal seperti kami dulu. Orang tuanya dan keluarganya mengetahui ‘kisah kasih haram’ mereka. Akhirnya keluarganya mengusir kekasihnya itu dan melarang mereka bertemu. Bahkan si Bujangan di kurung di rumahnya. Meski demikian mereka tetap menjalin hubungan. Orang tuanya semakin jengkel, Si Bukangan diasingkan ke Jakarta.

‘Penyakit’ Si Bujangan semakin parah. Kalau menurut saya dia mengalami depresi berat. Ketika saya coba menenggok dia atas saran kakaknya. Dia tidak kenal saya lagi. Aneh.

Proteksi keras orang tuanya dan keluarganya tidak bisa menyembuhkannya justru membuat lebih parah dan ‘komplikasi’ sampai sekarang.

Terus terang, kami; temen2nya waktu kecil ikut sedih. Sedih bercampur jengkel dan marah. Tertama pada temen Kelas 2 Smansa-nya yang sudah menulari sahabat kami yang dulu normal menjadi ‘tidak normal’ lagi.

Apakah kalian, temen2 FB, mau dan rela jika ada saudara kita, temwn kita, sahabat kita, karib kita yang menjadi LGBT?????

Kisah “Si Babi Ganas”

(Aku pingin cerita tentang temen yang satu ini), tapi lain kali saja.

Dari ketiga temenku di atas, aku termasuk yang menyakini kalau LGBT itu semacam penyakit mental yang membuat orang normal menjadi ‘melenceng’ dari kodratnya. Dan aku juga yakin jika mereka ini sebenarnya bisa disembuhkan.

Raja Sate H.Subali Jalur Pantura Pekalongan

Kuliner Sate H. Subali Pekalongan Pantura

Sate H. Subali Pekalogan

#NotRecommended

Saya suka makan sate. Sate ayam suka apalagi sate kambing. Jadi kalau ketemu warung sate rasanya pingin makan. Salah satu warung sate yang sering saya lihat adalah Raja Sate H. Subali di jalur pantura. Sekian tahun saya lewat jalur ini belum pernah mampir sekalipun. Karena kalau lewat jalur ini bukan pas jam lapar.

Tapi kali ini saya lapar. Terkahir makan 8 jam yang lalu. Mampirlah kami di Raja Sate H. Subali. Warungnya lumayan ramai, jadi kami putuskan untuk mampir. Tadinya kami ini makan sate di Tegal, sate balibul.

Waktu lihat daftar menu dan harganya, kesan pertama MAHAL. 10 tusuk lebih mahal daripada sate yang biasa kita beli di Tegal, Pati dan Bogor. 10 tusuk Rp. 55rb. Kalau di Bogor sudah dapat 22tusuk plus nasi putih. Ini satenya doang.

Ketika hidangan datang, ternyata satenya tidak seistimewa harganya. Kecapnya biasa2 saja, bumbu nya sedikit, bawangnya sedikit, cabainya juga sangat sedikit.

Sate kambing paling enak dibakar setengah matang. Ini membakarnya matang sampai warnanya berubah semua. Ketika di gigit, rasanya biasa2 saja.

Terus terang, kami kapok dan menyesal. Lebih menyebalkan lagi mobil dicuci oleh preman parkir dan bayar. Capek deh.

Mendingan makan sate di Tegal. Sate balibul atau batibul. Lebih enak.

Tips MacBook: Spotlight Search

iOS besutan Apple memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan OS Windows buatan Microsoft. Salah satunya adalah Spotlight Search. Saya bertahun-tahun menggunakan Windows dan kini lebih banyak menggunakan iOS, Spotlight Search ini memang berbeda dan sangat berguna ketika bekerja dengan MacBook. Kegunaan utama Spotlight adalah untuk melakukan pencarian dengan cepat isi MacBook. Spotlight Search adalah search engine untuk MacBook. Mudahnya kita bisa melakukan pencarian apa saja dengan menggunakan Spotlight Search ini.

Di Windonws memang ada juga fasilitas pencarian, namun tidak secanggih Spotlight. Dulu Google juga pernah membuat Google Desktop. Fungsinya mirip seperti Spotlight. Namun Google Dekstop terasa berat dan ada kecurigaan kalau Google mengumpulkan data dari seluruh komputer yang terinstall Google Dekstop.

Nah, kalau Anda adalah pengguna iOS, berikut ini ada beberapa shotcut yang berhubungan dengan Spotlight yang wajib Anda ketahui.

Empat Shortcut Spotlight Dasar

Berikut ini adalah empat shotcut dasar untuk menggunakan Spotlight:

  • Membuka Menu Spotlight Search – Command+Space
  • Membuka Spotlight di dalam Finder – Command+Option+Space
  • Menutup kotak pencarian Spotlight – Escape
  • Menutup menu Spotlight – tekan Escape dua kali

Tujuh Shortcut untuk Menggunakan dan Navigasi pada keyboard

Shorcut (tombol pintas) ini digunakan untuk berinteraksi dan navigasi pada hasil pencarian yang diperoleh dari Spotlight:

  • Membuka hasil pencarian pertama –> Return (Enter)
  • Beralih/berpindah hasil pencarian –> Tombol Naik dan Tombol Turun
  • Membuka lokasi hasil pencarian pertama di dalam Finder –>Command+Return
  • Menampilkan tampilan/preview dari hasil pencarian pertama –>tombol Command atau melewatkan kursor di atas hasil pencarian
  • Menampilkan lokasi hasil pencarian –>Command+Option sambil kursor diarahkan di atas hasil pencarian
  • Melompat ke kategori dari hasil pencarian –>Command+tombol panah ke atas atau tombol ke bawah

Dua Tombol Shorcut Bonus

  • Menjalankan aplikasi –> ketikan nama apliasi dan tekan tombol Return/Enter
  • Mendapatka definisi –> ketikkan kata yang ingin diketahui definisinya, lalu letakkan kursor di atas dan pilih menu “Look up”.

Saya yakin, dengan menggunakan tombol pinas (shortcut keyboard) Spotlight Search ini akan memudahkan pekerjaan kita.

Selamat mencoba.

Menghindari Jalur Ganjil-Genap di Jakarta dengan Waze

Saya bukan orang Jakarta dan tidak hafal jalan-jalan di Jakarta. Pemberlakuan aturan ganjil genap membuat saya perlu berhati-hati agar tidak kena denda jika salah masuk jalur. Saat ini tidak perlu pusing-pusing lagi mencari jalur alternatif untuk menghindari jalur agar tidak salah jalur ganjil genap. Applikasi navigasi Waze sudah memberikan fasilitas untuk bisa mengenali atura ganjil genap ini dan mencarikan rute alternatifnya.

Saya punya pengalaman buruk dengan atura ganjil genap ini. Mobil yang saya pakai nomornya ganjil, Di hari genap saya akan menghadiri undangan rapat di Batan, Jakarta, yang kena aturan ganjil genap ini. Saya masuk ke jalur itu jam 10.10 menit dan masuknya hanya sekitar 100 meter saja. Mobil kami dihentikan petugas…..mampus dah…..!!!!
Untungnya waktu itu masih masa ujicoba, jadi kami hanya diberi peringatan saja.

Teman saya, Pak Tri Panji mengalami hal yang sama. Kena tilang gara-gara salah masuk ganjil genap, meski pun waktunya hanya lewat beberapa menit saja. Tetap saja kena tilang dan harus ikut sidan dan bayar denda yang jumlahnya lumayan.

Aplikasi Waze Indonesia sudah mengakomodir atura ini. Jadi, dengan sedikit pengaturan di Waze, Waze akan memberikan jalur-jalur alternatif agar tidak kenal tilang gara-gara salah masuk jalur ganjil genap. Caranya mudah sekali.

Pertama masuk ke akun Waze Anda, kemudian masuk ke menu Setting > Navigation > Licence plate restriction. Di menu ini tambahkan dua digit terakhir dari nomor plat mobil kita. Angka nol dianggap sebagai nomor genap. Kemudian kembali ke halaman depan.

Dengan pengaturan ini, Waze secara otomatis akan mengenali apakah plat mobil kita berpotensi melanggar aturan ganjil genap atau tidak. Jika kebetulan kita akan melanggar atura ini, Waze secara otomatis akan mencarikan jalur-jalur yang tidak terkenal aturan ganjil genap. Bahkan, saya pernah membuktikan kecanggihan aplikasi ini. Waktu itu belum jam ganjil genap belum dimulai, jadi Waze memberikan rute yang melewati Jalan Sudirman. Tapi, karena jalanan macet sampai hampir melewati jam mulai berlakukan nomor ganjil genap. Waze secara otomatis akan mengalihkan jalur ke rute-rute alternatif yang tidak terkena aturan ganjil genap.

Seilahkan dicoba.

waze alternatif jalur ganjil genap

Menambahkan pengaturan untuk menghindari jalur ganjil genap DKI Jakarta

waze alternatif jalur ganjil genap

Menambahkan dua digit nomor plat mobil kita ke pengatura Waze untuk menghindari jalur ganjil genap dan mencari jalur alternatifnya.

Mengedit Format Sitasi untuk Digunakan di Mendeley

Mendeley adalah salah satu aplikasi manajemen daftar pustaka yang saat ini paling sering saya gunakan. Aplikasi ini tidak kalah dengan aplikasi sejenis yang berbayar, seperti: Endnote. Nah, saya satu yang permasalahan yang sering muncul adalah menyesuaikan format sitasi dengan format baku yang digunakan dalam penulisan pustaka di jurnal tertentu. Ternyata mengedit sitasi untuk digunakan di Mendeley tidaklah sulit.

Ada beberapa saran saya sebelum Anda melanjutkan ke langkah-langkah berikutnya. Pertana, Anda sudah menginstall Mendeley Dekstop di komputer yang Anda gunakan. Silahkan kunjungi website resmi Mendeley untuk mendownload file installer yang sersuai dengan OS yang anda Gunakan: Mendeley. Langkah kedua yang tidak kalah pentingnya adalah membuat akun Mendeley. Caranya sangat mudah. Kunjungi website https://www.mendeley.com/ dan klik menu Registration atau login. Ikuti panduan langkah-langkahnya. Membuat akun ini penting, agar kita bisa singkronisasi antara database di komputer dengan database on-line akun kita. Demikian juga untuk style-style sitasi yang kita gunakan.

Setiap jurnal ilmiah atau publikasi ilmiah memiliki aturan penulisan sitasi dan daftar pusataka yang baku. Akan lebih mudah bagi kita untuk mengikuti panduan ini jika disebutkan juga naman format penulisan sitasi ini yang baku yang digunakan oleh jurnal-jurnal besar di dunia. Misalnya: APA, Havard, dan lain-lain. Permasalahan timbul jika jurnal ilmiah tidak menyebutkan nama formatnya atau memiliki aturan penulisan sendiri yang sedikit berbeda dengan aturan format yang standard. Misalnya saja, setelah nama di dalam daftar pustaka tidak boleh diberi tanda koma atau tanda titik. Tanda koma digunakan hanya untuk antar author/penulis.

Yang biasa saya lakukan adalah mencari format sitasi/penulisan daftar pustaka yang paling mirip dengan aturan penulisan dari jurnal ilmiah yang sedang kita tulis. Setelah itu, cermati perbedaan-perbedaan detail. Biasanya perbedaan ini tidak banyak dan hanya berupa penambahan atau pengurangan tanda baca saja.

Mendeley menggunakan Citation Style Language (CSL) untuk mengedit format penulisan sitasi dan daftar pustaka. Cara mengeditnya memang perlu ketekunan. Tidak sulit, hanya perlu tekun saja. Kalau Anda pernah belajar HTML dan CSS mungkin agak sedikit mudah memahami aturan untu mengedit format sitasi ini. Berikut ini beberapa langkah yang biasa saya lakukan untuk mengedit foramt aturan penulisan sitasi dan daftar pustaka.

Pertama. Kunjungi website CSL https://csl.mendeley.com/. Kemudian cari format penulisan yang paling mendekati dengan aturan penulisan yang akan kita gunakan. Untuk mencarinya Anda bisa menggunakan dua macam cara: 1) pertama dengan menguliskan nama format standardnya atau 2) menggunakan contoh penulisan sitasi/daftar pustaka.

Kedua, klik menu atau tombol Edit yang ada di bagian bawah nama sitasi tersebut. Untuk bisa mengedit anda perlu login terlebih dahulu ke Mendeley. Silahkan login dulu.

Halaman untuk Visual CSL Editor terbagi menjadi tiga jendela. Kolom kiri adalah daftar fungsi-fungsi atau macro untuk mengatur tampilan sitasi dan daftar pustaka. Bagian kanan atas adalah contoh tampilan dari sitasi atau daftar pustaka. Jendela kanan bawah adalah informasi dari fungsi-fungsi itu.

Kalau Anda bingung, cobalah klik salah satu bagian di jendela contoh (Example Citation). Bagian yang aktif akan mengantarkan pada kita fungsi-fungsi mana yang mengatur tampilan ini. Di bagian inilah kita akan mengeditnya. Coba telusuri bagian-bagian itu dan perhatikan perubahan-perubahan pada jendela yang lain. Dengan mencoba-coba ini, Anda akan dengan cepat memahami bagaimana cara mengedit sitasi dengan Visual CSL Editor ini.

Selamat mencoba.

Menanam Cabai dengan Kompos Promi dari Limbah Singkong

kompos promi cabai

Tanaman cabai yang dipupuk dengan kompos Promi di Lampung

Kompos Promi ini digunakan untuk menanam cabai. Pak Waluyo selalu mengirimkan kabar terbaru tentang kondisi tanaman cabainya yang sehat. Memang sekarang belum memasuki masa panen. Tanaman cabainya terlihat subur, sehat, hijau dan segar-segar.

Salah satu bahan aktif dari Promi ini adalah Trichoderma sp. Kapang ini dikenal sebagai salah satu pengendali penyakit tular tanah. Saya sendiri belum pernah mencobanya. Petani-petani seperti Pak Waluyo ini yang mencobanya sendiri. Ternyata, aplikasi Promi bisa menghindarkan serangan penyakit tular tanah pada tanaman cabai. Bahkan salah seorang petani cabai di Pengalengan, Bandung, menceritakan jika tanaman cagainya yang hampir mati terkenal layu bakteri bisa sembuh kembali setelah diberi Promi.

Tulisan ini akan saya update terus dengan kabar-kabar terbaru dari Pak Waluyo.

Teman-teman yang ingin mendapatkan Promi bisa mmelihat alamat kontak yang ada di link ini: Promi.

kompos promi cabai

Bibit cabai yang ditanam dengan menggunakan kompos Promi


Continue reading

Kebiasaan Mengunyah Pinang dan Sirih Masyarakat Papua

Ketika saya turun dari pesawan di Bandara Mozes Kilangin, Timika Papua, saya melihat satpam dan beberapa petugas bandara yang orang asli Papua mengunyah sesuatu. Begitu juga ketika saya keluar dari Bandara, saya melihat beberapa orang asli Papua yang mengunyah sesuatu. Kemudian saya tahu bahwa orang-orang Papua ini mengunyah buah pinang dan kapur sirih. Mirip kebiasaan yang dilakukan oleh nenek-nenek dan orang tua di Jawa jaman dulu.

Ternyata kebiasaan ini adalah kebiasaan yang sangat umum dilakukan oleh masyarakat asli Papua. Kebetulan saya jalan-jalan di pasar Timika, saya melihat banyak sekali pedagang yang menjual buah pinang. Buah pinangnya disusun berkelompok di atas meja. Ada juga kapur sirih yang dibungkus dengan plastik. Yang menarik adalah orang Papua tidak menggunakan daun sirih sebagai campuran buah pinang yang dikunyah, tetapi menggunakan bunga sirih yang berbentuk panjang-panjang.

Saya minta ijin untuk merekam video Bapak-bapak ini yang sedang mengunyah buah pinang.