Hasil Panen Jahe Emprit di Polybag

Panen Jahe emprit 2 kg polybag

Hasil panen jahe emprit 2 kg satu polybag satu bibit umur 12 bulan (courtesy of Arif Senang Menanam).

Saya mendapatkan foto ini dari salah satu temen petani jahe di Malang, Jawa Timur. Nama kerennya Komandan Arif Senang Menanam. Sudah cukup lama berkecimpung di perjahean dan sudah sering dikecewakan dg berbagai macam PHP.

Hasil panen ini tidak seheboh yg digembar-gemborkan orang, yaitu sebesar 2 kg dalam satu polybag. Biasanya Komandan Arif hanya dapat < 2 kg. Hasil ini cukup mengejutkan dan sedikit banyak memberikan secercah harapan. Karena jahe ini diambil dari polybag yg 'terlupakan' dan 'terabaikan'. Dalam 1 polybag hanya diisi 1 bibit. Setelah 12 bulan dicabut ternyata bisa mencapai 2 kg.

Biasanya dalam satu polybag diisi dengan 3 mata tunas. Panen muda umur 9 bulan, panen tua umur sekitar 10 bulan. Hasil yang sering diperoleh petani <1 kg. Hasil ini jauh sekali dengan hasil yang sering digembar-gemborkan para pedagang bibit dan pupuk yang konon katanya bisa sampai 14 kg.

Panen Jahe emprit 2 kg polybag

Hasil panen jahe emprit 2 kg satu polybag satu bibit umur 12 bulan (courtesy of Arif Senang Menanam).

Blogging Resolution 2016

Melanjutkan postingan sebelumnya tentang $ dari WordPress.com. Mengawali hari-hari baru di tahun 2016 ini saya punya banyak rencana terkait aktivitas blogging saya di isroi.com ini. Saya bukan lagi merasakan kebutuhan untuk menulis di blog, tapi sudah sampai pada taraf ‘ketagihan’. Banyak sekali ide-ide yang berputar di kepala saya dan ingin saya tuangkan dalam ketukan tuts keyboard di isroi.com ini.

Resolusi pertama saya untuk blogging adalah ‘TETAP MENULIS DAN MENULIS’. Menulis terus, kalau bisa setiap hari posting. Meskipun postingan itu hanya sepele saja dan cuma beberapa puluh kata saja. Atau mungkin hanya upload sebuah foto atau sebuah video. Dengan menulis saya tetap menjaga dan melatih agar otak saya tidak pikun. Maklum, umur terus bertambah tanpa bisa saya hentikan. Topik-topik yang akan saya tulis masih sama saja, hanya dalam beberapa topik saya akan lebih fokus dan lebih mendatail. Saya akan tetap menulis tentang kompos, pupuk organik, hormon tanaman, pertanian organik dan tanaman. Saya akan tetap menulis tentang limbah lignoselulusa, lebih khusus lagi tentang selulosa dan aplikasinya untuk bioplastik. Topik ini yang sedang banyak saya geluti dalam tiga empat tahun ke depan. Saya juga akan banyak menulis tentang pengalaman sehari-hari, pengalaman dengan anak-anak dan pengalaman-pengalaman saya yang perlu saya dokumentasikan sendiri. Saya juga akan terus memotret. Nah, yang agak baru adalah mulai tahun ini mungkin akan lebih banyak video-video yang saya tampilkan. Membuat video sederhana terasa mengairahkan daripada hanya sekedar menuliskan kata-kata saja. Video-video ini sementara saya upload di YouTube yang gratis dan saya ‘load’ ke halaman http://isroi.com ini.

Tahun lalu saya memposting 266 postingan setahun. Tahun ini target saya bisa dua kali lipat atau kalau bisa lebih banyak lagi dari postingan tahun sebelumnya. Memang berat dan tidak mudah. Tapi saya yakin bisa melakukannya.

Resolusi kedua adalah saya akan mencoba lebih banyak menuliskan sesuatu yang berguna dan bisa diambil manfaatnya oleh pengunjung blog ini. Saya berharap tidak hanya menuliskan keluh kesah dan curhatan saya sendiri saja. Saya ingin menuliskan sesuaitu yang tetap bisa diambil manfaatnya sampai kapan pun. Andaikan suatu saat nanti wordpress.com almarhum, saya berharap tulisan-tulisan saya ini tidak ikut-ikutan terkubur. Saya juga bermimpi jika blog ini bisa saya wariskan ke anak cucu saya. Blog ini akan terus berkembang dan terus on-line sampai kapan pun. Semoga.

Resolusi ketiga adalah lebih meningkatkan penjualan on-line. Awalnya hanya iseng-iseng saja 8 tahun yang lalu. Saya mencoba untuk menjual sesuatu di blog ini, yaitu: tikus putih, tikus hias, tikus jepang dan tikus SD. Ternyata laku. Banyak yang membeli tikus putih ini, bahkan sampai dikirimkan hampir ke seluruh penjuru Indonesia. Kemudian saya menambah item dengan menjual Biang POC, ZPT, dan pestisida nabati. Sampai saat ini yang berjalan lancar adalah Biang POC dan ZPT. Sedangkan pestisida nabati kesulitan dalam penyediaan bahan bakunya. Tahun ini saya ingin lebih meningkatkan penjualan on-line produk-produk saya. Saya masih menggunakan WP yang free. Saya berharap bisa membayar untuk yang premium atau bussines agar saya bisa menambahkan fitur-fitur penjualan dan bisnis on-line. Saya meyakini bahwa toko masa depan adalah toko on-line. Kalau sekarang masih ‘warung on-line’. Insya Allah.

Resolusi keempat adalah lebih meningkatkan pengunjung dan jumlah kunjungan ke blog ini. Pengunjung blog ini sudah cukup banyak, tapi masih kurang banyak lagi. Karena penduduk Indonesia yang demikian besar adalah pengunjung-pengunjung yang haus informasi on-line. Apalagi dengan penetrasi internet yag semakin gencar. Saya yakin masyarakat on-line Indonesia akan lebih banyak lagi. Di kampung saya saya sekarang sudah ada dua provider yang menyediakan layanan fiber optic. Layanan koneksi internet dengan bandwith yang lebih besar dan kecepatan yang lebih tinggi. Dalam setahun dua tahun ini, saya yakin perkembanganya akan semakin besar.

Hanya empat resolusi itu saja yang ingin saya lakukan dengan blogging di tahun 2016 ini. Semoga bisa terlaksana dan bisa tercapai target-targetnya. Insha Allah.

Serangga Unik Berbentuk Seperti Ranting Pohon

Kami menemukan serangga yang unik, yaitu serangga yang bentuk tubuhnya sangat mirip dengan ranting pohon. Jika serangga ini hinggap di pohon cemara dia akan tersamarkan dan sulit dilihat oleh pemangsanya. Seekor serangga yang sangat unik. Beru pertama kali kami menemukan serangga ini.

Koleksi Bonsai Mini

Bonsai adalah tanaman hias yang unik. Bonsai dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai miniatur tanaman besar-besar yang di hutan. Bonsai ini mengobati kerinduan orang akan suasana berada di hutan belantara. Bagi orang-orang tertentu, tanaman besar yang kokoh tampak menarik dan artistik. Namun, ada sebagian orang juga yang takut dengan tanaman yang besar-besar.

Bonsai ini dibuat seperti tanaman yang besar-besar itu, tetapi bentuk dan ukurannya mini. Karena ukurannya mini, bonsai tidak makan tempat dan bisa diletakkan di dalam ruangan. Kami memiliki tiga koleksi tanaman bonsai yang masin di-training, bonsai mini yang belum jadi. Kami pilih yang berukuran kecil, karena rumah kami kecil. Tidak banyak ruangan yang kami miliki. Bonsai mini ini bisa diletakkan di teras kami yang tidak begitu luas. Bonsai ini juga bisa diletakka di meja tamu atau di rak buku.

Merawat bonsai susah-susah gampang, apalagi kami tidak punya pengalaman membuat bonsai. Pernah bonsai kami daunnya menjadi besar-besar. Setelah kami tanyakan ternyata bonsainya kebanyakan pupuk. Bonsai dibuat sedemikian rupa sehingga tumbuhnya sangat lambat dan kerdil, jadi tidak perlu banyak pupuk. Tanahnya pun dibuat minimalis.

Punya tanaman bonsai asik juga. Kalau kami bosan tinggal lihat-lihat tanaman bonsai ini sambil membayangkan sedang berada di alam liar atau hutan belantara. Asik. Coba saja.

Study Patent; Langkah Penting Sebelum Melakukan Penelitian

Sebelum melakukan penelitian melakukan studi literatur adalah keharusan. Khususnya untuk mengetahui status terkini yang terkait dengan topik penelitian yang akan dilakukan. Mahasiswa sampai peneliti mesti melakukan hal ini sebelum melakukan penelitian. Bentuknya dituangkan dalam bentuk ‘Tinjauan Pustaka’. Saat ini paradigma penelitian sedikit bergeser. Penelitian sebaiknya tidak hanya berhenti hanya sampai di ‘tulisan ilmiah’ saja, tetapi sebaiknya penelitian harus bisa terwujud menjadi sebuah produk atau teknologi yang bisa dimanfaatkan oleh khalayak ramai. Nah, untuk masalah ini ada satu langkah lagi yang juga penting untuk dilakukan, yaitu study patent.

Sebenarnya bertahun-tahun yang lalu saya sudah tahu tentang masalah Patent dan HaKI ini. Waktu itu saya banyak membantu bos saya waktu itu menulis tentang HaKI dan paten. Tapi, terus terang, saya belum terlalu serius belajar tentang patent dan HaKI ini. Karena membaca dokumen patent cukup berat bagi saya. Bahasanya, bahasa hukum, pusing saya membacanya.

Saya mulai tertarik kembali dengan patent, ketika saya menemukan sebuah patent kuno tahun 1919 tentang bioethanol selulosa/kayu. Lihat linknya di sini: Patent Kuno Bioetanol. Yang membuat saya sedikit ‘kaget’ adalah ternyata sudah hampir seabad yang lalu sudah ada orang yang mematentkan teknologi pembuatan alkohol dari kayu. Padahal waktu itu, dalam pikiran saya, etanol dari kayu belum diperlukan sekali. HK Moore, inventor teknologi ini, pastilah orang yang visioner. Bioetanol generasi kedua baru mulai booming kira-kira dua dekade ini. Kini orang berlomba-lomba untuk menemukan teknologi bioetanol dari kayu/selulosa yang lebih efisien. Jumlah patent tentang topik ini kini meningkat lagi.

Study patent, menurut saya, adalah kewajiban jika kita ingin meneliti sesuatu. Studi pustaka saja tidak cukup. Sebelum penelitian lakukan juga studi patent. Patent berbeda dengan pustaka ilmiah. Patent adalah teknologi yang sudah siap dikomersialkan, bahkan mungkin sudah komersial dan sudah dilakukan di pabrik-pabrik besar. Dokumen patent bersifat publik, beda dengan jurnal ilmiah yang sebagian besar tidak gratis. Dokumen patent semestinya bisa diperoleh secara gratis full paper sedetail-detailnya.

Lalu dari mana kita bisa mendapatkan dokumen-dokumen patent itu?

Kini menelusur patent sangatlah mudah. Mudah sekali. Asal mau saja, akan banyak dokumen patent yang bisa diperoleh. Berikut ini beberapa situs yang bisa digunakan untuk melakukan penelusuran patent:

  1. Dirjen HaKI http://www.dgip.go.id/paten
  2. Google Patent http://www.google.com/patents
  3. USPTO http://www.uspto.gov/patents-application-process/search-patents atau USPTO
  4. WIPO https://patentscope.wipo.int/search/en/search.jsf
  5. EPO https://www.epo.org/searching.html

Dan masih banyak lagi situs-situs yang menyediakan dokumen patent. Bahkan dokumen dalam berbagai bahasa, seperti bahasa jepang, korea, jerman pun bisa kita peroleh. Canggih kan.

Study Patent memang tidak mudah dan cukup memusingkan. Tapi kalau sudah masuk ke dalam, Anda akan sangat tercenggang. Ternyata ada banyak teknologi yang mungkin sudah lebih advance dari pada yang kita pikirkan. Mungkin setelah membaca dokumen-dokumen patent ini akan banyak memberikan inspirasi-inspirasi baru dalam penelitian. Percayalah.

Karena saya sebelumnya banyak melakukan studi literatur. Tools yang saya pakai untuk melakukan studi patent pun menggunakan tools yang biasa dipakai untuk studi literatur, yaitu: Endnote, Zotero, Jabref, Mendeley dan lain-lain. Saya lebih sering menggunakan Endnote.

Informasi patent kita masukkan ke dalam applikasi manajemen literatur, Endnote misalnya. Termasuk yang paling penting adalah bagian claim. Copy saja bagian ini ke dalam salah satu ‘field’ di Endnote. Bagian abstrak juga dicopy. Jika tersedia, download juga full papernya dan link URL-nya. Setelah banyak informasi patent yang diperoleh. Langkah berikutnya adalah membaca secara sekilas dan mensortirnya. Kelompokkan patent-patent itu dengan logika tertentu. Terserah Anda sendiri bagaimana mengaturnya. Patent-patent yang menarik dipelajari lebih jauh. Dibaca patent ini dengan lebih detail. Kalau perlu diterjemahkan.

Sampai tahap ini, Anda akan banyak memperoleh informasi tentang teknologi terkini dari topik yang sedang Anda geluti. Ada banyak informasi dan teknik yang bisa dicoba-coba dan kemudian dimodifikasi untuk membuat teknologi yang lebih baik lagi atau lebih spesifik untuk objek tertentu.

Selamat melakukan studi patent.

Memperbanyak Tanaman Sekulen Bagian 2

Di posting sebelumnya Arroyan sudah mejelaskan tentang cara memperbanyak sekulen dengan daunnya. Posting kali ini Arroyan akan menjelaskan cara lain untuk memperbanyak sekulen, yaitu dengan memisahkan anakannya. Caranya juga mudah.

Tanaman sekulen yang sudah tua biasanya akan muncul anakan di sisi kanan dan kiri pangkal batangnya. Anakan-anakan ini bisa dipisahkan dan ditumbuhkan terpisah dari induknya. Anakan ini akan bisa tumbuh besar dan bisa digunakan sebagai indukan lagi.

Pemisahan anakan ini juga bermanfaat untuk memperbesar tanaman induknya. Jika tidak dipisahkan anakannya, induknya akan tetap kecil dan sulit untuk memjadi besar. Indukan yang bebas dari anakan akan bisa tumbuh membesar maksimal.

Media tanam yang digunakan sama seperti pada postingan sebelumnya, yaitu: sedikit kompos halus/kering, pasir, sekam bakar dan coco peat. Media tanam ini dicampur merata. Siapkan pot untuk menanam. Masukkan sedikit media tanam ke dalam pot. Selanjutnya anakan dimasukkan ke dalam pot tersebut. Tambahkan media tanam sehingga penuh. Jangan lupa untuk menyiram media tanam ini.

Memperbanyak Tanaman Sekulen

Arroyan menjelaskan cara mudah memperbanyak tanaman sekulen. Kebetulan ada beberapa tanaman sekulen yang dirusak oleh kuncing tetangga. Banyak daun-daunnya yang rontok. Nah, sekulen bisa diperbanyak dari daunnya ini. Caranya sangat mudah sekali. Kira-kira seperti ini.

Pertama, siapkan terlebih dahulu media tanamnya yang terdiri dari kompos kering halus, pasir, sekam bakar, coco peat dan pasir. Tanaman kaktus tidak perlu banyak tanah/kompos, jadi penambahan komposnya sedikit saja. Semua media dicampur jadi satu dan dimasukkan ke pot atau tempat penanaman yang lain.

Potongan daun itu di letakkan di atas media tanam itu. Sesekali dibasahi agar basah dan lembab. Dari ujung potongan daun akan muncul akar dan tunas-tunas baru. Tanaman sekulen ini akan mendapatkan makanan dari daunnya, jadi tidak perlu banyak diberi pupuk dan air. Penambahan air secukupnya saja. Kalau terlalu banyak justru akan membuat daunnya busuk dan mati.

Setelah muncul tunasnya dan sudah agak besar, tanaman sekulen bisa dipisahkan ke dalam pot-pot terpisah untuk dibesarkan. Tanaman sekulen tumbuh lambat, jadi perlu kesabaran untuk merawatnya.

Koleksi Tanaman Hias Arroyan

Kami punya beberapa koleksi tanaman hias. Arroyan menunjukkan beberapa koleksi tanaman hias kami. Tanaman hias yang kami suka sebagian besar adalah tanaman kaktus dan sekulen. Ada beberapa jenis sekulen dan kaktus, antara lain adalah: ekor cicak, ekor cicak sebra, beberapa jenis agave (sejenis lidah buaya), ada juga kaktus yang berduri tajam, kaktus ekor naga dan kaktus bulat yang bisa tumbuh sangat besar. Kami juga punya tanaman sekulen ‘jenggot musa’, tanaman unik yang tidak memiliki akar.

Kami juga punya tanaman bonsai kecil-kecil. Ada tiga pot. Kami suka bonsai yang kecil karena tidak banyak makan tempat. Bonsai ini bisa ditaruh di meja, di rak buku atau di tempat-tempat lain. Sesekali bonsai ini ditaruh diluar agar cukup mendapatkan sinar matahari.

Salah satu alasan kami menyukai sekulen dan kaktus karena perawatannya sangat mudah. Tanaman ini tidak perlu banyak disiram dan dipupuk. Menyiramnya kalau medianya kering saja. Dipupuknya juga setahun sekali. Tapi tanaman ini perlu tempat yang kering dan banyak mendapat sinar matahari. Kalau tempatnya terlalu lembab justru akan membuat tanaman ini busuk dan mati.

Ada juga tanaman yang kami tanam secara hidroponik sederhana. Tanaman itu kami taruh di stoples kaca. Di stoples ini kami beri ikan cupang. Kotoran ikan ini akan menjadi pupuk untuk tanamannya. Ikannya juga lebih suka kalau ada tanamannya, airnya menjadi lebih bersih dan tidak perlu sering diganti. Ikan juga akan memakan jentik-jentik nyamuk.

Koleksi Kaktus Kebun Raya Cibodas

Dapat Dollar dari WordPress.com

dapat dolar dari wordpress.com

Tak terasa sudah 8 tahun saya ngeblok di wordpress.com. Awalnya hanya untuk menyalurkan hobi menulisku. Alhamdulillah, pengunjung blogku semakin banyak dan akhirnya aku beli domain sendiri di http://isroi.com. Aku semakin rajin menulis. Hampir apa saja aku tulis. Bahkan aku menulis tanpa melakukan editing sama sekali. Jadi harap maklum kalau banyak salah ketik atau salah ejaan dan kalimat-kalimat yang kurang pas ditulisanku ini.

Pengunjungku semakin banyak dan sudah menembus >4000 per hari. Kira-kira tiga tahun yang lalu aku membaca jika di wordpress.com bisa dimonetisasi. Aku coba mendaftar dan blogku disetujui untuk dimonetisasi. Jadi aku termasuk blog yang awal-awal banget ikut program WordAds-nya wordpress.com. Awalnya, sebulan aku hanya dapat beberapa dolar saja. Tak terasa ini terus meningkat, meski pelan-pelan sekali. Sampai akhirnya, hasil dari wordpress ini cukup untuk menganti biaya internet di rumah.

Tahun 2015 ini, kunjungan ke blogkku mencapai 1,2 kunjungan. Ini rekor tertinggi sejak awal aku ngeblog. Terima kasih pada para tamu-tamu blogkku. Tahun ini aku juga memposting 266 posting, ini juga rekor tertinggi dalam aktivitasku ngeblog.

Tahun baru ini 2016, aku akan mencoba untuk lebih rajin lagi menulis di blogkku sendiri. Paling tidak satu artikel per hari. Aku juga mulai upload video di YouTube. Upload video lebih mudah dari menulis kalimat yang berpanjang-panjang. Meski, video-ku masih tergolong ‘primitif’. Tapi setidaknya ini menjadi awal yang baik.

Sejak itu, saya mulai mengupload video dan menuliskannya di WordPress dan melink-kan videonya di blogkku. WordPress juga menyediakan hosting video, sayanya masih cukup mahal untuk ukuran saya. Ini menjadi tonggak baru bagiku, khususnya dalam urusa perblogkan ini.

Sekali lagi, saya ingin mengucapkan terima kasih pada seluruh pengunjung blogku, karena kunjungan Anda yang membuat saya semakin rajin menulis dan menulis. Saya harap semoga blog ini banyak memberi manfaat untuk Anda.